Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Seekor kucing yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas beresiko mengidap berbagai penyakit berbahaya. Obesitas merupakan suatu penyakit dimana tubuh kelebihan lemak dan membuat tubuh gemuk sehingga sulit bergerak. Jika kucing sering bermalas-malasan maka ia akan kurang beraktivitas yang menyebabkan semakin menumpukya lemak dalam tubuh. Lemak tersebut akan menyumbat aliran darah sehingga penyebaran sai-sari makanan pun terhambat. Dalam studi kasus yang diberikan, kucing mengalami obesitas dan terdapat banyak luka di tubuhnya. Selain itu pada pemeriksaan gula darahnya menunjukkan sekitar 350 mg/dl. Semenjak mengalami luka-luka pada tubuhnya, kucing tersebut menjadi kurang aktif dari sebelumnya. Maka penyakit apa yang diderita kucing tersebut, cara pencegahannya, pengaruhnya terhadap sel, dan yang lain mengenai kasus tersebut akan dibahas secara lengkap dalam makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa diagnosa yang dapat diberikan pada kasus tersebut? 2. Bagaimanakan jalur metabolisme glukosa di dalam tubuh pada kondisi manakah yang menunjukkan abnormalitas? 3. Bagaimana hubungan keadaan patofisiologis terhadap kerja sel? 4. Bagaimana saran atas kasus di atas?

1.3 Tujuan Makalah ini bertujuan untuk menjawab berbagai pertanyaan dalam studi kasus yang diberikan yaitu tentang bagaimana diagnosa yang dapat diberikan, bagaimana jalur metabolisme dalam tubuh dan bagaimana keadaan abnormalnya, bagaimana hubungan keaadaan patofisiologis terhadap kerja sel, serta saran apa yang dapat diberikan untuk mengatasi kasus tersebut.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Obesitas Pada Kucing 2.1.1 Obesitas Ada beberapa jenis penyakit pada kucing yang mengalami kegemukan dan ini terkadang tidak disadari oleh pemilik kucing. Memang kucing yang gemuk akan membuat kita senang karena penampilannya yang lucu dan menarik, namun dibalik itu bahwa kucing yang gemuk memiliki resiko penyakit yang lebih besar disbanding dengan kucing yang memiliki berat badan sedang atau normal. Kegemukan atau obesitas pada kucing berhubungan dengan adanya penimbunan lemak dalam tubuh kucing sebagai akibat dari makan yang terlalu berlebih. Ini akan mempengaruhi organ-organ tubuh yang lain termasuk hati, jantung, sendi, dan kulit. Organorgan akan terpengaruh dari fungsi kerja, sehingga bisa menimbulkan masalah dikemudian hari. Overfeeding atau makan berlebihan dapat menyebabkan obesitas.Hal ini tidak hanya berlaku pada manusia, kucing kesayangan anda bisa juga mengalami obesitas layaknya manusia. Obesitas bisa menjadi masalah besar pada kucing dan utamanya yang berhubungan dengan perilaku makan yang abnormal diperkirakan sekitar 40 persen dari semua kucing akan mengalami obesitas.Obesitas dapat memberikan kontribusi akan terjadinya arthritis (meningkat empat kali lipat pada penderita diabetes tipe 2), dan hepatic lipidosis (masalah yang berpotensi dapat mengancam nyawa). Beberapa faktor yang menyebabkan kucing sering mengalami obesitas adalah terlalu banyaknya makanan yang dikonsumsi sehingga terjadi penimbunan lemak dibeberapa tempat, selain itu kurangnya olah raga, menurunnya metabolism tubuh, dan kelainan hormone juga dapat menjadi faktor terjadinya obesitas pada kucing. 2.1.2 Beberapa Penyakit Akibat Obesitas Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat obesitas yaitu: a. Penyakit Kulit Pada kucing yang gemuk memiliki resiko penyakit kulit yang lebih besar dari kucing yang normal, penyakit kulit yang dimaksud adalah kulit kering bersisik dan masalah adanya acne atau semacam jerawat pada kulit.Hal ini merupakan pengaruh dari lemak yang berlebih

