Anda di halaman 1dari 14

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Salah satu bagian terpenting dalam proses pencernaan makanan adalah mulut. Makanan akan diproses di dalam rongga mulut oleh saliva, lidah dan gigi, agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik harus disertai dengan perawatan dan pemeliharaan yang optimal dari gigi dan mulut (Sasmita, 2005). Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang harus diperhatikan dengan baik. Kerusakan pada gigi dapat mengakibatkan gangguan dalam pengunyahan dan menimbulkan rasa sakit. Kerusakan yang terjadi pada gigi jika dibiarkan dapat menyebabkan gigi tanggal sebelum waktunya dan diikuti dengan adanya perubahan dari fungsi gigi dan mulut (Sasmita, 2005). Tanggalnya gigi dapat menyebabkan terjadinya migrasi gigi tetangga dan antagonisnya untuk mengisi ruang kosong yang ditinggalkan oleh gigi tersebut, sehingga lambat laun akan mengakibatkan maloklusi selain itu dapat menyebabkan terjadinya gangguan bicara, mastikasi dan estetik (Sasmita, 2005). Ruang kosong yang diakibatkan karena tanggalnya gigi dapat dioptimalkan fungsinya yaitu dengan menggunakan suatu alat gigi tiruan sebagian lepasan (removable partial denture) atau gigi tiruan cekat (fixed partial denture). Penggunaan gigi tiruan sebagian lepasan ditujukan pada keadaan hilangnya gigi, termasuk diastema dan terjadinya resorpsi tulang (Sasmita, 2005). Pembuatan gigi tiruan cekat hanya dapat digunakan bila hilangnya gigi tiap daerah tak bergigi tidak seluruhnya dan pada ke dua sisi daerah yang tidak bergigi masih dibatasi gigi asli sehingga memenuhi syarat sebagai gigi pendukung. Apabila alat cekat tidak dapat dipakai karena kurangnya retensi

(tidak memenuhi syarat sebagai gigi pendukung) maka gigi tiruan sebagai lepasan dapat dipertimbangkan pemakaiannya (Sasmita, 2005).

1.2. Rumusan Masalah 1. Apa definisi dari Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 2. Apa saja tujuan pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 3. Sebutkan klasifikasi beserta penjelasan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 4. Apa bahan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 5. Apa komponen Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 6. Apa indikasi dan kontraindikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 7. Apa kelebihan dan kekurangan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 8. Bagaimana desain Gigi Tiruan Sebagian Lepasan berdasarkan kasus yang telah ditentukan? 9. Apa syarat pemilihan gigi yang dijadikan abutment? 10. Apa syarat & faktor pertimbangan penggunaan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 11. Bagaimana instruksi yang diberikan kepada pasien yang memakai Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 12. Bagaimana prognosis Gigi Tiruan Sebagian Lepasan? 13. Bagaimana prosedur klinis Gigi Tiruan Sebagian Lepasan?

1.3. Tujaun Penulisan 1. Menjelaskan definisi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 2. Menjelaskan tujuan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 3. Menjelaskan klasifikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 4. Menjelaskan bahan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 5. Menjelaskan komponen Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 6. Menjelaskan indikasi & kontraindikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 7. Menjelaskan kelebihan & kekurangan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan
2

8. Menjelaskan desain Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 9. Menjelaskan syarat pemilihan gigi yang dijadikan abutment 10. Menjelaskan syarat & faktor petimbangan penggunaan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 11. Menjelaskan instruksi pemakaian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 12. Menjelaskan prognosis Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 13. Menjelaskan prosedur klinis Gigi Tiruan Sebagian Lepasan

1.4. Metode Penulisan Metode Literatur Penyusun melakukan metode literatur dengan berpedoman pada buku-buku kedokteran dan buku-buku kesehatan lainnya serta jurnal kedokteran yang relevan dengan topik. Metode Teknologi Penyusun mengambil sebagian bahan dari internet dengan sumber yang valid.

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1. Definisi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) merupakan sebuah protesa yang dapat dilepas dan menggantikan 1 atau lebih gigi namun tidak semua gigi dan jaringan pendukung. Gigi tiruan ini didukung oleh gigi dan mukosa (Loney, 2011). GTSL didukung oleh periodonsium dari gigi penyangga dan tulang alveolar bersama dengan mukosa yang menutupinya. Pada dasarnya sifat gigi tiruan adalah statis sedangkan sifat jaringan rongga mulut adalah dinamis. Interaksi dari kedua sifat yang berbeda ini dan adanya gaya-gaya yang bekerja menyebabkan gigi tiruan didalam mulut berubah menjadi dinamis, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi struktur pendukung yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan periodontal, mukosa, dan tulang alveolar. Selain itu juga dapat terjadi karies pada gigi-geligi yang masih ada apabila pasien tidak mengikuti instruksi untuk menjaga kebersihan rongga mulut, tidak melakukan control berkala terhadap GTSL dan gigi-geliginya, dan juga bias disebabkan oleh karena pasien mempunyai insiden karies yang tinggi, sehingga pasien dengan GTSL yang ada sering membutuhkan pencabutan satu atau beberapa gigi (Siagian, 2003).

