Anda di halaman 1dari 15

CONTAINER CRANE ( CC )

Pendahuluan Pada umumnya Crane adalah alat yang biasa digunakan untuk memindahkan barang - barang super berat dalam suatu pekerjaan konstruksi. Saat ini Crane menjadi kebutuhan dalam berbagai ruang lingkup seiring dengan kemajuan industri, pembangunan, transportasi yang pesat dan juga pada berbagai bidang lainnya yang menyangkut hal tersebut. Sebagai alat yang mampu mengangkat dan memindahkan beban yang super berat, tentu saja ini hal yang sangat berperan dalam menggantikan peran manusia yang membutuhkan jumlah banyak dan malah banyak beban yang tak mampu menggunakan tenaga manusia. Sebagai alat angkat beban, Crane juga memiliki jenis yang cocok digunakan pada kondisi tempat atau beban yang dikenakan. Berikut adalah jenis jenis Crane pada umumnya : Derrick Crane Derrick crane terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu guy derrick dan stiffleg derrick. Tipe guy derrick dapat mengangkat beban lebih dari 200 ton dan dapat berputar 360 derajat, sedangkan tipe stiffleg derrick dapat mengangkat beban antara 10-15 ton, dan mempunyai sudut horizontal 40-90 derajat. Yang dapat berputar 270-290 derajat. Derrick crane mempunyai jangkauan kerja yang luas dan dapat melakukan berbagai cara pengangkutan beban. Pengoperasian derrick crane biasanya dilakukan secara otomatis dengan mesin diesel atau motor listrik, oleh karena itu pergerakannya paling lambat disbanding jenis crane yang lain. Tower Crane Tower crane biasanya digunakan untuk mendirikan bangunan tinggi, pabrik serta industry berat yang ketinggiannya mencapai lebih dari 100ft (1ft = 30,5cm). selain itu tower crane bisa juga digunakan untuk mengangkut bagian-bagian dari peralatan konstruksi. Tower crane dapat berdiri terpisah dan dapat pula berhubungan langsung (terpasang) dengan bangunannya. Pengoperasian crane ini menggunakan tenaga listrik. Mobile Crane Jenis crane ini bisa bergerak bebas karena dipasang pada kendaraan seperti truk atau roda crawler. Truk dapat bergerak cepat, sedangkan pada roda crawler bergerak lambat sesuai medan yang ditempuh.. kelebihan dari crawler adalah dapat bergerak pada tanah yang mempunyai permukaan bergelombang (macadam), dan memang biasa dipakai pada proyek yang memiliki keadaan tanah yang jelek. Mobile crane biasanya menggunakan outrigger untuk menambah kestabilan selama pengoperasian. Pengoperasian mobile crane biasanya menggunakan mesin diesel tapi umumnya lebih disukai menggunakan motor listrik karena lebih halus dan cepat.

Whirler Crane Whirler crane merupakan kombinasi dari derrick crane dengan mobile crane, dan diletakkan di puncak tower yang dapat bergerak secara longitudinal di atas rel. Pusat gravitasi dari jenis crane ini selalu di dalam jalur putar (swing radius) sehingga cukup stabil dalam segala posisi perputaran. Kapasitas beban yang dapat diangkut oleh whirler yang mempunyai panjang boom 24m , dan jarak kerja 15m adalah sebesar 45ton. Hydraulic Crane Jenis crane ini banyak digunakan karena mempunyai pergerakan yang cepat dengan didukung kendaraan truk, kelincahan, dan kemampuan membelok dengan stabil. Selain itu lengan boompada hydraulic crane dapat diganti-ganti ukurannya bahkan selama masih ada dalam proyek konstruksi. Semua pengoperasian crane ini menggunakan tenaga hydraulic. Hydraulic crane ini didukung oleh dua atau lebih variasi pergerakan roda.

Container Crane Secara umum Container Crane adalah jenis crane portal tinggi berkaki tegak yang mengangkat benda dengan hoist yang dipasang di sebuah troli hoist dan dapat bergerak secara horizontal pada rel atau sepasang rel dipasang di bawah balok atau lantai kerja. Sebuah Container Crane memiliki ujung balok pendukung bertumpu pada kaki tegak beroda berjalan pada rel diatas pondasi.

Container Crane ( CC ) Secara umum Container Crane adalah jenis crane portal tinggi berkaki tegak yang mengangkat benda dengan hoist yang dipasang di sebuah troli hoist dan dapat bergerak secara horizontal pada rel atau sepasang rel dipasang di bawah balok atau lantai kerja. Sebuah Container Crane memiliki ujung balok pendukung bertumpu pada kaki tegak beroda berjalan pada rel diatas pondasi. Selain itu, Container Crane sering juga disebut Quayside Crane atau Gantry Crane adalah peralatan bongkar muat yang berfungsi untuk membongkar atau memuat peti kemas / Container dari kapal ke Dermaga / daratan.

