Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR PERAWATAN 1. pertimbangkan faktor : a.

Usia : Umumnya pembuatan fixed bridge


dilakukan pada usia tua. Usia juga menentukan besarnya ruang pulpa yang memengaruhi sesitivitas gigi.

b.Kesehatan umum pasien. c.Oklusi gigi Bila pasien kehilangan satu atau beberapa gigi dan bila tidak
segera dibuatkan fixed bridge, maka gigi-gigi yang ada diantara gigi yang hilang tersebut akan drifting. Sedangkan gigi lawannya akan ekstrusi/intrusi.

d.Oral hygiene. e.Jaringan periodontal Pertimbangkan Hukum Antef. Posisi gigi dan
kesejajaran gigi Bentuk lengkung gigi harus diperhatikan untuk melihat apakah gigi-gigi berada pada posisi yang benar

2.Pencetakan rahang : a.Menggunakan alginat. Kemudian diisi dengan gips


stone untuk djadikan sebagai model kerja. b.Pemeriksaan kesejajaran bidang aksial pada model kerja menggunakan dental surveyor.

3. Preparasi gigiabutment (45 dan 47) a.Melakukan anestesi Infiltrasi


padagigi abutment sebelum preparasi. b.Pengurangan bidang proksimal

Alat:pointed tapered cylindrical bur


Cara:1) Garis pedoman dibuat berjarak 1-1,5 mm dari titik kontak pada permukaan labial proksimal gigi. Kemudian dilakukan pengurangan. 2)Kesejajaran mesial dan distal harus diperhatikan. 3) Bidang proksimal dibuat konvergen ke arah insisal dengan sudut kemiringan 6o. 4)Sonde digunakan setelah selesai, untuk melihat ada tidaknya undercut pada kontak proksimal. 5)Kesejajaran bidang proksimal gigi penyangga satu dengan yang gigi penyangga lain atau sesuai dengan hasil surveyor. c.Preparasi oklusal 1)Mengikuti bentuk anatomi gigiasli. 2)Pedoman preparasi dengan membentuk groove pada 2 bidang oklusal (bidang bukooklusal dan linguo oklusal) sedalam 1 - 1,5 mm.3) Pengasahan atau pengurangan bidang buko oklusal terlebih dahulu dari groove ke arah mesial distal, baru dilanjutkan pada bidang linguo oklusal.4) Tonjol bukal lebih tinggi daripada tonjol lingual.d.Preparasi bukal dan lingual1) Dibuat pedoman groove seperti pada mahkota tiruan penuh.2) Pengasahan dilakukan sesuaidengan sumbu gigi dan sedikit konvergen 2 50 dari sumbu gigi ke arah oklusal. e.Preparasi servikal Untuk restorasi Porcelain Fused to Metal, finishing line tipe chamfer menggunakan round end tapered cylindrical bur.

4.Retraksi gingivaRetraksi dilakukan menggunakan benang yang dibasahi


larutan hemodendan ditekankan pada celah gusi. 5.Pencetakan gigi

Pencetakan setelah preparasi dilakukan untuk mendapatkan die/model kerja. Pencetakan model kerja menggunakan teknik double impression putty dan light body. 6.Pemilihan warna gigi Sesuai dengan warna gigi tetangga dengan bantuan pedoman warna (shadeguide) untuk menentukan value (tingkat warna gelap ke terang), chroma(kepekatan warna), hue (merah ataukuning). 7.Pembuatan mahkota tiruan sementara