2.2. Tujuan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menurut Loney (2011), tujuan dalam pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan yaitu untuk : 1. Mempertahankan sisa gigi dan struktur pendukung 2. Mengembalikan estetik & fonetik 3. Mengembalikan dan atau meningkatkan mastikasi 4. Mengembalikan kesehatan, kenyamanan & kualitas hidup
4

2.3. Klasifikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Klasifikasi Kennedy (Loney, 2011) : 1. Kelas I : area edentulous bilateral pada gigi posterior (free end) 2. Kelas II : area edentulous unilateral pada gigi posterior (free end) 3. Kelas III : edentulous area bounded, pada gigi anterior dan atau posterior 4. Kelas IV : edentulous area pada gigi anterior yang melewati midline

Klasifikasi Applegate-Kennedy (Soratur, 2006) : 1. Kelas I : area edentulous bilateral pada gigi posterior (free end) 2. Kelas II : area edentulous unilateral pada gigi posterior (free end) 3. Kelas III : edentulous area bounded, pada gigi anterior dan atau posterior 4. Kelas IV : edentulous area pada gigi anterior yang melewati midline 5. Kelas V : daerah tak bergigi paradental, dimana gigi asli anterior tidak dapat dipakai sebagai gigi penahan atau tak mampu menahan daya kunyah 6. Kelas VI : daerah tak bergigi paradental dengan kedua gigi tetangga asli dapat dipakai sebagai gigi penahan. Menurut peyangganya (Carc, 2011) 1. The all tooth supported denture 2. The tooth tissue supported denture Menurut distribusi beban (Carc, 2011) 1. Mukosa borne 2. Tooth borne 3. Kombinasi Klasifikasi Cummer (berdasarkan letak klamer) (Soratur, 2006) 1. Kelas I : terdiri dari 2 direct retainer (klamer), letaknya diagonal 2. Kelas II : terdiri dari 2 direct retainer (klamer), letak berhadapan, bila dihubungkan membentuk garis tegak lurus pada median line. 3. Kelas III : terdiri dari 2 atau lebih klamer, letak pada 1 sisi/bidang 4. Kelas IV : terdiri dari 3-4 klamer, bila dihubungkan dengan garis membentuk segi empat dan berada di tengah protesa

2.4. Bahan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menurut Sormin (2009) bahan gigi tiruan sebagian lepasan yaitu : 1. GTSL resin akrilik, yaitu gigi tiruan yang basisnya dibuat dari bahan resin akrilik
6

2. GTSL kerangka logam, yaitu gigitiruan yang kerangkanya dibuat dari logam. 3. Gigitiruan fleksibel atau Valvast. Merupakan gigi tiruan dengan basis yang biokompatibel. Gigitiruan fleksibel terbuat dari bahan nilon termoplastik dengan sifat fisik dan estetis yang khas sehingga memiliki derajat fleksibilitas dan stabilitas yang sangat baik, serta dapat dibuat lebih tipis dibanding GTSL akrilik dengan ketebalan tertentu yang telah direkomendasikan sehingga lebih ringan dan tidak mudah patah. Valplast dapat digunakan bilamana mempertimbangkan gigi tiruan sebagian lepasan. Menurut Keller terdapat 3 pilihan dasar jika memilih valpalst yaitu (Wurangian, 2010) : (1) Gigi tiruan sebagian valplast bilateral (2) Gigi tiruan sebagian valplast unilateral/ boomer bridge (3) Kombinasi valplast dengan kerangka logam vitalium 2000.

2.5. Komponen Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Kompen GTSL menurut Loney (2011) yaitu : 1. Denture Base : Unit GTSL yang menutupi residual ridge & mendukung gigi tiruan 2. Major Connector : Unit GTSL yang menghubungkan komponen pada satu sisi dari lengkung gigi ke sisi yang lain. Fungsi utama untuk menyatukan gigi tiruan. 3. Minor Connector : unit GTSL yang menghubungkan komponen-komponen lain (contoh : direct retainer, indirect retainer, dsb) ke major connector. 4. Direct Retainer : Unit GTSL yang memberikan retensi untuk melawan tekanan keluar. Direct retainer umumnya disebut clasp dan terdiri dari 4 elemen yaitu : rest, retentive arm, reciprocal arm & minor connector

