Anda di halaman 1dari 7

SKENARIO V.4.

1 : PENYEBARAN PENYAKIT

LEARNING OBJECTIVES :

1. Memahami dan mampu menjelaskan konsep perjalanan alamiah penyakit 2. Memahami dan mampu menjelaskan model-model terjadinya penyakit 3. Memahami dan mampu menjelaskan tahap-tahap pencegahan penyakit Suatu TIM :DEPKES melakukan pengamatan terhadap tingginya kasus hepatitis A di SKENARIO kecamatan terpencil di KALBAR yang berpenduduk 23.000 jiwa. Kegiatan sehari hari masyarakat tergantung pada sungai (mandi, cuci, kakus dan kebutuhan air minum). Pengamatan selama 4 tahun dan ditemukan gejala-gejala hepatitis A dari yang sangat ringan sampai berat. Gejala ini dapat berthan berminggu-minggu dan cendrung kambuh. Kasus yang sangat ringan tidak nampak ikterus tetapi bilirubin dalam urine positip. Distribusi frekuensi penderita : Tahun 2005 : Attack Rate (AR) = 7,3 % Tahun 2006 : Attack Rate (AR) = 20,5 % Tahun 2007 : Attack Rate (AR) = 15,7 %
TUGAS MAHASISWA : Diskusikan dengan cara seven jump steps Pertanyaan : 1. Beberapa model tentang faktor-faktor yang berpengaruh untuk terjadinya penyakit 2. Natural history of disease, jelaskan a. Pengertian b. Hubungan dengan pencegah penyakit - Primer, contohnya - Sekunder, contohnya - Tersier, contohnya

Tahun 2008 : Attack Rate (AR) = 6,2 %

3. Iceberg phenomena jelaskan 4. Dengan menguraikan setiap faktor penentu penting yang ada pada Agent, Host dan Lingkungan berikan alternatif untuk mengendalikan penyebaran kasus diatas Self Evaluation 1. Jelaskan faktor determinan kejadian penyakit,menurut model-model : 2. 3. 4. 5. 6. a) Segitiga epidemiologi b) model Wheels c) model Blum; Salah satu faktor dari model Blum adalah pelayanan kesehatan. Pada model Wheels, faktor ini masuk ke faktor apa? Sama dengan no. 2 untuk factor perilaku. Dimana tempatnya dalam model Wheels ataupun model segitiga epidemiologi. Apa perbedaan natural history dari : HIV/AIDS, DHF, Coronary disease, atau stroke. Mengapa amat penting untuk mengetahui faktor determinan dan natural history dari penyakit. Dari ketiga tahap pencegahan (primary, secondary and tertiary prevention); manakah yang efektif untuk penyakit-penyakit berikut : 7. DHF, HIV/AIDS, Diare, Kecelakaan lalu lintas, Penyakit jantung koroner, Stroke, Tbc, Flu-burung. Jelaskan alasannya. Promosi kesehatan sebenarnya adalah Health Education Plus yang terdiri dari : a) Health Education atau Behavior Intervention b) Structural Intervention policy or regulation. Berikan contoh-contohnya untuk beberapa keadaan berikut : Kecelakaan lalu lintas, Under nutrition/KKP, penyakit-penyakit akibat kebiasaan merokok. Jelaskan pengertian iceberg phenomena dan konsekuensinya dalam pencegahan penyakit terkait dengan akurasi data yang tersedia di primary health services dokter praktek, bidan praktek, puskesmas, klinik private dan di secondary health services (RSU Kab/ Prov/ Nasional).

8.

Referensi : 1. Azwar, A (1999) : Pengantar Epidemiologi. Binarupa Aksara, Jakarta. 2. Wirawan, D.N (2005) : Handout 1 Epidemiologi Dasar. Bagian IKK IKP, FK. Udayana, Denpasar.

MODUL V.4. PENELITIAN KESEHATAN JAWABAN MINIMAL TERHADAP SKENARIO / KASUS I. SKENARIO V.4.1 PENYEBARAN PENYAKIT HEPATITIS A Hepatitis virus A akut adalah infeksi sistemik akut pada hati oleh virus hepatitis A. Masa inkubasi pendek, sangat menular, transmisi secara fekal oral. Lebih banyak menyerang golongan ekonomi rendah dengan keadaan lingkungan yang buruk. Perbaikan sanitasi dan tingkat ekonomi dapat mengurangi prevalensi hepatitis-A Manifestasi klinis bervariasi dari yang asimtomatis samapi kasus yang ikterus berat.

I.a. Model terjadinya penyakit yang sederhana adalah Model GORDON (Model Segitiga Epidemiologi) dimana terdapat tiga elemen yang saling berinteraksi : A = agent / penyebab penyakit. H = Host / penjamu / manusia atau populasi yang berisiko tinggi. L = Lingkungan / Environment. I.b Model WHEELS (RODA) Host dianggap pusat dari roda dengan factor genetic sebagai intinya. Untuk terjadinya penyakit, host dipengaruhi (dikelilingi) oleh factor lingkungan yang terdiri dari lingkungan biologis, lingkungan fisik dan lingkungan social. I.c MODEL H.L. BLUM. Ada 4 faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya penyakit yaitu factor genetic, perilaku masyarakat, lingkunga dan tersedianya pelayanan kesehatan.

