Anda di halaman 1dari 13

PROFIL PERUSAHAAN PT.

SEMEN GRESIK Tbk

Sejarah Perusahaan

PT Semen Gresik (Persero) Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pad atanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat. Komposisi pemegang sahamnya adalah Negara Republik Indonesia 73% dan masyarakat 27%. Pada bulan September 1995. Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (Right Issue I), yang mengubah komposisi kepemilikan saham menjadi Negara RI 65% dan masyarakat 35%. Tanggal 15 September 1995 PT Semen Gresik berkonsolidasi dengan PT Semen Padang dan Semen Tonasa, yang kemudian dikenal dengan nama Semen Gresik Group (SGG). Total kapasitas terpasang SGG sebesar 8.5 juta ton semen per tahun. Pada tanggal 17 September 1998. Pemerintah melepas kepemilikan sahamnya di SGG sebesar 14% melalui penawaan terbuka yang dimenangkan oleh Cemex S.A. de C.V., perusahaan semen global yang berpusat di Mexico. Komposisi kepemilikan saham kembali menjadi Negara RI 51%, masyarakat 35%,dan Cemex 14%.

Pada tanggal 30 September 1999, komposisi kepemilikan saham kembali berubah menjadi Negara RI 51%, masyarakat 23.5% dan Cemex 25.5%. Pada tanggal 27 Juli 2006 terjadi transaksi penjualan saham Cemex S.A. de C.V. pada Blue Valley Holdings PTE Ltd.. sehingga komposisi kepemilikan saham sampai saat ini berubah menjadi Negara RI 51.01%, Blue Valley Holdings PTE Ltd. 24.90% dan masyarakat 24.09%.

Kapasitas terpasang riil SGG sebesar 16.92 juta ton semen per tahun, dan menguasai 46% pangsa pasar semen domestik.

Visi
Menjadi perusahaan persemenan bertaraf internasional yang terkemuka dan mampu meningkatkan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan (stakeholders).

Misi
1. Memproduksi, memperdagangkan semen dan produk terkait lainnya yang berorientasikan kepuasan konsumen dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. 2. Mewujudkan manajemen perusahaan yang berstandar internasional dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan semangat kebersamaan serta bertindak proaktif, efisien dan inovatif dalam setiap karya. 3. Meningkatkan keunggulan bersaing dalam industri semen domestik dan internasional. 4. Memberdayakan dan mensinergikan unit-unit usaha strategik untuk meningkatkan nilai tambah secara berkesinambungan. 5. Mengembangkan komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan pemangku

kepentingan (stakeholders) terutama pemegang saham, karyawan dan masyarakat sekitar.

Pemegang Saham
Tahun 1991, PT Semen Gresik (Persero) Tbk. (Perseroan) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang menjual sahamnya kepada masyarakat (go public) dengan melakukan penawaran umum atas 40.000.000 (empat puluh juta) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp. 1.000,00 (seribu Rupiah) setiap saham dengan harga penawaran Rp. 7.000,00 (tujuh ribu Rupiah) setiap saham. Dana hasil Penawaran Umum,seluruhnya dipergunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan dana pembangunan pabrik semen baru di Tuban, Jawa Timur, dengan kapasitas 2,3 juta ton semen per tahun, dan untuk Proyek Optimalisasi Pabrik II Gresik untuk

meningkatkan kapasitas dari 1 juta ton semen per tahun menjadi 1,3 juta ton semen per tahun serta meningkatkan efisiensi pemakaian tenaga listrik dan bahan bakar. Pada tangal 8 Juli 1991, Perseroan mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Susunan Modal Saham Perseroan setelah penawaran umum pada saat itu adalah sebagai berikut :

Keterangan Authorized Capital Issued and Paid up Capital The Goverment of Republic Indonesia Public Number of shared being listed Shares in Portepel

Total Shares 500.000.000 148.288.000 108.288.000 40.000.000 148.288.000 351.712.000

Nominal (Rp. 000) 500.000.000 148.288.000 108.288.000 40.000.000 148.288.000 351.712.000

% Ownership

73.10 26.90 100.00

Pada Tahun 1995 perusahaan melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada para pemegang saham sejumlah 444.864.000 (empat ratus empat puluh empat juta delapan ratus enam puluh empat ribu) dengan nilai nominal Rp. 1000,00 (seribu rupiah) setiap saham. Para pemegang saham Perseroan berhak untuk membeli saham baru dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I tersebut dengan ketentuan setiap 1 (satu) saham yang dimiliki, berhak membeli 3 (tiga) saham baru dengan harga Rp. 3.275,00 (tiga ribu dua ratus tujuh puluh lima Rupiah) setiap saham. Penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I adalah sebagai berikut : 1. Sekitar 74% dipergunakan untuk membiayai pengalihan 100% saham milik Negara Republik Indonesia di PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, dengan totalnilai transaksi sebesar Rp. 1.063.929.600.000,00. 2. Sekitar 5% dipergunakan untukmenambah penyertaan modal Perseroan di PT Semen Padang yang digunakan PT Semen Padang untuk membayar sebagian hutang modal kerjanya.

