Anda di halaman 1dari 21

Model Praktik Keperawatan Professional di Ruang Anak

Disusun Oleh : Iswardi Jeffry Kurniawan Khatib Roydavi Lili Yuslianti Masriadi Masrul Melisa Susanti Misbakhul Najmi Muthmaniinah Novallia Lestari II-Swadana A

A. Pengertian MPKP
Model praktik keperawatan profesional (MPKP) adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai-nilai profesional), yang memfasilitasi perawat profesional, mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk lingkungan tempat asuhan tersebut diberikan. (Ratna sitorus & Yulia, 2006).

B. Tingkatan MPKP
1.Model praktek Keperawatan Profesional III Tenaga perawat yang akan bekerja di ruangan ini semua profesional dan ada yang sudah doktor, sehingga praktik keperawatan berdasarkan evidence based. Di ruangan tersebut juga dilakukan penelitian keperawatan, khususnya penelitian klinis. 2.Model Praktek Keperawatan Profesional II Tenaga perawat yang bekerja di ruangan ini mempunyai kemampuan spesialis yang dapat memberikan konsultasi kepada perawat primer. Di ruangan ini digunakan hasil-hasil penelitian keperawatan dan melakukan penelitian keperawatan.

Lanjutan
3.Model Praktek Keperawatan Profesional I Model ini menggunakan 3 komponen utama yaitu ketenagaan, metode pemberian asuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan. Metode yang digunakan pada model ini adalah kombinasi metode keperawatan primer dan metode tim yang disebut tim primer. 4.Model Praktek Keperawatan Profesional Pemula Model ini menyerupai MPKP I, tetapi baru tahap awal pengembangan yang akan menuju profesional I.

C.Tujuan MPKP
1.

2.

3.

4.
5.

Menjaga konsistensi asuhan keperawatan. Mengurangi konflik, tumpang tindih dan kekososongan pelaksanaan asuhan keperawatan oleh tim keperawatan. Menciptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan. Memberikan pedoman dalam menentukan kebijakan dan keputusan. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan keperawatan bagi setiap tim keperawatan.

D. Pilar Pilar MPKP


1.

Pilar I : Pendekatan manajemen keperawatan. Pada pilar I yaitu pendekatan manajemen terdiri dari :
a. b.

c. d. e.

Perencanaan dengan kegiatan perencanaan yang dipakai di ruang MPKP Pengorganisasian dengan menyusun stuktur organisasi, jadwal dinas dan daftar alokasi pasien. Pengarahan. Pengawasan Pengendalian.

Lanjutan
2.Pilar II: Sistem penghargaan Manajemen sumber daya manusia diruang model praktik keperawatan professional berfokus pada proses rekruitmen,seleksi kerja orientasi, penilaian kinerja, staf perawat. 3.Pilar III: Hubungan professional Hubungan professional dalam pemberian pelayanan keperawatan (tim kesehatan) dalam penerima palayana keperawatan (klien dan keluarga). 4.Pilar IV : manajemen asuhan keperawatan Salah satu pilar praktik professional perawatan adalah pelayanan keperawat dengan mengunakan manajemen asuhan keperawatan di MPKP tertentu.

E. Metode Asuhan Keperawatan Tim


Yaitu pengorganisasian pelayanan keperawatan oleh sekelompok perawat. Kelompok ini dipimpin oleh perawat yang berijazah dan berpengalaman serta memiliki pengetahuan dalam bidangnya. Metode ini menggunkan tim yang terdiri dari anggota yang berbeda-beda dalam memberikan askep terhadap sekelompok pasien. Ketua tim Pelaksana perawatan Pembantu perawatan

Adapun tujuan dari perawatan tim adalah : memberikan asuhan yang lebih baik dengan menggunakan tenaga yang tersedia.
Kelebihan metode tim : Saling memberi pengalaman antar sesama tim. Pasien dilayani secara komfrehesif Terciptanya kaderisasi kepemimpinan Tercipta kerja sama yang baik . Memberi kepuasan anggota tim dalam hubungan interpersonal Memungkinkan menyatukan anggota tim yang berbeda-beda dengan aman dan efektif.

Kekurangan metode tim:

Tim yang satu tidak mengetahui mengenai pasien yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Rapat tim memerlukan waktu sehingga pada situasi sibuk rapat tim ditiadakan atau terburu-buru sehingga dapat mengakibatkan komunikasi dan koordinasi antar anggota tim terganggu sehingga kelanncaran tugas terhambat. Perawat yang belum terampil dan belum berpengalaman selalu tergantung atau berlindung kepada anggota tim yang mampu atau ketua tim. Akuntabilitas dalam tim kabur.