2. Natural History of Diseas = Riwayat Alamiah Perjalanan Penyakit a. Pengertian Ketika seseorang jatuh sakit, maka ia mengalami proses perubahan patologis yang bervariasi antara satu penyakit dan penyakit lainnya. Demikian pula akibat yang dialami seseorang setelah sakit beragam, ada yang sembuh dan kebal, sembuh tetapi ada cacat atau meninggal. Riwayat Alamiah Perjalanan Penyakit mempunyai 4 (empat) fase. 1) Fase rentan (susceptibility phase) : Dimana terjadi interaksi agent dan host namun belum menampakkan gejala klinis sakit, contoh : kebiasaan merokok dan kejadian Ca paru dimana kebiasan merokok merupakan factor risiko terhadap Ca paru. 2) Fase Subklinis = fase pre simtomatis Adalah tahap berlangsungnya proses perubahan patologis yang diakhiri dengan keadaan irreversible (manifestasi penyakit). Contoh : Perubahan atero sklerosis pada artenia coronaria sebelum seseorang memperlihatkan tanda dan gejala PJK (penyakit jantung koroner)

3) Fase Klinis : Perubahan patologis pada organ telah cukup banyak sehingga tanda dan gejala penyakit mulai dapat dideteksi mulai yang ringan sampai berat. Contoh : - Suhu tubuh 40 C -Nampak tanda-tanda syok hipovolumik 4) Fase Terminal (Recovery, disability, or death) Terlihat dampak dari penyakit yaitu sembuh sponstan, perubahan beratnya penyakit, terjadi cacat atau kematian.

2.1 Hubungan dengan pencegahan penyakit.

1) Pencegahan primer dapat dilakukan pada fase susceptibility, misalnya : Penyuluhan gizi seimbang pada yang berisiko PJK. 2) Pencegahan sekunder dilakukan pada fase subklinis, misalnya : Pemeriksaan PAP smear bagi wanita yang berisiko terhadap Ca cervix. 3) Pencegahan Tersier dilakukan pada fase klinis, misalnya : Pengobatan yang adekurat untuk menghindari kecatatan. Rehabilitasi medic bila sudah terjadi kecacatan.

3. ICEBERG PHENOMENA = METAFORA GUNUNG ES Ekspresi sejumlah besar penyakit dapat diibaratkan sebagai GUNUNG ES dimana yang Nampak dipermukaan hanyalah kasus-kasus yang berat, sedangkan yang subklinis, asimtomatik, carrier, sulit didekteksi sehingga penyebaran penyakit (penularan) sulit ditangani. Contoh : infeksi HIV dan AIDS.

4. Pengendalian Penyebaran Penyakit / kasus 1) Agent (virus hepatitis A) menular melalui jalur FECAL ORAL, sehingga yang perlu ditangani adalah : 2) HOST yang sakit dirawat, diobati sampai sembuh yang tidak nampak sakit (carrier) skrining pemeriksaan darah untuk menentukan adanya Anti-HA. penyuluhan untuk perubahan perilaku tidak lagi memanfaatkan sungai sebagai satu Satunya fasilitas untuk memenuhi kebutuhan air minum, mandi, cuci, kakus. 3) Lingkungan : perbaiki sanitasi lingkungan dengan membangun sarana air bersih dan MCK diluar sungai.

SKENARIO V.4.3. PENELITIAN EPIDEMIOLOGI

JAWABAN MINIMAL ATAS PERTANYAAN 1. Jenis penelitian epidemiologi : a. Deskriptip b. Analitik : b.1. Eksperimental b.2. Observasional Kohort Kasus-kontrol Cross sectional suatu studi yang pengukuran variable-variabelnya dilakukan hanya satu kali atau pada satu saat, sehingga sulit untuk menentukan sebab dan akibat karena pengembalian data factor risiko dan efek dilakukan pada saat yang bersamaan (temporal relationship tidak jelas). Penelitian ini dapat dipakai untuk penelitian deskriptip, penelitian perbandingan atau penelitian factor risiko sebagai variable bebas dan efek sebagai variable tergantung. Bila factor risiko hanya satu dan berskala nominal dikatom dan efek juga berskala nominal dikatom, maka dapat diperoleh rasio prevalens, yaitu perbandingan antara prevalens efek pada kelompok dengan risiko dan pada kelompok tanpa risiko. Rasio prevalens sebenarnya hanya estimasi dari risiko-relatif (RR) yang pada penelitian kohort atau Odd Ratio (OR) pada penelitian kasus control. Prevalens adalah jumlah subyek dengan efek disbanding seluruh subyek.

2. a. Penelitian deskriptip mempelajari frekuensi, kecendrungan dan distribusi penyakit menurut man, place, time serta natural history of diseases. b. penelitian analitik mempelajari efek dari exposure (terpapar) dan factorfaktor risiko yang dihipotesakan mempunyai hubungan dengan kejadian penyakit. Beberapa factor risiko dapat dimodifikasi sehingga bermanfaat untuk upaya pencegahan penyakit, misalnya mengkonsumsi zat gizi tertentu untuk mencegah obesitas. 3. Pada kasus diatas, karena pengukuran variabel hanya pada satu saat, termasuk penelitian cross-sectional. 4. Pada kasus diatas hanya dapat dihitung prevalensi dan rasio prevalens Prevalen BB < 2500 g = 25 X 100% = 12,5% 200 Rasio Prevalensi = 10 dengan berat bayi 50 OR = 10 1 : 4. 200 = 40 200 : 15 = 2 ada hubungan positip antara usia ibu

150 = 0,25 risiko mendapat bayi kecil pada ibu muda adalah