Anda di halaman 1dari 27

Matematika Teknik I Hal- 1

BAB IV
PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER



Tujuan Instruksional:
Mampu memahami konsep PD Linier
Mampu memahami konsep ketakbebasan linier, determinan Wronski
dan superposisi
Mampu memahami metode penyelesaian PD Homogen orde-2
Mampu memahami metode penyelesaian PD takhomogen



Bentuk umum PD Linier orde-n adalah
o
0
(x)y
(n)
+o
1
(x)y
(n-1)
+ +o
n-1
(x)y

+o
n
(x)y = F(x)
PD yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk di atas dikatakan tidak linier.
Contoh:
x
d
2

dx
2
+S
d
dx
2xy = sin adalah PD Linier orde 2
y
d
2

dx
2
+x [
d
dx

2
x
2
y = c
-x
adalah PD Tak-Linier orde 2

Selanjutnya pembahasan penyelesaian PD Linier orde-n dalam buku ajar ini
dimulai pada PD Linier Orde-2, yang kemudian dibuat kasus umum untuk
penyelesaian PD orde-n.

Jika F(x) pada persamaan PD Linier orde-n sama dengan nol maka PD disebut
PD homogen atau tereduksi atau komplementer. Jika F(x)0 maka PD disebut
PD lengkap atau PD tak homogen.
Contoh:
x
d
2

dx
2
+S
d
dx
2xy = sin x adalah persamaan lengkap/tak homogen
Matematika Teknik I Hal- 2

x
d
2

dx
2
+S
d
dx
2xy = u adalah persamaan tereduksi/homogen.

Jika a
o
(x), a
1
(x), ...., a
n
(x) adalah konstanta maka PD disebut PD Linier dengan
koefisien konstanta, jika tidak disebut PD Linier koefisien variabel.
Bentuk
d
dx
,
d
2

dx
2
, ,
d
n

dx
n
, dapat dituliskan dengan lambang Dy, D
2
y, ..., D
n
y,
dengan D, D
2
,... disebut operator diferensial. Sehingga persamaan PD Linier
orde-n dapat dinyatakan sebagai:
(o
0
(x)
(n)
+o
1
(x)
(n-1)
+ +o
n-1
(x) +o
n
(x))y = F(x) (b)
atau
(D)y = F(x)
dengan (D)= o
0
(x)
(n)
+o
1
(x)
(n-1)
+ +o
n-1
(x) +o
n
(x) dan disebut
operator suku banyak dalam D.
Latihan Soal:
Untuk PD berikut klasifikasikan apakah PD homogen/nonhomogen, koefisien
variabel/konstanta, linier/nonlinier!
1. y

+xy

y = sin x
2. xy

+y

xy = 1
3. y

+(sin x)y

xy = c
x

4. yy

+(y

)
2
= u
5. y

+(y

)
2
+2y = 1
6. Buktikan (
2
+S +2)c
4x
= ( +1)( +2)c
4x
= ( +2)( +1)c
4x
!
Apa yang dapat disimpulkan?
7. Tunjukkan bahwa x +1 Jon 2 tidak komutatif!

4.1 Teorema Dasar Persamaan Diferensial Linier
Untuk menyelesaikan PD Linier berbentuk
(D)y = F(x) dengan F(x) 0,
kita misalkan Y
c
(x) adalah solusi umum PD homogen dari (D)y=0, maka
penyelesaian umum PD Linier adalah dengan menjumlahkan penyelesaian
umum PD homogen dan penyelesaian khusus, yaitu:
y = Y
c
(x) + Y
p
(x)
Contoh:
Matematika Teknik I Hal- 3

Solusi umum PD homogen: (D
2
-3D+2)y=0 adalah y=c
1
e
x
+c
2
e
2x
dan solusi
khusus PD : (D
2
-3D+2)y=4x
2
adalah 2x
2
+6x+7, maka solusi umum PD
lengkap/tak homogen dari (D
2
-3D+2)y=4x
2
adalah
y= c
1
e
x
+c
2
e
2x
+2x
2
+6x+7

4.2 Ketakbebasan Linier
Himpunan n fungsi y
1
(x), y
2
(x), , y
n
(x) dikatakan takbebas linier pada suatu
selang jika ada n konstanta c
1
, c
2
, , c
n
yang tidak semua nol, sehingga
berlaku:
c
1
y
1
(x)+ c
2
y
2
(x)+ + c
n
y
n
(x) = 0
jika tidak maka himpunan fungsi tersebut dikatakan bebas linier.
Contoh:
2e
3x
, 5e
3x
,e
-4x
takbebas linier pada suatu selang karena dapat ditentukan
konstanta c
1
, c
2
, c
3
yang tidak semua nol sehingga:
c
1
(2e
3x
)+ c
2
(5e
3x
)+c
3
(e
-4x
) = 0 dengan c
1
=-5, c
2
=2, c
3
=0
Contoh:
e
x
dan xe
x
adalah bebas linier karena c
1
(e
x
)+ c
2
(xe
x
)=0 hanya jika c
1
=0,
c
2
=0
Latihan soal:
1. Tunjukkan bahwa himpunan fungsi berikut bebas linier!
(o) sin x, cos x (b) c
x
, xc
x

(c) xsin x, sin x (J) c
x
sin x, c
-x
sin x
(c) c
2x
sin x, c
2x
cos x () c
x
sin x, c
-x
sin x
2. Tunjukkan bahwa himpunan fungsi berikut tak-bebas linier!
(o) 2x, x (b) x
2
, 4x
2


4.3 Determinan Wronski
Himpunan fungsi y
1
(x), y
2
(x), , y
n
(x) (yang mempunyai turunan) adalah
bebas linier pada suatu selang jika determinan:
w(y
1
, y
2
, , y
n
) = _
y
1
(x) y
2
(x) y
n
(x)
y
1

(x) y
2

(x) y
n

(x)

y
1
n-1
(x)

y
2
n-1
(x)

y
n
n-1
(x)
_ u
Determinan tersebut dinamakan determinan Wronski.