Gambar 1. Container Crane Sejarah Container Crane dimulai pada saat membuat Container Crane untuk perusahaan Matson pada tahun 1958. Crane tersebut masih menggunakan A-Frame. Setelah itu perusahaan Crane dari Eropa mulai masuk dan menjual Container Crane di pasaran. Setelah itu pada akhir tahun 60 an dan awal tahun 70 an, perusahaan Crane dari Jepang mulai memasuki pasar Container Crane. Hal tersebut diikuti oleh perusahaan dari Korea Selatan. Perkembangan terakhir adalah perusahaan Crane dari China yang dipimpin oleh ZPMC masuk ke pasar dan merebut banyak order di Dunia karena harga yang ditawarkan sangat bersaing.

Prosedur Keselamatan Pada Container Crane Sebuah Container Crane terdiri dari pendulum, payload, Crane mempunyai aturan bagaimana prosedur mengangkat suatu container, ada sebuah kabel dengan payload menggantung dan pendulum akan bergerak mengangkat maupun menurunkan beban ke lokasi yang diinginkan. Penanganan Container Crane, keselamatan adalah poin yang paling penting untuk dipertimbangkan saat operasi. Oleh karena itu Container Crane dioperasikan dengan mengikuti SOP ( Standart Operation Prosedure ) untuk meminimalisasikan tingkat kecelakaan yang diakibatkan Container Crane maka prosedur sangat dibutuhkan, adapun antara lain : 1. Sebelum Container Crane dioperasikan hendaknya beban payload diperiksa apakah sudah memenuhi toleransi agar beban tidak melebihi load maksimum yang dimiliki Container Crane. 2. Kegiatan operasi harus diawasi oleh tenaga kerja yang professional. 3. Operator Container Crane harus terbiasa mengoperasikan alat tersebut. 4. Operator harus memiliki keahlian mengoperasikan alat dan agar dapat mengoperasikan alat dengan baik, maka setiap bulan operator akan dilatih. Faktor faktor lain juga harus dipertimbangkan sehingga kemungkinan kecelakaan terjadi kecil. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, sistem pengereman, komponen hidraulik dan pneumatic, listrik peralatan, alat bantu operasional, mekanisme operasional, mengangkat perangkat, menentukan beban berat, segera mengenali bahaya dan potensi, system control dan lain lain. Macam Macam Container Crane ( CC ) Dari Container Crane pertama yang relatif sederhana maka Container Crane berkembang dalam dimensi, kekuatan angkat maupun kecepatan angkat. Panamax : Outreach s/d 35m yang digunakan untuk kapal-kapal yang melewati Terusan Panamax. Post Panamax : Outreach s/d 45m Super Post Panamax : Outreach lebih besar dari 45 m Suez-Max : Outreach s/d 66 m yang digunakan untuk kapal-kapal yang melewati Terusan Suez. Container Crane sekarang ini sudah menjadi banyak variasinya, antara lain dengan model double Trolley, dengan ketinggian yang Low Profile, dan lainnya. Jenis teknologinya pun bermacam macam, dilihat dari penggeraknya seperti AC Drive, dilihat dari kemampuan angkat seperti dua Container sekaligus dan lainnya. Container Crane akan berkembang terus menerus, sejalan dengan teknologi baru yang ditemukan dan hal tersebut sangat menarik untuk diketahui.

DC Drive Container Crane ( CC ) DC Drive adalah komponen utama untuk mengontrol kecepatan dan kekuatan DC Motor secara presisi, sehingga dapat digunakan dengan baik pada Container Crane. Pada Container Crane beban diangkat dan diturunkan dengan kecepatan yang bervariasi dengan kemampuan daya tidak berkurang. Seringkali kecepatan Angkat atau Turun dari beban sangat lambat dan kadang kadang hampir mendekati diam. Sistem Control untuk Motor Dc harus dapat melaksanakan tugas tersebut dengan cara menyesuaikan parameter parameter yang dibutuhkan oleh Motor DC. Kebanyakan saat ini DC Drive yang ada di lapangan adalah DC Drive dengan tipe digital. Pembahasan kali ini hanya difokuskan kepada Digital DC Drive.