yang berada dibawah kulit kucing yang gemuk tersebut, sehingga menyebabkan minyak lemak bisa muncul berupa jerawat. b. Penyakit Jantung Fungsi jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh, jika banyaknya lemak disekitar pembuluh darah sehingga elastisitas pembuluh menjadi terganggu. Akibatnya, jantung akan bekerja keras secara terus menerus dan pada akhirnya jantung akan mengalami dilatasi pada ventrikelnya dan lama kelamaan jantung akan melemah. c. Penyakit Diabetes Militus Kucing yang gemuk memiliki resiko 2-4 kali lebih banyak terserang diabetes militus.Ini bisa dipahami sebagai berikut.Obesitas, kelebihan berat badan atau kegemukan pada kucing menyebabkan peningkatan sekresi insulin dalam menanggapi peningkatan glukosa darah di tubuh kucing itu. Pemacu pengeluaran insulin oleh pankreas yang melebihi ambang batas normal dan kemampuan dalam jangka waktu yang lama, maka akan menjadi pemicu terjadinya diabetes militus pada kucing. d. Penyakit Arthritis Pada kucing yang gemuk, kejadian antrthritis juga lebih besar dari pada kucing yang normal. Dengan berat badan yang berat, keadaan sendi pada kaki kucing juga akan bekerja berlebih, terutama pada saat melompat dan berjalan. Hal ini bisa meningkatkan resiko terjadinya arthritis pada kucing. Disamping penyakit tersebut diatas, kucing yang gemuk juga akan memerlukan dosis anastesi atau obat bius yang lebih banyak disbanding dengan kucing yang kurus ataupun kucing yang normal. Ini disebabkan karena obat bius tersebut akan terserap pada lemak dan biasanya kucing yang gemuk lebih tahan lama tidak pingsan disbanding kucing yang memiliki berat badan normal. 2.1.3 Beberapa Cara Menghindari Obesitas Beberapa cara untuk menghindari terjadinya obesitas pada kucing, yaitu meliputi: 1. Kurangi makanan kucing yang mengandung karbohidrat berlebih Aturlah makanan kering dan makanan basah untuk kucingmu.Perhatikan tingkat karbohidrat yang terkandung, jangan sampai melewati batas 10%-15%. 2. Perhatikan takaran makanan

Kucing memang berhenti makan ketika sudah merasa tidak ingin makan lagi.Namun anda sebagai pemberi makannya, tentu harus bisa memperkirakan porsi yang cukup untuk kucing anda.Pastikan ada sekitar 25-30 pon kalori per hari. 3. Ajak kucing anda bermain Kucing yang biasa di dalam ruangan juga butuh kegiatan yang membuatny aktif.Anda dapat bermain dengannya agar kucing juga bergerak dan tidak terus diam, duduk dan menumpuk lemak lemak tidak baik untuk tubuhnya. 4. Beri nutrisi dengan vitamin Berikan vitamin kepada kucing anda agar kesehatannya terjaga.Jangan lupa vitamin penting seperti vitamin B untuk membantu pembentukan sel darah baru. 2.1.4 Perawatan Kucing yang Mengalami Obesitas Untuk Perawatan kucing obesitas sendiri meliputi beberapa aspek, yaitu: a. Sebelum menjalankan program penurunan berat badan, evaluasi medik yang lengkap dan menyeluruh harus dilakukan oleh dokter hewan anda untuk memeriksa kondisi medis yang pokok. Ada banyak kondisi dimana dapat mempengaruhi tingkat turun berat badannya atau memilih diet yang cocok unutk program penurunan berat bada kucing anda. b. Pembatasan konsumsi kalori merupakan satu-satunya jalan untuk membuat kucing anda turun berat badannya. Kucing tidak biasa untuk melakukan latihan olah tubuh yang cukup yang dapat memberikan perbedaan yang signifikan. c. Kucing harus tetap makan. Diet yang membuat lapar atau terlalu membatasi porsi makan kucing dapat mengakibatkan penyakit liver yang fatal, yang disebut "Hepatitis Lipidosis" (kesalahan pada metabolisme lemak pada jaringan tubuh). Kondisi ini dapat mengakibatkan penumpukan lemak yang berlebih pada hati. Kucing yang kelebihan berat badan telah disiapkan untuk kondisi tersebutkarena penumpukan lemak berlebih pada tubuh. Ketika kucing anda mengkonsumsi kalori lebih sedikit dari yang diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh tetap normal, jaringan lemak pada tubuh akan bergerak. Saat lemak ini masuk ke dalam aliran darah, kebanyakan akan tersimpan di hati yang menyebabkan kondisi medis yang serius. d. Program penurunan berat badan pada kucing dapat diterapkan, tapi dengan monitor yang seksama unutk meyakinkan agar komplikasi hepatitis lipidosis yang serius tidak muncul.

