Anda di halaman 1dari 12

BAB V KERJA BANGKU 1. Pengantar.

Tujuan dari pelajaran ini adalah untuk lebih mengenal fungsi dan macam-macam ragum, fungsi dan macam-macam gergaji, fungsi dan macammacam pahat tangan, fungsi dan macam-macam kikir, fungsi dan macam-macam tap serta fungsi dan macam-macam keling dingin. Palu 2. Fungsi palu. Palu berfungsi sebagai alat untuk memukul. Di bengkelbengkel teknik, palu digunakan untuk menitik, memahat, menempa, mengeling, mengatur posisi benda kerja yang dijepit pada cekam mesin bubut, mengatur kedudukan benda kerja atau pemasangan alat pada posisi yang tepat, dan semacamnya. 3. Macam-macam palu. a. Dilihat dari bentuk ujungnya, palu terdiri atas: 1) palu konde (ball peen) 2) palu pen searah (straight-peen) 3) palu pen melintang (cross-peen).

b. Dilihat dari bahan atau material yang digunakannya, palu terdiri atas: 1) palu baja atau besi; 2) palu plastik; 3) palu kayu. c. Dilihat dari massa atau beratnya, palu terdiri atas: 1) palu ringan yang mempunyai berat sampai 0,5 kg; 2) palu sedang yang mempunyai berat 0,6 sampai dengan l kg; 3) palu berat atau besar yang mempunyai berat 2-l0kg. Dilihat dari panjang tangkainya, palu terdiri atas: 1) palu standar dengan panjang tangkai 350 mm sampai 400 mm; b) palu tangkai panjang (biasanya merupakan palu tempa), dengan panjang tangkai 700 mm sampai dengan 900 mm.

d.

Patut diperhatikan di sini, panjang tangkai palu harus sebanding dengan beratnya. 3. Cara menggunakan palu . Cara menggunakan palu yaitu: tangan kanan memegang palu, sedangkan tangan kiri memegang alat (pahat, alat penjepit benda kerja-tempa, atau memegang alat-alat lain yang sesuai dengan kebutuhannya).

Proses Produksi Majoring Aeronautika

43

Gambar 5.1 Cara memegang palu Ragum 4. Fungsi ragum. Pada bengkel-bengkel teknik, ragum banyak digunakan dan berfungsi sebagai alat penjepit benda kerja yang akan dikerjakan. Misalnya: untuk menjepit benda kerja yang digergaji, dikikir, dipahat, diseney, ditap, dan semacamnya. 5. Bagian-bagian ragum. Ragum terdiri atas rumah ragum, yang chPasang pada mej a kerja dan diikat dengan mur baut. B agian bagian lainnya yaitu penjepit, batang ulir, dan batang pemutar (engkol). Penjepit dilengkapi dengan bibir yang terbuat dari baj a. Bentuk salah satu ragum tersebut dapat dilihat pada gambar 5.1 berikut.

Gambar 5.2 Alat penjepit 6. Alat penjepit. Bila kita mengikir permukaan yang miring, sedangkan posisi kikir harus tetap mendatar, maka benda tersebut harus dijepit dalam posisi miring. Oleh karena itu, kita memerlukan alat penjepit khusus sebagai alat bantu yang digunakan pada ragum. Bentuk alat bantu tersebut dapat dilihat pada gambar 5.2. 7. Pelat pelapis. Agar pengerjaan akhir benda-benda kerja yang dijepit pada ragum tidak sampai lecet atau rusak akibat tekanan atau jepitan bibir ragum, maka diperlukan pelapis yang terbuat dari pelat yang dibentuk siku. Pasanglah pelat pelapis tersebut di antara mulut ragum seperti terlihat pada gambar 5.3 berikut.

Gambar 5.3 Pelat penjepit


Proses Produksi Majoring Aeronautika

44

Gergaji Tangan 8. Fungsi gergaji tangan. Gergaji tangan digunakan untuk memotong atau membuat alur sederhana. Bentuk gergaji tangan dapat dilihat pada gambar 5.4 berikut.