Gambar 2. Rangkaian Listrik DC Drive Digital DC Drive biasanya memakai teknik Thyristor Bridge. Drive akan mensuplai Tegangan DC ke Thyristor, dan Thyristor akan menyala dan mati sesuai dengan tegangan dan arus yang dibutuhkan untuk mendapatkan kecepatan dan Torsi yang diinginkan, dengan cara memberi input pada gate dari Thyristor. Karena daya yang digunakan pada Motor DC menggunakan teknik Chopping maka terdapat Harmonisa atau Cliping yang timbul pada jalur listrik. Hal tersebut mengakibatkan Power Faktor dari peralatan DC Drive amat rendah. Four Quadrant Operation Motor motor pada Container Crane berubah ubah statusnya dimana pada suatu saat beban turun maka terjadi energi yang timbul akibat Motor tersebut berubah fungsinya menjadi Generator. Apabila kita menghadapi suatu Generator maka harus terdapat sistem dimana energi dari generator tersebut harus dilepas atau dibuang. Dalam sistem dimana Drive tersebut dapat melepaskan atau menyalurkan kembali daya listriknya ke jala jala listrik biasanya disebut Four Quadran Operation.

Gambar 3. Four Quadran Matrix

Gambar 4. Aliran Arus Pada Kondisi di Quadran I

Gambar 5. Aliran Arus Pada Kondisi di Quadran II

Gambar 6. Aliran Arus Pada Kondisi di Quadran III

Gambar 7. Aliran Arus Pada Kondisi di Quadran IV Dari arus Regen terlihat bahwa pada kondisi di Quadran II dan Quadran IV, arus atau energi yang timbul oleh motor (yang berubah menjadi generator) akan dikembalikan ke jala-jala listrik .

DC Motor Container Crane ( CC ) Untuk memahami pergerakan (movement) dari Container Crane kita harus mengetahui prinsip dasar dari Motor yang dipakai. Kita akan mempelajari prinsip prinsip dasar Motor DC secara cepat. DC motor mempunyai dua lilitan yaitu Lilitan yang berputar atau Armatur dan Lilitan utuk menhasilkan medan magnet Shunt yang disebut Stator.

Gambar 8. DC Motor ( A )

Pada Motor DC (A), Tegangan DC dimasukkan kepada Armature Circuit (Va) dimana semua Armatur dari DC motor pasti mempunyai tahanan (Ra). Sedangakan Tegangan DC dimasukkan ke Kumparan Shunt (Vf) yang berasal dari sumber yang lain sehingga menimbulkan medan magnet atau Flux ( F )

Gambar 9. Rangkaian Listrik DC Motor ( A ) Persamaan yang terjadi adalah : Kecepatan (n) = (Va (Ia Ra)) / Kt F n = Kecepatan Va = Tegangan Armatur Ia = Arus Armatur Ra = Tahanan Armatur Motor Kt = Konstanta Motor F = Flux Tegangan Va berkorelasi linier dengan kecepatan (n) selama Flux (F) konstan Torsi Motor (M) sebanding dengan Ia x F Flux (F) sebanding dengan Vf dan If

Gambar 10. Diagram Va n DC Motor Kesimpulannya : 1. Kita dapat mengubah kecepatan dapat dilaksanakan dengan merubah dua parameter yaitu Tegangan Armatur (Va) dan atau Medan Magnet Flux ( F ). Misalnya dengan Flux (F) tetap kita bisa meningkatkan kecepatan dengan meingkatkan tegangan sampai pada batas maksimal Motor DC. 2. Karena Flux ( F ) dapat diubah dengan mengubah Tegangan Stator (Vf) maka dengan Tegangan Armature (Va) tetap kita dapat meningkatkan kecpatan dengan mengurangi Tegangan Stator (Vf). 3. Torsi Motor berubah sebanding dengan arus Armatur (Ia) dan atau Flux (F) Kekurangan Dari Sistem Container Crane 1. Membutuhkan Clearance Area Container Crane berjalan diatas rail yang terpasang diatas lantai/pondasi. Secara langsung hal ini akan mengakibatkan area disekitar rail tidak bisa kita manfaatkan, karena crane perlu area aman untuk beraktifitas. Hal ini akan mengakibatkan area disekitar rail tidak bisa dimanfaatkan. 2. Pengawasan Safety harus lebih ketat Rail lintasan Container crane berada di area dimana banyak manusia akan beraktifitas & banyak barang2 diletakkan. Sehingga butuh pengawasan safety yang lebih ketat dibandingkan dengan Overhead Crane. Harus dipastikan rail Container Crane aman dari perlintasan manusia & aman dari barang2 yang mungkin tertabrak oleh Container Crane. 3. Perawatan lebih intensif Perawatannya harus lebih intensif : coating, lubrication, electrical, dll.