3. Sekitar 21% dipergunakan untuk membiayai proyek perluasan yang dilakukan oleh Perseroan (Tuban II dan Tuban III) dan PT Semen Padang (Indarung V). Setelah dilaksanakannya seluruh Hak Memesan Efek terlebih Dahulu yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I tersebut, maka susunan pemodalan Perseroan secara performa sebagai berikut : % Kepemilikan

Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan & Disetor Penuh Saham Dalam Portepel

Jumlah Saham 741.440.000 593.152.000 148.288.000

Nominal (Rp.000) 741.440.000 593.152.000 148.288.000

TAHUN 1997 Berikut Struktur Pemodalan dan Susunan Kepemilikan Saham setelah Penawaran Umum Terbatas I, berdasarkan pada Official Meeting Report (BAR) No.118/1997: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan & Disetor Penuh Negara Republik Indonesia Masyarakat Jumlah Modal Yang Disetor Saham Dalam Portepel Jumlah Saham Nominal (Rp. 000) 741.440.000 593.152.000 385.582.600 207.569.400 593.152.000 148.288.000 741.440.000 593.152.000 385.582.600 207.569.400 593.152.000 148.288.000 65.00 35.00 100.00 % Kepemilikan

Tahun 1998 Berikut susunan Pemegang Saham per tanggal 4 November 1998 berdasarkan surat Perseroan No 5511/HK.02.00/21010/11.98 tanggal 12 Nopember 1998 tentang Laporan Kepemilikan Efek yang mencapai 5.00% atau lebih dari Saham yang ditempatkan dan Disetor Penuh:

Keterangan Modal Dasar MOdal Ditempatkan & Disetor Penuh Negara Republik Indonesia Cemex Asian Investment Norbak Inc. Masyarakat Jumlah Modal Yang Disetor Saham Dalam Portepel

Jumlah Saham 2.000.000.000 593.152.000 302.540.600 83.042.000 33.969.100 173.600.300 593.152.000 1.406.848.000

Nominal (Rp. 000) % Kepemilikan 2.000.000.000 593.152.000 302.540.600 83.042.000 33.969.100 173.600.300 593.152.000 1.406.848.000 51.01 14.01 5.73 29.26 100.00

Tahun 2000 Berikut Struktur Pemodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2000: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan & Disetor Penuh Negara Republik Indonesia Cemex Asian Investment Masyarakat Jumlah Modal Yang Disetor Saham Dalam Portepel Jumlah Saham 2.000.000.000 593.152.000 302.540.600 151.440.000 139.171.400 593.152.000 1.406.848.000 Nominal (Rp. 000) 2.000.000.000 593.152.000 302.540.600 151.440.000 139.171.400 593.152.000 1.406.848.000 51.01 25.53 23.46 100.00 % Kepemilikan

Tahun 2006 Berikut Struktur Pemodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2006: Keterangan Government of Republic Indonesia Blue Valley Holdings Pte. Ltd. Deutsche Bank AG, London 201930.40.02 Public Total Total Saham Nominal (Rp. 000) % Kepemilikan 302.540.600 147.694.848 19.131.631 123.784.921 593.152.000 302.540.600 147.694.848 19.131.631 123.784.921 593.152.000 51.01 24.90 3.32 20.88 100.00

Tahun 2011 Berikut Struktur Pemodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perseroan pada tanggal 31 Januari 2011: No Nama 1 2 Pemerintah RI, cq. Menteri Keuangan RI JPMCB-EUROPACIFIC GROWTH FUND 2157804056 SSB 4545 S/A LAZARD EMERGING MARKETS EQUITY PORTFOLIO 2144610244 PT JAMSOSTEK (PERSERO) JHT Alamat DirJend Pembinaan BUMN, Dept Keuangan RI, Jkt C/O DEUTSCHE BANK AG C/O DEUTSCHE BANK AG C/O BANK CIMB NIAGA TBK, PT Jumlah Saham 3,025,406,000 186,799,500 % 51.01 3.15

