Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang Masalah Ingatan adalah kemampuan otak untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan apa yang telah dipelajari atau dialami. Dengan adanya kemampuan mengingat pada manusia, hal ini menunjukkan bahwa manusia mampu menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali pengalamanpengalam yang dialaminya. Proses mengingat suatu informasi mencakupi 3 tahapan, yaitu memasukkan informasi (encoding), penyimpanan (storage) dan mengingat (retrieval). Gangguan daya ingat atau amnesia adalah keadaan dimana terjadinya kehilangan pada daya ingat. Gangguan tersebut sering ditemukan pada peminum alkohol dan pasien yang mengalami cedera kepala. Terdapat beberapa faktor yang mencetus perkembangan gangguan amnesia, termasuk faktor nutrisi, anatomis dan farmakologis. Otak bisa terluka meskipun tidak terdapat luka yang menembus tengkorak. Berbagai cedera bisa disebabkan oleh percepatan mendadak yang memungkinkan terjadinya benturan atau karena perlambatan mendadak yang terjadi jika kepala membentur objek yang tidak bergerak. Kerusakan otak bisa terjadi pada titik benturan dan pada sisi yang berlawanan. Cedera percepatanperlambatan kadang disebut coup contrecoup (bahasa Perancis untuk hit-

counterhit). Cedera kepala yang berat dapat merobek, meremukkan atau menghancurkan saraf, pembuluh darah dan jaringan di dalam atau di sekeliling otak. Kelainan fungsi yang terjadi juga tergantung kepada bagian otak mana yang terkena. Gejala yang terlokalisir bisa berupa perubahan dalam gerakan, sensasi, berbicara, penglihatan dan pendengaran. Kelainan fungsi otak yang difus bisa mempengaruhi ingatan dan pola tidur penderita, dan bisa menyebabkan kebingungan dan koma.

Cedera pada otak bisa menyebabkan hilangnya ingatan akan peristiwa yang terjadi sesaat sebelum terjadinya kecelakaan (amnesi retrograd) atau peristiwa yang terjadi segera setelah terjadinya kecelakaan (amnesia pasca trauma). Amnesia hanya berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam (tergantung kepada beratnya cedera) dan akan menghilang dengan sendirinya. Pada cedera otak yang hebat, amnesi bisa bersifat menetap. Makalah ini akan membahas dan mendeskripsikan salah satu gangguan ingatan atau amnesia dari penyebab terjadinya, karakteristik atau gejala, serta penanganannya.

1.2.Rumusan Masalah Dari Latar belakang di atas maka kami mengangkat rumusan masalahnya sebagai berikut: 1. Apakah definisi dari gangguan daya ingat ? 2. Apa sajakah jenis-jenis gangguan daya ingat ? 3. Apakah penyebab munculnya gangguan daya ingat ? 4. Bagaimanakah cara pencegahan dan pengobatan bagi pasien yang menderita gangguan daya ingat ?

1.3.Tujuan Penulisan Tujuan penulisan dari makalah ini adalah : 1. Mengetahui apa yang di maksud gangguan daya ingat. 2. Mengetahui jenis jenis gangguan daya ingat. 3. Mengetahui penyebab munculnya gangguan daya ingat. 4. Mengetahui cara mencegah agar tidak terjadi gangguan daya ingat, serta cara pengobatannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ingatan (Memory) Ingatan (memory) adalah kemampuan otak untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan apa yang telah dipelajari atau dialami. Pada dasarnya, ingatan dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu ingatan eksplisit dan implisit. Ingatan eksplisit adalah ingatan yang diperoleh melalui suatu maksud dan tertentu dan juga disebut sebagai ingatan deklaratif. Sedangkan ingatan implisit adalah ingatan yang dicapai secara otomatis dan juga disebut sebagai ingatan non-deklaratif. Dalam proses mengingat informasi terdapat 3 tahapan yaitu memasukkan informasi (encoding), penyimpanan (storage), dan mengingat (retrieval stage).

2.2. Gangguan Daya Ingat 2.2.1. Definisi dan Klasifikasi Gangguan daya ingat atau yang di kenal dengan Amnesia adalah suatu keadaan dimana terjadi kehilangan ingatan yang bersifat parsial maupun lengkap. Amnesia (dari Bahasa Yunani ) adalah kondisi terganggunya daya ingat. Terganggunya daya ingat seseorang secara mendadak. amnesia sendiri umumnya ada 2 macam. Anterograde amnesia, yaitu ketidakmampuan memunculkan daya ingat, setelah penderita tersebut mengalami amnesia. Dan yang satunya adalah retrograde amnesia, yaitu ketidakmampuan memunculkan daya ingat di masa lalu sebelum dirinya terkena amnesia. Umumnya, penderita amnesia menderita kedua duanya. Penyebab amnesia dapat berupa organik atau fungsional. Penyebab organik dapat berupa kerusakan otak, akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif). Penyebab fungsional adalah faktor psikologis, seperti halnya mekanisme pertahanan ego. Amnesia dapat pula terjadi secara spontan, seperti terjadi pada transient global amnesia. Jenis amnesia global ini umum terjadi mulai usia

