Anda di halaman 1dari 6

Religious Creationism

Neni Inayah (3425111431)*, Rizal Yoga Saputra (3425111420)*


*Mahasiswa Biologi 2011 Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Intelligent Design
Teori Perancangan Cerdas (intelligent design) secara filsafati merupakan faham yang beroposisi dengan Darwinisme / Teori Evolusi (khususnya Evolusi Makro yang diantaranya menyatakan bahwa nenek moyang manusia adalah kera). Bahwasanya telah banyak analisis kualitatif deskriptif yang menentang Darwinisme (antara lain ilmuwan dari Turki Harun Yahya). Dalam hal ini Teori Perancangan Cerrdas memberi penguatan dari aspek analisis kuantitatif. Pengetahuan pendukung Teori Perancangan Cerdas adalah: Biologi (Biokimia dan Biologi Molekuler), Matematika Komputasi, Teori Informasi dan (sedikit) Filasafat. Struktur Teori Perancangan Cerdas cukup kokoh sehingga absah untuk disebut pengetahuan ilmiah (bukan pseudo ilmiah). Pendapat beberapa pakar dan catatan pustaka tentang Perancangan Cerdas antara lain adalah sebagai berikut: perancangan cerdas (intelligent design, ID) adalah suatu faham pemikiran yang menyatakan bahwa beberapa sifat alam semesta dan makhluk hidup menampilkan ciri-ciri hasil produk "sebuah sebab yang intelijen (dalam artian sifat), alih-alih sebuah proses yang tidak terbimbing seperti seleksi alam." (Discovery Institute. 2001). Para pendukung perancangan cerdas mengklaim bahwa teori perancangan cerdas sama absahnya atau bahkan lebih bila dibandingkan dengan teoriteori ilmiah saat ini yang terkait dengan asal mula kehidupan (Stephen C. Meyer, 2005). Menurut William Dembski yang dianggap sebagai Michael Jacksonnya Teori Perancangan Cerdas bahwa perancangan cerdas bukanlah kelanjutan dari faham

kreasinisme (creationism) yang pernah muncul lebih dahulu tapi tidak berkembang lantaran cenderung bersifat dogmatis. Dinyatakan bahwa Perancangan Cerdas mengkhususkan pada deteksi dan perumusan tanda-tanda perancangan (sign of design) atas obyek alam tanpa mempermasalahkan maksud tujuan dibalik perancangan obyek

tersebut sebagaimana domain faham kreasinisme. Namun demikian diakui bahwa perancangan cerdas dapat ditempatkan juga sebagai penyanggahan atas teori evolusi. Salah satu upaya agar faham perancangan cerdas dapat lebih diukur, perlu dikembangkan teorema informasi kompleksitas spesifik (complexity specified

information, CSI). Analisis kompleksitas itu sendiri dapat menjadi lebih terukur manakala dituangkan dalam suatu model matematis. Pemilihan atas pendekatan statistik Fisherian dan Bayesian menjadi krusial, tetapi sejauh ini pendekatan Fisherian dipandang lebih sesuai. Teori probabilitas (stokastik) model Fesherian digunakan untuk melakukan analisis matematika terhadap terminologi kerumitan spesifik. Diketahui bahwa spesifikasi merupakan unsur penting dalam pengujian signifikasi statistik. Pendekatan Fisherian tentang hipostesa statistik signifikasi, diantaranya adalah tentang eliminasi suatu hipotesis peluang dimana sampel jatuh dalam pra-spesifikasi daerah penolakan (Dembski, 1998). Dalam bidang biologi molekuler salah satu penelitian fenomenal yang dilakukan oleh Michael Behe adalah eksplorasi flagela bakteri Escherichia coli . Dalam penelitian tersebut tergambar bahwa flagela bakteri E. coli berbentuk sangat mekanis sebagaimana layaknya kelengkapan mesin penggerak buatan manusia. Pengamatan atas struktur flagela bakteri E. coli mengungkap adanya keadaan kerumitan tak-tersederhanakan (irreducible complexcity). Diartikan bahwa kemunculan seluruh komponen flagela adalah secara bersamaan dalam kesatuan yang tak terpisahkan alih-alih terbentuk

melalui proses evolusi. Dengan demikian manakala salah satu komponen dihilangkan maka hilanglah seluruh fungsi flagela. Bakteri E. coli merupakan bakteri jenis prokariot penyebab sakit perut atau diare. Bakteri ini mempunyai flagela. Flagela adalah semacam ekor yang berfungsi sebagai lokomotif pergerakan bakteri. Dikatakan semacam ekor oleh karena letaknya bisa diujung atau disamping sel bakteri dengan jumlah bervariasi mulai dari satu, dua, tiga, empat hingga delapan flagela per sel.

