Anda di halaman 1dari 9

OBSERVASI TANDA TANDA VITAL Suhu tubuh Suhu tubuh rata-rata orang dewasa : suhu oral 37 o C suhu rectal

tal 37,5 o C suhu aksila 36,7 o C Pusat pengaturan suhu : hipotalamus (di bawah otak). Hipotalamus anterior mengatur pembuangan panas, Hipotalamus posterior mengatur penyimpanan panas. Pusat tsb akan tetap menjaga agar suhu sekitar 37 o C dg menjaga keseimbangan antara panas yg hilang dg produksi panas yg berasal dari metabolisme. Mekanisme menjaga suhu tubuh seimbang : Vasodilatasi dlm upaya mengeluarkan panas Vasokontriksi dlm upaya menahan panas. Pireksia atau demam adalah terjadinya kenaikan suhu tubuh di atas normal & merupakan gejala umum penyakit. Hiperpireksia jika suhu lebih dr 41 o C, dlm keadaan ini sel-sel otak dpt mengalami kerusakan dan jika suhu lebih dari 43 o C individu tdk dpt bertahan utk hidup. Hipotermia adalah suhu di bawah rata-rata normal. Kematian biasanya terjadi apabila suhu turun sampai di bawah 34 o C.

KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 1 -

Tempat mengukur suhu : 1. Suhu mulut / oral, merupakan suhu inti tubuh. Tdk dilakukan pd klien pingsan, bernafas dg mulut, klien dg terapi oksigen, klien yg baru makan / minum (tunggu 30 mnt utk memberikan waktu pd jaringan utk kembali pd suhu normal). 2. Suhu rectal /anus : lebih akurat dr suhu mulut. Tidak dilakukan pd klien diare, kanker anus atau klien dg sakit jantung. 3. Suhu aksila / ketiak : dilakukan jika pengambilan suhu mulut dan rectal tdk mungkin dilakukan krn mrpk kontra indikasi. Metoda ini adalah metode yg paling tdk akurat krn kondisi ketiak mudah dipengaruhi suhu lingkungan.

KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 2 -

OBSERVASI TANDA TANDA VITAL Nadi Denyut nadi yg normal orang dewasa : 50-100 kali/mnt. Denyut nadi merupakan dorongan diakibatkan mengembangnya aorta gelombang pd dinding aorta. atau ketukan yg yg menghasilkan

Beberapa sebab terjadinya perubahan kecepatan denyut jantung. Adanya rangsanagan sistem saraf simpatis & parasimpatis. ----> emosi , nyeri , aktifitas & obat-obatan. Denyut nadi bertambah apabila tekanan darah turun krn jantung berusaha meningkatkan keluarnya darah. Kecepatan denyut melebihi 100 kali/mnt disebut takikardia, bila kurang dari 50 kali/mnt disebut bradikardia. Irama denyut nadi ada bbrp macam yaitu: Irama normal (jika selang waktu antar denyut sama), Aritmia (irama tdk teratur), Pulsus intermiten (denyut yg mengalami periode irama yg normal kemudian terganggu oleh periode yg tdk teratur). Tempat pemeriksaan denyut nadi, arteri : radialis, brakialis, karotis, temporalis, femoralis, poplitea, tibialis posterior, dorsalis pedis.
KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 3 -

Suhu meningkat 10 C -----> nadi meningkat 10 - 20 x /mnt. OBSERVASI TANDA TANDA VITAL Pernafasan Orang dewasa sehat bernafas kira-kira 16 20 kali/mnt. Bernafas adl tindakan mengambil oksigen oleh tubuh (inspirasi) & tindakan membuang karbondioksida dr dlm tubuh (ekspirasi ) Naiknya kecepatan pernafasan disebut polipnea. Jika suhu badan naik, kecepatan bernafas bertambah krn tubuh berusaha melepaskan diri dr kelebihan panas. Setiap keadaan yg menyebabkan akumulasi CO2 & kekurangan O2 dlm darah mengakibatkan bertambahnya kecepatan & kedalaman pernafasan. Bernafas yg semakin dalam disebut hyperpnea. Biasanya bernafas dilakukan scr otomatis & tdk mengeluarkan suara, teratur tenang & tanpa upaya khusus. Pernafasan yg sulit disebut dyspnea yg ditandai oleh pernafasan cuping hidung, wajah tegang & bernafas menggunakan otot-otot tambahan.

KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 4 -

OBSERVASI TANDA TANDA VITAL Tekanan Darah Kerja jantung dpt dilihat melalui tekanan darah. Tekanan sistolik (pembilang) yaitu mrpk tekanan tertinggi pd dinding arteri yg tjd ketika bilik kiri jantung menyemprotkan darah melalui katup aorta yg terbuka ke dlm aorta, Tekanan diastolik (penyebut) yaitu tekanan yg scr konsisten tdp pd dinding arteri. Satuan tekanan darah adl mmHg. Faktor-faktor yg menentukan tekanan darah : tolakan periferal, gerakan memompa jantung, volume darah, kekentalan darah, elastisitas dinding pembuluh darah. Faktor-faktor yg mempengaruhi tinggi rendahnya tekanan darah pd orang yg sehat ialah : usia jenis kelamin aktivitas emosi. Tekanan darah yg normal pd setiap orang berlainan. Oleh krn itu kita perlu mengkaji tekanan darah yg normal pd orang ttt. Tetapi jika tjd penaikan atau penurunan sebesar 20-30 mmHg
KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 5 -

atau lebih maka perlu dikaji kembali apakah orang tsb mempunyai gangguan dlm sistem sirkulasi.

LANGKAH LANGKAH PEMERIKSAAN TPRS Nadi 1. 2. 3. 4. 5. Memberi penjelasan pd klien. Mencuci tangan. Mengatur posisi yg nyaman : duduk atau berbaring dgn posisi tangan rileks. Meletakan ujung jari-jari tangan kecuali ibu jari pd arteri / nadi yg akan diukur tekan dg lembut. Menghitung frekuensi nadi mulai hitungan nol [ 0 ] slm 30 dtk ( kalikan 2 x utk memperoleh frekuensi dlm 1mnt ). Jika ritme nadi tdk teratur, hitung slm 1 mnt. Mencuci tangan. Mencatat pd catatan perawat & kardeks pasien.

6. 7.

KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 6 -

LANGKAH LANGKAH PEMERIKSAAN TPRS Tekanan Darah 1. 2. 3. 4. a. b. c. Memberikan penjelasan kpd pasien. Mempersiapkan alat tensimeter. Mencuci tangan. Persiapan OP: OP berbaring dg posisi supine. Lengan baji OP digulung. Pasang manset sfigmomanometer manset dipasang setinggi letak jantung tepi bawah manset letakan 2-3 cm di atas fossa cubiti Pengukuran tekanan darah dg cara auskultasi a. Naikan tekanan dlm manset sambil meraba arteri radialis sampai denyutnya hilang. b. Tekanan dinaikan lagi kurang lebih 30 mmHg. c. Letakan stetoskop pd arteri brakialis pd fossa cubiti dg cermat & tentukan tekanan sistolik. d. Turunkan tekanan dlm manset dg kecepatan 2-3 mmHg / dtk sambil mendengar hilangkan bunyi pembuluh yg mengikuti 5 fase korotkof 6. Ulangi pengukuran 1 kali lagi dg air raksa dlm sfigmomanometer dikembalikan pd angka 0. Lakukan tindakan spt di atas.
KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 7 -

5.

LANGKAH LANGKAH PEMERIKSAAN TPRS Mengukur Respirasi 1. mencuci tangan 2. menghitung naik turunnya dada klien (pernafasan) sambil memegang arteri radialis & menekukan ke dada pasien spt pura-pura menghitung denyut nadi (mengupayakan agar pasien tdk merasa spt diobservasi). 3. menghitung jml pernafasan : jika teratur slm 30 dtk, jika tdk teratur slm 1 mnt. 4. mencuci tangan. 5. mencatat hasil pengukuran pd catatan perawat & kardeks pasien.

KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 8 -

LANGKAH LANGKAH PEMERIKSAAN TPRS Mengukur Suhu Aksila 1. menjelaskan prosedur pd klien. 2. mencuci tangan. 3. membersihkan termometer yg diambil dr larutan antiseptik, bersihkan / keringkan dr ujung ke pangkal termometer. Kemudian turunkan air raksa sampai skala nol. 4. mempersiapkan posisi yg nyaman pd klien; duduk / supinasi & membersihkan daerah aksila. 5. memasang termometer di aksila selama 5 - 10 mnt. 6. melepaskan termometer dr aksila & baca kenaikan air raksa. 7. menurunkan air raksa pd termometer sampai batas minimal & kemudian bersihkan termometer dg air mengalir, kemudian mengelap dr pangkal ke ujung, lalu rendamkam kembali ke larutan antiseptik. 8. mencuci tangan. 9. mencatat hasil pengukuran pd catatan perawat & kardeks klien.

KDM : TPRS Komarudin, S.Kp. - 9 -

Beri Nilai