Anda di halaman 1dari 40

DINA DEVIANY 20050310214

kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama Alamat Umur JK Pekerjaan

: A.n. M. Z : Pleret, Bantul : 11 Tahun : Laki-laki : Pelajar

Keluhan Utama : Telinga kanan terasa nyeri Riwayat penyakit Sekarang :


Pasien merasa telinga kanannya nyeri sejak 1 hari lalu,

sakit dirasakan terus menerus sehingga pasien merasa sangat terganggu. Pasien juga mengeluh batuk pilek sejak 2 hari lalu disertai demam dan nyeri telan.Tidak ada cairan yang keluar dari telinga pasien.Telinga kiri pasien tidak terganggu. Selama sakit, pasien belum pernah berobat ke dokter.

Riwayat penyakit dahulu : Riwayat penyakit yang sama disangkal Riwayat Alergi disangkal Riwayat trauma disangkal Riwayat infeksi telinga lain sebelumnya disangkal

Pemeriksaan fisik
Telinga Inspeksi

AD : Bentuk normal, tidak ada bekas luka, deformitas (-), sekret (-) AS : Bentuk normal, tidak ada bekas luka, deformitas (-), sekret (-) Palpasi AD : Nyeri tekan tragus (+), nyeri tekan mastoid (-), manipulasi auricula tidak sakit AS : Nyeri tekan tragus (-), nyeri tekan mastoid (- ), manipulasi auricula tidak sakit

Otoskopi :
AD: Canalis Acusticus externus udem (-), membran
timpani utuh (+), hiperemis (+), bulging (+) discarge (-) AS : Canalis Acusticus externus udem (-), membran timpani utuh (+),hiperemis (-), bulging (-) discarge (-)

Hidung dan Paranasal

Inspeksi : Deformitas (-), sekret (-), bekas luka (-) Palpasi : Nyeri tekan (-), krepitasi (-) Rhinoskopi anterior : Tidak dilakukan
Tenggorokan Inspeksi Mukosa faring hiperemis (+), granulasi (-) Tonsil membesar Uvula tidak membengkak Palpasi : Limfonodi tidak membesar

Diagnosis AD : Otitis Media Akut Tata Laksana : Tujuan Menghilangkan penyebab Mengembalikan fungsi tuba eusthacius Menghilangkan gejala penyerta Mencegah komplikasi

Terapi Amoxicilin 3x300mg dalam 7 hari Paracetamol 3x300mg tiap demam Amboxol sirup 3x1 sendok takar

Tinjauan Pustaka

1. Aurikel (daun telinga) Terdiri dari tulang rawan dan kulit Terdapat konkha, tragus, antitragus, helix, antihelix dan lobulus Fungsi utama aurikel adalah untuk menangkap gelombang suara dan mengarahkannya ke dalam MAE

2. Meatus Auditorius Eksternal Panjang + 2, 5 cm, berbentuk huruf S 1/3 bagian luar terdiri dari tulang rawan, banyak terdapat kelenjar minyak dan kel. Serumen 2/3 bagian sisanya terdiri dari tulang ( temporal ) dan sedikit kelenjar serumen. Rambut halus dan serumen berfungsi untuk mencegah serangga kecil masuk. MAE ini juga berfungsi sebagai buffer terhadap perubahan kelembaban dan temperatur yang dapat mengganggu elastisitas membran tympani

3. Membrana Tympani Terdiri dari jaringan fibrosa elastis Bentuk bundar dan cekung dari luar Terdapat bagian yang disebut pars flaksida, pars tensa dan umbo. Reflek cahaya ke arah kiri jam tujuh dan jam lima ke kanan Dibagi 4 kwadran ; atas depan, atas belakang, bawah depan dan bawah belakang Berfungsi menerima getaran suara dan meneruskannya pada tulang pendengaran

