Anda di halaman 1dari 4

Tugas dr. R. Soegandhi, SpF.

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara


Anggota Kelompok : Adelia Melianti (406107010) Andi Salim (406107012) Lanny (406107016) Rika Stefani Tjahjono (406107051) Christina Hadi Wijaya (406107052) Risma Kamilah (406107053) Subiyanto (406107057) Steinley (406107068)

Aspek Medikolegal
Pasal 120 KUHAP 1. Dalam hal Penyidik menganggap perlu, ia dapat minta pendapat seorang Ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus. (terpenuhi) 2. Ahli tersebut mengangkat sumpah atau mengucapkan janji di muka Penyidik bahwa ia akan memberi keterangan menurut pengetahuannya yang sebaikbaiknya kecuali bila disebabkan karena harkat serta martabat, pekerjaan atau jabatannya yang mewajibkan ia menyimpan rahasia dapat menolak memberikan keterangan yang diminta. (terpenuhi)

Pasal 133 KUHAP 1. Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan ditangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang pengajuan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. (terpenuhi)

2. Permintaan keterangan ahli sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. (terpenuhi) 3. Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat, dilak dengan diberi cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari atau bagian lai badan mayat. (tidak terpenuhi)

Pasal 134 KUHAP 1. Dalam hal sangat diperlukan dimana untuk keperluan pembuktian bedah mayat tidak mungkin lagi dihindari, penyidik wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga korban. (terpenuhi)

Pasal 179 KUHAP 1. Setiap yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. (terpenuhi)

Secara administrasi telah memenuhi legalitas : 1. Surat permintaan penyidik 2. Surat persetujuan dilakukan pemeriksaan dari keluarga 3. Surat penerimaan dan penyerahan barang bukti medis. 4. Surat keterangan kematian 5. Surat keterangan medis 6. Rekam medis 7. Visum et Repertum 8. Surat panggilan saksi ahli

Aspek Tanatologi
Kaku jenazah : terdapat pada persendian rahang, siku tangan, pergelangan tangan, jari-jari, panggul, lutut, pergelangan kaki dan jari kaki. (diperkirakan waktu kematian 12-24 jam) Bercak jenazah : terdapat pada punggung kiri dan kanan serta tengkuk, hilang pada penekanan. ( diperkiran waktu kematian < 6 jam) Pembusukan jenazah : tidak ada (waktu kematian < 24 jam) Kesimpulan : Diperkirakan kematian 7-24 jam sebelum pemeriksaan dengan mempertimbangkan jumlah banyaknya perdarahan.

Aspek Patologi
Pada bagian alat-alat dalam : Pada dalam ruang perut terdapat cairan warna merah sebanyak seribu lima ratus lima puluh lima sentimeter kubik dan jendalan darah sebanyak empat ratus sentimeter kubik, jendalan darah berwarna merah kehitaman. Rahim berukuran sembilan belas kali empat belas kali tiga sentimeter, warna merah, konsistensi kenyal. Terlihat adanya lubang pada bagian depan rahim yang tembus ke dinding bagian dalam dengan diameter satu sentimeter. Disekitar lubang terdapat memar. Sebab kematian : Pukulan benda tumpul (terjadi memar pada rahim) Mekanisme perdarahan : Perdarahan volume darah berkurang syok paru-paru, jantung dan otak kurang oksigen perdarahan lambat berhenti. Asfiksia (karena sumbatan jalan nafas) darah mengandung banyak karbondioksida dan sedikit oksigen.

Kesimpulan : Sebab kematian korban oleh karena trauma tumpul pada organ dalam sehingga mengakibatkan perdarahan sebanyak seribu sembilan ratus lima puluh sentimeter kubik dan luka robek pada rahim bagian depan bawah