Anda di halaman 1dari 10

KUIS I 11 April 2013

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gaya badan dan permukaan! Berikan contoh
masing-masing gayanya 3 buah.
2. Tuliskan gaya-gaya yang bekerja pada aliran air sungai. Berikan penjelasannya.
Jawab :
1. Gaya badan adalah gaya yang bekerja pada seluruh partikel fluida. Contohnya
adalah gaya gravitasi, gaya coriolis, dan gaya tekanan hidrostatik. Gaya permukaan
adalah gaya yang bekerja pada permukaan lapisan fluida. Contoh dari gaya
permukaan adlaah gaya gesekan dasar, gaya gesekan antar lapisan fluida, gaya
gesekan permukaan dengan angin.
2. Pada aliran sungai bekerja gaya :
a. Gaya gravitasi
b. Gaya akibat gradien tekanan
c. Gaya gesekan dasar
d. Gaya gesekan antar lapisan
KUIS II 11 April 2013
Rumuskan keseimbangan gaya yang bekerja pada pelampung yang berada di samudera
pasifik selatan di lintang 30 dan bergerak terbawa arus dari barat ke timur.
Jawab :
Pada kasus ini, pelampun di BBS yang bergerak dari barat ke timur (searah dengan rotasi
bumi) akan dipengaruhi oleh gaya coriolis sehingga berbelok ke lintang lebih rendah
(mendekati ekuator).
Gaya-gaya yang bekerjapada pelampung adalah:
a. Gaya gravitasi bumi ke arah sumbu-z
b. Gaya coriolis
c. Gaya tekanan atmosfer karena di permukaan
d. Gaya apung
e. Gaya yang disebabkan oleh angin
f. Gaya gesek air laut dengan pelampung
BAB 6 APPLIED FORCE
Ada dua macam dari jenis-jenis gaya yang dibahas dalam konteks hidrodinamika yaitu
Internal Force (gaya internal) dan External Force (gaya eksternal).
Gaya Internal :
o Hasil interaksi bagian dalam massa fluida
o Aksi = reaksi
o Seimbag dalam pasangan
o Penjumlahannya nol
Gaya Eksternal adalah gaya yang berperan dalam pergerakan fluida.
o Surface Force atau gaya permukaan
o Body Force atau gaya badan

Body Force atau Gaya Badan adalah gaya yang bekerja pada seluruh bagian parikel fluida
yang ada pada fluida tersebut. Contoh dari gaya badan adalah Gaya Kapiler dan Gaya
Geostropik.
Surface Force atau yang disebut dengan gaya permukaan adalah gaya yang bekerja di
permukaan fluida. Permukaan disini bukan berarti gaya ini hanya ada di permukaan fluida
tetapi bisa terjadi dipermukaan antar lapisan fluida. Gaya permukaan antar lapisan fluida
itu bisa terjadi misalnya ketika kedua lapisan tersebut memiliki kecepatan yang sama tetapi
massa jenisnya berbeda
Gaya-gaya yang bekerja pada air laut tinjauan skala besar (samudera) adalah gaya coriolis,
gaya gravitasi, gaya gesekan dasar, gaya gesekan angin, gaya tarik bulan dan matahari
(pasang surut), gaya gesekan antar lapisan, dan gaya akibat stress gelombang yang
menyebabkan arus sejajar pantai.
Longshore current dibangkitkan oleh angin yg kemudian terpadat pengaruh pendangkalan
yg menyebabkan refraksi sehingga ada gerakan swash-backswash yang jika di jumlahkan
arah geraknya adalah sejajar pantai. Gaya-gaya yang bekerja pada longshore current
adalah gaya gesekan permukaan antara lapisan, gaya gesekan dasar, gaya gesekan angin,
stress gelombang, dan gravitasi.

