Anda di halaman 1dari 12

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang kepolisian adalah hal ihwal yang berkaitan dengan fungsi dan lembaga polisi. Kepolisian bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia (UU No. 2 Tahun 2002 : Pasal 4). Dalam menjalankan tugasnya tidaklah mudah berhadapan dengan

masyarakat, polisi dihadapkan pada tanggung jawab yang besar. Polisi kadangkala merasakan hubungan yang kurang baik terhadap masyarakat yang dilayaninya. Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat merupakan hal yang sulit didapat, karena memerlukan proses terutama adanya komunikasi dan kontak sosial, waktu serta kemauan masing-masing anggota polisi. Masyarakat masih mengharapkan peningkatan peran dan tugas polisi sebagai pengayom, pelindung, dan pelayanan masyarakat serta sebagai penegak hukum yang bersih.

1.2.

Rumusan Masalah Apa tugas dan peranan polisi terhadap masyarakat?

1.3.

Tujuan a. Mengetahui tentang tugas dan tanggung jawab sebagai polisi. b. Mengajak pembaca menelaah lebih dalam tentang peranan kepolisian di masyarakat.

1.4.

Manfaat Memberikan wawasan kepada pembaca terhadap peranan dan tugas polisi.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. Pengertian Polisi Dalam UU no. 2 tahun 2002 tentang kepolisian republik Indonesia polisi adalah aparat penegak hukum yang bertugas sebagai pemelihara keamanan, ketertiban masyarakat. Polisi adalah ujung tombak dalam integrated criminal justice system. Di tangan polisilah terlebih dahulu mampu mengurangi gelapnya kasus kejahatan (diungkapkan Simons dalam bukunya Learboek Nederlands Strafrecht ). Kepolisian is maybe defined as the capacity of police officers to select from among a number of legal and ilegal courses of action while perfoming their duties ( buku Bailey tahun 1995 hal 206 ). Menurut pendapat saya polisi adalah aparat negara yang menjaga keamanan, ketertiban, dan melindungi masyarakat.

2.2.

Fungsi Kepolisian UU nomor 2 tahun 2002 pasal 2 Fungsi kepolisian adalah salah satu

fungsi pemerintahan Negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Sehubungan dengan hal di atas pada pasal 3 ayat 1, pengemban fungsi kepolisian adalah kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibantu oleh: a. Kepolisian khusus b. Penyidik pegawai negeri sipil c. Bentuk-bentuk pengamanan swakarsa

BAB III PEMBAHASAN

3.1.

Tugas dan Peranan Polisi Dalam Masyarakat

3.1.1. Tugas Kepolisian A. Tugas Umum Polisi Dalam suatu negara dimanapun di dunia ini termasuk di Indonesia bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka menuju masyarakat yang sejahtera, merupakan faktor utama baik dalam hubungan antara individu sesama anggota masyarakat dengan masyarakat Iainnya di satu wilayah dengan wilayah Iainnya dalam satu negara, ataupun hubungannya dengan negara lain dalam kerjasama dan hubungan internasional. Untuk keamanan dan ketyertiban masyarakat penting artinya penegak
3

hukum, baik dalam rangka ketertiban hubungan masyarakat juga ketertiban dari para pelanggar hukum termasuk aksi kejahatan. Tanpa ada perlindungan hukum bagi masyarakat, tanpa ada perlindungan hukum bagi warga negara asing akan berakibat masyarakat dalam hubungan antara sesama anggota msyarakat dalam arti luas dan mengganggu ketertiban negara. Kejahatan yang timbul tanpa adanya pengamanan dari penegak hukum selain akan membuat resah masyarakat juga akan membuat resah warga negara asing baik yang sudah ada dalam rangka hubungan Internasional maupun warga asing sebagai masyarakat yang hadir untuk tujuan wisata. Adanya penegakan hukum yang baik akan tercipta kepastian hukum dan akan menambah rasa keadilan yang dirasakan masyarakat banyak, hal ini akan meningkatkan peran masyarakat dalam tujuan nasional membangun negara. Penegak hukum sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia ini dalam proses pembangunan nasional, dan penegak hukum dalam masyarakat ini dibebankan kepada kepolisian negara. Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki tugas yang cukup berat dalam upaya pencegahan terjadinya pelanggaran dan kejahatan, pelayanan masyarakat dan melindungi serta mentertibkan masyarakat, disamping tugas tugas administratif dalam tubuh lembaga kepolisian negara sendiri dan membantu kemananan negara bersama Tentara Nasional Indonesia dalam ikut serta melakukan pertahanan dan keamanan negara dalam arti luas.