Gambar 5.4 Gergaji tangan Keterangan gambar: (1) Sengkang gergaji bagian depan, dapat diatur (2) Sengkang gergaji (3) Pemegang(handle) (4) Mur kupu-kupu/pengencang (5) Pen/kait (6) Daun gergaji (7) Batang penarik 9. Bahan dan ukuran daun gergaji. Daun gergaji terbuat dari baja perkakas (toolsteel), baja HSS (high speed steel), dan baja tungsten. Ukuran daun gergaji antara lain: a. panjang mulai 152,4 sampai 304,8 mm; b. lebar mulai 12,7 sampai 25,4 mm; c. tebal mulai dari 0,635 sampai 0,6858 mm. Daun gergaji dengan mata potong yang mempunyai jumlah 32 gigi tiap 25,4 mm, digunakan untuk memotong pelat-pelat tipis atau pipa-pipa tipis lainnya. 10. Memasang daun gergaji. Lubang yang terdapat . pada ujung daun gergaji dimasukkan pada pen penarik sebelah kiri dan sebelah kanan, kemudian dikencangkan dengan jalan memutarkan mur kupu kupu yang ada pada bagian belakang sengkang. Gigi gergaji harus menghadap ke depan dan mempunyai posisi Gambar 5.5 Posisi 15 o terhadap muka potongnya.

Gambar 5.5: gigi gergaji

Proses Produksi Majoring Aeronautika

45 Jika benda kerja yang digergaji mempunyai ukuran yang lebih tebal daripada lebar sengkangnya, maka kedudukan daun gergaji diputar 90 o , sehingga sengkangnya tidak menghalangi pelat yang dipotongnya. Pahat Tangan 11. Fungsi dan macam-macam pahat tangan. Pahat tangan adalah sebatang baja atau baja perkakas yang berfungsi untuk memotong, mencowak, mengalur, atau membentuk benda kerja dengan menggunakan tenaga tangan. Bentuk pahat dan bagian-bagiannya dapat dilihat pada gambar 5.6. a. Mata potong dibentuk sesuai dengan bentuk benda kerja yang akan dikerjakannya. Misalnya: mata rata, mata intan, mata bulat, mata alur, dan semacamnya. b. Mulut pahat adalah bagian antara mata pahat dengan badan pahat. c. Badan pahat adalah tangkai pahat yang mempunyai penampang bulat, segi enam, atau segi delapan. d. Kepala pahat adalah bagian atas pahat yang berhubungan dengan palu. e. Konstruksi pahat dengan mata potongnya dapat dilihat pada gambar 5.6 berikut.

Gambar 5.6: Pahat tangan dan bagian-bagiannya Pahat dam adalah pahat yang digunakan untuk memotong atau memutuskan bagian-bagian pelat yang telah dibor. Pahat alur minyak adalah pahat untuk membuat cowakan-cowakan atau alur-alur minyak pada bantalanbantalan mesin. Pahat alur adalah pahat untuk membuat aluralur lurus pada alur pasak.

Kikir

Proses Produksi Majoring Aeronautika

46

12. Fungsi kikir. Kikir adalah suatu batang baja dengan permukaan yang mempunyai gigi-gigi pemarut. Kikir berfungsi untuk membuang sebagian benda kerja dengan jalan memarut atau saling menggesekkan antara benda kerja dengan kikir, sehingga membentuk benda sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Misalnya untuk meratakan, membuat bentuk cembung, membuat bentuk cekung, dan sebagainya. 13. Bagian-bagian kikir. Kikir terdiri atas: a. panjang kikir b. muka kikir c. sisi kikir d. ujung kikir e. tangkai kikir. Macam-macam kikir. Dilihat dari penampangnya, kikir terbagi atas: a. kikir pelat, pipih, atau rata; b. kikir bulat; c. kikir setengah bulat; d. kikir segi empat; e. kikir segitiga.

14.

Gambar 5.7 Bagian-bagian Kikir dan macamnya Dilihat dari tingkat kekasarannya, kikir terbagi menjadi: a. kikir sangat kasar b. kikir kasar c. kikir sedang d. kikir halus e. kikir sangat halus. Tingkat kehalusan kikir ditandai dengan nomor-nomor yaitu nomor: 00, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. Tanda 00 artinya sangat kasar. Semakin tinggi nomornya, berarti semakin halus gigi pemarutnya. Kikir nomor 8 merupakan kikir yang paling

