FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013

BST ILMU PENYAKIT BEDAH
I. IDENTITAS Nama Lengkap Jenis Kelamin Umur Agama Pekerjaan Alamat Tanggal Masuk RS Tanggal Pemeriksaan Tanggal Operasi

NO.RM : 597669

: Bp. M : Laki-laki : 62 tahun : Islam : Petani : Srumbung RT /18 Pengkok Patuk Gunung Kidul : Kamis 7 Maret 2013 pukul 03.45 : Kamis 7 Maret 2013 pukul 13.45 :-

Dokter : dr. Yunada HR, Sp.B, KBD Ko asisten : Mirza Sanjaya II. Subyektif Tanggal 7 Maret 2013 (Autoanamnesis) Keluhan Utama : Tidak bisa BAK Keluhan Tambahan : Pusing (+)

6 Maret 2013 Muncul keluhan

7 Maret 2013 Masuk RS

7 Maret 2013 Anamnesis dan pemeriksaan fisik

1. Riwayat Penyakit Sekarang : (Secara kronologis setiap masalah yang ditemukan diidentifikasi lengkap) Pasien datang ke IGD RS Jogja mengeluh tidak bisa BAK. Keluhan dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Demam (-), pusing (+), mual (-), muntah (-). Nafsu makan dalam keadaan baik, tidak ada penurunan berat badan dalam 1 bulan terakhir, BAB dalam keadaan baik. Sebelumnya sejak 6 bulan pasien sering mengalami BAK menetes (+), susah untuk BAK (+), nyeri di sekitar penis ketika akan memulai BAK (+) dan air kencing hanya keluar sedikit namun kandung kemih terasa penuh (+). Pasien sering merasakan ingin terus BAK namun air kecing susah keluar (+), anyanganyangan (+), pancaran BAK kecil (+). Keluhan tersebut dirasakan 2 hari setelah mondok dari rumah sakit. Selama mondok, dipasang selang kateter pada saluran kencing pasien. BAK tiba-tiba berhenti (-), BAK membaik ketika perubahan posisi (-), nokturia (-), BAK berdarah (-), BAK bercabang (-), mengeluarkan batu ketika BAK (-). Riwayat operasi sebelumnya (-), riwayat trauma kecelakaan (-). 2. Riwayat Penyakit dahulu Riwayat penyakit darah tinggi Riwayat penyakit jantung Riwayat penyakit paru Riwayat penyakit asma

: Ada, kontrol rutin tiap bulan : Ada, 6 bulan yang lalu : disangkal : disangkal RM.01.

benjolan (-) OBJEKTIF (10 Desember 2012) A.RM : 597669 : Penurunan kesadaran (-). nyeri tulang (-). Riwayat Penyaki keluarga Riwayat penyakit darah tinggi : Ada. kejang (-). BAB keras (-) Sistem Urogenital : Tidak bisa BAK (+). demam (-). III. muntah (-). nyeri otot (-). nyeri di sekitar penis ketika akan memulai BAK (+).FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 BST ILMU PENYAKIT BEDAH Riwayat penyakit gula : disangkal Riwayat penyakit ginjal : disangkal Riwayat penyakit kuning : disangkal Riwayat penyakit saluran pencernaan: disangkal Riwayat penyakit saluran kemih : disangkal Riwayat penyakit hernia : disangkal Trauma kecelakaan lalu lintas : disangkal Alergi : disangkal Riwayat operasi sebelumnya : disangkal Riwayat mondok : 3 kali 3. susah untuk BAK (+). Pucat (-). sulit BAB (-). menggigil (-) Sistem Kardiovaskuler : Nyeri dada (-). . Anamnesis Sistem Sistem Saraf Pusat NO. pusing (+). RM. pilek (-). berdebar-debar (-). nyeri perut (-). riwayat BAK menetes (+). kuning (-). biru (-) Sistem Respirasi : Sesak nafas (-). Pemeriksaan Fisik Kesan Umum : Pasien tampak sedikit lemas dalam keadaan tiduran dengan tangan kiri terpasang infus dan terdapat pungsi suprapubik dengan selang kateter.02. kandung kemih terasa penuh (+) Sistem Muskuloskeletal : Gerakan bebas (+). kakak Riwayat penyakit ginjal : disangkal Riwayat penyakit kuning : disangkal Riwayat penyakit saluran pencernaan: disangkal Riwayat penyakit hernia : disangkal Trauma kecelakaan lalu lintas : disangkal Alergi : disangkal 4. Sistem Integumentum : Gatal (-). batuk (-). kakak Riwayat penyakit jantung : disangkal Riwayat penyakit paru : disangkal Riwayat penyakit asma : disangkal Riwayat penyakit gula : Ada. mengi (-) Sistem Pencernaan : Mual (-).

