Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY R DENGAN POST SC INDIKASI PEB, OEDEM PULMO DAN DECOM CORDIS DI RUANG ICU RSUD

MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Tanggal masuk:12 Juli 2009 Ruangan Pengkajian Nama Pendidikan Usia Pekerjaan Agama Diagnosa Suku No RM Alamat Nama Usia Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat B. Pengkajian 1. Wawancara a. Keluhan utama Klien mangatakan sesak napas dan hanya bisa napas jika posisi setengah duduk. :ICU :auto 13/07/09. : Ny R : SMA : 22 thn : IRT :Islam :PEB, oedem pulmo dan decom cordis Alamat : Jawa :070940 :Pesantren Pemalang : Tn. R : 25 tahun : Islam : SMA : Wiraswasta :Pesantren Pemalang Jam masuk : No.RM :070940

A. Identitas Klien

Jenis kelamin : Wanita Suku/bangsa :Indonesia

Penanggung jawab

Suku/ bangsa : Indonesia

b. Riwayat penyakit sekarang Klien mangatakan ini adalah anak pertama, apabila periksa kehamilan ke bidan, kemudian ke rumah sakit pemalang setelah diberi tahu tensinya tinggi 190/120 mmHg. Berhubung di sana peralatannya tidak ada kemudian mau di bawa ke semarang tapi kejauhan jadi di bawa ke RSMS. Semasa hamil sering pusing, sering mengantuk, kaki bengkak, mual dan muntah dan klien tidak mengetahui kenapa seperti itu. c. Riwayat penyakit dahulu Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung, paru, asma sebelum hamil, hanya kegemukan dan tensi kadang meninggi. Setelah hamil tensi menjadi lebih tinggi. (BB 85 kg, TB 153 cm). d. Riwayat penyakit keluarga Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan klien, tidak ada yang menderita hipertensi, asma, paru atau jantung. e. Riwayat pekerjaan Klien hanya di rumah mengurusi rumah dan kadang membantu pekerjaan suami. Seperti ibu rumah tangga biasa (memasak, membersihkan rumah, dan mengahbiskan waktu di rumah saja). f. Riwayat geografi Rumah terletak di daerah dataran tinggi dengan suhu yang dingin dan kadang berkabut. Jalan tanjakan dan berliku banyak tebing-tebing curam. g. Kebiasaan sosial Klien selama di rumah dan masyarakat sering mengikuti kegiatan di masyarakat, apabila sakit langsung ke puskesmas jarang membeli obat warung. Tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan obat-obat terlerang. h. Kebiasaan merokok Klien tidak memiliki kebiasaan merokok, apabila suhu dingin menghangatkan badan dengan memaki selimut.

2. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum pasien compos mentis dengan GCS E4M6V5. Sistem tubuh: a. Breathing (pernapasan) Pernapasan cepat dan dangkal (RR: 34 x/, suara napas ronkhi basah. Oksigenasi yang digunakan sungkup sederhana dengan tekanan 6 l/. Saturasi oksigen 92 %. Klien memiliki bentuk dada tong dan simetris antara kanan dan kiri. Tidak ada sianosis perifer maupun sentral. Klien mengalami orthopneu, batuk darah ( 50 cc) serta ada retraksi dada. b. Blood (kardiovaskuler) Kekuatan nadi kuat dengan frekuansi 104 x/, bunyi jantung reguler di mana S1>S2. Gambaran EKG menunjukkan ST elevasi. TD 139/80 mmHg. JVP denyutannya kuat, terdapat udema ektremitas bawah. Tidak ada asites tetapi ada nyeri dada. c. Brain (persyarafan) Klien memiliki tingkat kesadaran penuh dengan GCS 15 E4M6V5. Bentuk kepala mesochepal, mata simetris ka/ki serta tidak ada konjungtiva anemis serta sklera ikterik pupil normal isokor 3 mm.. d. Bleder (perkemihan) Kandung kemih kosong dengan volume urin 800 cc serta berwarna kuning jernih serta menggunakan alat bantu kateter. e. Bowel (pencernaan) Mulut klien tidak berbau, selaput lendir sedikit kering, tidak ada stomatitis, bunyi usus normal 12 x/, klien belum BAB semenjak datang ke rumah sakit, tidak ada alat bantu kateter, pertu tidak asites, dan tidak ada hematomegali. Ma/mi 100 cc dan 1 porsi. f. Bone (muskuloskeletal) Pergerakan klien terbatas hanya posisi fowler dan sedikit sim, terdapat oedema pada ekstremitas bawah. Keadaan tulang normal di mana tangan yang dominan serta paling banyak digunakan yaitu tangan kanan. Bahu dan kaki simetris antara kanan dan kiri. Bentuk tulang belakang normal

tidak ada lordosis/kifosis/skoliosis. Ektremitas atas dapat digunakan secara mandiri oleh klien, simetris dan terkoordinasi sesuai dengan keinginan klien begitu juga dengan ekstremitas bawah. Tidak ada parese atau paralise reflek tendon normal, tonus otot normal dan tidak ada atrofi dan kulit lembab. g. Sosial Klien kooperatif serta mampu bicara normal dengan pengkaji. Tidak aphasia/gagap/suara parau dan mampu berkomunikasi dengan baik. Klien mudah mengantuk dan merasa capek. h. Spiritual Semenjak datang kerumah sakit klien jarang melakukan aktifitas spiritual, ibadah, dan berdoa. Klien hanya tiduran lemah ditempat tidur dan mau berbicara bila di ajak bicara. Klien pasrah dan ingin secepatnya pulang sudah tidak betah. Akibatnya sering tidak hsai tidur. C. Hasil Uji Diagnostik Tanggal dan pemeriksaan 14/7/09 Elektrolit Ca 12/7/09 Elektrolit Na K Cl Ca Gula darah GDS Darah Lengkap Ureum darah Kreatinin darah Hb Leukosit HCT Eritrosit Trombosit MCV MCH MCHC jenis Nilai normal Hasil

