Anda di halaman 1dari 8

1

PENGENALAN TERMODINAMIKA Termodinamika adalah suatu ilmu pengetahuan dasar yang membahas hubungan berbagai bentuk energi, perpindahan dan perubahan bentuk energi serta akibatakibat yang ditimbulkannya. Pengetahuan termodinamika dapat diterapkan dalam kategori sebagai berikut : Perhitungan efek panas dan kerja yang berkaitan dengan suatu proses perubahan keadaan sistem. Dari hasil perhitungan diperoleh hasil yaitu tingkat maksimal kerja yang mampu dihasilkan sistem, atau kerja minimal yang diperlukan sistem tersebut. Penentuan hubungan berbagai fungsi atau variabel yang berkaitan dengan keadaan setimbang. Hubungan berbagai fungsi atau variabel merupakan bagian yang penting difahami dalam pembahasan termodinamika. Untuk membuat perhitungan termodinamika diperlukan formulasi matematika, maupun pemahaman tentang dimensi dan sistem satuan yang dipergunakan. Terminologi Sistim: adalah suatu yang dipilih atau ditentukan untuk ditinjau atau dipelajari. Sesuatu itu dapat berupa apa saja, seperti ruang lingkup alat, atau bahan fluida, atau keduanya. Surrounding: adalah daerah diluar batasan sistim yang ditinjau atau disebut sebagai daerah sekitar sistim. Batasan antara sistim dengan surrounding (sekeliling diluar sistim) dapat dianggap secara nyata atau riel ataupun imaginer. Keadaan (state): adalah suatu kondisi sistim yang ditinjau, dinyatakan sebagai koordinat sistim. Koordinat sistim berupa besaran Tekanan (P), Volume (V), dan Temparatur (T). Sistim Tertutup (Closed System): adalah pernyataan apabila antara sistim dan surrounding tidak terjadi perpindahan atau pertukaran massa, tetapi hanya ada pertukaran atau perpindahan energi dalam bentuk panas atau kerja mekanik.

Sistim Terbuka (Opened System) : adalah pernyataan apabila terjadi pertukaran atau perpindahan massa antara sistim dan surrounding. Sistim Diisolasi (Isolated System): apabila antara sistim dan sekelilingnya tidak terjadi perpindahan energi. Besaran atau sifat Ekstensif: adalah sifat yang tergantung pada ukuran (size), misalnya volume, entalpi, kerja, dan lain-lain. Besaran atau sifat Intensif: adalah sifat yang tidak tergantung pada ukuran (size), misalnya densitas, temperatur, tekanan, volume molar. Dimensi dan Satuan Sistim satuan dimensi yang dipakai pada saat ini adalah sistim satuan internasional (SI). Beberapa dimensi yang berkaitan dengan termodinamika adalah sbb: Gaya atau Force (F) Gaya didefinisikan menurut hukum Newton kedua : adalah massa dikali dengan percepatan, atau F = m . a , dimana m = massa dan a = percepatan. Dalam sistim satuan SI, massa m dinyatakan dalam kg, percepatan a, dalam satuan m/det2, dan gaya F dalam satuan Newton N. Sehingga 1 N berarti: besarnya gaya yang terjadi jika massa sebesar 1 kg mendapatkan percepatan 1 m/det 2. Dalam sistim satuan Inggris, F dinyatakan dalam satuan lb f (pound gaya) dan persamaannya dinyatakan sbb: F = 1/g c . m . a Satuan untuk faktor gc adalah: gc = 32.174 (lbm)(ft) / (lbf)(det2) Konversi satuan untuk gaya: 1 lbf = 4.4482216 N

Contoh Berat austronot 730 N di Bumi dengan gc=9,792 ms -2 . Berapa berat austronot di bulan?. Jawab: Dengn a = gc maka Hukum Newton F=m.gc
F 7 3 0 12 m = = = 7 4 , 5 5 N m s g c 9 , 7 9 2