Contoh:
Matematika Teknik I Hal- 4

Tentukan determinan Wronski (Wronskian) untuk fungsi-fungsi berikut:
(o) {sin Sx, cos Sx] (b) {x, x
2
, x
3
]
Penyelesaian:
(o) w(x) =
sin Sx cos Sx
Scos Sx Ssin Sx
= Ssin
2
Sx Scos
2
Sx = S

(b) w(x) = _
x x
2
x
3
1 2x Sx
2
u 2 6x
_ = 12x
2
+u +2x
3
u 6x
3
6x
3
= 2x
3


Contoh:
Tunjukkan himpunan fungsi {1 x, 1 +x, 1 Sx] adalah takbebas linier untuk
semua nilai x!

Penyelesaian:
(a) kita dapat menunjukkan dengan memilih konstanta c1, c2, c3 yang tidak
semuanya nol sehingga c1(1-x)+c2(1+x)+c3(1-3x)=0, jika ditentukan
c1=1, c2=-1, c3=0 maka 1-x-1-x+0=0, sehingga himpunan fungsi {1
x, 1 + x, 1 Sx] adalah takbebas linier.

(b) kita juga dapat menghitung determinan Wronski-nya, yaitu:
w(x) = _
1 x 1 +x 1 Sx
1 1 S
u u u
_ = u
terbukti bahwa Wronskian =0 berarti himpunan fungsi {1 x, 1 +x, 1 Sx]
tak bebas linir untuk semua x

Soal Latihan:
1. Buktikan himpunan fungsi berikut bebas linier!
(o) c
x
cos x, c
x
sin x
(b) x, xc
x
, x
2
c
x

(c) cos (2x), xcos (2x)
2. Misalkan y1(x) dan y2(x) adalah penyelesaian y

+p(x)y

+q(x)y = u
(a) Buktikan bahwa determinan Wronskinya w = y
1
y
2

+y
2
y
1

= cc
]-Pdx

(b) Tentukan nilai c, sehingga y1(x) dan y2(x) bebas linier

Matematika Teknik I Hal- 5

4.4 Prinsip Superposisi
Jika y
1
(x), y
2
(x), , y
n
(x) adalah n penyelesaian bebas linier dari persamaan
linier orde-n, (D)y=0 maka solusi umumnya:
y = c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x) + + c
n
y
n
(x)
dgn c
1
, c
2
, , c
n
= konstanta.
Contoh:
Jika y
1
(x) dan y
2
(x) adalah solusi persamaan diferensial homogen
y

+P(x)y

+(x)y = u maka kombinsi linier c


1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x) juga solusi
persamaan diferensial.
Bukti:
y
1
(x) dan y
2
(x) solusi y

+Py

+y = u maka
y
1

+Py
1

+y
1
= u
dan
y
2

+Py
2

+y
2
= u
dari solusi y = c
1
y
1
+ c
2
y
2
, maka:
y

= c
1
y
1

+ c
2
y
2

= c
1
y
1

+ c
2
y
2


substitusi ke persamaan diferensial diperoleh:
y

+P(x)y

+(x)y = u
c
1
y
1

+ c
2
y
2

+P(c
1
y
1

+ c
2
y
2

) +(c
1
y
1
+ c
2
y
2
) = u
c
1
y
1

+ c
2
y
2

+c
1
Py
1

+ c
2
P y
2

+c
1
y
1
+ c
2
y
2
= u
c
1
(y
1

+Py
1

+y
1
) +c
2
(y
2

+Py
2

+y
2
) = u
c
1
. u +c
2
. u = u

4.5 Penyelesaian PD Linier Homogen dengan koefisien konstanta
PD Linier Homogen orde-2 dengan koefisien konstan adalah:
oy

+by

+cy = u o, b, c = konstonto
dimisalkan solusi umum PD: y = c
mx
sehingga jika kita substitusi ke dalam PD
maka:
oy

+by

+cy = u
om
2
c
mx
+bm c
mx
+cc
mx
= u
(om
2
+bm+c) c
mx
= u
Matematika Teknik I Hal- 6

Jadi y = e
mx
menjadi solusi PD jika om
2
+bm+c = u (disebut Persamaan
Karakteristik)

Akar-akar Persamaan Karakteristik adalah:
m
1,2
=
b _b
2
4oc
2o


Terdapat tiga kemungkinan akar-akar nilai m pada Persamaan Ciri:
1. Jika b
2
4oc > u, maka m
1,2
adalah dua akar Real yang berbeda dengan
m
1,2
R maka solusi umumnya:
y = c
1
e
m
1
x
+c
2
e
m
2
x

2. Jika b
2
4oc = u , maka m
1
= m
2
dengan m
1,2
R, maka solusi
umumnya:
y = c
1
e
mx
+c
2
x e
mx

3. Jika b
2
4oc < u , maka m
1,2
= i dengan , R maka solusi
umumnya:
y = c
1
e
( + I)x
+c
2
e
( - I)x

dengan rumus Euler , yaitu e
Ix
= cux x +| x|n x maka bentuk trigonometri
rumus dapat ditentukan:
y = c
1
e
( + I)x
+c
2
x e
( - I)x