2.2 Diabetes Melitus Pada Kucing Diabetes mellitus adalah sebuah penyakit yang berhubungan dengan kadar insulin di dalam darah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sebagai etiologinya. Seperti diketahui bahwa insulin berhubungan erat dengan proses metabolisme dalam tubuh.Insulin adalah hormon yang dibentuk di -cell pancreas. Fungsi insulin terutama adalah dalam pengaturan glukosa dalam tubuh yaitu menurunkan kadar glukosa darah, dengan meningkatkan uptake glukosa ke dalam jaringan. Sedangkan fungsi lainnya adalah meningkatkan katabolisme protein dan lemak, menghambat pembentukan glukosa dari asam amino dan lemak di daerah perifer dengan menstimulasi pembentukan asam amino otot dan penyimpanan lemak di sel adiposa. Selain itu, hormon yang juga berpengaruh dalam pengaturan glukosa, yaitu untuk menaikkan kadar glukosa darah adalah hormon glukagon yang diproduksi oleh -cell pankreas. Hormon ini memiliki fungsi yang berkebalikan dengan insulin, yakni meningkatkan konversi glikogen menjadi glukosa, meningkatkan pembentukan glukosa atau prekursor glukosa dari asam amino dan lemak (prekorsor glukosa dari lemak yaitu asam lemak dan gliserol). Jika kadar glukosa kucing diatur dengan baik, mereka harus sekitar 100 mg / dl. 80 mg / dl dianggap rendah, dan 40 mg / dl atau di bawah ini sangat berbahaya. Untuk berada di sisi aman, itu lebih baik untuk tingkat hewan peliharaan anda untuk menjadi lebih tinggi, tidak lebih rendah, sebagai tingkat yang terlalu rendah akan membunuhnya. Ada dua jenis diabetes, Diabetes Tipe 1 yang paling selalu terjadi karena pankreas kucing Anda tidak memproduksi cukup hormon insulin, dan diabetes tipe 2, dimana sel-sel kucing anda tidak akan responsif terhadap kehadiran insulin.Pada diabetes mellitus tipe 1 disebabkan karena kerusakan -cell pankreas, akibat faktor keturunan dan destruksi pankreas karena pancreatitis, virus atau penyakit auto imun. Sedangkan untuk diabetes mellitus tipe 2 disebabkan kurang sensitifnya jaringan terhadap insulin, akibat obesitas, hormon diabetogenik seperti glucocorticoid dan cortisol, pengaruh Tiroksin (T4), kerja hormon glucagon, hormon pertumbuhan, hormone progesterone, dan epinephrine. Pada diabetes mellitus tipe 2 resistensi insulin atau ketidakefektifan insulin pada jaringan pada kucing dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
a. b. c.

Insulin inaktif karena pemberian obat-obatan diabetogenik Insulin dilarutkan karena hyperadrenocorticismus Pemberian di waktu yang tidak tepat saat diestrus pada anjing

d. e.

Dosis yang tidak tepat karena infeksi terutama pada cavum oris dan saluran urine Frekuensi pemberian insulin yang tidak tepat karena hypothroidismus (anjign) dan hyperthyroidismus (kucing)

f. g.

