Anda di halaman 1dari 24

TRAFO TEGANGAN

Oleh
Ir. J. Soekarto
SKT,D-EZD1-GI- 1
PT,PT1.PPT,210401
1. PENDAHULUAN
Fungsi
- Mentransformasikan dari tegangan tinggi ke tegangan
rendah
- Isolasi antara sisi tegangan yg diukur dengan alat ukurnya.
- Memembakukan alat ukurnya

Pengenal
Contoh : (150.000/V3)/(100/V3) V , (20.000/V3)/(100/V3) V,
20.000/100 V

SKT,D-EZD1-GI- 2
PT,PT1.PPT,210401
Jenis Konstruksi Trafo Tegangan.
- Trafo tegangan dengan inti besi seperti transformator biasa
umumnya untuk tegangan rendah s/d tegangan tinggi.
- Trafo tegangan dengan kapasitor, di sadap pada tegangan
menengah, kemudian diturunkan dengan transformator ke
tegangan rendah, umumnya digunakan pada tegangan tinggi
dan tegangan ekstra tinggi
(Capasitive Voltage Transformer (CVT), Cupling Capacitor
Potensial Divice (CCPD) )

SKT,D-EZD1-GI- 3
PT,PT1.PPT,210401
CVT (CCPD) PT dengan inti

SKT,D-EZD1-GI- 4
PT,PT1.PPT,210401
Jenis-jenis trafo tegangan.
a. Dipasang antara fase dan fase
b. Dipasang antara fase dan tanah
c. Trafo tegangan dengan 3 lilitan, lilitan ke tiga untuk relai
gangguan bumi.

20 100 20 100 100


b. kV / V c. kV / V/ V
a. 20 kV/ 100 V 3 3 3 3 3
SKT,D-EZD1-GI- 5
PT,PT1.PPT,210401
Pemasangan

3φ , 3 KAWAT
3φ , 4 KAWAT / 3φ , 3 KAWAT
SKT,D-EZD1-GI- 6
PT,PT1.PPT,210401
Penandaan
Primer : P1 dan P2
Sekunder : Pertama 1S1 - 1S2 untuk pengukuran dan proteksi
Kedua 2S1 - 2S2 untuk proteksi pengaman
gangguan tanah
Masing-masing sekender dapat mempunyai klas
ataupun beban (burden) sama atau berbeda.

FREKWENSI.
Frekwensi pada PT berpengaruh terhadap arus eksitasi
Bila PT dgn pengenal 60 Hz digunakan pada sistem 50 Hz
maka arus eksitasinya akan naik

SKT,D-EZD1-GI- 7
PT,PT1.PPT,210401
2. BEBAN (BURDEN).
Burden ialah beban sekunder dari trafo tegangan, dalam hal ini
sangat terkait dengan klas ketelitian.

V W kWh f

Beban

Contoh : 30 VA klas 0,2 untuk 50 VA klas 0,5


50 VA klas 0,5 untuk 100 VA klas 1.0

SKT,D-EZD1-GI- 8
PT,PT1.PPT,210401
Kapasitas termal.
Kapasitas termal merupakan kapasitas PT berfungsi sebagai
transformator biasa, sebagai contoh PT diatas dapat berkapa-
sitas 500 VA tanpa melihat kesalahannya.

Semakin besar bebannya maka ketelitiannya semakin turun


lihat contoh pada PT ABB untuk 12 kV.