Proses Produksi Majoring Aeronautika

47 halus. Kikir yang sangat kasar digunakan pada tingkat permulaan mengikir, yakni ketika bagian-bagian yang dikikir masih jauh dari ukurannya. Dilihat dari bentuk pahatan giginya, kikir terbagi menjadi: a. kikir dengan pahatan tunggal (single cut) b. kikir dengan pahatan ganda (double cut) c. kikir dengan pahatan parut (rasp); d. kikir dengan pahatan lengkung (curved). Kikir dengan gigi tunggal adalah kikir yang alur gigi pemarutnya satu jalur dengan sudut antara 65 o sampai dengan 85o, sedangkan kikir bergigi kembar adalah kikir yang mempunyai dua jalur gigi pemarut yang saling bersilangan: jalur ke satu menyudut 40o dan jalur gigi lainnya menyudut 45 o terhadap jalur gigi lainnya. Bentuk pahatan. tersebut dapat dilihat pada gambar di atas!

Gambar 5.8 gigi kikir 15. Cara memegang kikir

Cara memegang kikir yang betul yaitu: tangkai dipegang dengan posisi ibu jari menghadap ke depan di atas tangkai kikir dan jari ;jari lainnya melingkar di bagian bawah tangkai kikir, seperti terllihat pada gambar berikut.

Gambar 5.9 Cara memegang tangkcei kikir Pada awal pengerjaan, biasanya benda kerja mempunyai permukaan yang keras. Oleh karena itu, diperlukan parutan-parutan awal untuk menghilangkan permukaan yang keras tersebut dengan jalan mengikir dengan posisi kikir agak dimiringkan. Lihat gambar di atas. Setelah terdapat parutan-parutan atau hilangnya bagian permukaan yang keras dan licin, dapat kita lanjutkan dengan pengikiran kasar. Cara memegang dan menekan kikir pada waktu mengikir kasar yaitu: tangan kiri menekan ujung kikir dan tangan kanan memegang tangkai kikir, kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang membentuk sikusiku yaitu dengan sikap kuda-kuda, dorong kikir dengan tekanan badan yang bergerak ke depan supaya mendapatkan gaya dorong yang lebih besar. Lihat gambar diatas.

Proses Produksi Majoring Aeronautika

48 Setelah pengikiran kasar menghasilkan benda kerja yang ukuran dan bentuknya mendekati benda kerja yang diinginkan, lanjutkan dengan mengikir ringan untuk mendapatkan ukuran yang hampir mendekati pada pekerjaan akhir. Pengikiran ringan dapat dilakukan dengan tenaga yang ringan, yaitu ujung kikir dipegang dengan ibu jari dan jari jari lainnya supaya mudah untuk mengikuti bentuk dari benda kerja tersebut. Lihat gambar berikut

Mengikir Kasar

Mengikir ringan Gambar 5.10 cara mengikir

Mengepas

Untuk pengerjaan akhir atau pengerjaan pengepasan, kita dapat menggunakan kikir dengan cara memegang kikir secara menyilang, dan pengikiran dilakukan pada permukaan bidang benda kerja yang belum pas ukurannya. Pengikiran pengepasan atau memegang kikir secara menyilang ini, oleh orang teknik disebut pekerjaan afreken. Lihat gambar di atas Hasil pengikiran tidak selamanya rata, kadang-kadang di bagian tengah cembung, sehingga kita perlu meratakan benda kerja. Selain dengan cara afreken, untuk meratakan bagian yang cembung dapat juga dilakukan dengan menekan kikir pada bagian tengah dan pengikiran dilakukan dengan tenaga yang ringan. Sney & Tap 16. Sney. Sney adalah suatu alat yang digunakan untuk membuat ulir pada baut atau ulir luar dengan menggunakan tangan. Sney mempunyai bermacammacam ukuran standar ulir yaitu ulir metris, ulir whitwort, atau ulir UNC. Bentuk dari sney tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 5.11 Sney 17. Cara menggunakan sney. Langkah untuk membuat ulir luar dengan menggunakan sney adalah sebagai berikut. a. Buatlah batang yang akan diulir dengan ukuran yang sama dengan ukuran diameter ulir luardari baut standar'.