1. Peran Kepala Ruang dalam tahap:


a)

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

Pengkajian : Mengidentifikasi masalah terkait fungsi manajamen Perencanaan : Fungsi perencanaan dan fungsi ketenagaan: Menunjuk Ketua Tim Mengikuti serah terima klien Mengidentifikasi tingkat ketergantungan Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan Merencanakan logistik ruangan/fasilitas ruangan Melakukan pendokumentasian

Lanjutan
Implementasi : a)Fungsi pengorganisasian : 1)Merumuskan system penugasan 2)Menjelaskan rincian tugas Ketua Tim 3)Menjelaskan rentang kendali di ruang rawat 4)Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan diruang rawat 5)Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan/fsilitas ruangan 6)Mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktik 7)Mendelegasikan tugas kepada ketua Tim

b)Fungsi pengarahan: 1)Memberikan pengarahan kepada ketua Tim 2)Memberikan motivasi dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap anggota Tim 3)Memberi pujian kepada anggota Tim yang melaksanakan tugas dengan baik 4)Membimbing bawahan 5)Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim 6)Melakukan supervise 7)Memberikan informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan yankep diruangan 8)Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.

Evaluasi
a) Fungsi pengendalian: 1)Mengevaluasi kinerja katim 2)Memberikan umpan balik pada kinerja ketua tim 3)Mengatasi masalah di ruang rawat dan menetapkan tidak lanjut 4)Memperhatikan aspek legal dan etik keperawatan 5)Melakukan pelaporan dan pendokumentasian

2. Peran Ketua Tim dalam tahap :


Pengkajian : mengumpukan data kesehatan klien Perencanaan : a)Fungsi perencanaan dan ketenagaan : 1) Bersama Karu melaksanakan serah terima tugas 2) Bersama karu melaksanakan pembagian tugas 3) Menyusun rencana asuhan keperawatan 4) Menyiapkan keperluan untuk melaksanakan asuhan keperawatan 5) Melakukan ronde keperawatan bersama kepala ruangan 6) Mengorientasikan klien baru pada lingkungan 7) Melakukan pelaporan dan pendokumantasian

Lanjutan

a) 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) b) 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

Implementasi : Fungsi pengorganisasian: Menjelaskan tujuan pengorganisasian tim keperawatan Membagi pekerjaan sesuai tingkat ketergantungan pasien Membuat rincian tugas anggota tim dalam keperawatan Mampu mengkoordinir pekerjaan yang harus dilakukan bersama tim kesehatan lain Mengatur waktu istirahat anggota tim Mendelegasikan proses asuhan keperawatan pada anggota tim Melakukan pelaporan dan pendokumentasian Fungsi pengarahan : Memberikan pengarahan kepada anggota tim Memberikan bimbingan pada anggota tim Memberikan infromasi yang berhubungan dengan askep Mengawasi proses pemberian askep Melibatkan anggota tim sampai awal dan akhir kegiatan Memberikan pujian/motivasi kepada anggota tim Melakukan pelaporan dan pendokumentasian

Lanjutan
Evaluasi:

a) 1) 2)
3) 4)

Fungsi pengendalian : Mengevaluasi asuhan keperawatan Memberikan umpan balik pada pelaksana Memperhatikan aspek legal dan etik Melakukan pelaporan dan pendokumantasian

3. Peran pelaksana dalam tahap :


Pengkajian : mengkaji kesiapan klien dan diri sendiri untuk melaksanakan asuhan keperawatan. Perencanaan: a) Fungsi perencanaan dan ketenagaan : 1) Bersama Karu mengadakan serah terima tugas 2) Menerima pembagian tugas dari katim 3) Bersama katim menyiapkan keperluan untuk melaksanakan asuhan keperawatan 4) Mengikuti ronde keperawatan 5) Menerima klien baru

Lanjutan

a) 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

Implementasi Fungsi pengorganisasian : Menerima penjelasan tujuan pengorganisasian tim Menerima pembagian tugas Melaksanakan tugas yang diberikan oleh katim Melaksanakan program kolaborasi dengan tim kesehatan lain Menyesuaikan waktu istirahat dengan anggota tim lainnya Melaksanakan asuhan keperawatan Menunjang pelaporan, mencatat tindakan keperawatan yang dilaksanakan

b)

1) 2) 3) 4)

Fungsi pengarahan : Menerima pengarahan dan bimbingan dari katim Menerima informasi yang berkaitan dengan askep dan melaksanakan askep dengan etik dan legal Memahami pemahaman yang telah dicapai Menunjang pelaporan dan pendokumentasian

Evaluasi a) Fungsi pengendalian : 1) Menyiapkan menunjukkan bahan yang diperlukan untuk proses evaluasi serta ikut mengevaluasi kondisi pasien.

TERIMONG GEUNASEH

Anda mungkin juga menyukai