Anda di halaman 1dari 5

Hidrodinamika - 14/2/13 Partikel bisa berpindah temapt atau bertranslasi, tetapi partikel itu tidak dapat berdeformasi.

Ini terjadi karena patile fluida itu berupa material titik.Oleh karena itu gerak translasi-deformasirotasi disebut sebagai gerak fluida bukan gerak partikel fluida.

Jika sebuah partikel melakukan translasi, ia akan berpindah dari titik A ke titik B tanpa berotasi atau berubah bentuk. Rotasi adalah gerak yang berputar merubaha koordinat saja tanpa merubaha bentuk (maksudnya tanpa distorsi. Pada kasus rotasi ini syarat yang berlaku itu adalah kebalikan dari deformasi sudut. Untuk gerak deformasi sendiri dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu deformasi linier (dilatasi) dan deformasi sudut. Deformasi Linier disebut juga volumetric deformation atau dilatasi. Pada gerak fluida ini terjadi perubahan bentuk (shape) tanpa terjadi perubahan orientasi dari elemen yang ada, jadi bidang yang pada awalnya tegak lurus terhadap elemen akan tetap tegak lurus. Selama terjadi deformasi linier, bentuk dari elemen fluida di deskripsikan oleh sudut pada vertikalnya (yang tetap tidak berubah). Elemen fluida hanya akan berubah panjang pada komponen sumbu-x saja jika perubahan kecepatan u terhadap perubahan x tidak sama dengan nol. Hal yang sama juga berlaku untuk dimensi sumbu-y dan sumbu-z. Dengan kata lain agar dilatasi deformasi terjadi maka perubahaan kecepatan u terhadap perubahan jarak x atau perubahan kecepatan v terhadap perubahan jarak y atau perubahan kecepatan w terhadap perubahan jarak z tidak boleh sama dengan nol (boleh lebih besar dari nol atau lebih kecil dari nol).

Jika kecepatannya homogen, hanya terjadi gerak translasi saja. jika kecepatannya =0, tidak terjadi translasi. Gerak translasi terjadi jika perubahan luas. Dengan menggunakan Deret Taylor : Konsep kontinum Dari persamaan diatas hanya digunakan dua suku pertama saja sehingga menjadi : , pada kondisi ini tidak terjadi perubahan bentuk ataupun

u(x) berarti kecepatan di titk x sedangkan u(x+dx) adalah kecepatan u di titik (x+dx) KUIS : diketahui ditanyakan : 1) 2) 3) apakah perumusan kecepatan diatas memenuhi konsep kontinum? gambarkan kecepatan disepanjang garis AB dan CD ! Gambarkan perubahan elemen fluida ABCD yang diketahui diatas setelah dt! dengan titik A(0,0), B(0,1), C(1,1), D(1,0)

JAWAB :

Deformasi Sudut ini menyebabkan distorsi elemen, yang pada awalnya bidang tersebut tegak lurus menjadi tidak tegak lurus lagi. Perubahan dalam deformasi sudut menyebabkan partikel fluida bergerak berbelok atau melengkung. Dalam deformasi sudut terdapat perubahan luas dari penampang fluida tersebut (jika dilihat secara 2D). Gaya inersia yang diakibatkan oleh deformasi sudut akan melakukan perlawanan dengan cara mengarahkan partikel fluida untuk bergerak lurus. Perlu diingat jika laju perubahan deformasi linear adalah perubahan kecepatan u terhadap perubahan jarak x dan perubahan kecepatan v terhadap perubahan jarak y. Sedangkan perubahan deformasi sudut adalah setengah dari laju perubahan deformasi linear. Adapun syarat terjadinya deformasi sudut untuk 2D sebagai berikut, B3 B2 B1 C2 C4 C3 C1

A1

D1

Perlu diingat, jika laju perubahan deformasi liniear adalah deformasi sudut adalah .

, sedangkan laju perubahan

DAFTAR PUSTAKA Cengel, Yunus A., John M. Cimbala, Fluid Mechanics fundamentals and applications 2nd edition, McGraw Hill : New York, 2010. http://nptel.iitm.ac.in/courses/Webcourse-contents/IIT-KANPUR/FLUID-MECHANICS/lecture-8/83_trans_fluid.htm (Selasa, 19 Februari 2013) http://nptel.iitm.ac.in/courses/Webcourse-contents/IIT-KANPUR/FLUID-MECHANICS/lecture-8/84_deform_fluid.html http://www.seas.upenn.edu/~meam302/Chapter6.pdf http://mrsdrpoe.blogspot.com/2011/07/mrsdrpoe-fluid-kinematics.html

PENGAYAAN MATERI HIDRODINAMIKA


Pertemuan Minggu Ke-4 ; 214 Februari 2013 Gerak Elemen Fluida - Translasi, Deformasi Linear, Deformasi Sudut

Oleh : Astrini Nurul Sentanu 129 10 016

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI FAKULTASI ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013