Proses Produksi Majoring Aeronautika

49 b. . c. d. Pasang sney pada batang pemutar! Ujung batang yang akan disney sebaiknya sedikit ditiruskan untuk memudahkan masuknya sney pada batang. Kemudian masukkan sney dan putar dengan sedikit tekanan! Sney diputar ke kanan. Jika sudah terasa memakan, berilah pelumasan! Setiap kali pemakanan/penyayatan, sney harus dikembalikan. Setelah hampir selesai, balikkan posisi sney supaya ukuran ulir mencapai jarak yang diinginkan! Jepitlah batang yang akan diulir dengan ragum!

e. f. g.

18. Tap. Tap adalah alat untuk membuat ulir pada mur atau ulir dalam. Tap terdiri atas tap nomor 1, tap nomor 2, dan tap nomor 3. Dalam penggunaan tap tersebut, harus berurutan mulai dari nomor 1 dahulu kemudian nomor 2 dan terakhir tap nomor 3. Tap nomor 1 mempunyai ketirusan yang lebih tajam dibandingkan dengan tap nomor 2, dan tap nomor 2 mempunyai ketirusan yang lebih tajam dibandingkan dengan tap nomor 3. Bentuk dari tap tersebut dapat lihat pada gambar berikut.

Ga mb a r 5 .1 2 . Ta p 19. Ca ra me nggir na k an T a p . a. b. c. d. e.

Gambar 5.13. Posisi tap tegak lurus

Buatlah lubang pada benda kerja dengan ukuran sama dengan ukuran diameter kaki ulir. Masukkan tap nomor 1 pada lubang benda kerja yang akan dibuat ulir. Usahakan kedudukan tap pada lubang seporos atau tegak lurus terhadap bidang atasnya, lihat gambar di atas. Gunakan tangkai pemutar tap, dan putarkan ke kanan dengan sedikit tekanan. Jika sudah terasa adanya penyayatan, beri peiumas!
Proses Produksi Majoring Aeronautika

50

f. g. h.

Setiap kali menyayatkan, kembalikan pada posisi semula! Ulangi sampai terbentuknya ulir dalam dengan tap nomor 1 tersebut! Ganti tap dengan tap nomor 2 dan putarkan hingga mencapai ulir bagian bawahnya! Ulangi pengetapan dengan tap nomor 3 untuk mengakhiri pengetapan hingga mencapai bagian bawah ulir dalam!

Posisi tap dan cara memasang tangkai tap berikut penggunaannya dapat dilihat pada gambar berikut. Mengeling 20. Fungsi kelingan . Di bengkel-bengkel teknik, khususnya bengkel pelat, banyak dijumpai sambungan-sambungan pelat atau profil-profil yang menggunakan paku keling. Sambungan kelingan ini termasuk sambungan tetap. Artinya, kelingan berfungsi sebagai sambungan yang tidak dapat dibuka kecuali dengan cara merusaknya. 21. Paku keling standar. Untuk mengeling, diperlukan paku keling yang mempunyai bermacam-macam bentuk standar.

Tipe A Tipe B Gambar 5.14 tipe keling standar 22. Cara mengeling. Pelaksanaan pengelingan dapat dilakukan secara manual, yaitu dengan cara menggunakan alat lainnya seperti tang pengeling (riveter). a. Mengeling dengan palu tangan . Alat-alat yang diperlukan untuk mengeling secara manual ini antara lain: 1). 2) 3) 4) mesin bor; paku keling; palu; perapat dan landasannya.

Mesin bor diperlukan untuk membuat lubang pada pelat atau prof'il yang akan disambung. Ukuran mata bor harus sesuai dengan diameter paku keling yang akan digunakan. Ukuran diameter mata bor ini biasanya ditambah 0,5 sampai 1 mm dari ukuran paku keling yang akan dipakainya. Perapat adalah

Proses Produksi Majoring Aeronautika

51 suatu alat yang berfungsi untuk merapatkan sambungan atau menekan pelat sambungan, sehingga posisi paku keling berada pada posisi tegak lurus terhadap bidang sambungannya. Perapat dan landasannya dapat dilihat pada gambar di bawah

(a) Perapat (b) Pembentuk kepala (c) Landasan Gambar 5. 15 Perapat, pembentuk kepala & landasan 23. Contoh menyambung pelat dengan kelingan. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyambung pelat dengan kelingan yaitu: a. Gambarkan garis-garis sejajar tepi pelat dengan menggunakan jangka garis yang berjarak 3.d! Dalam hal ini, d adalah diameter paku keling. Lihat gambar 1.30 berikut ini! b. Gambarkan garis sumbu menggunakan jangka garis pada tepi pelat yang kedua dengan jarak 1,5d. Lihat gambar 1.31 berikut ini!

