Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH PH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH

Nama Kelompok : Ewaldus Credo eukharisto / 12 Pancratius Rio Mayrolla / 19 Tito Gazza A / 26

I . Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengaruh air yang mempunyai PH basa ( Air Sabun ) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah 2. Bagaimanakah Pengaruh air yang mempunyai PH asam ( Air Jeruk ) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah 3. Bagaimanakah pengaruh aur yang mempunyai PH Netral ( Air biasa ) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah II . Judul
PENGARUH PH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH III.Tujuan Penelitian

1. Mengetahui pengaruh air yang mempunyai PH basa ( Air Sabun ) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah 2. Mengetahui Pengaruh air yang mempunyai PH asam ( Air Jeruk ) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah 3. Mengetahui pengaruh aur yang mempunyai PH Netral ( Air biasa ) terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah IV. Latar Belakang Masalah

Masalah yang penulis ambil adalah Membuktikan Pengaruh PH air Dalam Pertumbuhan Tanaman Barang Merah. Jadi dalam masalah ini masalah yang paling berpengaruh adalah Jenis Air siraman. Dan hal ini hanya cukup berbicara di satu masalah, yaitu pada pengaruh PH air. Seperti yang kita tahu , bawang merah adalah salah satu rempah-rempah yang sering digunakan. Hampir disetiap dapur di rumah-rumah pasti terdapat bawang merah. Di pasar pasti juga pasti kita dengan mudah menemukan penjual bawang merah.Bawang merah biasanya ditanam didataran tinggi yang media tanamnya polybag atau ditanam langsung ditanah. Penulis memilih bawang merah sebagai objek karena penulis merasa bawang merah adalah bumbu penting yang sering disajikan dimasakan , dan bawang merah juga mempunyai banyak sekali khasiat. Bawang merah juga mudah untuk ditemukan dan dengan mudah diolah menjadi sesuatu yang berguna.

V. Hipotesa Tanaman bawang merah yang diberi air biasa akan cepat tumbuh ketimbang dengan tanaman bawang merah yang diberi air jeruk atau air sabun.

VI . Dasar Teori Tanaman bawang merah memerlukan curah hujan antara 100-200 mm/bulan dengan ketinggian tempat optimal 10-200 mdpl. Meskipun demikian, bawang merah masih dapat tumbuh dan berproduksi di ketinggian sampai dengan 800 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman bawang merah 20-30C. Intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan, lama penyinaran 12 jam. Tanaman bawang merah dapat beradaptasi pada kelembaban udara (rH 80-90%). Kelembaban udara dan kelembaban tanah yang relatif tinggi (> 90%) dapat merangsang terjadinya serangan penyakit. Angin sepoi-sepoi berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah. Tanaman bawang merah membutuhkan tanah gembur, subur, banyak mengandung bahan organik, serta mudah menyediakan air dengan aerasi udara baik dan tidak becek. Budidaya bawang merah dapat dilakukan pada lahan sawah maupun lahan kering. VII . Metodelogi
1. Tempat : Di rumah Pancratius Rio Mayrolla , Jetis Harjo JT II 559,Yogyakarta 2. Waktu : 3 Minggu 3. Alat Dan Bahan : Alat yang digunakan adalah : a. 9 buah pot berukuran kecil b. Sekop c. Pisau Bahan yang digunakan adalah : a. 9 Siung bawang merah b. Popuk kompos c. Tanah d. Air jeruk e. Air sabun f. Air biasa 4. Variabel penelitian : Variabel Kontrol : Tanaman bawang merah diberi air biasa Variabel bebas : PH air Variabel terikat : Pertumbuhan panjang bawang merah

5. Langkah kerja 1. siapkan pot dan polybag kemudian masukan pupuk kompos dan sedikit tanah kedalamnya. 2. kemudian beri nama di sekitarpot untuk membedakanya 3. . Siapkan bawang merah dan iris sedikit bagian atasnya dengan menggunakan pisau 4. Letakan bawang merah di permukaan pot dan sedikit di pendam. Biarkan ujung bawang merah yang teriris terlihat
5. Amati setiap hari pertumbuhan bawang merah yang di beri air biasa , air jeruk dan air sasbun dan bandingkanlah.

6. Rencana Tabel Data


Hari Air Biasa Air jeruk Air sabun