S2 regular. aksila : 55 kg : 160 cm : 21. terdapat pungsi suprapubik di regio suprapubik dengan dihubungkan selang kateter.. ptosis -/.Paru depan Inspeksi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis kanan dan kiri Palpasi : fokal fremitus taktil kanan dan kiri Perkusi : sonor diseluruh lapang paru Auskultasi : suara nafas vesikuler. discharge (-/-) Hidung : Deviasi septum (-). tidak mudah dicabut Mata : .Inspeksi : simetris. batas jantung normal. rambut hitam dengan uban.Palpebra : oedema .Jantung Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat Palpasi : iktus kordis teraba tidak kuat angkat Perkusi : redup. wheezing -/. wheezing -/./ .Konjungtiva : anemis .FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 BST ILMU PENYAKIT BEDAH Vital Sign Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Antropometri Berat Badan Tinggi Badan IMT Status Gizi Kepala NO./ . . memar (-) RM.Paru belakang Inspeksi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis kanan dan kiri Palpasi : fokal fremitus taktil kanan dan kiri Perkusi : sonor diseluruh lapang paru Auskultasi : suara nafas vesikuler. isokor. arkus senilis -/.Sklera : ikterik . lidah kotor (-) Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe Thoraks : . status gizi baik : 130/100 mmHg : 72 x/menit : 20 x/menit : 37 ° C. Gallop (-). kardiomegali (-) Auskultasi : S1 ./ .48 kg/m2 : Baik (normal) : Mesochepal..03.RM : 597669 kesadaran compos mentis GCS E4 V5 M6. rhonki -/-. reflek cahaya +/+ Telinga : Simetris. bising (-) Abdomen : . rhonki -/-. Mulut : Bibir kering (-).Pupil : bulat. distribusi merata. Murmur (-).

terpasang pungsi suprapubik tersambung selang. tidak tampak massa.2 33-37 Trombosit 338 150-450 Differential Telling Mikroskopis UNIT 10³/ul 10³/ul Gr/dl % Fl Pg g/dl 10³/ul RM. teraba massa antara jam 11 dan jam 1.8 4. lendir(-) C. simetris.Palpasi NO. Status Lokalisata 1.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 BST ILMU PENYAKIT BEDAH .6 Eritrosit 5.0-18. hepar dan limpa tidak teraba. Regio Genitalia Eksterna a. Inspeksi: Tidak tampak massa. edema (-) Ekstremitas : B.04 4.RM : 597669 : peristaltik usus (+) normal : timpani di seluruh lapang abdomen : supel (+). Regio Anal a. Palpasi : Nyeri tekan (-). permukaan licin. darah(-). b. edema (-) Inferior : akral hangat (+).6-10. tidak teraba massa. Regio : Suprapubik a. nyeri tekan disekitar lokasi pungsi suprapubik (+). tidak teraba massa c. Hand scoon: feses (-). . b. Palpasi : Nyeri tekan disekitar pungsi suprapubik (+). Pemeriksaan Darah Rutin tanggal 7 Maret 2013 PARAMETER HASIL NILAI NORMAL Hematology Automatic Leukosit 12.2-5. ampula rekti tidak kolaps. phymosis (-). Inspeksi: Tidak tampak massa b.3 37-47 MCV 84. Pemeriksaan Penunjang 1.0 81-99 MCH 29. Palpasi : Nyeri tekan (-) 4. RT : Tonus sfingter ani cukup. Perkusi : Timpani 2.Perkusi . tidak tampak pembesaran skrotum.6 27-31 MCHC 35. nyeri ketok CVA (-) Superior : akral hangat (+).0 Hematokrit 42. Inspeksi: Datar. preputium (-).Auskultasi .9 12.4 Hemoglobin 14. mukosa rektum licin. kenyal. 3.04.

Pemeriksaan laboratorium urin. elektrolit dan darah 2. Pemeriksaan radiologis : Foto polos abdomen.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 BST ILMU PENYAKIT BEDAH Basofil Eosinofil Neutrofil Stab Neutrofil Segmen Limfosit Monosit 0 0 0 77 23 0 0 0-5 0-3 40-74 10-48 0-8 NO. P<0.9 SGOT 15 L <32. Faktor Uretra • Benigna Prostat Hypertropi (BPH) • Tumor Prostat • Batu Uretra • Ruptur Uretra • Tumor Uretra VI. 4. Uroflowmetri untuk melihat pancaran urine UNIT mg/dl mg/dl mg/dl U/l U/l V. USG Abdomen RM. urethrografi. P< 32 3. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.05.1. DIAGNOSA KERJA Retensio urine e. Pemeriksaan Patobiokimiawi tanggal 7 Maret 2013 PARAMETER HASIL NILAI NORMAL Glukosa Sewaktu 109 85-140 Ureum 32 10-50 Kreatinin 1. Faktor Buli • Batu Buli • Tumor Buli • Bladder Neck Stenosis B. Pemeriksaan EKG : Normal Sinus Rithm (7 Maret 2013) IV. 3. .0 L <1.RM : 597669 % % % % % % 2. P < 31 SGPT 7 L <42. pielografi intravena.c suspect stricture urethra DIAGNOSIS BANDING A.

Penyakit ini dikatakan sembuh jika setelah dilakukan observasi selama satu tahun tidak menunjukkan tanda-tanda kekambuhan Yogyakarta. Konservatif . PROGNOSIS Striktur uretra kerap kali kambuh.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 BST ILMU PENYAKIT BEDAH VII. urethrotomi. .RM : 597669 2. urethroplasti yang dilakukan oleh dokter bedah Urologi ( dirujuk ) VIII. Yunada Hadiyono R.Dilatasi urethra dengan bougie Drainage suprapubik Pungsi VU NO. KBD RM.06. Sp. B. TERAPI : 1. 8 Maret 2013 dr. Operatif. sehingga pasien harus sering menjalani pemeriksaan yang teratur oleh dokter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful