Anda di halaman 1dari 14

Proses Manajemen Strategi

Martha Rianda (112090146) Mugni Rifki (112090171) Alfitra (112090182) Siti Laila Qodariah (112090183)

S1 Teknik Industri Fakultas Rekayasa Teknik Industri Tahun Ajaran 2013/2014

BAB I PENDAHULUAN

Pada

bidang

ekonomi

khususnya

dilingkungan

bisnis

yang

mengembangkan manajemen secara teoritis dan praktis, Manajemen Strategi telah cukup lama dikenal dan dikembangkan. Manajemen Strategi kini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan pengambilan keputusan yang akan menentukan apakah suatu perusahaan itu unggul dan dapat bertahan hidup atau akan berakhir disebut juga dengan manajemen strategi. Strategi ini dapat berjalan dengan baik ketika manajer strategi dapat menggunakan sebaik-baiknya sumber daya perusahaan dalam lingkungan yang berubah-ubah. Perngimplementasian Manajemen Strategi dilingkungan organisasi bidang bisnis didasari oleh nilai-nilai persaingan bebas antar organisasi bisnis sejenis, melalui pendaya gunaan semua sumber yang dimiliki untuk mencapai tujuan. Tujuan tersebut adalah mempertahankan dan mengembangkan eksistensi masingmasing untuk jangka waktu panjang, melalui kemampuan meraih laba kompetitif secara berkelanjutan. Setiap organisasi profit memiliki otonomi dalam menjalankan manajemennya, berupa kebebasan mewujudkan pengembangan organisasinya antara lain dengan memilih pengimplementasian Manajemen Strategi atau manajemen lainnya yang dinilai terbaik. Proses manajemen strategi adalah salah satu cara membangun strategi bisnis yang dapat membantu perusahaan dapat cepat tanggap terhadap tantangan baru. Proses ini dapat membantu organisasi menemukan cara baru dan lebih efisien untuk melakukan bisnis. Untuk membahas lebih lanjut mengenai proses manajemen strategi beserta contoh kasusnya, maka kami sebagai penulis akan memaparkannya dalam makalah berikut ini.

BAB II PEMBAHASAN

II.1

Manajemen Strategi Menurut Thomas L. Wheelen dan J. David Hunger (2011), Manajemen

Strategi adalah kumpulan keputusan dan tindakan dari manajerial yang menentukan prestasi perusahaan dalam jangka waktu yang lama yang menekankan pada memonitor dan mengevaluasi kesempatan dan ancaman dari luar perusahaan atas kekuatan dan kelemahan perusahaan. Menurut Fred R. David (2010), Manajemen Strategi bisa dikatakan sebagai seni dan ilmu pengetahuan yang merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan-keputusan antar fungsi yang dapat mencapai tujuan organisasi, yang berfokus pada integrating management, marketing,

finance/accouting, production/operations, research and development, dan information systems untuk mencapai keberhasilan organisasi. II.2 Proses Manajemen Strategi Proses manajemen strategi adalah sekumpulan aturan yang harus diikuti oleh seluruh organisasi karena proses manajemen strategi terbaik dilaksanakan ketika semua orang dalam bisnis memahami strategi yang ada dalam perusahaan. Proses manajemen strategi bersifat dinamis dan terus menerus. Berikut ini merupakan gambar proses manajemen strategi menurut Fred R. David (Gambar II.1). Hal ini dapat menjawab 3 pertanyaan penting dalam mengembangkan perencanaan strategi, yaitu : Where are we now? Where do we want to go? How are we going to get there?

Gambar II.1 The Strategic Management Process Tahap pertama yaitu mengidentifikasi aktual visi, misi, target dan strategi yang dipilih perusahaan. Misi suatu perusahaan menggambarkan apa saja yang dilakukan perusahaan. Contohnya, pada Perusahaan Kodak, misinya adalah to provide customers with the solutions they need to capture, store, process, output and communicate images-anywhere, anytime. Berdasarkan pernyataan misi tersebut, misi perusahaan Kodak fokus pada kebutuhan pelanggan dimana perusahaan berusaha untuk memuaskan pelanggan daripada fokus pada produknya. Misi ini berorientasi pada pelanggan, bukan pada produk. (Strategic Management Theory an Integrated Approach, 2009, p. 14) Target sebuah perusahaan adalah perusahaan berusaha untuk mewujudkan keadaan masa depan yang diinginkan tepat dan terukur. Target perusahaan yang baik yaitu menyediakan alat yang dapat mengevaluasi kinerja manajer. 4 karakter utama target perusahaan yang baik adalah :

1.

Tepat dan terukur. Target yang terukur dapat dijadikan patokan atau standar untuk menilai kinerja manajer.

2.