5. Indirect Retainer : Unit GTSL pada kelas I atau II yang mencegah atau melawan pergerakan/rotasi base dari residual ridge

2.6. Indikasi & kontraindikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Indikasi : 1. Daerah edentulous yang panjang 2. Dukungan jaringan periodontal yang kurang pada gigi yang tersisa 3. Pertimbangan pasien 4. Peningkatan kebutuhan kosmetik pada kehilangan gigi anterior dengan resesi gingiva 5. Tidak ada abutment gigi posterior pada ruang edentulous (free end saddle). 6. Pasien yang kooperatif 7. Pasien dengan OH baik 8. Pasien tanpa penyakit sistemik (Sormin, 2008; Gunadi & Mango, 1995; Loney, 2011)

Kontraindikasi 1. Pasien tidak kooperatif 2. Keadaan sosial ekonomi 3. Keterbelakangan mental (Gunadi & Mango, 2012)

2.7. Kelebihan & Kekurangan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Kelebihan : 1. Tekanan hampir seluruhnya disalurkan ke gigi penyangga dan struktur tulang di bawahnya 2. Pasien bebas melakukan pergerakan selama pengunyahan karena fleksibilitas gigi tiruan yang tinggi hingga meningkatkan kenyamanan
8

(Sormin, 2009)

Kekurangan : 1. Menimbulkan alergi. 2. Menyebabkan iritasi jaringan 3. Mudah fraktur atau patah bila terjadi benturan yang terlalu keras, dan juga terkadang stain atau noda yang berasal dari makanan bisa menempel ke plat gigi jenis ini. 4. Penelitian telah menunjukkan bahwa GTSL di rongga mulut mampu meningkatkan pembentukan biofilm dan akibatnya terjadi peningkatan karies dan penyakit periodontal (Gunadi & Mango, 1995; Janaina, 2012)

2.8. Desain Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Kasus kehilangan gigi 15,16,24,25,26,35,36,45,56 Tahap 1 IP : kelas 3 kennedy modifikasi 1 : protesa lepasa, bilateral, dukungan dari gigi (tooth borne)

Tahap 2

: Menentukan dukungan Dukungan dipilih dari gigi misal gigi 17,14,23,27,34,37,44,47 dalam keadaan sehat dan kuat

Tahap 3

: menentukan penahan cengkram yang bersandar oklusal dan yang melewati titik kontak pada gigi 14,17,23,27 dan 34,37,44,47

Tahap 4

: menentukan konektor desain lengkap untuk kasus ini : protesa dengan dukungan dari gigi (3 jari, gillet, peninggian plat sampai cingulum)
9

(Gunadi, 1995)

2.9. Syarat Pemilihan Gigi yang dijadikan Abutment Syarat pemilihan gigi yang dijadikan abutment menurut Janaina (2012) adalah : 1. Gigi vital / non vital yang telah dilakukan perawatan saluran akar sempurna 2. Bentuk anatomis dan besarnya normal 3. Posisi dalam lengkung gigi normal 4. Bentuk akar normal 5. Tertanam dalam tulang alveolar dengan perbandingan mahkota dan akar 2 : 3 6. Jaringan periodontal sehat 7. Gigi tidak mengalami kegoyangan

2.10. Syarat & Faktor Petimbangan Penggunaan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Syarat Penggunaan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 1. 2. 3. 4. Desain bagus Nyaman dipakai Tahan lama Tidak merusak jaringan sekitarnya

(Soekarno, 2006)

Faktor Pertimbangan Penggunaan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menurut (Widyastuti, 2003) : 1. 2. Faktor estetik Kenyamanan
10

3. 4. 5. 6. 7.

Oral Hygine Dukungan Retensi Oklusi Biaya dan masalah tekhnis

Menurut Gunadi (2012); beberapa factor pertimbangan dalam pembuatan GTSL yang berhubungan dengan estetik adalah : 1. Penempatan klamer harus sedemikian rupa sehingga tidak terlihat dalam posisi bagaimanapun. 2. Gigi tiruan harus tampak asli dan pantas untuk tiap-tiap pasien, meliputi warna dan inklinasi/posisi gigi. 3. Gambaran counturing harus sesuai dengan keadaan pasien. 4. Perlekatan gigi diatas ridge.