SKT,D-EZD1-GI- 9
PT,PT1.PPT,210401
3. KETELITIAN.
Pada P.T. dikenal 2 macam kesalahan yaitu
a. Kesalahan perbandingan ε
K PT Vs − Vp
ε= x100%
Vp

KPT : perbandingan transformasi nominal

b. Kesalahan sudut δ
Pergeseran sudut sisi sekunder kurang atau lebih dari 180
δ1 = negatif

δ1 = positif
SKT,D-EZD1-GI- 10
PT,PT1.PPT,210401
Penggunaan PT dibedakan untuk pengukuran dan proteksi
a. Untuk pengukuran teliti pada daerah kerja dari tegangan
80 % sampai 120 % dari tegangan pengenal dgn beban 25
s/d 100 % berden pengenalnya pd f.k = 0,8 tertinggal.
Batas kesalahan seperti Tabel 1
b. Untuk sistem proteksi relatif ketelitiannya lebih rendah,
tetapi untuk daerah kerja dari 5 % sampai ( 120/150/ 190
%) tegangan pengenalnya dgn burden 25 s/d 100 % berden
pengenalnya pada f.k. = 0,8 tertinggal.
Batas kesalahannya seperti Tabel 2
Dan pada 2 % tegangan pengenalnyaapun kesalahannya 2
kali Tabel 2.

SKT,D-EZD1-GI- 11
PT,PT1.PPT,210401
Trafo tegangan untuk pengukuran.
Standar klas ketelitian PT untuk pengukuran ialah :
0,1 - 0,2 - 0,5 - 1,0 - 3,0

Untuk tegangan dari 80 % sampai 120 % tegangan pengenal


dengan beban 25 sampai 100 % beban pengenalnya pada
faktor daya 0,8 tertinggal
Batas kesalahannya seperti Tabel 1

SKT,D-EZD1-GI- 12
PT,PT1.PPT,210401
Tabel 1
Batas kesahan transformasi dan pergeseran
sudut PT untuk pengukuran
Klas % kesalahan Pergeseran sudut
rasio tegangan +/- +/- (menit)

0,1 0,1 5
0,2 0,2 10
0,5 0,5 20
1,0 1,0 40
3,0 3,0 -

SKT,D-EZD1-GI- 13
PT,PT1.PPT,210401
Trafo tegangan untuk proteksi.
Tabel II
Batas kesahan transformasi tegangan dan
pergeseran sudut

Klas % kesalahan Pergeseran sudut


rasio tegangan + + (menit)

3P 3 120

6P 6 240

SKT,D-EZD1-GI- 14
PT,PT1.PPT,210401
Contoh : Single pole insulated voltage transformer
Rated burden and accuracy classes
Type KRES 12 A1 KRES 12 A2
KRES 12 A3
Primary voltage 3000/V3 - 12000/V3 3000/V3 - 24000/V3
Terminal marking A-N.U-X A-N.U-X
Winding Measuring winding Earth fault Measuring winding Earth fault
Winding Winding
Secondary Voltage 100/V3 , 110/V3 100/3 , 110/3 100 , 110 100/3 , 110/3
Terminal marking a-n,u-x da - dn, e - n a-n,u-x da - dn, e - n
Accuracy class 0.2 0.5 1.0 3 3P 0.2 0.5 1.0 3 3P
Rated burden 30 50 200 25 50 200
Max. VA 50 100 100 200 50 90 250 200
100 150 250 240 75 90 250 200
200 250 250 100 250 300
Output limit of
secodary when
U = 1.2 x Un (cont) 660 VA 670 VA
U = 1.2 x Un 8h 450 VA 6A 6A

ABB : Voltage Transformer For Indoor Use 12, 24 kV


SKT,D-EZD1-GI- 15
PT,PT1.PPT,210401
Typical error Charakteristic curve for standard transformer

KRES 12 A1 + 0,2
0,8 Un
0

- 0,2
1,2 Un

- 0,5

1,9 Un

- 1.0
0 25 50 75 100 VA
ABB : Voltage Transformer For Indoor Used 12 kV, 24 kV

SKT,D-EZD1-GI- 16
PT,PT1.PPT,210401
4. FAKTOR PEMBUMIAN
Faktor pembumian memberikan ketentuan terhadap kenaikan
tegangan pada sistem saat terjadi gangguan hubung pendek 1
fase ke bumi untuk tegangan yang sehat.
Besarnya tegangan pada fasa yang sehat tergantung dari
sistem pembumiannya.