= c
1
e
x
( cux x +| x|n x ) +c
2
e
x
( cux x | x|n x); cux x = cux x
= (c
1
+c
2
)e
x
( cux x ) +|(c
1
c
2
)e
x
( x|n x )
= Ae
x
cux x +Be
x
x|n x , A, B kunxtanta h||. kump|ekx

Contoh:
Tentukan solusi umum persamaan difrensial berikut:
y

+Sy

6y = u
Penyelesaian:
Akar-akar Persamaan Karakteristik pada PD di atas adalah:
m
2
+Sm6 = u
(m1)(m+6) = u
m
1
= 1 Jon m
2
= 6
dua solusi bebas linier PD adalah :
y
1
(x) = c
x
dan y
2
(x) = c
-6x

Matematika Teknik I Hal- 7

Jadi solusi umum PD adalah:
y(x) = c
1
c
x
+c
2
c
-6x

Penyelesaian menggunakan Program MATLAB:
>> syms x
>> y=dsolve('D2y+5*Dy-6*y=0')
y =C2*exp(t) + C4/exp(6*t)

Contoh:
Selesaikan persamaan diferensial berikut:
y

y = u , y(u) = 1, y

(u) = u
Penyelesaian:
Akar-akar Persamaan Karakteristik pada PD di atas adalah:
m
2
1 = u
(m1)(m+1) = u
m
1
= 1 ; m
2
= 1
dua solusi bebas linier PD adalah :
y
1
(x) = c
x
; y
2
(x) = c
-x

Jadi solusi umum PD adalah:
y(x) = c
1
c
x
+c
2
c
-x

masalah nilai awal y(u) = 1, y

(u) = u
y(u) = 1 c
1
+c
2
= 1
y

(u) = u c
1
c
2
= u
c
1
=
1
2
, c
2
=
1
2

Jadi solusi khusus PD adalah:
y(x) =
1
2
c
x
+
1
2
c
-x


Penyelesaian menggunakan Program MATLAB:
>> syms x
>> y=dsolve('D2y-y=0','y(0)=0','Dy(0)=1')
y =exp(t)/2 - 1/(2*exp(t))

Contoh:
Tentukan penyelesaian umum PD
y

+4y

+4y = u
Matematika Teknik I Hal- 8

Penyelesaian:
Akar-akar Persamaan Karakteristik pada PD di atas adalah:
m
2
+4m+4 = u
(m+2)(m+2) = u
m
12
= 2
Diperoleh akar-akar yang sama, sehingga solusi umum PD mestinya adalah:
y(x) = c
1
c
-2x

karena PD orde 2 akan memberikan dua solusi bebas linier dengan dua variabel
konstanta maka solusi kedua dapat ditentukan dengan metode Reduksi Orde
PD , yaitu:
bentuk umum PD homogen orde-2:
y

+oy

+by = u
akar-akar persamaan karakteristik jika b
2
4oc = u , m
1
= m
2
=
b
2u

satu solusi PD: y(x) = c
1
c
-
b
2c
x

bentuk persamaan reduksi orde yaitu:
y = :(x)c
-
b
2u
x

y

= :

(x) c
-
b
2u
x

b
2o
:(x) c
-
b
2u
x

y

= _:

(x)
b
o
:

(x) +
b
2
4o
2
:(x)_ c
-
b
2u
x

substitusi y, y

, y

ke PD y

+oy

+by = u , maka:
o _:

(x)
b
o
:

(x) +
b
2
4o
2
:(x)_c
-
b
2u
x
+ b _:

(x)
b
2o
:(x) ] c
-
b
2u
x
+ c:(x)c
-
b
2u
x
= u
kedua ruas dibagi c
-
b
2c
x
, maka:
o _:

(x)
b
o
:

(x) +
b
2
4o
2
:(x)_ +b _:

(x) c
-
b
2u
x

b
2o
:(x) ] +c:(x) = u
o:

(x) _
b
2
4o
c_:(x) = u
o:

(x) _
b
2
4oc
4o
_:(x) = u
karena b
2
4oc = u maka persmaan menjadi:
:

(x) = u
sehingga:
Matematika Teknik I Hal- 9

:(x) = c
1
+c
2
x
jadi satu solusi lain y(x) adalah y(x) = :(x)c
-
b
2c
x
= (c
1
x +c
2
)c
-
b
2c
x

karena satu solusi PD telah diketahui yaitu y(x) = c
1
c
-
b
2c
x

maka solusi lain yang dimaksud adalah y(x) = c
2
xc
-
b
2c
x

untuk kasus contoh soal di atas penyelesaian umum PD menjadi:
y(x) = c
1
c
-2x
+c
1
xc
-2x

Contoh:
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
y

+2y

+4y = u
Penyelesaian:
akar-akar persamaan karakteristik:
m
2
+2m+4 = u
m
1,2
=
2 _12
2
= 1 _iS
karena =-1 dan =S maka penyelesaian umum PD:
y = Ae
-x
cux Sx +Be
-x
x|n Sx
Latihan Soal:
Selesaikan PD berikut:
1. y