Gaya Tekanan atau Pressure Force adalah hasil dari komponen gaya normal dari gaya
molekuler didekat batas. Kita sudah ketahui jika gaya tekanan selalu tegak lurus pada
bidang permukaan.
n
F
P
A
=




P
x
adalah gaya tekanan yang bekerja pada bidang ADFC
P
y
adalah gaya tekanan yang bekerja pada bidang ABED
Pada sumbu-x, gaya-gaya yang sejajar dengan sumbu-x adalah :
( ) sin .( ) 0
x
P dydx P dsdz o =
( sin ) ( sin ) 0
x
P ds dz P ds dz o o =
. .sin ( ) 0
x
ds dz P P o =
( ) 0
x
P P =
maka kita dapatkan,
x
P P =
Pada sumbu-y, gaya-gaya yang sejajar dengan sumbu-y adalah :
.
. . . .cos . . . . 0
2
y
dx dy
P dx dz Pds dz g dz o =
Karena dx dan dy sangat kecil sekali (medekati nol) maka kita asumsikan dx dan dy
= 0
P
x
dy

dx

P
y
A
B


C

ds

P


A

B

C

D

E

F

A

B

C

D

E

F

G

H

dx


. .cos . .cos 0 0
y
P ds Pds o o =
.cos ( ) 0
y
ds P P o =
Maka kita dapatkan juga,
y
P P =
Dari penjabaran di sumbu-x dan di sumbu-y kita ketahui jika
x y z
P P P P = = = , yang
artinya pada kondisi normal, gaya tekanan adalah sama untuk semua arah pada suatu
partikel fluida.

P
x
c
c
adalah perubahan tekanan kearah
sumbu x, dan penguraian tekanan disini
diuraikan dengan deret taylor sederhana.
Jika 0
P
x
c
=
c
maka fluida tersebut akan diam.
Sedangkan kalau
P
P P
x
c
> +
c
, maka fluida akan bergerak dari kiri ke kanan. Proses inilah
yang terjadi pada arus termohalin di laut. Keadaan
1 2
P P = bisa terjadi karena
(densitasi)nya beda tetapi z (kedalaman)nya sama atau ketika nya sama tetapi z-nya
berbeda.
Perhatikan gambar 8.2 ,
gaya yang bekerja pada bidang ABCD adalah ,
P LuasABCD Pdydyz =
sedangkan gaya yang bekerja pada bidang EFGH adalah,
P P
P dx LuasEFGH P dx dydz
x x
c c | | | |
+ = +
| |
c c
\ . \ .

Sehingga kita dapati perbedaan gaya tekanannya :
P
P dx
x
c
+
c
P
gambar 8.2
Sumbu-x :
P
dxdydz
x
c

c
atau
P
volume
x
c
A
c

Sumbu-y :
P
dxdydz
y
c

c
atau
P
volume
y
c
A
c

Sumbu-z :
P
dxdydz
z
c

c
atau
P
volume
z
c
A
c

Laju perubahan gaya tekanan perunit volume dalam bentuk vektor adalah : P V atau
( ) grad P

P P P
P i j k
x y z
c c c
V =
c c c

Gaya yang menekan partikel fluida dimanapun titiknya (posisinya) adalah sama dengan
P V (untuk elemen kubus). Dalam persatuan volume ini gayanya adalah homogen.

Gerak Fluida & Gradien Tekanan
Gerak fluida itu tidak ditentukan oleh nilai absolut tekanan tetapi ditentukan oleh
perbedaan tekanannya antara titik/lokasi. Misalnya kalai di titik A tekanannya adalah
10,000 milibar dan di titik B juga memiliki tekanan yang sama maka tidak ada perbedaan
tekanan sehingga fluida tersebut diam saja. Sedangkan kalau titik A memiliki tekanan
20,000 milibar sedangkan di titik B adalah 10,000 milibar maka partikel fluida tersebut
akan bergerak dari titk A ke titik B. Partikel fluida akan bergerak dari titik yang bertekanan
tinggi menuju titik yang bertekanan rendah.
Contoh lainnya adalah gerak aliran di sungai yang bergerak airnya dari tempat yang tinggi
ke tempat yang rendah. Ini karena adanya perbedaan tekanan antara hulu (diatas) dengan di
hilir (dibawah).
Tekanan & Gravitasi
Gaya total yang disebabkan oleh gaya tekanan dan gaya gravitasi per unit volume adalah
sebagai berikut :
Ph adalah tekanan hidrostatis sedangkan P atm
adalah tekanan atmosfer. Tekanan absolut adalah
penjumlahan tekanan atmosfer dengan tekanan
hidrostatis, sedangkan tekanan relatif hanya
tekanan hidrostatis saja.
Pada keadaan fluida bergerak atau dinamik
misalnya air laut yang bergelombang, akan ada perbedaan elevasi atau ketinggian muka
air, maka rumus tekanannya akan berubah.
Didasar perarian tekanan totalnya adalah
. .( )
atm
P P g H q = + +