pertengahan sampai usia tua, terutama pada pria, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam. Efek amnesia dapat berlangsung lama meskipun kondisi amnesia tersebut telah berlalu. Banyak penderita amnesia menyatakan bahwa amnesia berubah dari kondisi neurologist ke kondisi psikologis, di mana pasien kehilangan kepercayaan diri dan keyakinan pada kenangan/memori mereka sendiri dan hal dari peristiwa masa lalunya. Efek lain dari amnesia adalah ketidakmampuan membayangkan masa depan. Sebuah studi baru-baru ini yang dipublikasikan secara online dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa amnesia dengan kerusakan hippocampus tidak dapat membayangkan masa depan. Hal ini karena ketika manusia normal membayangkan masa depan, mereka menggunakan pengalaman masa lalu untuk membangun skenario yang mungkin. Sebagai contoh, seseorang yang akan mencoba untuk membayangkan apa yang akan terjadi di sebuah pesta yang akan terjadi dalam waktu dekat akan menggunakan pengalaman mereka di pesta-pesta untuk membantu menyusun acara. Mekanisme otak untuk menerima informasi dan mengingatnya kembali dari memori terutama terletak di dalam lobus oksipitalis, lobus parietalis dan lobus temporalis. A. Jenis ingatan yang bisa terkena amnesia: Ingatan segera : ingatan akan peristiwa yang terjadi beberapa detik sebelumnya. Ingatan menengah : ingatan akan peristiwa yang terjadi beberapa detik sampai beberapa hari sebelumnya. Ingatan jangka panjang : ingatan akan peristiwa di masa lalu. B. Jenis-jenis amnesia - Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat. - Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa.

- Emotional/hysterical amnesia (fugue amnesia) : hilangnya memori karena trauma psikologis seperti kejahatan seksual. Kondisi ini biasanya tidak menetap. - Lacunar amnesia : ketakmampuan mengingat kejadian tertentu, seperti ingatan jangka pendek. - Korsakoff syndrome : hilangnya memori karena kecanduan alkohol kronis,wah pasti ini biasanya yang tukang mabuk. - Posthypnotic amnesia : hilangnya memori yang disebabkan oleh hipnotis. Bisa meliputi ketakmampuan mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi selama hipnotis atau informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang. - Transient global amnesia : hilangnya memori spontan yang bisa berlangsung antara beberapa menit hingga beberapa jam dan biasanya dialami oleh orang berusia baya dan lanjut. Selain jenis jenis amnesia diatas, ternyata ada jenis amnesia yang cukup parah, yaitu: Amnesia parsial, pasien dengan amnesia ini tidak mempunyai kemampuan untuk mengingat beberapa orang dalam waktu yang lama, dapat mencapai 3 tahun bahkan bisa selamanya. Kondisi ini biasanya terjadi karena pasien pernah menjalani operasi transplantasi sum-sum tulang belakang. Memang angka dari kejadian ini lumayan langka karena banyak orang yang tidak mau melakukan tranplantasi sum-sum tulang belakang untuk menyembuhkan penyakit thalassemia mayor. Untuk pengobatannya dapat dilakukan melalui pendekatan suportif. Pendekatan ini dilakukan dengan mendekatkan hal-hal yang

berhubungan atau sedang dialami penderita, baik itu waktu dan tempa yang pernah dialami.

C. Ciri-ciri amnesia Orang yang terkena amnesia memiliki ciri-ciri berdasarkan penyebab terjadinya amnesia, seperti:

Badan lemas dan muka pucat Ingatan atau kenangan yang salah, baik ingatan yang baru saja ditemukan atau dari memori asli yang salah urutan waktu.

Gangguan neurologis seperti gerakan yang tidak terkoordinasi, tremor atau kejang.

Kebingungan atau gangguan orientasi.

2.2.2. Epidemiologi Gangguan daya ingat paling sering dijumpai pada peminum alkohol dan pasien yang mengalami cedera kepala. Dalam lingkungan praktik umum dan rumah sakit, telah terlihat peningkatan frekuensi amnesia yang berhubungan dengan cedera kepala. Meskipun demikian, penelitian yang telah melaporkan tentang insidensi atau prevalensi gangguan daya ingat secara akurat belum ada.