Umur Container Crane ( CC ) Berapa sih umur Container Crane sebenarnya?? Hal tersebut menjadi pertanyaan apabila suatu perusahaan mempunyai keinginan untuk mengadakan Container Crane Used atau bukan baru. Pengadaan Container Crane Used atau Crane Used yang lain terutama untuk petikemas, dilakukan karena beberapa pertimbangan antara lain : Pengadaan Crane baru pada saat ini sangat mahal sehingga membebani keuangan perusahaan. Hal tersebut terutama terjadi pada Terminal Petikemas yang baru dimana konsumen atau pasar yang ada belum dapat memenuhi. Pengadaan Crane baru membutuhkan waktu yang lama sedangkan kebutuhan akan Crane tersebut dalam jangka waktu pendek. Rata-rata Container Crane membutuhkan waktu lebih dari 14 bulan. Sedangkan Container Crane Used hanya membutuhkan waktu sekitar 3 s/d 6 bulan tergantung perlu modifikasi atau tidak. Container Crane rata rata didesain dengan umur pemakaian 2.000.000 cycle. Dalam perhitungan teoritis, kalau dalam satu jam rata rata Container Crane tersebut beroperasi 18 box (atau cycle) dan dalam satu hari jam operasi rata rata adalah 24 jam maka dalam 1 tahun menhasilkan 155.520 box. Dengan desain 2.000.000 cycle maka umur Container Crane adalah 2.000.000 dibagi 155.520 sama dengan 12,8 tahun. Akan tetapi hitungan tersebut dalam kenyataan atau realita dilapangan tidak pernah terjadi. Untuk perhitungan dilapangan, biasanya diambil maksimal kapasitas Container Crane bekerja adalah 90.000 box per tahun. Dengan angka tersebut maka umur Container Crane akan menjadi 2.000.000 cycle dibagi 90.000 box adalah 22, 2 tahun. Perhitungan itu sebenarnya mengacu kepada Struktur dari Container Crane. Persoalannya terdapat pada komponen komponen yang melengkapinya antara lain: komponen elektrical, motor, drum, Pulley dan lainnya. Komponen electrical misalnya, dimana teknologi berkembang dengan pesat, sehingga menjadi keinggalan jaman dan menjadikan obsolete. Yang dahulu dibangun dengan desain Analog sekarang sudah menjadi Digital. Pada umumnya masalah yang terjadi pada komponen elektrical adalah suku cadang pengganti sudah tidak diproduksi lagi, sehingga apabila terjadi kerusakan maka terdapat kesulitan dalam pengadaan suku cadang tersebut. Kadang kadang pabrikan masih dapat memenuhi permintaan suku cadang tersebut akan tetapi dengan harga yang sangat tinggi. Komponen motor biasanya susah untuk diprediksi umurnya. Akan tetapi karena panas maka biasanya kumparan atau lilitan yang ada menjadi rusak. Perbaikan motor yang menyeluruh akan termasuk dengan penggulungan ulang kumparan atau lilitan tersebut, akan tetapi biasanya mengurangi kinerja dari motor. Komponen Drum dan Pulley karena terkena gesekan berulang ulang normalnya akan terkikis secara perlahan. Penggantian drum di Container Crane sangat susah karena bobot dari drum tersebut yang sangat berat serta lokasinya yang tinggi dan berada di dalam ruangan mesin. Kadang kadang untuk memperoleh peningkatan keandalan maka dilakukan penambahan material pada gigi drum.

Container Crane yang telah berumur 20 tahun atau lebih kebanyakan masih dapat beroperasi dengan normal. Akan tetapi kinerja dari Container Crane tersebut sudah menurun dibanding pada waktu mereka masih baru, apalagi beberapa crane tersebut sudah mengalami peremajaan dibeberpa komponennya. Komponen yang biasanya diremajakan adalah sistem elektrikal karena berubungan erat dengan keandalan sistem, dan memudahkan pemeliharaan karena penyediaan suku cadang yang terdapat dipasaran. Dengan penggantian komponen Analog menjadi Digital Drive serta penggantian relay-relay dengan sistem PLC maka diperoleh peningkatan kinerja yang kadang dapat melampaui kinerja awal dari crane tersebut.

DAFTAR PUSTAKA http://sciencedirect.com/ 25 Maret 2012. http://ad.kaskus.us/www/delivery/ 1 April 2012. William T. Thomson, Teori Getaran dengan Penerapan Edisi ke-2 Penerbit Airlangga, Lea Prasetyo, 1986. Robert K. Vierck, Analisis Getaran, 1995.

TUGAS II

MESIN PEMINDAH BAHAN


CONTAINER CRANE ( CC )

D I S U S U N

OLEH

RISWANDI D21109602

JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012