= u
2. y

= u
S. y

Sy

+2y = u
4. y

+2y

+y = u
S. 4y

4y

+y = u
6. y

4y

+7y = u
7. Sy

+4y

+9y = u
8. y

4y

+4y = u, y(u) = 1, y

(u) = 1
9. 4y

4y

Sy = u, y(u) = u, y

(u) = 1
1u. y

4y

+1Sy = u, y(u) = 1, y

(u) = u
11. y

+2y

+2y = u, y(u) = 1, y

(u) = u
12. Icntukon y
2
Jcngon mctoJc rcJuksi orJc poJo y

2y

+y = u
]iko y
1
= c
x
!
1S. Icntukon y
2
Jcngon mctoJc rcJuksi orJc poJo y

+1uy

+2Sy = u
]iko y
1
= c
-5x
!
Matematika Teknik I Hal- 10

14. PoJo 0ombor 19 Jigomborkon solusi

olomio kuolitoti


(quolitoti:c noturc o solution)Jori P: oy
ii
+by
i
+cy = u ,
r
1
Jon r
2
oJolo okor okor pcrs. koroktcristik
Solusi bcrJosorkon okor pcrs. koroktcristik tcrbogi otos 8 kosus bcrbcJo,
yoitu:
(1). r
1
< u Jon r
2
< u
(2). r
1
< u Jon r
2
= u
(S). r
1
= u Jon r
2
= u
(4). r
1
= u Jon r
2
> u
(S). r
1
> u Jon r
2
> u
(6). r
1
, r
2
= o _i[ (o < u)
(7). r
1
, r
2
= o _i[ (o = u)
(8). r
1
, r
2
= o _i[ (o > u)
(o). kosus yong monoko untuk t solusi okon mcnJckoti nol.
(b). kosus yong monoko untuk t solusi okon mcnJckoti tokbcringgo.
(c). kosus yong monoko untuk t solusi osilosi tcrcJom.
(J). kosus yong monoko untuk t solusi osilosi tok tcrcJom.

Gambar 1 Solusi Alamiah Kualitatif berdasarkan Akar Pers. Karakteristik
Matematika Teknik I Hal- 11

4.6 PD Linier Homogen orde-2: Persamaan Cauchy-Euler
Bentuk umum persamaan Cauchy-Euler-orde2 adalah:
(ox +b)
2
y
ii
+o
1
(ox +b)y
i
+o
0
y = u
o u, b, o
1
, o
0
= konstonto kusus
Penyelesaian persamaan Cauchy-Euler-orde2 adalah:
misal solusi PD y = c
t
dengan t = ln(ox +b), maka y
i
, y
ii
adalah:
y
i
=
Jy
Jt
.
Jt
Jx
= rc
t
.
o
ox +b

y
ii
=
J
2
y
Jt
2
. _
Jt
Jx
]
2
+
Jy
Jt
.
J
2
t
Jx
2
=
o
2
r
2
c
t
(ox +b)
2

o
2
rc
t
(ox +b)
2


Substitusi y, y
i
, y
ii
pada PD didapatkan :
(ox +b)
2
y
ii
+o
1
(ox +b)y
i
+o
0
y = u
(ox +b)
2
_
o
2
r
2
c
t
(ox +b)
2

o
2
rc
t
(ox +b)
2
+o
1
(ox +b) rc
t
.
o
ox +b
+o
0
c
t
= u
o
2
r
2
c
t
o
2
rc
t
+o
1
orc
t
+o
0
c
t
= u
o
2
r
2
o
2
r +o
1
or +o
0
c
t
= u
o
2
r
2
+(o
1
o o
2
)r +o
0
c
t
= u
sehingga persamaan karaktristik-nya:
o
2
r
2
+(o
1
o o
2
)r +o
0
= u
Akar-akar Persamaan Karakteristik adalah:
r
1,2
=
(o
1
o o
2
) _(o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
2o
2


Terdapat tiga kemungkinan akar-akar nilai m pada Persamaan Ciri:
1. Jika (o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
> u, maka r
1,2
adalah dua akar Real yang
berbeda maka solusi umumnya:
y = c
1
(ax +h)

1
+c
2
(ax +h)

2

2. Jika (o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
> u = u , maka r
1
= r
2
maka solusi umumnya:
y = (ax +h)

1
c
1
+c
2
|n(ax +h)
3. Jika (o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
< u , maka r
1,2
= i maka solusi umumnya:
y = (ax +h)

c
1
cux(|n(ax +h)) +c
2
x|n (|n(ax +h))

Contoh:
Matematika Teknik I Hal- 12

Tentukan persamaan karakterisik pada persamaan Cauchy-euler jika a=1 dan
b=0!
Penyelesaian:
persamaan Cauchy-Euler: (ox +b)
2
y
ii
+o
1
(ox +b)y
i
+o
0
y = u
jika a=1 dan b=0, persamaan menjadi:
(ox)
2
y
ii
+o
1
(ox)y
i
+o
0
y = u
persamaan karakteristik:
o
2
r
2
+(o
1
o o
2
)r +o
0
= u
o
2
r
2
+(o
1
o 1)r +o
0
= u

Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
x
2
y
ii
4xy
i
+6y = u
Penyelesaian:
misal solusi umum PD y = c
t
dengan t = lnx
persamaan karakteristik: r
2
Sr +6 = u, r
1
= 2, r
2
= S
penyelesaian umum PD:
y = c
1
x
2
+c
2
x
3


Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
y

+
S
x
y

+
1
x
2
y = u
Penyelesaian:
misal solusi umum PD y = c
t
dengan t = lnx
persamaan karakteristik: r
2
+2r +1 = u, r
1,2
= 1
penyelesaian umum PD:
y = x
-1
c
1
+c
2
ln(x)

Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
S(2x S)y
ii
(2x S)y
i
+2y = u
Penyelesaian:
misal solusi umum PD y = c
t
dengan t = ln(2x S)
persamaan karakteristik: 6r
2
7r +1 = u, r
1
= 1, r
2
= 6
Matematika Teknik I Hal- 13

penyelesaian umum PD:
y = c
1
(2x S) +c
2
(2x S)
16

Latihan Soal:
Tentukan solusi umum PD Cauchy-Euler berikut:
1. y
ii

1
x
y
i

S
x
2
y = u
2. x
2
y
ii
+xy
i
y = u
S. x
2
y
ii
7y
i
+16y = u
4. 4x
2
y
ii
+12xy
i
+Sy = u
S. x
2
y
ii
+Sxy
i
+Sy = u
6. x
2
y
ii
+1,2Sy = u
7. (x +2)
2
y
ii
(x +2)y
i
+y = u
8. (x +1)
2
y
ii
+S(x +1)y
i
+Sy = u
9. (2x S)
2
y
ii
+7(2x S)y
i
+4y = u
1u. (1 x)
2
y
ii
(1 x)y
i
+y = u
11. 2(1 2x)
2
y
ii
+11(2x 1)y
i
2y = u

