Anda di halaman 1dari 3

Nama NIM Tingkat / Semester Dosen

: : : :

Armita Wulandari P 27834011006 2 / 4 (Reguler) Ayu Puspitasari, ST, M.Si.

ANALISIS KARBOHIDRAT (GULA REDUKSI ) Metode Lane Eynon


Metode penetapan kimia karbohidrat secara kuantitatif yang sesuai dengan SNI 01-28921992. Analisis metode ini dilakukan secara volumetri dengan titrasi atau titrimetri. Gula pereduksi dalam bahan pangan dapat ditentukan konsentrasinya berdasarkan pada kemampuannya untuk mereduksi pereaksi lain. Metode ini digunakan untuk penentuan gula pereduksi dalam bahan padat atau cair seperti laktosa, glukosa, fruktosa, maltosa.

Prinsip : Metode Lane-Eynon berdasarkan pada reaksi reduksi pereaksi Fehling oleh gula-gula pereduksi. Penentuan gula cara ini adalah dengan cara menitrasi reagen Soxhlet (larutan CuSO4, K-Na-tartrat) dengan larutan gula yang diselidiki. Banyaknya larutan yang dibutuhkan untuk menitrasi reagen soxhlet perlu distandarisasi dengan larutan standar. Penetapan gula pereduksi adalah pengukuran volume larutan pereduksi standar yang dibutuhkan untuk mereduksi pereaksi tembaga (III) oksida (Cu2O) menjadi tembaga (II) oksida (Cu2O). Udara yang mempengaruhi reaksi ini, dikeluarkan dari campuran reaktan dengan cara mendidihkan larutan selama titrasi. Indikator yang digunakan pada metode ini yaitu metylen blue. Titik akhir titrasi ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna dari biru menjadi tidak berwarna (warnanya hilang). Hal ini disebabkan karena kelebihan gula pereduksi di atas jumlah yang dibutuhkan untuk mereduksi semua tembaga.

Reaksi Kimia : R-COH (gula pereduksi) + Cu2+ RCOOH (gula teroksidasi) + Cu+

Pereaksi : Fehling A berisi tembaga (III) yaitu CuSO4 . 5H2O dan H2SO4 Fehling B berisi garam Rochelle atau potasium sodium tartat tetrahidrat (KNaC4H6O6.4H2O) dan NaOH.

Prosedur kerja Standarisasi Larutan Fehling 1. Masukkan 10 ml laruta campuran Fehling A dan B kedalam erlenmeyer dan tambah 2-4 tetes metilen blue 0,2%. Kemudian lakukan tahapan seperti pada analisis contoh.

2.

Analisis contoh 1. 2. 3. Campurkan larutan fehling A dan B dengan volume yang sama Pipet 10 ml larutan dari hasil persiapan contoh kedalam erlemeyer Tambahkan kedalam erlenmeyer 10 ml larutan campuran fehling A dan B serta 24 tetes metilen blu 0,2 %. Panaskan campura larutan di atas hot plate magnetic stirrer Setelah mendidih, lakukan titrasi sengan larutan gula standart sampai warna biru hilang Titrasi dilakukan dengan cepat, maka perlu ditambahkan larutan glukosa standar dengan volume tertentu.

4. 5.

6.

Perhitungan : Gula pereduksi (%) = [(V0-Vs)xGxTsxFx100]/(TxW)

Keterangan : Vo Vs G Ts T W F = volume larutan glukosa standar untuk titrasi larutan Fehling (ml) = volume larutan glukosa standar untuk titrasi contoh (ml) = konsentrasi larutan glukosa standar (g/ml) = volume contoh total dari persiapan contoh (ml) = volume contoh yang diperlukan untuk titrasi (ml) = berat contoh (g) = faktor pengenceran

Tabel Metode Lane Eynon