Gagal atau kurangnya absorbsi insulin karena kerusakan ginjal, hepar dan jantung Adanya antibodi anti insulin pada beberapa penyakit tertentu Pada keadaan kurang insulin, maka terjadi hiperglikemia, tetapi energi tetap tidak

mencukupi sehingga metabolisme lemak meningkat. Seperti diketahui metabolisme lemak menghasilkan keton bodies, sehingga jika metabolisme lemak meningkat jumlah keton bodies yang dihasilkan juga meningkat, menimbulkan ketonemia dan ketonuria. (Diabetic ketosis).Ketosis menyebabkan keadaan asam dalam darah yang menyebabkan asidosis metabolik, yang disebut Diabetic KetoAcidosis. Pada keadaan kurang insulin, sintesis protein meningkat, menyebabkan pembentukan glukosa di hati meningkat, dan pengambilan trigliserida dan asam lemak oleh jaringan juga menurun. Akibatnya kadar glukosa tetap tinggi, dan asam lemak dan trigliserida yang merupakan prekursor glukosa tetap beredar di sirkulasi dan kembali ke hati, menyebabkan pembentukan glukosa sangat dimungkinkan untuk tetap tinggi. Pada akhirnya hiperglikemia semakin parah.Pada keadaan hiperglikemia, tekanan osmotik dalam darah meningkat sehingga cairan tertarik ke dalam pembuluh darah menyebabkan hipertensi.Karena cairan sel tertarik masuk ke ekstrasel (pembuluh darah), maka terjadi dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan peningkatkan nafsu minum (polidipsia) yang mengakibatkan polyuria. Polyuria menyebabkan elektrolituria (terlarutnya elektrolit K+, Na+, Mg+ pada urine) karena tekanan osmotik meningkat. Tekanan osmotik meningkat karena glikosuria.Selain itu karena benda keton dapat mengikat elektrolit dapat mengikat elektrolit, pada kasus ketonuria eletrolit terbawa dan terbuang. Etiologinya kompleks, misalnya karena peningkatan level hormon diabetogenik dalam sirkulasi (mis: epinephrine, glukagon, cortisol, growth hormone). Defisiensi insulin, resistensi jaringan terhadap insulin, bersama peningkatan level hormone diabetogenik menstimulasi ketogenesis.Ada dua perubahan pada metabolisme antara yang menyebabkan sintesis benda keton: a. Peningkatan mobilisasi asam lemak dan trigliserida yang disimpan dalam jaringan adiposa ke sirkulasi;

b. Perpindahan/perubahan metabolisme di hepar dari pembentukan (anabolisme) lemak menjadi oksidasi lemak dan ketogenesis. Insulin adalah inhibitor lipolisis dan oksidasi asam lemak.Kekurangan insulin relatif atau absolut menyebabkan lipolisis meningkat dan menyebabkan mobilitas asam lemak ke hati meningkat, meningkatkan asam lemak dan ketogenesis.Keton jadi terakumulasi dalam darah menyebabkan asidosis metabolik.Keton terakumulasi pada ruang ekstraseluler, jumlahnya melebihi ambang batas tubulus renalis untuk resorpsi lengkap dan menyebabkan adanya keton dalam urine (ketonuria).Hal ini menyebabkan osmotik diuresis yang disebabkan glikosuria dan menyebabkan ekskresi elektrolit (sodium, potasium, dan magnesium).Kesimpulannya semua itu menyebabkan kehilangan air dan elektrolit yang banyak menyebabkan azotemia pre renal. Hiperglikemia menyebabkan peningkatan osmolalitas plasma yang menyebabkan osmotik diuresis yang malah semakin meningkatkan osmolalitas plasma. Peningkatan osmolalitas plasma menyebabkan kehilangan air dan garam., dan cairan berpindah ke luar sel menyebabkan dehidrasi sel. 2.2.2 Diagnosa Diabetes Melitus Pada Kucing Didasarkan pada pengukuran kadar glukosa dalam darah untuk menentukan status hiperglikemia. Selain itu analisa patologi klinik lainnya untuk menguatkan diagnosa seperti analisa kimia darah dan analisa urin (glikosuria dan ketonuria).Untuk diagnosa awal dapat dilihat dari gejala klinis yang muncul, yaitu polydipsia, polyuria, kelemahan umum karena kekurangan energi, penurunan berat badan dan hipertensi. A.2.3 Faktor Penentu dan Perjalanan Alamiah Diabetes Melitus A. Faktor Penentu a. Penjamu / Host Faktor yang terkena atau terinfeksi penyakit.Diabetes mellitus dapat menyerang manusia dan hewan. Pada manusia, tingkat kejadian akan lebih tinggi pada individu yang mempunyai riwayat keturunan, dan individu yang memiliki berat badan berlebih. Sedangkan pada hewan yang dapat menderita diabetes mellitus contohnya kucing, anjing, kelinci, dan lainnya. Perjalanan sakitnya kurang lebih sama dengan yang dialami oleh manusia. b. Agent