4.7 PD Linier Homogen orde-n dengan Koefisien Konstan
Persamaan Diferensial Linier Homogen orde-n dengan koefisien konstan
mempunyai bentuk umum:
o
n
y
(n)
+o
n-1
y
(n-1)
+ +o
1
y
i
+o
0
y = u , o
n
u
Jika y
1
, y
2
, , y
n
adalah penyelesaian khusus PD Linier homogen, maka
kombinasi liniernya juga penyelesaian PD Linier homogen, dirumuskan:
y = k
1
y
1
+k
2
y
2
+ +k
n
y
n
= k

n
1
, k
1
, k
2
, , k
n
= konstonto
Penyelesaian PD Linier homogen orde-n dengan substitusi y = c
x
sehingga
didapatkan persamaan karakteristik:
o
n
r
n
+o
n-1
r
n-1
+ +o
1
r +o
0
= u
Untuk selanjutnya dengan teknik faktorisasi dapat ditentukan akar-akar
persamaan karakteristik, yaitu:
o
n
r
n
+o
n-1
r
n-1
+ +o
1
r +o
0
= o
n
(r r
1
)(r r
2
) (r r
n
) = u
Akar-akar persamaan karakteristik di atas dapat bernilai sama atau disebut
akar rangkap (multiplicity). Dua kasus akar rangkap untuk solusi PD Linier
Homegen orde-n, yaitu:
Matematika Teknik I Hal- 14

Kasus I. Jika Akar rangkap adalah r=bilangan riil, terdapat k penyelesaian
bebas linier.
k solusi bebas linier:
e
x
, xe
x
, , x
k-1
e
x
; k 1
solusi umumnya:
y = c
1
e
x
+c
2
xe
x
+ +c
k
x
k-1
e
x

c

= konstonto kc k
Kasus II. Jika Akar rangkap adalah r=bilangan komplek (r=i). terdapat k
penyelesaian bebas linier.
k solusi bebas linier:
e
x
cux x, xe
x
cux x, , x
k-1
e
x
cux x,
e
x
x|n x, xe
x
x|n x, , x
k-1
e
x
x|n x
solusi umumnya:
y = e
x
(c
1
cux x +c
2
x|n x) +x(c

cux x +c

x|n x) +
+x
k-1
(c
k-1
cux x +c
k
x|n x)

Contoh:
Selesaikan persamaan diferensial berikut:
y
(5)
Sy
(4)
+Sy

= u
Penyelesaian:
persamaan karakteristik:
r
5
Sr
4
+Sr
3
r
2
= u
akar-akar persamaan karakteristik r
1
= r
2
= u, r
3
= r
4
= r
5
= 1
solusi bebas linier:
c
0x
, xc
0x
, c
x
, xc
x
, x
2
c
x

Jadi solusi umumnya:
y = c
1
+c
2
x +(c
3
+c
4
x +c
5
x
2
)c
x

Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
y

2y

+2y = u
persamaan karakteristik:
r
3
2r
2
+r +2 = u
akar-akar persamaan karakteristik r
1
= 1, r
2
= 1, r
3
= 2
solusi bebas linier:
Matematika Teknik I Hal- 15

c
-x
, c
x
, c
2x

Jadi solusi umumnya:
y = c
1
c
-x
+c
2
c
x
+c
3
c
2x


Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
y
(4)
4y

+14y

2uy

+2S = u
persamaan karakteristik:
r
4
4r
3
+14r
2
2ur +2S = u
akar-akar persamaan karakteristik r
1
= r
2
= 1 +2i, r
3
= r
4
= 1 2i
solusi bebas linier:
c
x
cos(2x), xc
x
cos(2x), c
x
sin(2x), xc
x
sin(2x)
Jadi solusi umumnya:
y = c
1
c
x
cos(2x) +c
2
xc
x
cos(2x) +c
3
c
x
sin(2x) +c
4
xc
x
sin(2x)

Latihan Soal:
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
1. y

= u
2. y
(4)
Sy

+4y = u
S. y
(4)
y = u
4. y

+Sy

+Sy

+y = u
S. y

Sy

+Sy

y = u
6. y
(4)
+2y

+Sy

+2y

+y = u

Untuk soal berikut tentukan solusi PD dengan syarat awal berikut:
7. y

= u, y(u) = 4, y

(u) = u, y

(u) = 9
8. y
(4)
y = u, y(u) = S, y

(u) = 2, y

(u) = 1, y

(u) = 2
9. y
(4)
+Sy

4y = u, y(u) = u, y

(u) = 1, y

(u) = S, y

(u) = 1
1u. y

Sy

+4y

2y = u, y(u) = 1, y

(u) = u, y

(u) = u

4.8 Persamaan Diferensial Linier Tak Homogen
Prosedur umum penyelesaian PD Liner Tak Homogen adalah
Langkah I : Menentukan solusi umum PD Linier Homogen, y

(x)
Langkah II : Menentukan solusi umum PD Linier Tak-Homogen, y

(x)
Matematika Teknik I Hal- 16

Langkah III : Menentukan solusi umum PD, y = y

(x) + y

(x)