8,6-10,4 mg/dl 137-145 mmol/l 3,5-5,5 mmol/l 98-107 mmol/l 8,6-10.4 mmol/l 200 mg/dl 15-36.4 mg/dl 0.7-1.2 mg/dl 12-16 mg/dl 4800-10800 mg/dl 37-47 % 4.2-5.4 juta/ l 150.000-450.000/ l 79-49 Fl 27-31 pg 33-37 pg

7,1 mg/dl 140 mmol/l 4,4 mmol/l 1.3 mmol/l 7,1 mmol/l 127 mg/dl 28.7 mg/dl 1.81 mg/dl 10.8 mg/dl 14.000 mg/dl 34.5 mg/dl 4.07 mg/dl 323.000 / l 84,8 Fl 26,5 pg 31, 3 pg

Hitung jenis Segmen Limfosit Monosit Faal homeostasis PT APTT

40-70 % 40-90 % 2-8% 10.8-14.4 detik 24-36 detik

91 % 8% 1% 12.6 detik 31,3 detik

D. Program Therapi Tanggal 13/07 Jenis terapi Kaltropen Lasix Methil prednisolon Ampicilin Lasix ekstra Dopamet Nifedipin KSR RL Kaltropen Lasik Methil predisolon Ampicilin Ca Glukonas Dopamet Nifedipin KSR RL Kaltropen Lasik Methil predisolon Ampicilin Ca Glukonas Dopamet Nifedipin KSR RL Rute terapi IV IV IV IV IV Oral Oral Oral IV IV IV IV IV IV Oral Oral Oral IV IV IV IV IV IV Oral Oral Oral IV Dosis 2x1 amp 2x1 ampl 3x62,5 mg 4 x1 ampl 1x1 ampl 3x500 mg 3x10 mg 1x1 mg 500 cc 2x1 amp 2x1 ampl 3x62,5 mg 4 x1 ampl 1x1 ampl 3x500 mg 3x10 mg 1x1 mg 500 cc 2x1 amp 2x1 ampl 3x62,5 mg 4 x1 ampl 1x1 ampl 3x500 mg 3x10 mg 1x1 mg 500 cc Indikasi terapi

Diuresis Antibiotik Diuresis

14/07

15/07

E. Analisa Data Data DS: DO: mi 100 cc, urin 800 cc, ma 1 porsi, VU kosong, selaput lendir mulut sedikit kering, ku lemah DS: klien mengatakan Pola napas tidak efektif sesak napas. DO: Klien mengalami orthopneu, batuk darah ( 50 cc) serta ada retraksi dada, RR: 34 x/, suara napas Oedema ronkhi pulmo, basah, napas Obesitas (PEB-oedema Etiologi Defisit volume cairan Masalah Kehilangan darah). cairan aktif

(urin dan pendarahan (batuk

paru-decom cordis)

pendek dan dangkal. DS: Semasa hamil sering Kurang pengetahuan pusing, sering mengantuk, kaki bengkak, mual dan muntah dan klien tidak mengetahui kenapa seperti itu, tidak betah ditempat ini. DO: gelisah, marah-marah DS:dengan mudah capek DS:klien pulang. umur 22 thn, dan Perubahan denyut jantung. Resiko tinggi terjadinya penurunan (vasospasme fungsi organ dan Keterbatasan paparan

(perawatan dan pengobatan post operasi dengan PEB)

DO: TD 139/80 mmHG kejang pada ibu mengantuk,

peningkatan tekanan darah

mengatakan Penurunan curah jantung

sudah tidak betah pengin

DO:

perubahan

EKG,

edama ektremitas superior, kulit lembab, pengukuran tekanan darah bervariasi, orthopneu, gelisah. DS:KU lemah, makan 1 porsi DS:DO: fowler terus. F. Prioritas diagnosa Keperawatan 1. Pola napas tidak efektif bd Obesitas (PEB-oedema paru-decom cordis) 2. Penurunan curah jantung bd Perubahan denyut jantung (decom cordis) 3. Defisit volume cairan bd Kehilangan cairan aktif (urin dan pendarahan (batuk darah). 4. Gangguan mobilitas fisik bd Intoleransi aktifitas/penurunan kekuatan dan stamina. 5. Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu bd penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah 6. Kurang pengetahuan bd Keterbatasan paparan (perawatan dan pengobatan post operasi dengan PEB) 7. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh bd intake yang tidak adequat G. Rencana Keperawatan H. Implementasi I. Evaluasi melakukan saja, ROM malas dengan posisi SIM dan beraktifitas, lemah, tiduran Resiko nutrisi kurang dari intake yang tidak adequat

DO: BB:85 TB:53 cm, kebutuhan tubuh Gangguan mobilitas fisik Intoleransi aktifitas/penurunan kekuatan dan stamina