4. Tulang-tulang Pendengaran Terdiri dari Maleus, Incus dan Stapes Merupaka tulang terkecil pada tubuh manusia. Berfungsi menurunkan amplitudo getaran yang diterima dari membran tympani dan meneruskannya kjendela oval

5. Cavum Tympani Merupakan ruangan yang berhubungan dengan tulang Mastoid, sehingga bila terjadi infeksi pada telinga tengah dapat menjalar menjadi mastoiditis

6. Tuba Eustachius Bermula dari ruang tympani ke arah bawah sampai nasofaring Struktur mukosanya merupakan kelanjutan dari mukosa nasofaring Tuba dapat tertutup pada kondisi peningkatan tekanan secara mendadak. Tuba ini terbuka saat menelan dan bersin Berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan udara di luar tubuh dengan di dalam telinga tengah

7. Koklea Skala vestibuli yang berhubungan dengan vestibular berisi perilymph. Skala tympani yang berakhir pada jendela bulat, berisi perilymph Skala media / duktus koklearis yang berisi endolymph Dasar skala vestibuli disebut membran basalis, dimana terdapat organ corti dan sel rambut sebagai organ pendengaran

8. Kanalis Semi Sirkularis Terdiri dari 3 duktus semiserkular, masing-masing berujung pada ampula. Pada ampula terdapat sel rambut, krista dan kupula Berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh dalam hal rotasi

9. Vestibula Terdiri dari sakulus dan utrikel yang mengandung makula Berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh dalam hal posisi

Infeksi tersering

Telinga tengah

Akut

DEFINISI

OTITIS MEDIA
adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.

KLASIFIKASI
Akut Supuratif

Kronis
Otitis media NonSupuratif Akut Kronis

Otitis media akut Otitis media supuratif akut

EPIDEMIOLOGI
Di Amerika Serikat

Di dunia
75% anak mengalami minimal satu episode sebelum usia 3 tahun & hampir setengahnya mengalami 3 episode atau lebih

Usia 1 tahun

Usia 3 tahun

Di Inggris

62%

83%
25% anak mengalami minimal satu episode sebelum usia 10 tahun.

Sumbatan tuba Faktor pertahanan silia mukosa tuba terganggu

Penyebab otitis media akut (OMA) dapat merupakan virus maupun bakteri.

Streptococcus hemoliticus, Haemophilus Influenzae (27%), Staphylococcus aureus (2%), Streptococcus Pneumoniae (38%), Pneumococcus.

Usia Prematur dan bayi lahir dengan berat lahir rendah Alergi / penyakit atopi Tidak menyusui, penggunaan botol susu terlalu lama Defisiensi Imun Abnormalitas kraniofasial Kecenderungan genetik Perokok Perawatan saat bayi

>> ANAK-ANAK Sistem Imun Anatomis Tuba Eustachius Adenoid

Inflamasi
Hiperplasia adenoid, ISPA, Rinitis, Sinusitis

Gg. Ventilasi Tuba


Disfungsi silia

Alergi

Tumor

deformitas

OBSTRUKSI/ DISFUNGSI TUBA

Gg. Ventilasi Telinga Tengah

Gg. Ventilasi Telinga Tengah

Stadium Oklusi Tuba


Perubahan Pd Telinga Tengah

Respon Inflamasi

Stadium Hiperemis

Vasodilatasi

Protein Plasma Keluar

Edema&Eksudasi

Akumulasi Cairan

Stadium Supurasi

Membran timpani menonjol

eksudat di kavum timpani

Iskemik

Nekrosis membran timpani Stadium Perforasi

Ruptur, eksudat keluar

Stadium Resolusi

Gejala klinik bergantung pada stadium dan umur pasien

Dewasa demam, otalgia,gangguan pendengaran berupa rasa penuh atau kurang dengar.

bayi dan anak kecil Demam tinggi Nyeri telinga Gelisah Sulit tidur Diare, kejang

Diagnosis
Anamnesis

Sesuai stadium dan umur Anaknyeri, demam, gelisah, riwayat batuk pilek Dewasanyeri, gg pndgran, rasa penuh

PF

Otoskopi keadaan membran timpani (intak/perforasi, perubahan warna, ada/tidaknya cairan) Otoskopi pneumatik ? Timpanosintesis? Tes pendengaran?

