Anda di halaman 1dari 2

Karsinoid pada Apendiks Karsinoid merupakan yang paling umum dari semua tumor apendiks dan termasuk pada

kelompok tumor neuroendokrin. Sebagian besar jenis sel enterochromaffin (EC) dan berasal dari populasi sel subepitel. Tumor tersebut mampu memproduksi dan melepaskan hormon ke dalam aliran darah, meskipun biasanya hanya terjadi pada penyakit metastasis (tumor karsinoid yang telah menyebar di luar apendiks ke area lain dari tubuh).

Karsinoid merupakan tumor kecil berwarna kuning biasanya ditemukan di bagian distal apendiks dari tempat penempelan pada kolon atau dekat ujung apendiks. Tumor tersebut biasanya tidak menutup apendiks dan menyebabkan apendisitis. Paling sering ditemukan secara tak terduga selama operasi abdomen atau panggul, misalnya kolesistektomi atau histerektomi. Karsinoid pada apendiks berupa tumor kecil, dengan pertumbuhan yang lambat dan jarang bermetastasis. Istilah ganas digunakan pada karsinoid yang telah menyebar ke area lain dari tubuh.

Karsinoid biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala sindrom karsinoid mungkin terjadi bersama metastasis (meskipun jarang). Sindrom karsinoid terjadi pada kurang dari 10% pasien tumor karsinoid. Secara klinis, sindrom karsinoid terjadi ketika zat vasoaktif yang dihasilkan oleh karsinoid lolos dari proses degradasi di hati dan masuk ke dalam sirkulasi sistemik. Gambaran klinis yang terlihat antara lain flushing pada kulit, bronkokonstriksi, diare, dan fibrosis katup jantung kanan. Sindrom ini dapat dilihat pada pasien tumor karsinoid apendiks dengan metastasis hati (kurang dari 2% dari semua tumor karsinoid apendiks).

Tumor kurang dari 1 cm diameter ditangani dengan apendektomi saja. Apendektomi biasanya dianggap kuratif 100% untuk tumor kecil. Lebih dari 95% dari tumor karsinoid apendiks kurang dari 2 cm. Tumor 1,5-2 cm dapat diobati dengan apendektomi saja atau dengan hemikolektomi kanan, terdapat ketidaksepakatan para ahli dalam pengobatan karsinoid ukuran ini. Karsinoid yang lebih besar dari 2 cm lebih cenderung untuk bermetastasis. Pembedahan untuk ini karsinoid berukuran besar adalah apendektomi, hemikolektomi kanan) dan pengangkatan kelenjar getah bening lokal. Ketika tumor karsinoid menyebar (metastasis), paling sering menyebar ke hati atau kelenjar getah bening. Kemoterapi tidak terlalu sukses dalam penyakit ini, dengan respon terbatas 30% terhadap kemoterapi. Tumor metastatik dapat diangkat melalui pembedahan. Karsinoid apendiks lebih sering terjadi pada wanita dengan rasio 2:1 atau 3:1. Terutama terjadi pada usia 40 50an tahun. Tidak dikenal faktor resiko lain. Survival rate 5 tahun secara keseluruhan dilaporkan sebesar 90% dalam beberapa penelitian.