Gambar 1. Bakteri E.coli dengan flagela Sumber: Journal PNAS

Harun Yahya
Adnan Oktar (lahir pada tahun 1956 di Ankara, Turki), juga dikenal sebagai Harun Yahya (diambil dari nama nabi Harun dan Yahya) atau Adnan Hoca, adalah seorang penulis dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme. Berikut karya-karya Harun Yahya dalam menyangkal evolusi: Karya harun yahya : Yahya, Harun (2001). The Evolution Deceit. London: Ta-Ha. Yahya, Harun (2001). Disasters Darwinism Brought to Humanity. Al-Attique.Yahya, Harun (2002). Fascism The Bloody Ideology of Darwinism. Yahya, Harun (2003). A Definitive Reply to Evolutionist Propaganda. Global Publishing.Yahya, Harun (2003). Why Darwinism Is Incompatible with the Quran. Global Publishing.Yahya, Harun (2006). Atlas Of Creation (Volume 1).Yahya, Harun (2007). Biomimetics: Technology Imitates Nature.Yahya, Harun (2007). Atlas of Creation Volume 2. Yahya, Harun (2007). Atlas of Creation Volume 3. Dalam teori asal-usul kahidupan, terdapat dua kelompok yang menyatakan pendapatnya tantang teori tersebut. Kelompok pertama berpendapat berpendapat bahwa makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan, sendiri-sendiri secara langsung atau yang lebih dikenal dengan teori penciptaan terpisah (separated creation theory) atau kreasionisme. Adapun kelompok kedua berpendapat bahwa makhluk hidup diciptakan secara tidak langsung (gradual) melalui evolusi. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana konsep

penciptaan perspektif Harun Yahya dan sanggahannya atas teori evolusi. Kreasionis asal Turki ini merupakan salah satu tokoh yang dengan keberaniaannya telah memunculkan kembali perdebatan antara kreasionisme dan evolusi. Pandangan kontroversinya atas teori evolusi secara jelas bertujuan untuk meruntuhkan teori evolusi. Harun Yahya dipandang dapat berpengaruh besar terhadap hubungan dengan sains dan agama. Teori evolusi telah diklaim oleh Harun Yahya sebagai teori yang mengantarkan pada paham ateis yang menihilkan Tuhan. Klasifikasi kreasioninsme Harun Yahya difokuskan dari karyanya tentang keruntuhan evolusi. Harun Yahya mengungkapkan beberapa pokok pandangannya antara lain tidak adanya bentuk transisi pada makhluk hidup, kerumitan struktur makhluk hidup adalah bukti penciptaan, makhluk hidup telah diciptakan secara sempurna. Harun Yahya menyebutkan bahwa teori evolusi sebagai kajian yang tidak ilmiah kerena telah dianggap terbantahkan oleh temuan baru sains. Namun di sisi lain kreasionisme tidak menawarkan penjelasan mengenai adaptasi sehingga para penganut evolusionis sangat kokoh menolak penciptaan. Makhluk hidup yang dirancang dengan baik, dalam hal-hal yang tak terhitung banyaknya, untuk kehidupan di lingkungan alami mereka. Mereka memiliki sistem sensorik untuk menemukan jalan mereka di sekitar, makan sistem untuk menangkap dan mencerna makanan, dan sistem saraf untuk mengkoordinasikan tindakan mereka. Teori evolusi memiliki mekanik, teori ilmiah untuk adaptasi : natural selection. Kreasionisme sebaliknya, tidak memiliki penjelasan untuk adaptasi. Setiap spesies yang tercipta, sudah dilengkapi dengan adaptasi untuk hidup, karena teori menyatakan bahwa setiap spesies memiliki bentuk yang sama dari awal mereka diciptakan. Hal ini ini tidak benar-benar menjelaskan asal adaptasi, melainkan hanya mendorong masalah kembali satu tahap. Teori kreasionisme hanya menjelaskan peristiwa penciptaan secara supranatural, dan tanpa adanya teori pendukung sebagai penjelas seperti teori adaptasi. setiap teori tentang asal-usul makhluk hidup adalah non-starter . Darwin berasumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari hal yang sama, yaitu makhluk bersel satu. Setelah mengalami berbagai variasi kecil dan bertahap, ia berevolusi menjadi makhluk yang lebih kompleks, hingga menjadi seperti makhluk yang ada saat ini.Teori evolusi menurut Harun Yahya hakikatnya adalah perang terhadap kepercayaan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta .Jika Darwin