133,367,500

2.25

4 5

103,646,500 89,607,500 84,152,500 77,054,500 60,083,750 48,687,778 47,775,820 3,856,581,348 2,074,938,652 5,931,500,000

1.75 1.51 1.42 1.30 1.01 0.82 0.81 65.03 34.97 100.00

JPMCB-NEW WORLD C/O DEUTSCHE BANK FUND, INC -2157804145 AG PT Jamsostek (Persero) - C/O BANK CIMB NIAGA 6 Non JHT TBK, PT JPMCB-EMERGING C/O DEUTSCHE BANK 7 MARKETS GROWTH AG FUND INC -2157804055 THE BANK OF NEW C/O HONGKONG AND 8 YORK MELLON DR SHANGHAI BANK THE NORTHERN C/O BUT. STANDARD 9 TRUST S/A AVFC CHARTERED BANK BBH BOSTON S/A 10 VANGRD EMG MKTS C/O CITIBANK, N. A STK INFD TOTAL 5,108 Pemegang Saham Lainnya GRAND TOTAL

Persaingan Antara Perusahaan Sejenis Ancaman Pendatang Baru Ancaman Subtitusi Nilai Tawar Pembeli Nilai Tawar Penyedia

Strategi Competitive Strategy Corporate


Perseroan telah menyusun strategi bisnis dan menuangkan dalam rencana kegiatan baik dalam jangka pendek maupun panjang. Dalam proses penyusunan strategi tersebut, Perseroan senantiasa berupaya untuk meraih pertumbuhan berkelanjutan dan memaksimalkan nilai pemegang saham dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang dapat diterima. Berikut adalah uraian ringkas seluruh inisiatif strategi yang disusun dan diterapkan.

Rencana Strategi Jangka Panjang


Permintaan semen di Indonesia diproyeksikan akan tetap tinggi di masa depan karena dipicu oleh empat faktor utama. Pertama, adanya pertumbuhan ekonomi domestik yang berkelanjutan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata diatas 6%. Kedua, belanja pemerintah pada proyek infrastruktur yang meningkat dalam lima tahun kedepan akan menjadi stimulus tersendiri bagi pertumbuhan permintaan semen. Ketiga, tingkat suku bunga pinjaman yang kondusif. Keempat, konsumsi semen per kapita di Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata konsumsi semen di negara ASEAN yang memberikan peluang pertumbuhan permintaan semen di masa depan. Mempertimbangkan potensi pertumbuhan konsumsi semen tersebut, Perseroan selalu melakukan review atas 6 kritikal issue yang telah ditetapkan sebagai landasan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan, yang dapat disampaikan sebagai berikut: 1. Pertumbuhan Kapasitas Untuk memenuhi pertumbuhan permintaan semen di Indonesia, Perseroan berupaya untuk mengembangkan kapasitas, melalui pertumbuhan organik maupun non-organik. Dalam rangka merealisasikan pertumbuhan organik, saat ini Perseroan sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan pabrik baru di Jawa dan di Sulawesi dengan kapasitas total 5 juta ton per tahun. Perseroan juga melakukan program upgrading fasilitas pabrik yang ada untuk meningkatkan yield dan kapasitas produksi. Perseroan juga senantiasa melakukan kajian terkait peluang untuk mengembangkan kepasitas melalui pertumbuhan non-organik baik di dalam maupun di luar negeri. 2. Pengamanan Energi Perseroan telah melaksanakan dan senantiasa melakukan evaluasi pengamanan energi secara prudent, untuk menjamin keamanan pasokan batubara dan menjaga keseimbangan antara pasokan listrik dari pihak ketigadengan pembangkit listrik milik sendiri.Untuk mengamankan kebutuhan batubara, Perseroan melakukan kontrak pengadaan jangka panjang yang ditinjau setiap periode tertentu, dan mempertimbangkan dengan seksama pengelolaan lahan tambang yang akan dilaksanakan oleh entitas anak. Untuk mengamankan pasokan energi listrik, Perseroan saat ini membangun pembangkit

3.

4.

5.