Contoh:
Tentukan solusi umum PD berikut:
y
ii
+y = 1
Langkah I : Menentukan solusi umum PD Linier Homogen.
y
ii
+y = u
solusi umum: y

= c
1
cos x +c
2
sin x
Langkah II : Menentukan solusi umum PD Linier Tak-Homogen.
y
ii
+y = 1
solusi umum: y

= 1
Langkah III : y = y

(x) + y

(x) = c
1
cos x +c
2
sin x +1

4.8.1 Metode Koefisien Tak Tentu
Awalnya metode ini diterapkan pada PD linier tak homogen orde-2 yang
berbentuk
oy

+by

+cy = r(x), o, b, c = konstonto


selanjutnya metode ini juga berlaku untuk orde yang lebih tinggi.
Kunci metode ini adalah y
p
adalah suatu ekspresi yang mirip dengan r(x), yang
terdapat koefisien-koefisien yang tidak diketahui yang dapat ditentukan dengan
mensubstitusikan y
p
pada persamaan.
Aturan untuk Metode Koefisien Tak Tentu
A. Aturan Dasar. Jika r(x) adalah salah satu fungsi yang ada dalam Tabel
3.1, pilih fungsi y
p
yang bersesuaian dan tentukan koefisien tak tentunya
dengan mensubstitusikan y
p
pada persamaan.
B
.
Aturan Modifikasi. Jika r(x) sama dengan solusi PD homogen, kalikan y
p
yang bersesuaian dalam tabel dengan x (atau x
2
jika r(x) sama dengan
solusi akar ganda PD Homogen)
C. Aturan Penjumlahan. Jika r(x) adalah jumlah fungsi-fungsi yang terdapat
dalam Tabel pada kolom pertama, y
p
adalah jumlah fungsi pada baris yang
bersesuaian


Matematika Teknik I Hal- 17

Tabel 1 Metode Koefisien Tak Tentu
Suku-suku dalam r(x) Pilihan untuk y
p

kc
x
c
x

x
n
(n = u, 1, )
n
x
n
+
n-1
x
n-1
++
1
x +
0

kcos x otou ksin x cos x + sin x

Kesimpulan:
Metode Koefisisen Taktentu digunakan penyelesaian khusus PD linier
takhomogen dengan koefisien konstanta
Untuk dapat menentukan pemisalan yang sesuai harus dicari terlebih
dahulu solusi persamaan homogennya.
Metode Koefisisen Taktentu hanya dapat digunakan jika fungsi f(x) di
ruas kanan adalah berupa polinom, fungsi trigono, fungsi eksponen atau
penjumlahan/perkalian dari ketiga fungsi kolom pertama dalam Tabel 1.
Contoh: PD y
ii
+ y = ton x tidak dapat diselesaikan dengan metode
koefisien taktentu karena ton x bukan termasuk ketiga fungsi dalam
Tabel 1

Contoh Penerapan Aturan Dasar
Selesaikan PD takhomogen berikut:
y

+4y = 8x
2

Penyelesaian:
Langkah 1. Menentukan solusi PD homogen y
ii
+4y = u
persamaan karakteritik: m
2
+4 = u
akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= 2i, m
2
= 2i
solusi umum y

= cos 2x +sin 2x
Langkah 2. Menentukan solusi PD Tak Homogen y
ii
+4y = 8x
2

(x) = 8x
2
sehingga dari Tabel 1, y

=
2
x
2
+
1
x +
0

y
i

= 2
2
x +
1

y
ii

= 2
2

substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
2
2
+4(
2
x
2
+
1
x +
0
) = 8x
2

Matematika Teknik I Hal- 18

dengan menyamakan koefisien-koefisien yang berpangkat sama
diperoleh:
4
2
= 8
4
1
= u
2
2
+4
0
= u
perolehan konstanta:

2
= 2,
0
= 1,
1
= u
solusi umum PD takhomogen:
y

= 2x
2
1
Langkah 3. Menentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x) = cos 2x +sin 2x +2x


2
1

Contoh penerapan Aturan Modifikasi
Tentukan solusi PD berikut:
y

+2y = e
x

Penyelesaian:
Langkah 1. Menentukan solusi PD homogen y
ii
y
i
+2y =
persamaan karakteritik: m
2
Sm+2 = u
akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= 1, m
2
= 2
solusi umum y

= c
1
e
x
+ c
2
e
2x

Langkah 2. Menentukan solusi PD Tak Homogen y
ii
y
i
+2y = e
x

(x) = e
x
sehingga dari Tabel 1, y

= ce
x

karena (x) = e
x
adalah solusi PD homogen pada Langkah 1
maka sesuai Aturan B, y

= cxe
x

sehingga y
i

= ce
x
+cxe
x
, y
ii

= 2ce
x
+cxe
x

substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
2ce
x
+cxe
x
S(ce
x
+cxe
x
) +2(cxe
x
) = e
x

dengan menyamakan koefisien-koefisien yang berpangkat sama
diperoleh konstanta c=-1
solusi umum PD takhomogen:
y

= xc
x

Langkah 3. Menentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x) = c
1
e
x
+ c
2
e
2x
xc
x


Matematika Teknik I Hal- 19

Contoh Penerapan Aturan Penjumlahan
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
y

2y

+y = e
x
+x
Penyelesaian:
Langkah 1. Menentukan solusi PD homogen y
ii
2y
i
+y =
persamaan karakteritik: m
2
2m+1 = u
akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= m
2
= 1
solusi umum y

= c
1
e
x
+ c
2
xe
x

Langkah 2. Menentukan solusi PD Tak Homogen y
ii
2y
i
+y = e
x
+x
(x) = e
x
+x sesuai Tabel 1, y