2.2.3. Etiologi Dari segi anatomis, gangguan daya ingat timbul akibat kerusakan bilateral struktur otak, terutama struktur diensefalik (yang meliputi nuclei dorsomedial dan garis tengah dari thalamus) dan struktur lobus midtemporalis (meliputi hipokampus, korpus mamilaris dan amigdala). Contoh keadaan-keadaan patologis yang dapat mencetus perkembangan gangguan daya ingat adalah defisiensi tiamin, hipoglikemia, hipoksia (termasuk keracunan karbon monoksida) dan ensefalitis herpes simpleks. Semua keadaankeadaan tersebut mempunyai predileksi merusak lobus temporalis, khususnya hipokampus. Beberapa obat juga telah dihubungkan dengan perkembangan amnesia. Golongan obat Benzodiazepine, khususnya Triazolam Hipnotik, adalah obat yang paling sering diresepkan yang disertai dengan amnesia. Suatu penelitian menyimpulkan bahwa hubungan tersebut berkaitan dengan dosis; triazolam lebih sering berhubungan dengan amnesia jika digunakan dalam dosis yang ekuivalen dengan dosis standar benzodiazepi lainnya (kurang dari atau sama dengan 0.25 mg).

2.2.4. Gambaran Klinis Gejala utama dari gangguan daya ingat ditandai oleh ketidakmampuan untuk mempelajari informasi baru (amnesia anterograd) dan gangguan pada kemampuan untuk mengingat pengetahuan yang sebelumnya diingat (amnesia retrograd). Gejala tersebut harus menyebabkan masalah bermakna bagi pasien dalam fungsi sosial dan pekerjaannya. Pada pasien amnesia juga terdapat gangguan daya ingat jangka pendek (short-term memory) dan daya ingat baru saja (recent memory). Pasien tidak dapat mengingat apa yang mereka makan saat sarapan atau makan siang, nama rumah sakit, atau dokternya. Pada trauma, serangan serebrovaskular, dan gangguan akibat zat kimia neurotoksik, onset gejala dapat mendadak. Sedangkan pada defisiensi zat gizi dan tumor serebral, onset gejala bersifat bertahap.

2.2.5. Subtipe 2.2.5.1. Blackout Alcoholic Sindrom alcoholic blackout terjadi setelah seseorang menyalahgunakan alkohol secara berat. Secara karakteristik, orang alkoholik terbangun di pagi hari dan tidak mampu mengingat malam sebelumnya, saat terintoksikasi.

2.2.5.2. Sindrom Korsakoff Sindrom Korsakoff adalah sindrom daya ingat yang disebabkan oleh kebiasaan nutrisional yang buruk dari seseorang dengan penyalahgunaan alkohol kronis. Sindroma Korsakoff sering kali disertai dengan ensefalopati Wernicke, yang merupakan sindrom penyerta berupa konfusi, ataksia dan oftalmoplegi. Gejala yang paling sering menonjol berupa konfabulasi, apati dan pasivitas.

2.2.5.3. Amnesia Global Transien Gejala utama pada amnesia global transien adalah kehilangan tiba-tiba kemampuan mengingat peristiwa yang baru saja terjadi atau untuk mengingat informasi baru. Sindrom sering kali ditandai oleh hilangnya tilikan mengenai

masalah, sensorium yang jernih, konfusi dengan derajat ringan dan kemampuan untuk melakukan tugas kompleks yan telah dipelajari dengan baik. Episode amnesia ini berlangsung selama 6 sampai 24 jam dan hamper seluruh pasien mengalami perbaikan lengkap.

2.2.6. Diagnosis Banding 2.2.6.1 Demensia dan Delirium Gangguan daya ingat juga sering ditemukan pada demensia tetapi disertai dengan defisit kognitif lainnya. Pada delirium, gangguan daya ingat pasien disertai dengan gangguan atensi dan kesadaran. Klinisi harus dapat membedakan gangguan daya ingat dari demensia dan delirium.

2.2.6.2 Gangguan Disosiatif Pasien yang mengalami gangguan disosiatif menderita defisit daya ingat yang lebih selektif dibandingkan pasien dengan gangguan daya ingat. Sebagai contoh, pasien dengan gangguan disosiatif mungkin tidak mengetahui namanya sendiri atau alamat rumahnya tetapi masih mampu mempelajari informasi baru dan meningat ingatan masa lalu yang tertentu.

2.2.6.3 Gangguan Buatan (Factitious disorder) Pada gangguan buatan, hasil tes daya ingat pasien sering kali bersifat tidak konsisten dan tidak mempunyai bukti-bukti suatu penyebab yang dapat diidentifikasi. Klinisi harus mengarahkan temuan tersebut pada gangguan buatan.

2.2.7. Perjalanan dan Prognosis Perjalanan dan prognosis gangguan daya ingat ditentukan oleh penyebab spesifiknya. Sindrom daya ingat akibat epilepsy lobus temporalis, ECT, pengunaan obat tertentu seperti benzodiazepine dan barbiturate, dan resusitasi dari henti jantung bersifat sementara (transien) dan disertai pemulihan lengkap. Sedangkan sindrom daya ingat akibat cedera kepala, keracunan karbon

monoksida, infark serebral, perdarahan subaraknoid dan ensefalitis herpes simpleks bersifat permanen.