6.

listrik berkapasitas 2x35 MW berbahan bakar batubara di Sulawesi untuk kebutuhan pabrik baru di lokasi tersebut. Penguatan Citra Korporasi Penguatan Citra Korporasi. Dalam rangka penguatan citra korporasi, Perseroan telah melaksanaan program-program sebagai berikut: a. Clean Development Mechanism (CDM) yang meliputi: pemanfaatan panas buang untuk pembangkit listrik (waste heat recovery power generator), bahan bakar alternatif, penggunaan alternatif bahan baku. b. Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang berkesinambungan. c. Meningkatkan kualitas penerapan Tata Kelola Perusahaan. Pemenuhan Kebutuhan Konsumen Dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen, Perseroan telah melaksanakan berbagai program pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan menjaga kualitas produk. Disamping itu Perseroan juga telah mengembangkan jaringan distribusi untuk menjamin kelancaran pasokan. Perseroan berupaya meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen yang telah terjaga baik, melalui pemahaman atas Kebutuhan produk dan jaminan pasokan untuk mengokohkan citra merek Perseroan. Penguatan Faktor Penunjang Untuk mendukung pengembangan usaha, Perseroan telah melakukan penyempurnaan atas seluruh sarana pendukung aktifitas Perseroan untuk menjadi katalis secara langsung dalam mempercepat pertumbuhan bisnis yang meliputi: organization capital, information capital dan human capital. Pengendalian Risiko Utama Prinsip kehati-hatian (Prudent Management) senantiasa menjadi dasar bagi Perseroan dalam menjalankan aktifitas bisnis. Berdasarkan hal tersebut Perseroan menerapkan pengelolaan risiko pada setiap aspek bisnis yang dijalankan melalui pemantauan dan mitigasi atas setiap risiko utama sehingga mampu memaksimumkan efektifitas operasional Perseroan.

Analisis SWOT
Kekuatan PT Semen Gresik merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). PT Semen Gresik sudah go public dan menjadi BUMN pertama yang menjual sahamnya kepada masyarakat. Lokasi pabrik yang strategis. Lokasi yang strategis memberikan keunggulan yang kompetitif dan komepratif dalam manajemen biaya distribusi dan kontiyuitas pasokan. Memiliki SDM yang kompetitif dan berkualitas. Perseroan memiliki keunggulan dalam Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang perekayasaan teknis dan jasa konsultasi dalam persemenan serta industri terkait. Memiliki jangkauan distribusi ke seluruh penjuru daerah pemasaran. PT Semen Gresik Tbk mempunyai keuggulan distribusi yang didukung oleh 19 unit gudang penyangga di sejumlah wilayah strategis di Jawa dan Bali.

Sarana promosi yang menyeluruh ke berbagai media. Kebijakan promosi yang dilakukan semen gresik guna meningkatkan penjualannya yang antara lain: TV pada pesawat terbang, papan nama toko, bilboard, radio, point, koran, majalah, branding event, bando jalan, dan branding mobile. Memiliki sumber dana dari pemerintah Republik Indonesia. Sebagai salah satu BUMN di indonesia, tentunya pemerintah akan membantu pendanaan bagi kegiatan operasional perusahaannya.

Kelemahan Kebijakan harga yang masih bergantung pada brain. Dimana ditentukan dari pergerakan harga setiap hari. Daerah pemasaran yang belum menjangkau seluruh wilayah indonesia. Semen gresik memiliki daerah pemasaran hanya di 13 provinsi.

Kesempatan Rencana pembangunan pabrik baru. Pembangunan pabrik baru untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan semen nasional dan untuk mempertahankan pangsa pasar karena perseroan telah memaksimalkan utilasi pebriknya. Rencana pembangunan pembangkit listrik. Sedangkan pembangunan pembangkit listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik di pabrik semen dengan harga yang lebih murah dari PLN sehingga dapat menekan biaya produksi kompetitif semen gresik. Jumlah penduduk yang meningkat. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka secara tidak langsung permintaan konsumen terhadap kebutuhan hidupnya atas suatu produk akan meningkat pula. Perkembangan teknologi. Dengan semakin canggihnya teknologi dan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara maksimal sehingga dalam pengolahan bahan baku membuat kuantitas produksi lebih tinggi dan mutu lebih baik. Segmen pasar berbagai kalangan dan golongan. Yaitu rumah tangga (>70%). Industri redimen, industri pemakai bahan semen, dan kontraktor

Ancaman Pertumbuhan ekonomi. Perekonomian indonesia sudah membaik dari tahun ke tahun dan tentunya dapat berpengaruh pada perusahaan. Perkembangan politik yang tidak stabil. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya investor asing yang akan menanamkan modalnya dan hilangnya kepercayaan untuk bekerja sama dengan indonesia. Suplai bahan baku batu kapur dari alam yang terbatas. Alam sangat berpengaruh terhadap pemenuhan bahan baku di dalam kegiatan produksi perusahaan.

PT. Semen gresik memiliki banyak pesaing. Persaingan terjadi dari segi upaya untuk mencapai produksi seoptimal mungkin, kemampuan manajerial, penjualan, produksi clinker maupun dari semen itu sendiri.