2.11. Instruksi Pemakaian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Pasien yang akan menggunakan GTSL harus diberikan instruksi apalagi bagi pasien yang baru pertama memakai GTSL. Bebera instruksi yang dapat diberikan yaitu : 1. Jaga oral hygiene gigi tiruan dan rongga mulut 2. Menyikat gigi tiruan untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi tiruan 3. Gunakan pembersih non-abrasive untuk membersihkan gigi tiruan 4. Bersihkan bagian luar dan dalam gigi tiruan 5. Sikat gigi tiruan sesudah makan dan sebelum tidur 6. Gigi harus dilepas pada malam hari (Sasmita, 2005; Soekarno, 2006)
11

2.12. Prognosis Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Sebuah penelitian di brazil mengatakan bahwa prognosis GTSL belum jelas (Janaina, 2012).

2.13. Prosedur klinis Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 1. Anamnesa, diagnosis, treatment planning. Memutuskan tipe prothesa 2. Oral hygiene instruction (scaling). Kalau bisa diambil cetakan utama (primary impressions) 3. Mendesain GTSL 4. Try-in basis gigi tiruan 5. Insersi dalam mulut pasien 6. Kontrol 3-7 hari setelah pemasangan (Owen, 2000)

12

BAB 3 PENUTUP

3.1. Kesimpulan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) merupakan protesa untuk menggantikan sebagian gigi yang missing sehingga mulut dapat berfungsi normal dan pasien dapat melepas atau memasangnya sendiri. GTSL merupakan perawatan pilihan bersamaan dengan gigi tiruan cekat. GTSL umumnya dipilih jika daerah edentulous panjang yang menyebabkan pemasangan gigi tiruan cekat tidak efektif. GTSL didukung oleh periodonsium dari gigi penyangga dan tulang alveolar bersama dengan mukosa yang menutupinya. Komponen GTSL secara umum terdiri dari Denture Base, Major Connector, Minor Connector, Direct Retainer, dan Indirect Retainer. Keuntungan dari GTSL salah satunya adalah pasien bebas melakukan pergerakan selama pengunyahan karena fleksibilitas gigi tiruan yang tinggi hingga meningkatkan kenyamanan. Sedangkan kerugiannya yaitu dari segi bahan, beberapa pasien ada yang alergi terhadap akrilik (basis GTSL) sehingga perlu memilih bahan lain yang tidak menimbulkan alergi

terhadap pasein. Selain itu apabila pasien tidak mau mengikuti instruksi yang diberikan maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti stomatitis, candidiasis yang diakibatkan karena pasien tidak membersihkan gigi tiruan.

3.2. Saran Dengan adanya makalah tutorial ini diharapkan mahasiswa dapat menerima dan mempelajari tetapi juga sebagai penuntun dalam mempermudah belajar, dan mahasiswa mampu menjelaskan sendiri pengetahuan yang sudah dipelajari dan didiskusikan dalam tutorial ini.

13

DAFTAR PUSTAKA Carc,Alan. 2011. Removable Partial Prosthodontic.Elsevier Massby : Canada. Finn,S.B. 2006. Clinical Pedodontics. edisi 4.McGrow. Hill book Company. p : 271285 Gunadi H.A, and Mango A. 1995. Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan jilid 1. Jakarta. Hipokrates Gunadi, HA., and Mango, A. 2012. Buku Ajara Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan.Jilid 1.Hipokrates : Jakarta Janaina, HJ., Cristiane CC., Quishida, Carlos EV., Ana LM., Ana CP., and Eunice TG. Clinical Evaluation of Failures in Removable Partial Dentures. Journal of Oral Science. 2012;54(4): 337-34 Loney, RW. 2011. Removable Partial Denture Manual. Dalhouse University, Faculty of Dentistry : Canada, United States. Owen, CP. 2000. Fundamentals of removable partial dentures. Juta and company : University of cape town, South africa Sasmita, I. 2005. Gigi Tiruan Sebagian Anak. FKG UNPAD : Bandung, Indonesia. Siagian, E. 2003. Penatalaksanaan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menjadi Gigi Tiruan Penuh Konversi. FKG USU : Medan, Indonesia. Soekarno. 2006. GTSL dari akrilik. FKG USU : Medan, Indonesia. Soratur, SH. 2006. Essentials of Prosthodontics. Jaypee Brothers Medical Publisher Ltd : New Delhi. Sormin, FS. 2009. Distribusi dan desain gigi tiruan sebagian lepasan fleksibel di unit usaha jasa dan industri laboratorium dental FKG USU tahun 2008. FKG USU : Medan, Indonesia Widyastuti, Ratna. 2003. Gigi Tiruan Sebagian Kerangka Logam dengan Extracoronal Attachment pada Klasifikasi Kennedy kelas II Modifikasi I Rahang Atas (Laporan Kasus). FKG USU : Medan, Indonesia. Wurangian Ignatia. 2010. Aplikasi dan Disain Valplast Pada Gigi Tiruan Sebagian Lepasan. JITEKGI 2010, 7(2): 63-68
14