Agent adalah faktor yang menyebabkan penyakit.Diabetes mellitus bukan penyakit menular yang disebabkan oleh satu agent yang pasti. Yang dapat menyebabkan diabetes mellitus antara lain: Pola atau kebiasaan buruk individu Kebiasaan buruk yang dimaksud misalnya kesalahan terhadap konsumsi makanan atau minuman, keadaan ini menimbulkan ketidakseimbangan gizi dan beresiko obesitas. Kebiasaan lainnya karena kurangnya aktivitas fisik atau tidak berolah raga, hal ini membuat kadar gula dalam darah tetap karena tidak diubah menjadi energi. Gangguan pankreas maupun resistiensi insulin Gangguan pankreas dimana pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengubah glukosa menjadi energi.Kerusakan pankreas bisa saja karena adanya virus yang mempengaruhi dan merusak sel sel beta pada pankreas yang berfungsi untuk menghaslikan insulin. Virus yang diduga adalah Rubella, Coxsackievirus B. Gangguan ini biasanya bersifat bawaan dan akan diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Resistensi insulin dapat terjadi dimana konsentrasi insulin dalam tubuh yang sangat tinggi namun tubuh tidak memberikan respon yang semestinya terhadap kerja insulin, sehingga seakan akan tubuh kekurangan insulin. Resistensi insulin terjadi karena kelainan insulin, dan biasanya keadaan ini bukan sifat bawaan dari indukan melainkan lebih sering terjadi akibat obesitas dan bisa juga karena pengaruh dari obat obatan yang memicu penurunan sistem kerja insulin.Obat yang diduga dapat memicu diabetes mellitus Pentamidin dan Vacor atau obat racun tikus. B. Perjalanan Alamiah Diabetes Melitus Perjalanan alamiah suatu penyakit umumnya dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Prepatogenesis Pada kondisi ini, terjadi rangsangan yang menimbulkan penyakit dan individu tersebut belum dinyatakan diabetes.Misalnya kejadian obesitas yang mendahului sebelum diabetes. 2. Patogenesis Dalam kondisi ini, individu mulai merasakan adanya keluhan keluhan dan terlihat gejala diabetes. Pada patogenesis dapat dibagi lagi ke beberapa fase, yaitu: a. Fase Subklinis Pada fase ini, bisa dikatakan timbulnya gejala masih merupakan gejala yang umum yang belum dapat dikatakan sakit.Terjadi perubahan kondisi tubuh namun perubahan itu belum

dirasakan oleh individu. Tetapi jika dilakukan pemeriksaan dengan alat alat kesehatan, maka akan ditemukan kelainan tersebut. b. Fase Klinis Pada tahap ini, gejala yang muncul semakin besar dan berat.Dan biasanya individu baru menyadari penyakitnya dan baru melakukan pengobatan. c. Fase Penyembuhan Setelah menjalani perawatan dan pengobatan, individu bisa memasuki fase penyembuhan ataupun meninggal dunia.Untuk penyakit diabetes mellitus, kita tahu bahwa penyakit ini belum dapat disembuhkan, penyakit ini hanya dapat dikontol dan diberi pengawasan khusus. Namun, biasanya individu dengan diabetes yang disertai komplikasi akan mengalami kecacatan, misalnya pada diabetes dengan komplikasi stroke. Sedangkan sisanya tetap akan menjadi carier atau pembawa sifat penyakit dan dapat menularkan kepada keturunannya.