massa dan berat tergantung pd gravitasi local


F ( b u l a n ) = 1 2 4 , 5 N

2 F ( b u l a n ) = m g c = 7 4 . 5 5 x 1 , 6 7 = 1 2 4 , 5 k g m s

Temperatur Dalam satuan SI, temperatur (T) dinyatakan dalam suhu mutlak dalam satuan derajat kelvin (K). Temperatur Celcius (t) dinyatakan dengan satuan oC. Hubungan konversi satuan untuk temperatur misalnya adalah sbb : t oC = T K 273.15 t oF = T R 459.67 t oF = 1.8 t oC + 32 T R = 1.8 T K Derajat R adalah suhu mutlak dengan satuan Rankine. Volume (V) Volume adalah perkalian 3 buah dimensi panjang, yang tergantung pada kuantitas atau jumlah materialnya. Volume suatu substansi, sama seperti massa m tergantung pada jumlahnya. Volume spesifik atau molar volume spesifik adalah volume per mole substansinya. Sedangkan Densitas adalah kebalikan dari volume spesifik. Tekanan (Pressure) Tekanan atau pressure disimbolkan P adalah gaya normal yang bekerja pada fluida per satuan luas permukaan. Satuan tekanan P adalah N/m 2 atau N.m-2, yang dikenal dengan sebutan Pascal (Pa).

Dalam sistim satuan Inggris, P dinyatakan dalam satuan lbf/in 2 atau (psi). Tekanan dinyatakan dengan persamaan P = F / A = m.g / A Dimana g adalah gravitasi, m adalah massa, dan A adalah luas permukaan yang menerima gaya. Untuk mengukur tekanan secara langsung digunakan suatu alat yaitu dead weight gauge yang terdiri dari sistim silinder piston (torak). Bagian detail alat ini diberikan dalam Fig. 1.2 ( Buku Smith Van Ness). Prinsip yang dipakai dalam alat ini adalah didasarkan sesuai dengan definisi tekanan dan pengaruh gravitasi pada sistim silinder yang diisi dengan minyak. Dengan A sebagai luas penampang piston, h = tinggi level minyak dalam silinder, dan adalah densitas minyak, maka massa m = A. h . , maka rumusannya
F m . g . A h g P = = = = h g A A A

Bila fluidanya air raksa, diameter silinder = 1 mm, maka tekanan dinyatakan dalam satuan torr. Konversi satuan tekanan : 1 a t m = 1 0 1 , 3 2 5 P a = 0 , 1 0 1 3 2 5 M P a dan
5 1 B a r = 1 0 P a

Pembacaan skala tekanan pada alat ukur, biasanya dinyatakan sebagai tekanan gauge. Untuk diubah menjadi tekanan total, harus ditambah dengan tekanan barometer (tekanan atmosfir), hingga menjaditekanan absolut. Dalam perhitungan termodinamika yang digunakan adalah tekanan absolut. Contoh : Berat actual gauge untuk 1 cm piston digunakan mengukur tekanan dengan massa 6,14 kg dan gc=9,82 ms -2 Berapa besar P gauge yg diukur, jika P bar=748 torr Jawab: F = m . g . = ( 6 , 1 4 ) ( 9 , 8 2 ) = 6 0 , 2 9 5 N

5 = = 7 6 , 7 7 N c m P gauge= A 2 ( 1 / 4 ) ( ) ( 1 ) 2 6 , 7 7 + ( 7 4 8 ) ( 0 , 0 1 3 3 3 2 ) = 8 6 , 7 4 N c m = 8 6 7 , 4 k P a P Absolut= 7 F 6 0 , 2 9 5
2

Kerja (Work) W Kerja W dapat terjadi bila suatu gaya F bergerak melewati suatu jarak l. Sehingga kerja dapat dihitung dengan persamaan :

dW = Fdl atau W = F .l .

Jika sistimnya adalah silinder-piston, A = penampang piston, dan V = volume, sehingga V/A = l, lalu dengan persamaan untuk kerja W, didapatkan sbb :
Vt d W = P A d A

Karena A konstan, maka :


V2t

t d W = Pd V

diintegrasikan dari harga V1 ke V2 maka harga


W = P dV t
V1t

Kerja dalam sistim satuan SI dinyatakan dalam N.m atau Joule (J). Secara grafis, harga W dapat digambarkan dalam diagram PV. Energi Energi atau tenaga didefinisikan sebagai kemampuan atau kapasitas menghasilkan kerja atau berproduksi. Bentuk energi digolongkan dalam 2 kelompok : Energi atau Tenaga Tersimpan (Stored Energy) Energi Transisi Energi Tersimpan (Stored Energy) Energi kelompok ini antara lain adlaah sbb: Energi Potensial : yaitu energi yang dimiliki oleh suatu benda karena letak atau posisi keberadaannya. w . h . Formulasi matematisnya adalah : E P= Ep = energi potensial, w = berat benda , dan h = posisi benda (ketinggiannya).

