Anda di halaman 1dari 28

Bahasa Indonesia

Kelompok 8

open

Perencanaan Karangan
L Pengertian Perencanaan Karangan L Pengertian tema, topik dan judul karangan L Tujuan Penulisan L Bahan Penulisan L Kerangka Karangan L Pengembangan Karangan L Revisi end

Pengertian Perencanaan Karangan


Perencanaan karangan yaitu semua tahap persiapan penulisan. Dimana, kegiatan menulis bukanlah suatu kegiatan yang kebetulan, melainkan memang telah direncanakan. Dengan begitu, penulis benar-benar siap mengungkapkan gagasannya melalui tulisan. Secara teoritis, perencanaan karangan terdiri atas tiga tahapan, yaitu 1.prapenulisan, 2.penulisan, dan 3.pascapenulisan
next

1
Pada tahap prapenulisan, seorang penulis dituntut untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan dijadikan tulisan. Persiapan ini meliputi penentuan tema, topik, ataupun judul, tujuan penulisan, masalah yang akan dibahas, teknik pengumpulan bahan atau teknik penelitian, penentuan buku rujukan penyusunan kerangka karangan, dan sebagainya

next

2
Pada tahap penulisan, penulis dituntut untuk mengembangkan kerangka yang sudah dibuat tadi. Dengan kalimat, ungkapan, frase, kata-kata, penulis mengembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf subbab, bab, wacana, akhirnya menjadi karya tulis yang utuh

next

3
Dan pada tahap pascapenulisan, penulis mengurangi segala kekeliruan dan kekurangan yang mungkin timbul. Pada tahap ini, penulis juga dapat menambah referensi dan merevisi penulisan yang telah diketik sehingga menjadi tulisan yang sempurna. Tahap ini biasa disebut dengan tahap revisi

Menu

Tema
Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan. Dengan kata lain, tema adalah pokok pikiran, dasar cerita, yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang. Adapun kajian tema, yaitu: buah pikir, gambaran perwatakan, alur cerita, dan ungkapan-ungkapan
next

Topik
Menurut istilah, topik adalah sesuatu yang sudah dinyatakan dan harus dibatasi. Topik juga dapat diartikan sebagai segala hal yang ingin dibahas atau pokok pembicaraan. Topik bersifat implisit. Dengan begitu, biasanya penulis menentukan topik yang ingin dibahasnya sebelum menulis, sedangkan pembaca mengetahui topik tulisan setelah membaca. Dalam karya ilmiah, biasanya topik dapat serta-merta menjadi judul. Berdasarkan uraian ini, maka topik yang sudah sangat spesifik di atas dapat langsung dijadikan judul.
next

Judul
Sedangkan judul adalah nama, merek, atau label karangan. Judul bersifat eksplisit. Dengan begitu, dapat dilihat bahwa pembaca menemukan judul sebelum membaca, sedangkan penulis menentukan judul ketika atau setelah menulis. Karena biasanya langsung dibaca, judul sangat menentukan tingkat ketertarikan pembaca terhadap karangan itu.

next

Oleh sebab itu, dalam menulis judul karangan ilmiah, penulis dituntut hal-hal sebagai berikut: 1. Harus sesuai dengan topik dan jangkauannya 2. Sebaiknya dinyatakan dengan frase 3. Sesingkat mungkin 4. Sejelas mungkin 5. Provokatif.
next

Pemilihan Topik
5 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik di antaranya: 1. Ada manfaatnya dan layak dibahas. Contoh yang tak layak dibahas: -Hari lahir tokoh-tokoh multimedia Indonesia -Kerja bakti di desa saya Contoh yang layak dibahas: -Pemanfaatan teknologi multimedia bagi petani -Teknologi multimedia untuk mendorong minat belajar matematika bagi anak-anak
next

2.Topik itu menarik dan meningkatkan gairah mengembangkannya bagi penulis serta mengundang minat pembaca untuk membacanya. 3. Penulis harus memiliki pengetahuan, data serta informasi tentang apa yang akan ditulisnya. 4.Sehubungan dengan nomor 3, bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai.
next

5. Topik tidak terlalu luas, contoh: bank, lalu lintas, multimedia, seni rupa. Topik juga tidak terlalu sempit, sifatnya menjadi terlalu khusus, sehingga tidak dapat digeneralisasi, kecuali untuk studi kasus.

next

Tujuan Penulisan
Untuk menentukan (1) bahan-bahan yang diperlukan, contoh: Peningkatan produktivitas karyawan dengan penerapan sistem kenaikan gaji berdasarkan prestasi kerja, yang diperlukan adalah data prestasi kerja sebelum dan sesudah penerapan sistem tesebut.

next

(2) Pengorganisasian karangan, contoh: Korelasi Keterampilan Penggunaan Internet dan Komunikasi Kerja dengan Efektivitas Kerja Karyawan di STTMCA. - Pendahuluan - Keterampilan Penggunaan Internet - Komunikasi Kerja - Efektivitas Kerja Karyawan di STTMCA - Korelasi Pengaruh Keterampilan Penggunaan Internet dengan Efektivitas Kerja Karyawan di STTMCA - Korelasi Pengaruh Komunikasi Kerja dengan Efektivitas Kerja Karyawan di STTMCA - Korelasi Pengaruh Keterampilan Penggunaan Internet dan Komunikasi Kerja dengan Efektivitas Kerja Karyawan di STTMCA
next

(3) Sudut pandang yang dipilih penulis, jika berupa penelitian maka akan berbentuk seperti butir (2), sedangkan apabila berupa studi pustaka, maka akan berbentuk kumpulan teori. Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara: a.Tesis, yaitu berisi tentang pengembangan gagasan dari tema seluruh tulisan. Ini harus dinyatakan dalam suatu kalimat lengkap, contoh: Kemampuan membuat tulisan ilmiah mahasiswa pada umumnya jauh dari memuaskan, oleh sebab itu perlu dicari solusinya, sehingga pembinaan teknis penulisan ilmiah dapat dikembangkan.
next

Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa selanjutnya penulis akan membahas tentang solusi untuk menyelesaikan masalah ketidakmampuan mahasiswa dalam kegiatan penulisan ilmiah sehingga bisa dikembangkan pembinaan teknis penulisan ilmiah. Sehingga pembaca dapat memperkirakan uraian selanjutnya yang mencakup: -Uraian tentang ketidakmampuan mahasiswa untuk menulis karya ilmiah -Analisa penyebabnya -Alternatif solusi pemecahannya Selanjutnya dapat diketahui urutan pembahasan dan bahan atau informasi yang diperlukan. Sebaiknya temukan fakta atau informasi sebelum membuat tesis sehingga setelah ditentukan tesis akan disaring fakta atau informasi apa yang bisa digunakan.
next

Agar efektif, tesis hendaknya terbatas, utuh dan tepat, contoh yang terbatas dan tidak bersifat umum: Korelasi Keterampilan Penggunaan Internet dan Komunikasi Kerja dengan Efektivitas Kerja Karyawan di STTMCA. Dalam hal ini penulis memberikan petunjuk tentang apa yang dibahas dan bagaimana membahasnya. Cara membuat tesis: -Batasi dahulu topik -Buat beberapa alternatif topik berupa pernyataan -Kemukaan pernyataan yang paling menarik bagi anda dalam bentuk pertanyaan. -Buatlah jawaban dari pertanyaan anda berupa pernyataan lagi. -Pilih satu pernyataan sebagai tesis karangan anda.
next

Syarat tesis
Harus dapat meramalkan, mengendalikan dan mengarahkan penulis untuk mengembangkan karangan. Dinyatakan dalam kalimat lengkap. Berupa pernyatakan bukan pertanyaan. Harus saling berkaitan. Tidak mengandung ungkapan: saya duga, menurut pendapat saya, saya kira. Diungkapkan dalam bahasa yang jelas. Bukan berupa kiasan.
next

b. Pernyataan maksud
Apabila tidak terjadi pengembangan gagasan, maka tujuan penulisan dapat dinyatakan dalam bentuk pernyataan maksud, contohnya: -Dalam makalah ini akan dibahas perbedaan sistem perekonomian pada masa pemerintahan orde lama dan masa pemerintahan orde baru. -Dalam tulisan ini akan diuraikan beberapa proses belajar mengajar yang dapat merangsang daya kreatif mahasiswa.
back

Bahan Penulisan
Adalah semua informasi atau data yang digunakan untuk mencapai tujuan penulisan. Data tersebut dapat berupa: teori, contoh-contoh, rincian, perbandingan, sejarah kasus, fakta, korelasi, pengujian dan pembuktian, angka-angka, kutipan, gagasan, dan sebagainya. Dapat pula berupa pengalaman yaitu dengan cara analisis (proses penguraian sesuatu ke dalam bagianbagian) dan sintesis (penggabungan kembali bagian-bagian yang terpisah dalam kebulatan baru)
back

Kerangka Karangan
Dalam pengorganisasian karangan harus dibuat kerangka karangan, yang berarti memecah topik menjadi subtopik

next

Topik: Kegiatan Mahasiswa STTMCA Selama Periode tahun 2005-2006 1. Kegiatan Akademis 1.1 Perkuliahan 1.2 Praktikum 2. Kegiatan Ekstrakulikuler 2.1 Kegiatan Klub Mahasiswa 2.2 Wisata Teknologi 3. Kegiatan Sosial 3.1 Pelatihan Komputer Bagi Anak Yatim Piatu 3.2 Pembagian Daging Hewan Kurban Catatan: gunakan tanda yang berbeda untuk memperlihatkan tingkat butir-butir dalam kerangka.
next

Pola Organisasi
Pola organisasi karangan biasanya (1) ilustratif (bicarakan dari yang umum ke yang khusus bisa berupa contoh, pebandingan, atau suatu kontras),(2) analitis (pokok pembicaraan diuraikan dalam bagian-bagian lalu dalam subbagian) ada tiga macam:

next

a. Analitis klasifikasi
1. 2. 3. 4. Variasi Bahasa Indonesia Pendahuluan Variasi berdasarkan tempat Variasi berdasarkan umur Variasi berdasarkan profesi

next

b. Analitis Proses
1. 2. 3. 4. 5.
Pengajaran Kosa Kata Di SMP Pendahuluan Pengenalan kata-kata baru Pemahaman secara pasif Pemahaman secara aktif Pengembangan karangan pendek berdasarkan kata-kata baru
next

c. Analitis sebab-akibat
1. 2. 3. 4.
Penyakit Akibat Kekurangan Gizi Pendahuluan Makanan Bergizi Hubungan Gizi dengan Kesehatan Penyakit yang Timbul Akibat Kekurangan Gizi

next

(3) Argumentatif (harus tersusun dalam urutan yang logis untuk menjelaskan suatu tesis). Contoh: Topi Miring adalah minuman berbahaya.(premis/ dasar penarikan kesimpulan) Banyak orang sakit dan mati akibat minuman tersebut.

back