2.3 Metabolisme Glukosa 2.3.1 Proses Glikolisis Tahap awal metabolisme konversi glukosa menjadi energi di dalam tubuh akan

berlangsung secara anaerobik melalui proses yang dinamakan Glikolisis (Glycolysis). Proses ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma (cytoplasm) yang terdapat pada sel eukaryotik (eukaryotic cells). Inti dari

keseluruhan proses Glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadi produk akhir berupa piruvat. Pada proses Glikolisis, 1 molekul glukosa yang memiliki 6 atom karbon pada rantainya (C6H12O6) akan terpecah menjadi produk akhir berupa 2 molekul piruvat (pyruvate) yang memiliki 3 atom karbom (C3H3O3).Proses ini berjalan melalui beberapa tahapan reaksi yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa antara seperti Glukosa 6-fosfat dan Fruktosa 6fosfat. Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat, proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). Molekul ATP yang terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh sel-sel tubuh sebagai komponen dasar sumber energi. Melalui proses glikolisis ini 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk.

2.3.2 Respirasi Seluler a. Produksi acetyl-CoA / Proses Konversi Pyruvate Sebelum memasuki Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) molekul piruvat akan teroksidasi terlebih dahulu di dalam mitokondria menjadi Acetyl-Coa dan CO . Proses ini berjalan dengan bantuan multi enzim 2pyruvate dehydrogenase complex (PDC) melalui 5 urutan reaksi yang melibatkan 3 jenis enzim serta 5 jenis coenzim. 3 jenis enzim yang terlibat dalam reaksi ini adalah enzim Pyruvate Dehydrogenase (E1), dihydrolipoyl transacetylase (E2) & dihydrolipoyl dehydrogenase (E3), sedangkan coenzim yang telibat dalam reaksi ini adalah TPP, NAD+, FAD, CoA &Lipoate. Konversi piruvat tidak hanya akan menhasilkan CO2 dan AcetylCoA namun juga akan menghasilkan produk samping berupa NADH yang memiliki nilai energi ekivalen dengan 3xATP. b. Proses oksidasi Acetyl-CoA (Citric-Acid Cycle) Molekul Acetyl CoA yang merupakan produk akhir dari proses konversi Pyruvate kemudian akanmasuk kedalam Siklus Asam Sitrat. Secara sederhana persamaan reaksi untuk 1 Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) dapat dituliskan : Acetyl-CoA + oxaloacetate + 3 NAD + GDP + Pi +FAD oxaloacetate + 2 CO +FADH + 3 NADH + 3 H + GTP Siklus ini merupakan tahap akhir dari proses metabolisme energi glukosa. Proses

konversi yang terjadi pada siklus asam sitrat berlangsung secara aerobik di dalam mitokondria dengan bantuan 8 jenis enzim. Inti dari proses yang terjadi pada siklus ini adalah untuk mengubah 2 atom karbon yang terikat didalam molekul Acetyl-CoA menjadi 2 molekul karbon dioksida (CO2), membebaskan koenzim A serta memindahkan energi yang dihasilkan pada siklus ini ke dalam senyawa NADH, FADH2dan GTP. Selain menghasilkan CO2dan GTP, dari FADH2. Untuk melanjutkan proses metabolisme energi, kedua persamaan reaksi dapat terlihat bahwa satu putaran Siklus Asam Sitrat juga akan menghasilkan molekul NADH &molekul

molekul ini kemudian akandiproses kembali secara aerobik di dalam membran sel mitokondria