GAYA VISKUS
Dalam tinjauan hidrodinamika kita telah mengasumsikan bahwa gaya hanya pada sebidang
fluida adalah gaya yang diakibatkan gradien tekanan, tetapi ada juga gaya lain yang
mengakibatkan transfer (pertukaran) momentum yaitu gaya viskus
Gaya viskus adalah gaya yang ditimbulkan akibat adanya viskositas fluida yang
disebabkan oleh transfer momentum secara molekular atau lebih mudahnya akibat adanya
perbedaan kecepatan. Setelah terjadi perbedaan kecepatan antar lapisan akan ada gesekan,
itulah gaya viskus. Gaya viskus terdapat dua macam yaitu gaya gesek dan gaya geser.
Gaya Viskus :
u
y
t
c
=
c

gambar 8.3
gambar 8.4
D A S A R P E R A I R A N
Gaya viskus adalah luas permukaan dimana tegangan geser bekerja. Gaya viskus juga
dapat dikatakan sebagai penjumlah dari gaya dari transfer momentum dan gaya untuk
mengatasi kohesi. Aliran turbulen terjadi jika gaya inersia bertambah dan menjadi lebih
besar dari gaya viskus, aliran laminer akan terjadi ketika gaya viskus lebih besar dari gaya
inersia.
Jika
2
0 V V ~ maka gaya viskus bisa diabaikan. Gaya viskus itu tidak ada pada fluida ideal.
Hal ini terjadi kareana tidak ada perbedaan kecepatan. Pada fluida encer gaya viskus juga
diabaikan karena
2
V V sangat kecil sekali, misalnya di atmosfer.
Terkadang kita juga melakukan pengabaian bagian dari suku-suku gesekan. Ini karena
perbedaan yang ada sangat kecil, bukan karena nilai kecepatannya yang kecil.
Misalnya
2 2
2 2
u u
x y
c c
<<
c c
; maka
2
2
u
x
c
c
dapat kita abaikan. Semakin besar kekental fluida maka
gaya viskusnya juga semakin besar.
Gaya Permukaan terdiri dari gaya tekanan dan gaya viskus (gesekan / geser). Tanpa
melihat sifat atau proses fisisnya, gaya permukaan secara teoritis dapat dirumuskan secara
umum untuk berbagai macam gerak seperti nonviskus pada fluida ideal, dan viskus atau
gerak turbulen pada fluida rill (fluida nyata), serta berbagai macam fluida yaitu fluida
incompressible dan fluida compressible.

Gaya geser ada karena viskositas fluida dan karena adanya transfer momentum
molekul. Gaya gesekan t diasumsikan proporsional dengan koefisien viskositas dan
dengan perubahan deformasi angular (deformasi sudut).
Gaya gesek dan gaya geser itu tidak persis sama. Maksudnya nilai dari gaya gesek
dan gaya geser itu belum tentu sama dan arahnya juga belum tentu berlawanan, kalau nilai
besar kedua gaya tersebut sama dan arahnya pasti berlawanan maka benda atau partikel
fluida tersebut tidak bergerak.
Jika energi kinetinya habis maka momentumnya akan sama dengan nol, maka
elemen fluida tersebut tidak akan bergerak.
gaya geser, (gaya per satuan luas) pada suatu partikel luida memiliki 9 komponen
(secara lengkapnya). Karena komponen gaya geser bukan hanya di definisikan pada arah
gaya itu bekerja tetapi juga, tapi juga orientasi permukaan dimana gaya tersebut bekerja.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/76318296/Fisika-Fluida
http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/chapter_ii/06540021-slamet-sri-wahyuni.ps
http://www.scribd.com/doc/51150187/6/Viskositas
http://www.seas.upenn.edu/~meam302/Chapter6.pdf
Marine Hydrodynamics, Fall 2011 MIT - Department of Mechanical Engineering Lecture 3 :
http://web.mit.edu/2.20/www/lectures/lec03/lecture3.pdf
Mihardja, Dadang Kurnia. Slide Kuliah Hidrodinamika Applied Force
Bernard L.M. And Introduction to Hydrodynamics and Water Waves, Springer : 1976


PENGAYAAN MATERI HIDRODINAMIKA
Pertemuan Minggu Ke-12; 11 April 2013
Bab VI Gaya-gaya yang bekerja
Gaya viskus




Oleh :
Astrini Nurul Sentanu
129 10 016





PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI
FAKULTASI ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2013