= c
1
e
x
+c
2
x +c


suku pada (x) yaitu e
x
adalah solusi ganda PD homogen solusi
umum PD homogen menjadi y

= c
1
x
2
e
x
+c
2
x +c


sehingga y
i

= 2c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x
+c
2
,
y

= 2c
1
e
x
+2c
1
xe
x
+2c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x

substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
2c
1
e
x
+c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x
2(2c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x
+c
2
) +c
1
x
2
e
x
+c
2
x
+c

= e
x
+x
2c
1
e
x
+c
2
x2c
2
+c

= e
x
+x
dengan menyamakan koefisien-koefisien yang berpangkat sama
diperoleh konstanta :
c
1
= 12 ; c
2
= 1 ; c
3
= 2
solusi umum PD takhomogen:
y

= c
1
x
2
e
x
+c
2
x +c


=
1
2
x
2
e
x
+x +2
Langkah 3. Menentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x) = c
1
e
x
+ c
2
xe
x
+
1
2
x
2
e
x
+x +2

Tentukan penyelesaian PD berikut:
y

+2y

+Sy = 16c
x
+sin 2x
Penyelesaian:
Langkah 1. Menentukan solusi PD homogen y
ii
+2y
i
+Sy = u
persamaan karakteritik: m
2
+2m+S = u
Matematika Teknik I Hal- 20

akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= 1 +2i m
2
= 1 2i
solusi umum y

= e
-x
(cos 2x +sin 2x)
Langkah 2. Menentukan solusi PD Tak Homogen
y

+2y

+Sy = 16c
x
+sin 2x
(x) = 16c
x
+sin 2x sesuai Tabel 1,
y

= ce
x
+cos 2x +sin 2x
substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
8cc
x
+(4 +4+S)cos 2x +(4 4+S)sin 2x
= 16c
x
+sin 2x
dengan menyamakan koefisien-koefisien yang berpangkat sama
diperoleh konstanta :
c = 2 ; = 417 ; = 117
solusi umum PD takhomogen:
y

= ce
x
+cos 2x +sin 2x
= 2e
x

4
17
cos 2x +
1
17
sin 2x
Langkah 3. Menentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x)
= e
-x
(cos 2x +sin 2x) +2e
x

4
17
cos 2x +
1
17
sin 2x
Latihan soal
Tentukan penyelesaian persamaan diferensial berikut:
1. y
ii
+4y
i
= x
2. y
ii
+y
i
2y = S 6x
S. y
ii
+y = 6c
x
+S
4. y
ii
y
i
2y = 6c
x

S. y
ii
+y
i
= 6 sin 2x
6. y
ii
Sy
i
+2y = c
x
sin x
7. y
ii
+y
i
= 2x, y(u) = 1, y
i
(u) = 2
8. y
ii
+y
i
2y = 2x, y(u) = u, y
i
(u) = 1
9. y
ii
Sy
i
+6y = c
x
(2x S), y(u) = 1, y
i
(u) = S

Matematika Teknik I Hal- 21


Gambar 2 Metode Koefisien Taktentu pada PD Linier Tak Homogen orde-2

4.8.2 Metode Variasi Parameter
Metode variasi parameter adalah metode untuk menentukan penyelesaian
khusus PD linier takhomogen dengan koefisien variabel. Prinsip metode ini
adalah mengubah variabel konstanta c

dengan variasi parameter :

(x). Misal
pada PD takhomogen orde-2 konstanta c
1
dan c
2
pada solusi umum PD
homogen y

= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x) diubah dengan variasi parameter :
1
(x) dan
Langkah 3. Menentukan solusi umum PD TakHomogen
solusi umum: y = y

+ y
p


oy

+ by

+cy = (x)
oy

+by

+cy = u
Langkah 1. Menentukan solusi umum PD Homogen
solusi umum: y

= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x)
oy

+ by

+ cy = (x)
Langkah 2. Menentukan solusi PD TakHomogen
lihat bentuk f(x) sesuaikan dengan Tabel 4.1 kolom-1
dan lihat kesamaan bentuk dg solusi PD homogen
tentukan solusi umum: y
p
= Tabel 4.1 kolom-2
sesuaikan dg f(x)-nya
substitusi y
p
, y

p
, y

p
pada PD takhomogen
tentukan solusi khusus y
p


METODE KOEFISIEN TAKTENTU
PADA PD LINIER TAKHOMOGEN ORDE-2
Matematika Teknik I Hal- 22

:
2
(x) sehingga solusi khusus PD takhomogen y

= :
1
(x)y
1
(x) +:
2
(x)y
2
(x).
Metode ini lebih umum daripada metode koefisien taktentu.


Gambar 3 Prinsip Metode Variasi Parameter pada PD Linier TakHomogen orde-2

PD linier takhomogen orde-2 dengan koefisien variabel yang diselesaiakan
dengan metode Variasi Paramatr mempunyai bentuk umum:
y

+p(x)y

+(x)y = (x)
Penyelesaian PD di atas adalah:
Langkah 1. Menentukan penyelesaian PD homogen.
Penyelesaian PD homogen persamaan di atas:
y

+p(x)y

+q(x)y = u
y

= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x)
Langkah 2. Menentukan penyelesaian PD takhomogen dengan metode variasi
parameter.
Menentukan solusi umum:
y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)
Menentukan turunan y
p
:
y

i
= :
1
i
(x)y
1
(x) +:
1
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
(x) +:
2
(x)y
2
i
(x)
Menentukan persamaan syarat:
Prinsip Metode Variasi Parameter
PADA PD LINIER TAKHOMOGEN ORDE-2
y

p(x)y

+ (x)y = (x)
y

= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x)
y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)
c
1