melalui proses Rantai Transpor Elektron untuk menghasilkan produk akhir berupa ATP dan air (H2O). 2.4 Analisis Kasus Berdasarkan uraian diatas didapatkan hasil analisis sebagai berikut: 1. Diagnosa apa yang bisa anda berikan berdasar kasus diatas, berikan alasannya! Penyakit yang diderita adalah Diabetes Militus, diagnosis didasarkan pada pengukuran kadar glukosa dalam darah untuk menentukan status hiperglikemia. Selain itu analisa patologi klinik lainnya untuk menguatkan diagnosa seperti analisa kimia darah dan analisa urin (glikosuria dan ketonuria).Untuk diagnosa awal dapat dilihat dari gejala klinis yang muncul, yaitu polydipsia, polyuria, kelemahan umum karena kekurangan energi, penurunan berat badan dan hipertensi. Gula darah kucing pada kasus ini adalah 350 mg/dl sedangkan kadar glukosa normal pada kucing adalah 280 mg/dl. Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) dan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein karena berkurangnya sekresi atau aktivitas insulin. Secara klinik Diabetes Millitus adalah sindroma yang merupakan gabungan kumpulan gejala-gejala klinik yang meliputi aspek metabolic dan vaskuler yaitu hiperglikemi puasa dan post pradial, atesklerotik dan penyakit vaskuler mikroangiopati, serta hampir semua organ tubuh akan terkena dampaknya. Salah satu salah satu faktor yan menyebabkan terjadinya diabetes adalah faktor obesitas atau kegemukan karena pola makan yang berlebih. Pada keadaan hiperglikemia, tekanan osmotik dalam darah meningkat sehingga cairan tertarik ke dalam pembuluh darah menyebabkan hipertensi.Karena cairan sel tertarik masuk ke ekstrasel (pembuluh darah), maka terjadi dehidrasi.Dehidrasi menyebabkan peningkatkan nafsu minum (polidipsia) yang mengakibatkan polyuria. Polyuria menyebabkan elektrolituria (terlarutnya elektrolit K+, Na+, Mg+ pada urine) karena tekanan osmotik meningkat. Tekanan osmotik meningkat karena glikosuria.Selain itu karena benda keton dapat mengikat elektrolit dapat mengikat elektrolit, pada kasus ketonuria eletrolit terbawa dan terbuang.Maka karena hal tersebut diperlukan kadar air yang tinggi karena kucing merupakan karnivora obligat, yang berarti sebagian besar protein mereka harus berasal dari sumber hewani. Mereka tidak

dimaksudkan untuk makan sejumlah besar karbohidrat. Plus mereka telah berevolusi untuk mendapatkan sebagian besar air dari makanan mereka. 2. Bagaimanakan jalur metabolisme glukosa di dalam tubuh pada kondisi manakah yang menunjukkan abnormalitas, beri penjelasan! Banyaknya karbohidrat dalam tubuh sangat berpengaruh padah proses metabolism glukosa dan proses reabsirbsi dari glukosa tersebut, selain itu diketahui pula kucing merupakan karnivora sejati, dimana 100 persen makanan yang dikonsumsi adalah daging dan lemak. Jika terjadi diabetes militus kadar penyerapan glukosa dalam tubuh akan menurun dan jika kadar glukosa dalam darah menurun maka glukagon bekerja, dan sebaliknya jika kadar glukosa dalam darah meningkat maka insulin bekerja. Insulin adalah inhibitor lipolisis dan oksidasi asam lemak.Kekurangan insulin relatif atau absolut menyebabkan lipolisis meningkat dan menyebabkan mobilitas asam lemak ke hati meningkat, meningkatkan asam lemak dan ketogenesis.Keton jadi terakumulasi dalam darah menyebabkan asidosis metabolik.Keton terakumulasi pada ruang ekstraseluler, jumlahnya melebihi ambang batas tubulus renalis untuk resorpsi lengkap dan menyebabkan adanya keton dalam urine (ketonuria).Hal ini menyebabkan osmotik diuresis yang disebabkan glikosuria dan menyebabkan ekskresi elektrolit (sodium, potasium, dan magnesium).Kesimpulannya semua itu menyebabkan kehilangan air dan elektrolit yang banyak menyebabkan azotemia pre renal. Jadi jika terjadi diabetes militus maka lemak yang seharusnya dipecah menjadi glukosa akan tertimbun di dalam jaringan adiposa dan menyebabkan kerja dari glucagon menurun, oleh karena itu kadar dalam glukosa akan terus meningkat. 3. Tunjukkan faktor lain yang mempengaruhi kondisi tersebut! Penyebab penyakit ini dikarenakan kurangnya insulin pada tubuh,fungsi organ pankreas yang menghasilkan insulin tidak mencukupi untuk menyerap kadar gula dalam darah dikarenakan gaya hidup yang tidak baik. Adapun dua penyebab utama terjadinya penyakit diabetes tipe 2. Penyebabnya adalah : 1. Faktor keturunan, untuk faktor keturunan ini terjadi apabila ada salah satu orang tua atau saudara kandung 2. Pola makan atu gaya hidup yang tidak sehat. Sebagian orang banyak yang membeli makanan cepat saji atau makanan kaleng yang mengandung banyak lemak dan tidak sehat.