2.2.8. Pencegahan Karena kerusakan otak dapat menjadi akar penyebab amnesia, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kemungkinan Anda untuk cedera otak : - Hindari penggunaan alkohol yang berlebihan. - Kenakan helm ketika bersepeda dan sabuk pengaman saat berkendara . - Mengobati infeksi dengan cepat sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menyebar ke otak.

2.2.9. Pengobatan Pengobatan yang mempunyai nilai yang baik bagi pasien yang menderita gangguan daya ingat yang disebabkan oleh kerusakan pada otak berupa intervensi psikodinamika, dimana klinisi membantu pasien untuk mengatasi cedera narsisistik yang berkaitan dengan kerusakan pada sistem saraf pusat. Intervensi tersebut memiliki 3 fase, yaitu : 1. Fase pemulihan pertama : pasien tidak mampu memproses apa yang terjadi karena pertahanan ego yang sangat besar. Oleh karena itu, klinisi harus menjelaskan kepada pasien tentang apa yang terjadi. Ini akan memberikan pasien suatu ego penolong yang memberikan fungsi ego yang hilang. 2. Fase pemulihan kedua : pasien mulai merealisasi tentang kejadian cedera timbul dan mungkin menjadi marah dan merasa dikorbankan, sehingga ia memandang orang lain sebagai jahat. Pada tahap ini, klinisi harus menerima proyeksi pasien tanpa membalas, dan sekaligus menjelaskan secara perlahan-lahan apa yang terjadi.

3. Fase pemulihan ketiga / Fase integratif : Pasien mulai menerima apa yang terjadi. Pada tahap ini, klinisi harus membantu pasien membentuk identitas baru dengan menghubungkan pengalaman diri sekarang dengan pengalaman diri masa lalu.

10

BAB III PENUTUP

3.1.

KESIMPULAN Amnesia merupakan salah satu gangguan ingatan. Secara garis besar,

amnesia dapat didefinisikan sebagai keadaan yang ditandai oleh gangguan daya ingat yang menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial atau pekerjaan. Gejalanya adalah terdapat ketidakmampuan untuk mempelajari informasi baru (amnesia anterograd) dan gangguan pada kemampuan untuk mengingat pengetahuan yang sebelumnya diingat (amnesia retrograd). Dari segi anatomis, amnesia disebabkan oleh kerusakan pada strukturstruktur otak, terutama struktur diensefalik dan struktur lobus midtemporalis. Gangguan daya ingat mempunyai banyak penyebab yang potensial, termasuk defisiensi tiamin, hipoglikemia, hipoksia dan ensefalitis herpes simpleks. Semua keadaan-keadaan tersebut dapat merusak lobus temporalis, khususnya lobus temporalis, sehingga disertai dengan perkembanan gangguan daya ingat. Mengenai penanganannya adalah dengan mengobati penyebab dasar dari gangguan daya ingat. Klinisi harus memberi petunjukkan suportif tentang tanggal, waktu dan lokasi pasien saat dia daya ingat, ini sangat membantu dan dapat menurunkan kecemasan pasien. 3.2. SARAN Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari tentu banyak terdapat kesalahan dan kekurangn dalam penusunan kosep makalah diatas. Untuk itu penulis sangat mengharapkan dukungan yang berupa kritik dan masukan yang membangun agar kedepan lebih baik dan penulis juga berharap, melalui makalah yang sangat sederhana ini, kita sebagai manusia yang berakal dan mandiri harus menghindari diri dari faktor-faktor yang dapat menimbulkan penyakit tersebut.

11

DAFTAR PUSTAKA 1. Memory. Merriam-Webster

Online

Dictionary,

2013.

http://www.merriam-webster.com [Accessed 13 Maret 2013] 2. Rosenbaum, J., 2006. Psychiatric Clinical Skills. Philadelphia : Elsevier Mosby : 230. 3. Baddeley, A., 2004. The Essential Handbookof Memory Disorders for Clinicians, York : John Wiley and Sons Publishing Limited. 4. Gill, D., 2007. Hughes Outline of Modern Psychiatry, York : John Wiley and Sons Publising Limited. 5. Kaplan & Sadocks, 2000. Bab 10.4 Gangguan Daya ingat Sinopsis Psikiatri (Jilid Satu). Tangerang : Binarupa Aksara Publisher 6. Lader, M.H., 2001. Handbook of Psychiatry 2 : Mental Disorders and Somatic Illness. Cambridge University Press. 7. http://uminatichusnahsharing.blogspot.com/2011/04/amnesia.html 8. http://www.scribd.com/doc/143165288/Makalah-Amnesia

12

Anda mungkin juga menyukai