Anda di halaman 1dari 4

2.

5 PERBANKAN DARAH SUHU PENTIMPANAN Darah lengkap dan sel darah merah harus dikeluarkan oleh bank darah di dalam kotak pendingin atau alat pembawa kedap-suhu yang akan menjaga suhunya antara 2 dan 6C apabila suhu sekitarnya (suhu ruangan ) lebih tinggi daripada 25C atau jika ada kemungkinan bahwa darah tersebut tidak akan segera ditransfusikan. Harus disimpan dalam lemari pendingin yang terdapat di bangsal atau di kamar operasi dengan suhu 2- 6C sampai transfusi dibutuhkan. Batas atas suhu 6C sangant penting untuk meminimalkan pertumbuhan setiap kontaminasi bakteri pada unit darah tersebut. Batas bawah suhu 2C sangat penting untuk mencegah hemolisis yang dapat menyebabkan problem perdarahan yang fatal atau gagal ginjal. Preparat darah lengkap dan sela darah merah harus ditransfusikan dalam waktu 30 menit sesudah preparat tersebut dikeluarkan dari dalam lemari pendingin. Berikut adalah tata cara penyimpanan dari masing-masing prouk darah: A. Darah Lengkap penyimpanan : Antara +2 dan +6C dalam lemari es bank darah yang disetujui dan dilengkapi dengan grafik suhu dan alarm. Selama penyimpanan pada suhu +2 dan +6C terjadi perubahan komposisi yang disebabkan oleh metabolisme sel darah merah. Transfusi harus dimulai dalam waktu 30 menit setelah darah dikeluarkan dari lemari es.

B. Konsentrat Sel Darah Merah ( Packed red cells, darah dengan plasma kurang). penyimpanan: Sama seperti darah lengkap C. Suspensi Sel Darah Merah penyimpanan: Sama seperti darah lengkap D. Sel Darah Merah yang sudah Dihilangkan Leukositnya penyimpanan: bergantung kepada metode produksi: konsultasikan pada bank darah. E. Konsentrat Trombosit (yang dibuat dari donor darah lengkap). penyimpanan: Dapat disimpan hingga 72 jam pada suhu 20C sampai 24C (dengan pengguncangan), kecuali jika dikumpulkan dalam kantong khusus trombosit yang sudah divalidasi ubtuk periode penyimpanan yang lebih lama; jangan menyimpannya dalam suhu 2 hingga 6C. Penyimpanan yang lebih lama akan meningkatkan resiko proliferasi bakteri dan septikemia pada resipien. F. Konsentrat Trombosit (yang dikumpulkan dengan platelet-pheresis). penyimpanan: Dapat disimpan hingga 72 jam pada suhu 20C sampai 24C (dengan pengguncangan), kecuali jika dikumpulkan dalam kantong khusus trombosit yang sudah divalidasi untuk periode penyimpanan yang lebih lama; jangan menyimpannya dalam suhu 2 hingga 6C.

G. Plasma Beku Segar penympanan: Tahan sampai satu tahun bila disimpan pada suhu -25 atau labih rendah lagi. Sebelum digunakan, kantong plasma yang beku harus dicairkan dahulu pada bank darah di dalam air hangat yang bersuhu antara 30 hingga 37C. Suhu yang tinggi akan menghancurkan faktor pembekuan dan protein. Setelah dicairkan, preparat ini harus disimpan di dalam lemari es dengan suhu + 2 hingga + 6C. H. Kriopresipitasi Penyimpanan: Dapat disimpan selama satu tahun bila disimpan pada suhu -25C atau lebih dingin lagi. ANTIKOAGULAN 1. Pengumpulan darah dalam wadah silikonisasi, yang mencegah aktivasi kontak bagi faktor XI dan XII yang memulai mekanisme pembekuan intrinsik. 2. Mencampur heparin dengan darah. 3. Menurunkan ion kalsium di dalam darah. Misalnya senyawa oksalat yang dapat larut yang dicampur dalam jumlah sangat sedikit denagn contoh darah menyebabkan pengendapan kalsium oksalat dari plasma sehingga menghambat pembekuan darah. Zat pengdeionisasian kalsium juga telah digunakan untuk mencegah pembekuan darah termasuk natrium ammonium atau kalsium sitrat atau edetat (EDTA). Antikoagulan sitrat mempunyai keuntungan sangat penting atas antikoagulan oksalat, karena oksalat bersifat toksik bagi tubuh sedangkan sejumlah kecil sitrat dapat disuntikkan intravena. Sehingga

Darah dapat dicegah pembekuannya dengan:

darah tak dapat membeku. Oleh karena itu, sitrat digunakan sebagai antikoagulan pada transfusi darah.