Anda di halaman 1dari 19

PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI INDONESIA

KELOMPOK II
Niluh Putu werdiasih Elia Aulaniva Eka Melia Fitriani Desi Wilis Oktaviani Umi Hidayati Maria Goretti Luan Rapiatul Hasanah Nurwanto

Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia


Diperkirakan penduduk Indonesia yang mengalami gangguan jiwa sebesar 1juta penderita.tapi hanya 36 ribu yg mendapatkan pelayan kesehatan Zaman dahulu penanganan pasien jiwa adalah Dengan dipasung, dirantai, atau diikat, lalu ditempatkan tersendiri di rumah atau hutan jika gangguan jiwanya berat. Bila tidak berbahaya, dibiarkan berkeliaran di desa, sambil mencari makanan dan menjadi tontonan masyarakat.

Pada masa hindia belanda th 1882 sudah mulai dibangun rumah sakit jiwa pertama yaitu rumah sakit jiwa di bogor, kemuadian RSJ Lawang pada th 1902, RSJ magelang t 1923 dan semakin banyak rumah sakit jiwa lainnya yang kemudian berdiri. Pada masa kini, perawatan penderita gangguan jiwa difokuskan pada basis komunitas, sesuai dengan hasil konferensi nasional 1 keperawatan jiwa (oktober,2004)

Oleh karena itu perawat dituntut mampu memberikan asuhan kep. Yg profesional, komprehensif, holistic, paripurna dan dapat dipertanggung jawabkan, serta dituntut untuk lebih sensitif terhadap lingkungan sosial, dan fokus pada pelayanan kep preventif dan promotif. Leininger (1973) mengemukakan bahwa perubahan hospital based care menjadi community based care adalahh tren yg paling signifikan dlm pengobatan gx jiwa.

Proses Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat


Gambaran sistem kesehatan jiwa yang kita kenal saat ini sebagai berikut : 1. Terintergrasi di pelayanan kesehatan umum yaitu puskesmas dan rumah sakit umum. 2. Pelayanan jiwa berbasis masyarakat secara formal dan informal. 3. Pelayanan jiwa institusional yaitu rumah sakit jiwa dan sarana pelayanan institusi spesialistik.

Gmbr :proses pelayanan jiwa masyarakat


RSJ

Unit Psikiatrik RSU Tim Kesehatan Jiwa di Kab/kota Pelayanan keswa di puskesmas

Perawatan diri individu dan keluarga


Formal dan informal di komunitas di luar sektor kesehatan

Kesimpulan dari level pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat adala sebagai berikut : 1. Dinas kesehatan 2. Puskesmas : perawat komunitas 3. Informal dan formal grup : kader 4. Individu dan keluarga

Prinsip Pelayanan Kesehatan


Prinsip pelayanan kesehatan adalah komprehensif, yang difokuskan pada pasien. Prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pencegahan primer pada anggota masyarkat yang sehat jiwa. 2. Pencegahan sekunder pada anggota masyarakat yang mengalami masala psikososial dan gx.jiwa 3. Pencegahan tersier pd pasien gx.jiwa yg sedang dlm proses pemulihan.

Unit Pelayanan Bina Jiwa


Unit pelayanan bina jiwa ada tiga yaitu sebagai berikut : 1. Promotif 2. Preventif : primer dan kuratif 3. rehabilitasi

Program Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia


Renstra Kemenkes 2010 2014 menjelaskan bahwa visi pembangunan kesehatan di indonesia antara lain menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat trhdap pelayanan berkualitas, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Kesehatan jiwa merupakan slh satu arah dr visi kesehatan tsb. Masalah keseatan jiwa terutama gx jiwa secara tidak langsung dpt menurunkan produktifitas, apalagi jk gx jiwa dimulai pada usia produktif. Untuk itu perlunya program dalam pelayanan kesehatan jiwa di indonesia.

Upaya Promotif & Preventif


Upaya ini bertujuan meningkatkan taraf kesehatan jiwa dan mencegah terjadinya gx.jiwa. Adapun programnya seperti : 1. Penyuluhan kesehatan : meningkatkan kesadaran tentang mslh sehat & sakit. 2. Mengubah lingkungan : pekerjaan, politik keluarga, ekonomi, perumahan. 3. Dukungan sistem sosial 4. Kegiatan pembinaan hidup sehat.

Upaya Kuratif
Upaya ini bertujuan merawat dan mengobati agar penderita dpt disembuhkan dan dipuluhkan kesehatannya. Adapun program terkait : 1. Implementasi yg bertujuan menghilangkan simptom dan mengoptimalkan koping adaptif. 2. Kolaborasi dg keluarga dan tim profesional kesehatan mental.

Upaya rehabilitasi
Maksud & tujuan upaya rehabilitasi adlh untk perbaikan fisik dan mental penderita serta pencegahan kekambuhan. Terdapat tiga tahap rehabilitasi klien jiwa yaitu tahap persiapan, penyaluran penempatan, dan pengawasan. Program : 1. Manajemen stress 2. Edukasi 3. Penguatan (reinforcement) pada klien.

Masalah masalah kesehatan Jiwa di Indonesia


Layanan kesehatan jiwa di indonesia ternyata masih rendah. Hal ini dibuktikan dgn minimnya jmlh layanan primer yg memiliki unit keseatan jiwa. Tingginya angka prevalensi gx jiwa tdk diimbangi dg ketersediaannya jmlh profesi yg menangani dan fasilitas yg memadai. Mahalnya biaya pengobatan bgi penderita gx jiwa. Belum adanya prioritas yg tinggi dari penyusun kebijakan untuk mengupayakan kesehatan jiwa sebagai subsistem kesehatan nasional.

Kesimpulan
Masalah kesehatan jiwa mempunyai lingkup yg sangat luas dan kompleks serta tidak terpisahkan dr kesehatan terutama menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia utuh. Gangguan jiwa merupakan slh satu mslh kesehtan dan masih banyak ditemukan di masyarakat. Masalah gx jiwa secara tidak langsung akan menurunkan produktivitas apalagi jika terjadi d usia produktif. Untuk itu perlunya sebuah program dengan pelayanan komprehensif, holistic, paripurna serta seyogyanya kebijakan kesehatan memperhatikan keterjangkauan pelayanan kesehatan jiwa. Sebisa mungkin dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

MATUR SUWUN......

Anda mungkin juga menyukai