Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH STATUS GIZI PADA IBU MENYUSUI

A. Pengaruh Status Gizi bagi Ibu Menyusui Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. a. Kebutuhan Gizi Pada Ibu Menyusui Kebutuhan gizi pada ibu yang sedang menyusui sangatlah harus dipertimbangkan karena menyangkut gizi anak sebelum lahir dan semasa.Apabila tidak di penuhi dgn baik maka akan menimbulkan dampak negative terhadap status gizi ibu, kesehatan ibu dan anak karena ASI yang akan dihasilkan akan berkualitas rendah.

Zat gizi yang dibutuhkan antara lain: Energi


Karena kondisi ibu yang sedang hamil, maka membutuhkan tambahan masukan energi untuk mencukupi kebutuhan untuk ibu dan janin.

Protein Tambahan protein dibutukan sebesar 16 g/hari untuk 6 bulan pertama. Pada 6 bulan kedua dibutuhkan protein sekitar 12 g/hari dan untuk tahun kedua dibutuhkan sebesar 11g/hari. Zat besi Terdapat sebanyak 0,3 mg/ hari dikeluarkan dalam bentuk ASI. Rata-rata
kebutuhan zat besi untuk 6 bulan pertama menyusui adalah 1,1 mg/hari.

Kalsium

Diperlukan tambahan dalam jumlah yang cukup besar sekitar 400 mg, karena dalam proses produksi ASI, tubuh juga menjaga konsenterasi kalsiun dalam ASI relative konstan baik dalam kondisi intake kalsium cukup atau kurang.
Vitamin D

Penting untuk kesehatan gigi dan pertumbuhan tulang Vitamin B-6 Memetabolisme lemak dan protein, memfasilitasi pertumbuhan sel, mendukung syaraf dan sistem kekebalan. Folic Acid (Asam folat) Mensintesis DNA dan membantu dalam pembelahan sel. Vitamin B-12 Mendukung sistem saraf dan produksi sel darah merah

Zinc (Seng) Mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan penting dalam penyembuhan luka. Kandungan vitamin dan mineral dapat memastikan bahwa ibu dan bayi memperoleh nutrisi yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Semua gizi tersebut dapat didapatkan pada: Sayur-sayuran Sayuran merupakan sumber utama makanan yang kaya zat besi, serat, asam folat, beta-carotene, vitamin C, lycopene, flavonoids dan betaglucans Makan-makanan kaya zat besi membantu memelihara tingkat energi Anda sekaligus mampu mencegah anemia.

Buah-buahan Buah yang sehat dan warnanya terang bagus dikonsumsi setelah makan. Kandungan vitamin A, B, K, dan C dalam buah baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh ibu dan bayi. Asupan buah juga membantu tubuh penyerapan zat besi. Kacang-kacangan Kacang mengandung banyak protein dan merupakan sumber lemak sehat. Protein penting memperbaiki sel-sel vital dalam tubuh. Banyak kacang-kacangan yang juga mengandung vitamin B, E, C, folat, kalium, kalsium, magnesium dan fosfor. Tingkat cukup kalsium diperlukan untuk membangun tulang yang sehat dan gigi. Ikan Ikan tinggi omega 3 yang penting bagi pertumbuhan bayi.

Hal yang paling penting dalam memenuhi gizi adalah menjaga pola makanan .Berikut adalah Syarat gizi seimbang untuk ibu menyusui : Tinggi kalori dan protein Cukup vitamin dan mineral Mudah dicerna dan tidak merangsang Tinggi cairan : 800 1000 ml/hr Tinggi konsumsi cairan dan buah segar Susunan menu bervariasi dan seimbang

a. Dampak Kekurangan Gizi Ibu Menyusui Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbuh kembang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena infeksi. Kekurangan zat-zat esensial menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang. B. Pengaruh Status Gizi Ibu Pada Sukses Menyusui Bila kebutuhan energi wanita usia reproduksi sebesar 2100 kcal / hari, seorang ibu menyusui memerlukan asupan rata-rata 2700 kcal dalam kesehariannya. Tambahan sebesar 500 700 kkal tersebut tak lain diperlukan untuk keperluan Biosintesis ASI. 200 kcal ternyata telah tersedia di tubuh ibu berupa cadangan deposit yang telah di bentuk sejak dimulainya proses masa kehamilan. Sisa 300 500 kcal / hari lah yang baru di harapkan diperoleh dari intake makanan keseharian sang ibu.

Saat menyusui minuman keras sebisa mungkin dihindari. Selain itu merokok selama menyusui dapat membahayakan bayi dan mengurangi produksi susu. Penggunaan pil KB selama menyusui harus dihindari sebab dampak jangka panjang hormon dalam pil masih belum diketahui. Pil KB juga diketahui mengurangi produksi susu. Namun, pil POP (Progesteron Only Pil / low-dose) tidak mempengaruhi produksi susu, dan pada kasus khusus pil ini boleh di gunakan (misalnya pada kasus ibu Diabetes yang tidak boleh hamil). Namun, kebanyakan wanita sebaiknya menggunakan metode KB alamiah, kondom, atau IUD daripada menggunakan KB hormonal.

Anda mungkin juga menyukai