Anda di halaman 1dari 2

Nama NIM Kelas Mata Kuliah

: Ajeng Widyaningrum : 111510501111 :C : Pemuliaan Tanaman

A. Perkembangbiakan Vegetatif (Apomiksis) Apomiksis merupakan perbanyakan aseksual melalui biji dimana biji terbentuk bukan merupakan hasil fertilisasi. Biji dari tanaman apomiksis apabila tidak mengalami mutasi mengandung embrio yang mempunyai konstitusi genetik yang sama dengan induknya. Pada tanaman apomiksis, gen untuk reproduksi seksual tidak berekspresi. Pada apomiksis fakultatif, sel nuselar tertentu mengalami reproduksi seksual, sel nuselar lain mengalami reproduksi aseksual sedangkan pada apomiksis obligat kejadian seksual dihambat. Reproduksi apomiksis terdiri atas diplospory, apospory, dan adventitious embriony. Diplospory adalah pembentukan kantong embrio tidak tereduksi dari megaspore mother cell tanpa meiosis, sel telur berkembang secara partenogenetik menjadi embrio atau sel lain dari kantung embrio dipecah dan berkembang menjadi embrio. Apospory merupakan mekanisme dimana kantung embrio tidak tereduksi muncul dari sel somatik pada nusellus atau integumen. Pada adventitious embriony , embrio terbentuk dari sel nusellus atau integumen dengan inti diploid dan tidak melalui generasi gametofit. Apomiksis itu sendiri dapat terjadi karena apogami, partenogenesis dan embrioni adventif. Apogami merupakan embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda. Partenogenesis merupakan pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan. Sedangkan embrioni adventif merupakan embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya, dari sel nuselus. Contoh dari tanaman apomiksis adalah tanaman manggis, pisang, cabai, mentimun, terung, nanas, sukun, dan jambu. Pada kali ini akan dibahas apomiksis pada tanaman manggis. Biji manggis merupakan biji apomiksis dan sering disebut sebagai agamospermi, diproduksi melalui tunas adventif proembrio dan jaringan ovular, berwarna coklat, pipih, tidak memiliki endosperm dan permukaannya ditutupi jaringan pembuluh. Pada reproduksi apomiksis, biji terbentuk tanpa reduksi jumlah kromosom dan fertilisasi terjadi melalui reproduksi aseksual. Apomiksis terjadi dengan cara embrio yang berkembang membentuk biji bukan berasal dari hasil penyerbukan, tetapi berasal dari sel epithellium dari ovari. Menurut Mansyah (2002), tidak terlihat adanya serbuk sari pada berbagai tingkat perkembangan bunga secara visual dengan menggunakan lup. Karakter agamospermy pada Garcinia dicirikan oleh pembentukan biji tanpa pengaruh organ jantan, pembentukan embrio yang berjalan cepat sebelum terjadinya anthesis, terbentuknya proembrio adventitious dari nucellar atau integumen, terbentuknya beberapa kecambah dari satu biji atau jarang/tidak diperoleh tanaman jantan. Tanaman manggis termasuk apomiksis obligat, sehingga perbaikan genetik tidak dapat dilakukan dengan persilangan.

B. Struktur bunga tomat

Bunga tomat berukuran kecil, diameternya sekitar 2 cm dan berwama kuning cerah, kelopak bunga berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada bagian terindah dari bunga tomat warnanya kuning cerah berjumlah 6 buah. Bunga tomat merupakan bunga sempurna karena benang sari atau tepung sari dan kepala putik atau kepala benang sari terbentuk pada bunga yang sama. Fungsi fungsi struktur bunga tomat adalah sebagai berikut : a. Daun mahkota (petal) sebagai perhiasan untuk memperindah bentuk bunga. b. Kelopak bunga (sepal) merupakan bagian yang menyelimuti bunga saat bunga masig menguncup. Kelopak bunga akan membuka saat bunga mulai mekar. c. Benang sari (stamen) adalah bagian fertil pada bunga yang terdiri dari kepala sari (anthera), berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari. Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga. d. Putik bunga (Pistill) adalah bagian fertil pada bunga dimana bakal buah dan bakal biji berada. Putik berbentuk seperti botol yang lehernya lurus dan panjang. Bagian putik yang paling ujung disebut kepala putik, Bagian putik yang paling panjang disebut tangkai putik. Sedang bagian bawah putik yang mengelembung disebut carpel yaitu pendukung makrospora dimana bakal buah dan bakal biji berada. Stigma e. Dasar bunga (receptacle) merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.