Energi Kinetik : yaitu energi yang dimiliki benda karena ada kecepatan gerak benda tersebut. Formulasi matematisnya adalah :
1 2 E w v K= 2 . g .

Ek = energi kinetik, w = berat benda, v = kecepatan, m = massa benda, (m = w/g), dan g = gaya gravitasi. Energi Dalam (Internal Energy) : adalah energi yang dimiliki benda karena aktifitas molekul-molekul benda tersebut. Dinotasikan U. Energi Alir (Flow Energy) : adalah energi yang dimiliki oleh suatu fluida (cairan atau gas) yang mengalir dalam suatu saluran yang disebabkan karena adanya kerja pada fluida tersebut. p . v . Formula matematisnya adalah : E A= Dimana EA = energi alir, p =tekanan, dan v = volume jenis. Energi Kimia : adalah energi yang dimiliki suatu benda yang disebabkan karena susunan atom benda tersebut, dinyatakan sebagai energi yang dihasilkan karena reaksi kimiawi yang terjadi. Energi Inti (Nuclear Energy) : yaitu energi yang mengikat partikel didalam inti atom, dinyatakan sebagai energi yang bebas selama pelepasan partikel didalam inti atom. Hubungan antara pengurangan massa selama terjadi reaksi inti 2 dengan energi bebas dinyatakan hukum Einstein : E = m . c E = energi yang dihasilkan dalam satuan erg, m = pengurangan massa dalam satuan gram, dan c = kecepatan cahaya = 2.998 x 1010 cm/det. Energi Transisi Energi dalam bentuk Transisi ada 2 macam yaitu Panas (Kalor) dan Kerja (Usaha). Panas atau Kalor Panas atau kalor adalah suatu bentuk energi yang terjadi karena adanya perbedaan temperatur. Dari percobaan sederhana sangat mudah difahami, yaitu jika benda panas dikontakkan dengan benda yang dingin, maka benda

panas akan semakin dingin dan benda yang semula dingin akan menjadi hangat. Pada kontak ini, telah terjadi transfer kalor dari benda panas ke benda yang dingin. Panas atau kalor mengalir dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. Perbedaan suhu ini menjadi penggerak atau driving force peristiwa perpindahan panas. Kuantitas perpindahan panas atau kalor yang ditransfer dinotasikan Q. Dengan demikian dapat diartikan bahwa laju perpindahan kalor dari suatu benda ke benda lain adalah proporsional dengan beda temperatur kedua benda tersebut, hingga tercapai suatu keadaan temperatur yang sama. Dalam lingkup termodinamika, yang ditinjau adalah perubahan energi dalam bentuk panas yang berkaitan dengan energi yang terjadi pada benda atau antara benda dengan lingkungan (surrounding) nya, bukan pada mekanisme perpindahan panas pada body benda tersebut. Kuantitas energi panas yang terjadi dapat dihitung dengan persamaan :
Q = w . C ( T T ) 2 1

dimana Q = kuantitas panas dalam satuan panas, w = berat benda, C = kapasitas panas, dan T = temperatur awal dan akhir. ; Contoh 1.4: Berat elevator kosong 2.500kg dan berdiri 10m diatas shaft. Dan dapat dinaikkan hingga 100m untuk memperbaiki kabel. Elevator jatuh bebas pada shaftnya. Asumsi proses tanpa hambatan dimana g=9,8 ms-1. Hitunglah: a. potensial energi elevator dari posisi awal shaft semula. b. kerja yg dilakukan untuk menaikkan elevator. Kerja atau Usaha Kerja atau usaha adalah perubahan energi yang dihasilkan oleh suatu aksi untuk bergerak pada suatu jarak tertentu. Kerja atau usaha dapat dihitung dengan persamaan : W = F ( X X ) 2 1 dimana W = kerja atau usaha, F = gaya yang melawan gerak, X = letak / posisi awal dan akhir.

Kerja atau usaha dapat juga dihitung berdasarkan perubahan volume yang terjadi, dengan persamaan : W = p ( V V ) 2 1 dimana p adalah tekanan, V adalah volume awal dan akhir.