Px. Penunjag

Px. LAB Px. Radiologi

Diagnosis OMA harus memenuhi tiga hal berikut:


1. Penyakitnya muncul mendadak (akut) 2. Ditemukannya tanda efusi di telinga tengah adanya salah satu di antara tanda berikut: a. menggembungnya gendang telinga b. terbatas/tidak adanya gerakan gendang telinga c. adanya bayangan cairan di belakang gendang telinga d. cairan yang keluar dari telinga

3. Adanya tanda/gejala peradangan telinga tengah adanya salah satu di antara tanda berikut: a. kemerahan pada gendang telinga b. nyeri telinga yang mengganggu tidur dan aktivitas normal

Otitis eksterna Otitis media efusi Eksaserbasi akut otitis media kronik Infeksi saluran napas atas Mastoiditis Barotrauma Benda asing pada telinga Sinusitis

PENATALAKSANAAN
Prinsip Pengobatan Pengobatan OMA
Sekitar 80% OMA sembuh dalam 3 hari Gx tdk membaik Antibiotik 1st Amoksisilin

Bergantung stadium Stadium awal ditujukan untuk mengobati infeksi saluran napas, dengan pemberian antibiotik, dekongestan lokal atau sistemik, dan antipiretik.

St.Oklusi
> membuka kembali tuba Eustachius tekanan negatif di telinga tengah hilang > tetes hidung HCl efedrin > Sumber infeksi lokal harus diobati. > Antibiotik bakteri

St. Hiperemis > antibiotik, obat tetes hidung dan analgesik > hiperemis difus miringotomi.

St. Supurasi > Antibiotik > rujuk miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur.

St. Perforasi > obat cuci telinga H2O2 3% 3-5 hari > antibiotik sampai 3 minggu > sekret akan hilang dan perforasi akan menutup sendiri dalam 7-10 hari.

St. Resolusi > Membran timpani berangsur normal kembali > sekret tidak ada lagi > perforasi menutup > Bila tidak, antibiotik dapat dilanjutkan sampai 3 minggu. > > Bila tetap, mungkin telah terjadi mastoiditis.

KOMPLIKASI

Perforasi membran timpani Mastoiditis Kolesteatom Labirinitis Tuli Meningitis Abses otak

PENCEGAHAN
Pencegahan primer

mengurangi factor risiko terutama pada anak-anak


Pencegahan ISPA pada

Penghindaran pengeluaran

bayi dan anak-anak. Pemberian ASI minimal selama 6 bulan. Penghindaran pemberian susu di botol saat anak berbaring. Penghindaran pajanan terhadap asap rokok.

mucus dengan paksaan/tekanan yang berlebihan. Jangan mengorek-ngorek liang telinga terlalu kasar Jika ada benda asing yang masuk, datanglah ke dokter Jauhkan telinga dari suara keras Lindungi telinga selama penerbangan

RUJUKAN
Anak dengan episode OMA yang sering dimana lebih dari 4 episode dalam 6 bulan.
Anak dengan efusi selama 3 bulan atau lebih, keluarnya cairan dari telinga, atau berlubangnya gendang telinga. Anak dengan kemungkinan komplikasi serius seperti kelumpuhan saraf wajah atau mastoiditis.

Anak dengan kelainan kraniofasial, sindrom Down, sumbing, atau dengan keterlambatan bicara.

OMA dengan gejala sedang-berat yang tidak memberi respon terhadap 2 antibiotik.

PROGNOSIS
Prognosis otitis media akut adalah dubia at bonam, biasanya gejala membaik dalam 24 jam dan dapat sembuh dalam 3 hari dengan pengobatan yang adekuat