1. Analisis Faktor Strategis 1.1 Analisis Situasional (SWOT) Review Analisis Situasional (SWOT)/Matriks SWOT Kekuatan (strength) PT Semen Gresik merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Lokasi pabrik yang strategis Memiliki SDM yang kompetitif dan berkualitas Memiliki jangkauan distribusi ke seluruh penjuru daerah pemasaran Sarana promosi yang menyeluruh ke berbagai media Memiliki sumber dana dari pemerintah Republik Indonesia Strategi SO : Mengelola secara prefesional dan transparan Tetap memenuhi kebutuhan semen dalam proyek-proyek pemerintah Meningkatkan efisiensi dan produkstivitas

Faktor internal

Kelemahan (Weakness) Kebijakan harga yang masih bergantung pada brain. Daerah pemasaran yang belum menjangkau seluruh wilayah indonesia

Faktor eksternal Peluang (Opportunities) Rencana pembangunan pabrik baru Rencana pembangunan pembangkit listrik Jumlah penduduk yang meningkat Perkembangan teknologi Segmen pasar berbagai kalangan dan golongan Ancaman (threat) Pertumbuhan ekonomi Perkembangan politik yang tidak stabil Suplai bahan baku batu kapur dari alam yang terbatas PT. Semen gresik

Strategi WO : Menjaga harga stabil

tetap

Strategi ST : Strategi WT : Menjaga pertumbuhan Melakukan ekspansi kinerja keuangan dengan pemasaran ke seluruh Menjaga kepercayaan wilayah indonesia. para stake holder Melakukan aliansi Menegakkan etika bisnis dengan menetapkan prinsip good corporate

memiliki banyak pesaing

govermance (CGS)

2. Strategi yang direkomendasikan 2.1 Strategi alternatif Menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi Bertanggung jawab memenuhi harapan masyrakat pemegang saham Menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar Memberi dorongan SDM untuk berprestasi, bersaing, dan bertanggung jawab. 2.2 Rekomendasi strategi Menjaga pertumbuhan kinerja keuangan dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas sehingga mampu memenuhi harapan pemegang saham terhadap kemampuan perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan unggul lainnya.

MATRIKS FAKTOR EKSTERNAL STRATEGIS Faktor-Faktor eksternal strategis Peluang: 1. Rencana pembangunan pabrik baru 2. Rencana pembangunan pembangkit listrik 3. Jumlah penduduk yang meningkat 4. Perkembangan teknologi 5. Segmen pasar berbagai kalangan dan golongan Ancaman: 1. Pertumbuhan ekonomi Bobot Rating Score Komentar

0,20 0,15 0,05 0,10 0,05

4 4 3 3 2

0,80 0,60 0,15 0,30 0,10

0,05

0,15

2. Perkembangan politik

0,10 0,15

3 3

0,30 0,45

yang tidak stabil


3. Suplai bahan baku batu

kapur dari alam yang terbatas 4. PT. Semen gresik memiliki banyak pesaing Total

0,15 1,00

0,45 3,30

MATRIKS FAKTOR INTERNAL STRATEGIS Faktor-Faktor Internal strategis Kekuatan: 1. PT Semen Gresik merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) 2. Lokasi pabrik yang strategis 3. Memiliki SDM yang kompetitif dan berkualitas 4. Memiliki jangkauan distribusi ke seluruh penjuru daerah pemasaran 5. Sarana promosi yang menyeluruh ke berbagai media 6. Memiliki sumber dana dari pemerintah Republik Indonesia Kelemahan: 1. Kebijakan harga yang masih bergantung pada brain. 2. Daerah pemasaran yang belum menjangkau seluruh wilayah indonesia Total SWOT MATRIKS Bobot Rating Score Komentar

0,20

0,80

0,10 0,15 0,10

3 3 3

0,30 0,45 0,30

0.10

0,30

0,15

0,45

0,10

0,20

0,10

0,30

1,00

3,10

4.0 1 TINGGI

TINGGI

3.0 2

SEDANG

2.0 3

RENDAH

STABILITY Hati-hati

GROWTH Deversifikasi kosentrik

3.0 RATARATA

4 GROWTH Konsentrasi melalui integrasi horizontal 7 RETRENCHEMENT tumaround

5 GROWTH STABILITY

6 GROWTH DEVERSIFIKASI KONGLOMERAT 9 RETRENCHIMENT Captice company atau divestment RETRENCHIMENT Bangkrut atau likuidasi

2.0 LEMAH

1.0

Anda mungkin juga menyukai