Membahas isu-isu penting. Target yang dipilih harus yang diprioritaskan lebih penting.

3.

Tantangan tapi realistik. Jika tantangannya tidak realistik, karyawan akan mudah menyerah. Sedangkan jika target tersebut terlalu mudah, maka akan gagal untuk memotivasi manajer dan karyawan.

4.

Periode waktu untuk mencapai tujuan telah ditentukan.

(Strategic Management Theory an Integrated Approach, 2009, p. 16-17) Strategi pada perusahaan membentuk perencanaan yang komprehensif yang menyatakan bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Hal ini dapat memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan kelemahan kompetitif. Contohnya, walaupun Cadbury Schweppes merupakan pesaing utama minuman soft drink, tidak mungkin dapat meningkatkan margin keuntungan dalam waktu empat tahun tanpa membuat perubahan besar dalam strategi. Oleh karena itu manajemen memutuskan untuk memotong biaya dengan menutup 33 pabrik dan mengurangi staf sebesar 10%. Manajemen juga sedang mempertimbangkan akuisisi dengan

perusahaan Kraft atau perusahaan Hershey untuk membangun kekuatan yang ada dalam perusahaan. External analysis Komponen kedua dari proses manajemen strategi adalah analisis dari lingkungan operasi eksternal organisasi. Tujuan utama dari analisis eksternal ini adalah untuk mengidentifikasi peluang strategi dan ancaman dilingkungan operasi organisasi yang mempengaruhi organisasi dalam mengejar misinya. Dalam melakukan analisis eksternal, terdapat tiga lingkungan terkait yang harus diperiksa yaitu lingkungan dimana organisasi beroperasi, negara atau lingkungan nasional dan sosial ekonomi yang lebih luas. Prinsip dasar manajemen strategi adalah perusahaan membutuhkan rumusan strategi untuk mendapatkan keuntungan dari peluang dan mengurangi ancaman. Maka dari itu, mengidentifikasi, memonitor dan

mengevaluasi peluang dan ancaman dari luar sangat penting untuk kesuksesan sebuah perusahaan. Internal analysis Komponen ketiga dari proses manajemen strategi adalah analisis internal yang berfokus pada sumber daya kemampuan dan kompetisi perusahaan. Pencapaian dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sebuah perusahaan. Seperti contoh pada Time Magazine yang mengatakan bahwa ketika perusahaan memiliki beberapa brand ternama seperti fortune, money, sport illustrated, dan orang-orangnya, serta kemampuan pelaporan yang kuat (kelebihan lain), hal ini menyebabkan kurangnya komitmen editorial untuk penerbitan online (kelemahan). Internal analysis biasanya mendefinisikan dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan perusahaan yang ada pada functional level perusahaan. Survey yang dapat dikembangkan untuk memeriksa faktor internal seperti moral dari pekerja, efisiensi produk, keefektifan pengiklanan dan kesetiaan customer.

SWOT Analysis Setelah dilakukan analisis eksternal dan internal, maka langkah selanjutnya adalah membandingkan strengths, weaknesses, opportunities, dan threats yang biasa disebut analisis SWOT. Tujuan utama dari analisis adalah unutk mengidentifikasi berbagai strategi untuk memanfaatkan kesempatan dari luar, melawan ancaman, menbangun dan melindungi kekuatan perusahaan, dan menghapus kelemahan. Dengan menggunakan analisis SWOT ini, nantinya diharapkan dapat membentuk dan menegaskan model bisnis perusahaan yang dapat

menyesuaikan sumber daya dan kemampuan perusahaan dengan permintaan pada lingkungan tempat perusahaan beroperasi. Maka manager dapat membandingkan masing masing strategi alternatif satu sama lain, lalu kemudian mengidentifikasi kumpulan strategi yang dapat menciptakan dan

mempertahankan competitive advantage. Berbagai strategi tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori : 1. Functional-level strategies, yang diarahkan untuk meningkatkan

keefektifan operasi-operasi di dalam perusahaan. Seperti proses manufaktur, pemasaran, pengaturan material, pengembangan produk dan pelayanan pelanggan. 2. Bussiness-level strategies, mencakup keseluruhan pokok persaingan bisnis, bagaimana cara memposisikan diri di dalam pasar untuk memperoleh competitive advantages. 3. Global strategies, merujuk kepada cara untuk memperluas operasi keluar dari negara asal agar dapat tumbuh dan berhasil di dunia dimana competitive advantages ditentukan pada level global. 4. Corporate level strategies, menetapkan apa saja bisnis yang dapat memaksimalkan keuntungan jangka panjang dan pertumbuhan