Faktor pembumian dapat dilihat pada tabel 4

SKT,D-EZD1-GI- 17
PT,PT1.PPT,210401
Kondisi ekstrem yaitu :
a. Pada sistem yg tidak dibumikan pada saat gangguan 1 fase
ke bumi, fase yang sehat terhadap tanah akan naik menjadi
tegangan antar fase.

b. Pada sistem yg dibumikan langsung fase yg sehat praktis


tidak naik.

Untuk sistem dengan pembumian lainnya tegangan fase yg


sehat antara dibumikakan langsung dan tidak dibumikan.

Lamanya terjadinya kemencengan tergantung sistem proteksi-


nya.

SKT,D-EZD1-GI- 18
PT,PT1.PPT,210401
Gangguan fase R ke bumi
R
IFG

S
T
VN VR VS VT

Tegangan ke bumi : VR
VR ke bumi = 0
VS , VT ke bumi = VL
VN ke bumi = Vf VN
VT VS
Arus gangguan ke bumi IfG = 0
SKT,D-EZD1-GI- 19
PT,PT1.PPT,210401
Gangguan fase R ke bumi
R
IfG
VR IFG
S
VT VS
T
VN VR VS VT
Tegangan ke bumi :
VR ke bumi = 0
VS , VT ke bumi = Vf
VN ke bumi = 0

Arus gangguan ke bumi IfG sangat besar tergantung impedans


sumber dan impedans jaringan/letak atau gangguan.
SKT,D-EZD1-GI- 20
PT,PT1.PPT,210401
Tabel 4

Nilai Standar Faktor Tegangan ke Bumi

Faktor Waktu
Tegangan Pengenal Metoda penyambungan belitan primer
Pengenal kondisi pembumian sistem

1,2 Kontinyu Antar fase pada setiap jaringan


Antar titik bintang transformator dan bumi pada tiap jaringan
1,2 Kontinyu
Antara fase dan bumi pada sistem pembumian efektif
1,5 30 detik
1,2 Kontinyu Antara fase dan bumi pada sistem pembumian netral non efektif
1,9 30 detik dengan pemutusan gangguan tanah otomatis.
1,2 Kontinyu Antara fase dan bumi pada sistem pembumian netral mengambang
1,9 8 jam tanpa pemutusan gangguan tanah otomatis, atau sistem pembumian
dgn kumparan Peterson tanpa pemutusan gangguan tanah otomatis

Catatan : Pengurangan waktu pengenal diizinkan dgn persetujuan antara fabrikan dan pemakai

SKT,D-EZD1-GI- 21
PT,PT1.PPT,210401
Pembumian generator.
Pembumian generator umumnya menggunakan resistans
tinggi atau tidak dibumikan.

Ditinjau dari kenaikan tegangan pada fase yang sehat saat


terjadi gangguan 1 fase ke bumi sama dgn sistem mengam-
bang

SKT,D-EZD1-GI- 22
PT,PT1.PPT,210401
5. PENANDAAN POLARITAS
Penandaan polaritas
a. PT standar : Primer K - L dan Sekunder k - l

b. Keperluan umum : Primer P1 - P2 dan S1 - S2 PT dengan 1


sekunder dan 1S1 - 1S2 dan 2S1 - 2S2
untuk 2 sekunder
Cara menentukan polaritas PT

P1
S1
3 - 4,5 V G
S2
P2

SKT,D-EZD1-GI- 23
PT,PT1.PPT,210401
6. HAL YG PERLU DIPERHATIKAN
a. Salah satu sisi sekunder harus di bumikan
Tujuan kalau terjadi tembus antara tegangan tinggi dan sisi
sekunder tegangan sisi sekunder ataupun tegangan peralatan
tidak naik (dipegang oleh tegangan bumi, 0)
b. Rangkaian sekunder harus dipasang sekering atau MCB
sedekat mungkin dengan terminal sekunder.

c. Rangkaian sekender harus terbuka bila tidak digunakan.

SKT,D-EZD1-GI- 24
PT,PT1.PPT,210401