Gambar (a)

Gambar (b) Gambar 5.16 cara menyambung pelat

Gam`bar (c)

c. Tumpangkan pelat kedua di atas pelat pertama dengan tepi pelat atas berimpit dengan garis gambar pelat pada pelat bawah! Rapatkan dengan menggunakan perapat clan jepitlah dengan klem C pada kedua tepi pelat tersebut! Bagian-bagian yang akan dilubangi dengan bor, ditandai terlebih dahulu dengan penitik. Simpan di atas meja lunak atau meja kayu dan lubangilah dengan menggunakan mata bor yang mempunyai ukuran d + (0,1 s/d 0,5 mm)! Lihat gambar 1.32 berikut ini! d. Masukkan paku keling ke dalam lubang pelat yang telah dibor tersebut! Gunakan palu ur.tuk membentuk kepala paku keling dan gunakan pula pembentuk untuk kepala paku keling bagian atas! 24. Mengeling dengan riveter. Mengeling dengan tang keling (riveter) biasanya digunakan untuk sambungan-sambungan yang tidak memerlukan

Proses Produksi Majoring Aeronautika

52 kekuatan, misalnya untuk sambungan-sambungan pelat tipis yang tidak menahan beban. Tang keling mempunyai paku khusus yang terdiri atas satu stel paku. Bentuk tang keling (riveter) dapat dilihat pada gambar 1.34 berikut.

Gambar 5.17 Tang keeling / Riveter Keterangan gambar (1) Rumah tang-keling (2) Soketpenekan (3) Handel (4) Pengunci (5) Soketcadangan 25. (6) Paku tarik (7) Paku tekan (8) Ujung paku tekan ( 9) Paku tarik ditarik dan putus (10) Bentuk lipatan paku

Cara menggunakan tang keling yaitu sebagai berikut. a. Sebelum dikeling, pelat dibor terlebih dahulu dengan menggunakan mata bor yang berukuran d + (0,1 s/d 0.2 ) mm. Dalam hal ini, d menyatakan diameter paku keling tekan. b. Masukkan paku keling ke lubang yang akan disambung! Usahakan sisa kaki paku keling masih berukuran 4 mm (lihat gambar 1.35 berikut!). Kemudian masukkan paku keling, tarik ke dalam lubang soket tang penarik! c. Tekan handel sampai paku tarik putus! Hal itu akan menyebabkan ujung paku keling melipat dan pelat yang satu tersambung dengan pelat yang lain.

SOAL SOAL LATIHAN 1. 2. 3. 4. 5. Jelaskan fungsi palu. Sebutkan macam-macam palu. Jelaskan fungsi ragum. Sebutkan bagian-bagian ragum. Bagaimana memasang ragum yang benar? Jelaskan.

Proses Produksi Majoring Aeronautika

53

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

Jelaskan fungsi pelat pelapis. Jelaskan fungsi gergaji tangan. Terbuat dari bahan apa daun gergaji tangan tersebut? Bagaimana memasang daun gergaji untuk memotong benda kerja yang mempunyai ukuran lebih besar daripada sengkangnya? Jelaskan. Jelaskan fungsi pahat. Sebutkan bagian-bagian penting dari pahat. Dilihat dari bentuk mata potongnya, pahat terdiri atas berapa macam? Sebutkan dan jelaskan fungsinya masing-masing. Jelaskan fungsi kikir. Sebutkan bagian-bagian dari kikir. Dilihat dari penampangnya, kikir terdiri atas berapa macam? Sebutkan dan jelaskan dengan gambar. Kikir yang mempunyai nomor besar, misalnya nomor 8, merupakan kikir kasar atau kikir halus? Sebutkan macam-macam kikir dilihat dari bentuk pahatannya. Bagaimana sikap memegang kikir yang benar? Jelaskan. Dalam pengerjaan mengikir pengepasan, bagaimana caranya untuk mengikir bagian yang belum pas atau rata? Jelaskan. Apa yang dimaksud dengan pengikiran/cara afreken? Jelaskan. Satu stel tap terdiri atas berapa nomor? Jelaskan cara penggunaannya.

Proses Produksi Majoring Aeronautika