keuntungan organisasi. Pada strategi ini ditetapkan cara untuk memasuki dan meningkatkan keberadaan dalam bisnis tersebut untuk memperoleh competitive advantages. Jadi esensinya analisis SWOT adalah metodologi untuk memilih antara model persaingan bisnis dan untuk mengatur model bisnis yang dipilih. Formulate strategy Menurut Fred R. David (2010), Proses Manajemen Strategi terdiri dari 3 tahap yaitu strategy formulation, strategy implementation, dan strategy evaluation. Strategy formulation yaitu mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi kesempatan dan ancaman perusahaan dari luar, menetapkan kekuatan dan kelemahan perusahaan, menetapkan tujuan jangka panjang perusahaan, membuat strategi alternatif dan memilih strategi khusus untuk mengejar target. Implement strategy Strategy implementation membutuhkan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, menciptakan

struktur organisasi yang efektif, upaya pemasaran, persiapan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi dan menyediakan sumber daya sehingga strategi yang ditetapkan dapat dilaksanakan. Kegiatan strategy implementation dapat mempengaruhi keterampilan interpersonal semua karyawan dan manajer dalam sebuah organisasi. Evaluate result Pada tahap Strategy evaluation, manajer perlu tahu kapan strategi tertentu tidak bekerja dengan baik. Tiga dasar kegiatan strategy evaluation adalah : Meninjau faktor eksternal dan internal yang merupakan dasar untuk strategi saat ini, mengukur kinerja, dan mengambil tindakan korektif. Strategy evaluation diperlukan karena keberhasilan saat ini tidak menjamin keberhasilan besok. Selalu menciptakan masalah baru dan berbeda. Pada Gambar II.1, proses manajemen strategi menyatakan terdapatnya etika bisnis, tanggung jawab sosial, menjaga persoalan lingkungan dapat memberikan pengaruh pada seluruh aktivitas proses manajemen strategi perusahaan. Juga untuk global/international issues dapat berdampak pada keputusan aktual strategi yang diambil.

II.3

Studi Kasus PT. UNILEVER TBK. STRATEGI PEMASARAN PRODUK PT. UNILEVER Dalam menghadapi persaingan antar perusahan, PT. UNILEVER memiliki strategi strategi dalam menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan, strategi itu antara lain: 1. MEMIMPIN HARGA RENDAH Dengan menjaga harga yang rendah dan penjualan produk menggunakan sistem pengisian kembali persediaan yaitu dengan cara mencatatat dan mengirimkan transaksi pembelian langsung sehingga data persediaan dapat dengan mudah diakses menggunakan teknologi web. Hal ini, perusahaan dapat mempertahankan biaya yang rendah dengan menyesuaikan permintaan agar permintaan pelanggan tetap terpenuhi 2. DIFERENSIASI PRODUK Produk-produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru dan berbagai macam ukuran, dengan tetap mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan botol kaca, botol plastik, sachet, dll 3. BERFOKUS PADA PELUANG PASAR PT Unilever mempromosikan produk-produknya kedalam pasar dengan cara terjun langsung ke masyarakat dengan bukti-bukti kualitas produknya. Misalnya seperti diadakan perbandingan produk antara produk Unilever dengan produk pesaing lainnya. 4. MENJAGA HUBUNGAN PELANGGAN DAN PEMASOK PT Unilever memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal produksi dan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim produk kepada pemasok. Selain itu PT Unilever juga mengadakan layanan customer care sebagai tempat keluhan konsumen atas produk Unilever melalui media elektronik. Tidak hanya lewat media elektronik, tetapi banyak juga melalui media cetak, sponsorship dan event-event menarik lainnya.

Strategi Promosi yang dapat dilakukano leh PT.Unilever yaitu: 1. Periklanan 2. Promosi penjualan 3. Hubungan masyarakat dan publikasi 4. Penjualan secara pribadi VISI DAN MISI Visi Unilever berusaha menciptakan masa depan yang lebih baik setiap harinya, dengan cara membantu masyarakat merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati hidup dengan brand dan pelayanan yang baik bagi mereka dan orang lain Unilever menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya yang dapat memberikan perbedaan besar bagi dunia Unilever akan mengembangkan cara baru dengan tujuan mengembangkan perusahaan sambil mengurangi dampak terhadap lingkungan Unilever sepenuhnya menyadari bahwa perlu mengembangkan model baru untuk pertumbuhan usaha dengan tujuan melaksanakan program kerja jangka panjang dengan supplier, pelanggan dan lainnya dalam mencapai tujuan ini Dengan portfolio brand Unilever yang kuat, kehadiran yang menonjol di pasar dan komitmen yang tahan lama, Unilever berada ditempat terbaik untuk mencapai tujuan ini