B. Tugas Polisi Menurut UU Negara Republik Indonesia UU Negara Republik Indonesia No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia Pasal 13 sampai dengan Pasal 19 menerangkan tugas serta wewenang kepolisian:
4

Pasal 13 Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas : 1. Selaku alat negara tugas penegak kepolisian hukum selaku memelihara pengayom serta dalam

meningkatkan tertib hukum; 2. melaksanakan memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat bagi tegaknya ketentuan peraturan perundang-undangan; 3. bersama-sama dengan segenap komponen kekuatan pertahanan keamanan negara lainnya membina ketentraman masyarakat dalam wilayah negara guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat; 4. melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. Pasal 14 1. Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 13, kepolisian Negara Republik Indonesia : a. melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya; b. menyelenggarakan kepolisian, dan identifikasi laboraturium kepolisian, forensik serta kedokteran psikologi

kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian; c. memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum; d. memelihara keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan perlindungan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia; e. menyelenggarakan segala kegiatan dalam rangka membina keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan;

f. melindungi dan melayani kepentingan warga massyarakat untuk sementara, sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang; g. h. membina ketaatan diri warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan; turut serta dalam pembinaan hukum nasional dan pembinaan kesadaran hukum masyarakat; i. melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis terhadap alat-alat kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa yang memiliki kewenangan kepolisian terbatas; j. melakukan pengawasan terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan; k. mewakili pemerintah Republik Indonesia dalam organisasi Kepolisian Internasional. 2. Tata cara pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf I diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 15 1. Dalam rangka menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14, Kepolisian Republik Indonesia secara umum berwenang : a. b. c. d. e. menerima laporan dan pengaduan; melakukan tindakan pertama di tempat kejadian; mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang; mencari keterangan dan barang bukti; menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional;
6

f. g. h. i.

membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum; mencegah masyarakat; mengawasi aliran kepercayaan yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa; memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan, kegiatan instansi lain, serta kegiatan masyarakat; dan menanggulangi tumbuhnya penyakit

j. k. l.

melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan; menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu; mengeluarkan masyarakat. peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian yang mengikat warga

2.

Kepolisian

Negara Republik Indonesia sesuai dengan

peraturan perundang- undangan lainnya berwenang: a. memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya; b. menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik; c. menyelenggarakan bermotor; d. memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor; e. melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian. Pasal 16 Dalam rangka menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14 di bidang proses pidana, Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang untuk: registrasi dan identifikasi kendaraan

a. melakukan penyitaan;

penangkapan,

penahanan,

penggeledahan,

dan

b. melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyelidikan; c. membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan; d. menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri; e. melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat; f. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; g. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara; h. mengadakan penghentian penyidikan i. menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum; j. mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi dalam keadaan mendesak untuk melaksanakan cegah dan tangkal terhadap orang yang disangka melakukan tindak pidana; k. memberikan petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum; Pasal 17 Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia menjalankan tugas dan wewenangnya di seluruh wilayah negara Republik Indonesia, khususnya di daerahhukum masing-masing tempat ia diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 18 1. Untuk kepentingan umum, pejabat Kepoliian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri.
8

2. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan dalam keadaan yang sangat perlu dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan serta kode etik profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal 19 1. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama, kesopanan, kesusilaan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. 2. Dalam melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepolisian Negara Republik Indonesia mengutamakan tindakan pencegahan. 3.1.2. Peranan Polisi Terhadap Masyarakat Peranan kepolisian di masyarakat adalah mitra yang saling membutuhkan, Kita sepakat bahwa polisi atau petugas kepolisian di negeri ini mempunyai fungsi dalam struktur kehidupan masyarakat sebagai pengayom masyarakat, penegak hukum, yaitu mempunyai tanggung jawab khusus untuk memelihara ketertiban masyarakat dan menangani kejahatan, baik dalam bentuk tindakan terhadap pelaku kejahatan maupun dalam bentuk upaya pencegahan kejahatan agar para anggota masyarakat dapat hidup dan bekerja dalam keadaan aman dan tenteram. Dengan kata lain, kegiatan-kegiatan polisi adalah berkenaan dengan masalah-masalah sosial, yaitu berkenaan dengan sesuatu gejala yang ada dalam kehidupan sosial dan sesuatu masyarakat yang dirasakan sebagai beban atau gangguan yang merugikan para anggota masyarakat tersebut. Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat setempat yaitu tempat dimana gejala-gejala sosial tersebut terwujud, maupun masyarakat luas dimana masyarakat tersebut menjadi bagiannya, baik masyarakat lokal maupun masyarakat nasional. Pengertian masyarakat juga mencakup pengertian administrasi pemerintahannya atau tokoh-tokoh masyarakatnya yang dianggap mewakili kepentingan kesejahteraan masyarakat yang bersangkutan. Ringkasnya,
9

peranan polisi dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat dan berbagai gangguan rasa tidak aman dan kejahatan adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Baik melindungi warga masyarakat maupun melindungi berbagai lembaga dan pranata sosial, kebudayaan dan ekonomi yang produktif. Pada dasarnya hubungan Polri dengan warga masyarakat terbagi dalam tiga katagori: (1) Posisi seimbang atau setara, dimana polisi dan masyarakat menjadi mitra yang saling bekerja sama dalam rangka menyelesaikan berbagai masalah beberapa sosial kebutuhan rasa yang aman terjadi harus di dipahami dan masyarakat; dipenuhi; (2) Posisi polisi yang dianggap masyarakat sebagai mitranya, sehingga (3) Posisi polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sekaligus sebagai aparat penegak hukum yang dapat dipercaya. Dalam hal ini, harus dilihat bahwa kejahatan merupakan produk masyarakat, oleh sebab itu menjadi wajar bila setiap upaya mengatasi kejahatan harus berakar dari masyarakat itu sendiri.

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan Peranan polisi bagi masyarakat sangat penting sekali. Berbagai macam jenis kejahatan yang telah ditangani pihak kepolisian dalam memberantas kejahatan demi untuk meningkatkan suasana aman dan tertib sebagaimana yang menjadi tanggung jawab kepolisian. Keberhasilan penyelenggaraan fungsi kepolisian dengan tanpa meninggalkan etika profesi sangat
10

dipengaruhi oleh kinerja polisi yang direfleksikan dalam sikap dan perilaku pada saat menjalankan tugas dan wewenangnya. Profesionalisme polisi amat diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum, mengingat kejahatan semakin canggih, seiring perkembangan dan kemajuan zaman. 4.2. Saran a. Bagi masyarakat harus lebih hati-hati dan waspada terhadap kejahatan di lingkungan sekitar. Pelaku tidak memandang siapa saja yang ingin dijadikannya korban. Jadi masyarakat harus lebih berhati-hati. b. Fungsi polisi memang menjaga dan mengayomi masyarakat, akan tetapi kebanyakan polisi tidak melakukan kewajiban tugasnya. Jadi diharapkan kepada polisi harus melaksanakan tugasnya sesuai aturan dan wewenang yang ada.

DAFTAR PUSTAKA
Rj. Tugas dan Peran Polri Terhadap Masyarakat .

http://tamanlalulintas.Blogspot.com. Diakses pada tanggal 29 Agustus 2009. Suhardi, dkk. 2009. Undang-Undang Dasar 1945. Solo: Safira.

11

Vajar. Peranan Kepolisian di Masyarakat. http://jawara agotax.blogspot.com. Diakses pada tanggal 12 April 2011.

12