3. Adanya obesitas atau kelebihan berat badan 4. Adanya kolesterol yang tinggi 5. Disebabkan karena olahraga atau jarang bergerak. Untuk semua penyebab penyakit diabetes tipe 2 umumnya disebabkan karena adanya gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup seperti ini berakibat kurangnya metabolisme dalam tubuh yang tidak sempurna sehingga membuat insulin dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik. Karena hormone insulin dapat diserap lemak dalam tubuh, maka apabila pola hidup tidak sehad dapat membuat tubuh kekurangan insulin. 4. Keadaan patofisiologis tersebut dapat diketahui pula dengan munculnya beberapa penanda seluler yang berhubungan dengan komunikasi antar sel, sebut dan jelaskan peranannya! Hiperglikemia menyebabkan peningkatan osmolalitas plasma yang menyebabkan osmotik diuresis yang malah semakin meningkatkan osmolalitas plasma. Peningkatan osmolalitas plasma menyebabkan kehilangan air dan garam., dan cairan berpindah ke luar sel menyebabkan dehidrasi sel. Dehidrasi menyebabkan peningkatkan nafsu minum (polidipsia) yang mengakibatkan polyuria. Polyuria menyebabkan elektrolituria (terlarutnya elektrolit K+, Na+, Mg+ pada urine) karena tekanan osmotik meningkat. Tekanan osmotik meningkat karena glikosuria.Selain itu karena benda keton dapat mengikat elektrolit dapat mengikat elektrolit, pada kasus ketonuria eletrolit terbawa dan terbuang. 5. Sebagai seorang calon dokter hewan, bagaimana saran yang dapat anda berikan pada kasus tersebut, kemukakan alasannya! a. Pencegahan biasanya lebih baik daripada mengobati Hindari makanan kucing sampah - misalnya makanan kucing kering dipecah.Ini adalah nomor satu penyebab terjadinya diabetes kucing.Jenis makanan berkualitas rendah, yang diproses kaya karbohidrat menyebabkan kucing banyak untuk menjadi diabetes.Hindari merek makanan kucing kering. b. Pilih diet daging kaleng / bersaku atau mentah Awal tanda-tanda diabetes - Ini termasuk Kelemahan pada tungkai dibuktikan dengan pincang. Hal ini juga dapat terkait dengan beberapa penyakit lain, untuk pankreatitis misalnya. Jadi yang terbaik adalah untuk mendapatkan saran dokter hewan segera. c. Suntik insulin Insulin - Kucing dengan diabetes tipe 1 serta beberapa tipe 2 perlu insulin. Dokter hewan anda akan melatih Anda untuk memberikan suntikan ini. Seringkali mereka mungkin

meresepkan obat oral. Anda juga perlu memonitor kadar glukosa kucing Anda dengan mesin pemantauan khusus. 6. Berikan kesimpulan dari kasus diatas! Jadi kucing pada kasus diatas menderita diabetes mellitus tipe 2 karena mengalami obesitas yang menyebabkan kelebihan lemak pada tubuh.diagnosisdidasarkan pada pengukuran kadar glukosa dalam darah untuk menentukan status hiperglikemia. Selain itu analisa patologi klinik lainnya untuk menguatkan diagnosa seperti analisa kimia darah dan analisa urin (glikosuria dan ketonuria). Adapun dua penyebab utama terjadinya penyakit diabetes tipe 2, diantaranya faktor keturunan, pola makan atu gaya hidup yang tidak sehat, adanya obesitas atau kelebihan berat badan. saran yang dapat anda berikan pada kasus ini adalah melakukan pencegahan yaitu dengan menghindari memberi kucing makanan kering,memilih diet dengan daging kaleng,dan suntik insulin.