Misi Kemajuan sebuah perusahaan dipengaruhi oleh banyak aspek, mulai dari visi dan misi perusahaan, business plan dan human capital yang akan membahas mengenai succession plan yang dapat dijadikan contoh seperti PT Unilever Indonesia Bagi PT Unilever Indonesia, succession plan dianggap sangat penting karena berkaitan dengan kelangsungan jangka panjang perusahaan Secara teknis, succession plan PT Unilever kedepan harus melihat apakah perusahaan akan punya karyawan yang sama atau mengalami pertambahan atau pengurangan. Juga apakah perusahaan mempunyai

stock tenaga kerja dan apakah stock ini akan cukup atau perlu ditambah atau mungkin orangnya tetap sama tetapi perlu dididik lagi untuk memenuhi requirement ditahun mendatang. Sejak awal tahun 70-an, PT Unilever Indonesia mempunyai program untuk merekrut fresh graduate dari perguruan tinggi ANALISIS SWOT PADA PT. UNILEVER TBK. 1. Kekuatan (Strengths) Strategi promosi produk Unilever yang efektif yaitu dengan cara menampilkan model-model yang muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga dapat memacu komsumen (lebih spesifik perempuan) untuk membeli produk tersebut. PT Unilever gencar pada misi sosialnya. Sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Hal ini dapat dilihat dari belanja iklan dan promosi yang telah mendorong perutmbuhan penjualan ditengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia adalah salah satu perusahaan dengan belanja iklan terbesar menurut majalah marketing (Top Brand Survey, edisi khusus 2007) Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang yang berdedikasi tinggi, terampil dan termotivasi dengan baik disegenap jajaran Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury dan ice cream Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk delivery produk dari pabrik ke end customer PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga daerah-daerah terpencil dapat terlayani PT Unilever mempunyai moto operational excellent with no compromise on quality. Unilever dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas produk

2. Kelemahan (Weakness) Sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang memiliki agenda dan jadwalnya sendiri-sendiri, komunikasi para karyawan yang dapat menerima pesan yang berbeda-beda, dan resolusi konflik antara inisiatif dari dukungan departemen (SDM, keuangan, dll) dengan departemen lini produk yang biasanya sangat berorientasi komersial Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan PT Unilever Indonesia tidak dapat begitu saja untuk memutuskan sesuatu Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu Mayoritas produk Unilever memiliki entry barrier rendah Growth omset penjualan dibawah rata-rata industri

3. Kesempatan (Opportunity) Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang baik bagi ekonomi Indonesia sebesar 6,3% Pertumbuhan ekonomi yang kuat diwilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari indeks kepuasan konsumen Banyaknya kompetitor pasar nasional yang belum memiliki cara produksi yang baik Luasnya potensial market sekitar 250 juta, tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan 122.922.553 perempuan (50,1%) Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods. Rekomendasi investasi pada saham Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83%

4. Ancaman (Threats) Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak, kelapa sawit, gula dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, bahan kimia dan komoditas lainnya Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing Melemahnya daya beli konsumen Maraknya pemalsuan dan penyelndupan produk dari cina Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan tingginya biaya pemasaran produk Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi produk luar negeri Adanya campaign against Unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang membahayakan komunitas orang utan Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk Unilever Produk pesaing dengan harga lebih rendah

FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL Dalam kegiatan PT Unilever Indonesia Tbk memiliki beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal yang dapat mendukung kegiatan perusahaan tersebut dalam rangka mencpai tujuannya. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pihak manajemen perusahaan didapatkan beberapa faktor yang dapat menunjang kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuannya, yaitu : Faktor kekuatan (strengts) yang dimiliki oleh perusahaan adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Kualitas produk yang baik Promosi produk yang menarik Pilihan produk yang bervariasi Memiliki tenaga kerja yang terampil dan kemampuan yang baik Memiliki modal yang kuat

Faktor kelemahan (weakness) yang dimiliki oleh perusahaan adalah : 1. Sering terjadi keterlambatan pengiriman barang di toko 2. Sering terjadi overstock barang (kelebihan persediaan) 3. Harga produk yang relatif mahal dibanding kompetitor 4. Pusat produksi Rinso hanya pada satu lokasi 5. Sirkulasi keuangan yang sering terganggu Faktor kesempatan (opportunities) yang dimiliki oleh perusahaan adalah : 1. Percepatan teknologi yang mendukung promosi 2. Pangsa pasar yang luas 3. Loyalitas masyarakat akan produk tinggi 4. Masyarakat sudah mengenal produk Rinso 5. Banyak distributor tersebar di seluruh Indonesia Faktor ancaman (threats) yang dimiliki oleh perusahaan adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Banyak pesaing baru dengan produk sejenis Harga produk sejenis yang lebih murah Percepatan pesaing dalam memasok produk ke toko Promosi perusahaan pesaing yang besar-besaran Birokrasi pemerintah tentang perluasan perusahaan