berkata bahwa makhluk hidup, termasuk manusia adalah hasil evolusi yang berasal dari makhluk bersel satu, dengan sendirinya ia menafikan kepercayaan bahwa manusia sebenarnya adalah ciptaan Tuhan yang disempurnakan sendir ioleh-Nya, terbuat dari tanah yang lantas turun ke Bumi karena melakukan sebuah kesalahan. Itu secara keyakinan agama. Secara ilmiah, bukti tentang makhluk hidup bersel satu yang sedang berevolusi menjadi makhluk hidup lain yang lebih kompleks (seharusnya sampai saat ini pun makhluk itu harus terus berevolusi). Apabila diperhatikan dengan baik, asumsi Harun Yahya kurang lebih menyerupai toei yang dikemukakan oleh Lamarck, bahwa evolusi terjadi secara sistematis atau terjadi dalam satu alur. Berbeda dengan yang telah diketahui bahwa evolusi memiliki alur seperti cabang pohon, seperti yang digunakan dalam ilmu taksonomi. Dua kriteria yang baik untuk membedakan ilmiah dari argumen agama adalah apakah teori berdasarkan hanya sebab alami , atau karena penyebab supranatural juga, dan apakah bukti tersebut terbuka dan dapat diterima di berbagai golongan. Tanpa kedua kondisi ini, tidak ada kendala pada argumen-argumen yang muncul. Hal ini , pada akhirnya , tidak mungkin untuk menunjukkan bahwa spesies tidak diciptakan oleh Tuhan dan ada dengan sendirinya secara alami, karena Tuhan ( sebagai agen supranatural ) memiliki kuasa kan hal tersebut. Hal yang sama tidak dapat ditampilkan bahwa bangunan ( atau taman ) Anda berada, dan kursi yang Anda duduki , tidak diciptakan secara supranatural oleh Tuhan 10 detik yang lalu. Itulah mengapa agen-agen supernatural tidak memiliki tempat dalam ilmu pengetahuan. Kreasioninme dan teori evolusi sebagai kajian sains tidak pernah menemukan kebenaran final. Kedua teori tersebut akan terus mengalami perdebatan dan perubahan dan selanjutnya akan memunculkan respon dengan versi pendapat-pendapat dan asumsi yang berbeda-beda pada kedua teori tersebut. Akhirnya , perlu menekankan bahwa tidak perlu ada konflik antara teori evolusi dan keyakinan agama . Ini bukan kontroversi, yang apabila menerima evolusi berarti menolak agama . Tidak ada agama yang penting bertentangan dengan teori evolusi,dan agama dan evolusi harus dapat hidup berdampingan secara damai di set siapa pun keyakinan tentang kehidupan.

Daftar Pustaka
Appleman, P. Ed. 1970. Darwin. W.W. Norton & Company. New York. Colby, C. 1997. Introduction to Evolitionary Biology. Origin. Archive Mander, S.S. 2001. Biology. Seventh edition. McGraw-Hill. Boston. Ridley, Mark. ,2004, Evolution 3rd ed. Blackwell Science Ltd, UK. Pennock, R.T. (ed.) (2001). Intelligent Design Creationism and its Critics. MIT Press, Cambridge, MA. Wikipedia,Intelligent Design, Diakses 26 September 2013, www.en.wikipedia.org/wiki/Intelligent design. Wikipedia,Harun Yahya , Diakses 26 September 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/Harun_Yahya William Dembski, Mathematical Foundations o f Intelligent Design, Conseptual Foundation of Science, 2005.