1
(x) ; c
2

2
(x)

Matematika Teknik I Hal- 23

:
1
i
(x)y
1
(x) +:
2
i
(x)y
2
(x) = u
sehingga
y

i
= :
1
(x)y
1
i
(x) +:
2
(x)y
2
i
(x)
y

ii
= :
1
(x)y
1
ii
(x) + :
1
i
(x)y
1
i
(x) + :
2
(x)y
2
ii
(x) + :
2
i
(x)y
2
i
(x)
Substitusi y

, y

i
, y

ii
pada PD:
:
1
(x)y
1
ii
(x) +:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
(x)y
2
ii
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x)
+p(x):
1
(x)y
1
i
(x) +:
2
(x)y
2
i
(x)
+q(x):
1
(x)y
1
(x) +:
2
(x)y
2
(x) = r(x)
:
1
(x)y
1
ii
(x) +p(x)y
1
i
(x) +q(x)y
1
(x)
+:
2
(x)y
2
ii
(x) +p(x)y
2
i
(x) +q(x)y
2
(x)
+:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
karena y
1
ii
(x) +p(x)y
1
i
(x) +q(x)y
1
(x) = u dan
y
2
ii
(x) +p(x)y
2
i
(x) +q(x)y
2
(x) = u
maka hasil Substitusi y

, y

i
, y

ii
pada PD:
:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
Menentukan :
1
(x) dan :
2
(x)
:
1
i
(x)y
1
(x) +:
2
i
(x)y
2
(x) = u
:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
dari dua persamaan di atas maka:

1
i
(x) =
y
2
(x). (x)


1
(x) = _
y
2
(x). (x)

2
i
(x) =
y
1
(x). (x)


2
(x) = _
y
1
(x). (x)


w = y
1
(x)y
2
i
(x) y
1
i
(x) y
2
(x) adalah Wronskian y
1
(x), y
2
(x)
jadi
y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)
= _
y
2
(x). (x)

y
1
(x) +_
y
1
(x). (x)

y
2
(x)
Langkah 3. solusi umum PD
y = y

+ y
p

= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x) +:
1
(x)y
1
(x) +:
2
(x)y
2
(x)
= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x) +_
y
2
(x). (x)

y
1
(x) +_
y
1
(x). (x)

y
2
(x)


Matematika Teknik I Hal- 24

Contoh penerapan metode Variasi Parameter:
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
y

+y

= scc x
Penyelesaian:
Langkah 1. Menentukan penyelesaian PD homogen.
y

+y

= u
persamaan karakteristik m
2
+1 = u , akar-akarnya m
1,2
= _i
y

= c
1
cos(x) +c
2
sin(x)

Langkah 2. Menentukan penyelesaian PD takhomogen dengan metode variasi
parameter.
solusi umum: y
p
=
1
(x) cux x +
2
(x) x|n x
persamaan syarat:
:
1
i
(x)y
1
(x) + :
2
i
(x)y
2
(x) = u :
1
i
(x) cos x +:
2
i
(x)sin x = u
hasil Substitusi y

, y

i
, y

ii
pada PD:
:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
:
1
i
(x) sin x +:
2
i
(x)cos x = u
Menentukan :
1
(x) dan :
2
(x)
:
1
i
(x) cos x +:
2
i
(x)sin x = u
:
1
i
(x) sin x +:
2
i
(x)cos x = u
:
1
i
(x) = ton x :
1
(x) = ln cos x
:
2
i
(x) = 1 :
2
(x) = x
jadi
y

= :
1
(x) cos x +:
2
(x) sin x
= ln cos x cos x +x sin x
Langkah 3. solusi umum PD
y = y

+ y
p
= c
1
cos(x) +c
2
sin(x) +ln cos x cos x +x sin x
Matematika Teknik I Hal- 25


Gambar 4 Metode Variasi Parameter pada PD Linier TakHomogen orde-2

Latihan Soal
Tentukan penyelesaian PD tak homogen berikut dengan metode variasi
parameter:
1. y
ii
+y = 1
2. y
ii
y
i
= x +1
Metode Variasi Parameter
pada PD Linier Takhomogen Orde-2
y

p(x)y

+ (x)y = (x)
Langkah 1. Menentukan penyelesaian PD homogen.
y

p(x)y

+ q(x)y = u
akar persamaan karakteristik
y

= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x)

Langkah 2. Menentukan penyelesaian PD takhomogen dengan
metode variasi parameter.
Menentukan solusi umum:
Menentukan persamaan syarat:
Substitusi y
p
, y
p

, y
p

pada PD:
Menentukan :
1
(x) dan :
2
(x)
w = y
1
(x)y
2

(x) y
1

(x) y
2
(x)

y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)

(x)y
1
(x) +
2

(x)y
2
(x) =

(x)y
1

(x) +
2

(x)y
2

(x) = (x)

(x) =
y
2
(x). (x)


1
(x) = _
y
2
(x). (x)

(x) =
y
1
(x). (x)


2
(x) = _
y
1
(x). (x)


Langkah 3. Menentukan solusi PD Takhomogen.
y = y

+ y
p

= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x) +
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)

Matematika Teknik I Hal- 26

S. y
ii
+y
i
2y = S 6x
4. y
ii
y = Sc
3x

S. y
ii
+y = sin x
6. y
ii
+y = 6c
x
+S
7. y
ii
y
i
2y = 6c
x

8. y
ii
+y
i
= 6 sin 2x
9. y
ii
2y
i
+2y = c
x
sin x


Matematika Teknik I Hal- 27