Anda di halaman 1dari 12

ETIKA PROFESI DAN HUKUM KESEHATAN Kode Etik Bidan Makalah diajukan untuk memenuhi salah tugas Etika

Profesi dan Hukum Kesehatan yang diampu oleh Hj. Titi Murdiyati, Am.Keb., Am.K., SH, M.MKes

Disusun oleh kelompok 1: Dewi Sri Pralinasari Herda Rizky Utami (D3E411001) (D3E411015) (D3E411019)

AKADEMI KEBIDANAN MEDIKA OBGIN ANGKATAN IV BANDUNG 2012

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan segala puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala anugerah dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Kode Etik Bidan . Penyusunan makalah ini kami maksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah pada semester III. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan yang menjadi sebab ketidaksempurnaan makalah ini. Namun kami berusaha menyusun dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya dengan bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak. Besar harapan adanya kritik dan saran dari pihak yang bertujuan memperbaiki dan menyempurnakan makalah ini.

Penulis mengharapkan semoga amal kebaikan yang telah diberikan oleh semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan makalah ini, diterima oleh Allah SWT. Dan kami mengharapkan saran dan kritikan yang membangun

sebagai masukan untuk penyempurnaan penyusunan makalah ini serta makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan.

Bandung, November 2012

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i DAFTAR ISI ............................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 1.2 Tujuan ................................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 2 2.1 Kode Etik Bidan ................................................................................... 2 BAB III PENUTUP .................................................................................... 8 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 8 3.2 Saran ...................................................................................................... 8 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 9

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Nyeri persalinan merupakan bagian pada proses normal yang tidak jarang menyebabkan stres fisiologis dan psikologis terhadap ibu yang berdampak pada ibu maupun janin. Sebagian besar persalinan (90%) disertai nyeri, bahkan sampai nyeri berat. Upaya-upaya untuk menanggulangi rasa nyeri pada persalinan telah dilakukan dengan berbagai cara antara lain secara farmakologi dan

nonfarmakologi. Metode farmakologi pada persalinan pervaginam antara lain antara lain agen sedative, analgesi, dan anestesi. Penanganan nonfarmakologi merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri persalinan.

1.2 Tujuan

Makalah ini disusun dengan tujuan agar memahami berbagai cara penanggulangan rasa nyeri pada fase aktif kala I yang lebih diutamakan pada penanggulangan nonfarmakologis yaitu hypnobirthing dan lain-lain.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik. Dengan demikian dokter, perawat,bidan, guru dan sebagainya yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien /pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat, profesi dan dirinya sendin". Namun dikatakan bahwa kode etik pada zaman dimana nilai nilai perada ban semakin kompleks, kode etik tidak dapat lagi dipakai sebagai pegangan satusatunya dalam menyelesaikan masalah etik, untuk itu dibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. Benar atau salah pada penerapan kode etik, ketentuan/nilai moral yang berlaku terpulang kepada profesi. Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988, sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991, kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. Sebagai pedoman dalam berperilaku, kode etik bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah, tujuan dan bab.

1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah kode etik bidan Indonesia? 2. Apa sajakah kode etik bidan Indonesia?

1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui kode etik profesi bidan Indonesia 2. Sebagai tugas mata kuliah Etika dan Hukum Profesi

BAB II PEMBAHASAN 2.1 KodeEtik Bidan Dengan rahmat tuhan yang maha esa dan di dorong oleh keinginan yang luhur demi tercapainya : a. Masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan pancasila b. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya c. Tingkat kesehatan yang optimal bagi setiap warga Negara Indonesia,

Maka ikatan bidan Indonesia sebagai organisasi kesehatan yang menjadi wadah persatuan dan kesatuan para bidan di indonesia menciptakan kode etik bidan Indonesia yang di susun atas dasar penekanan keselamatan klien di atas kepentingan lainnya. Terwujudnya kode etik ini merupakan bentuk kesadaran dan kesungguhan hati dari setiap bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan sebagai anggota tim kesehatan demi tercapainya cita cita pembangunan nasional di bidang kesehatan pada umumnya .KIA/KB dan kesehatan keluarga pada khususnya.Mengupayakan segala sesuatunya agar kaumnya pada detik detik yang sangat menentukan pada saat menyambut kelahiran insan generasi penerus secara selamat,aman dan nyaman merupakan tugas sentral dari para bidan. Menyadari tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terus meningkatkan sesuai dengan perkembangan zaman dan nilai nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat ,sudah sewajarnya etik bidan ini berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 sebagai landasan idela dan garis garis besar haluan Negara sebagai landasan operasional.Sesuai dengan wewenang dan peraturan kebijakan yang berlaku bagi bidan,kode etik ini merupakan pedoman dalam tatacara dan keselarasan dalam pelaksanan pelayanan profesional. Bidan senantiasa berupaya memberikan pemeliharaan kesehatan yang komprehensif terhadap ibu hamil ,ibu menyusui ,bayi dan balita pada khususnya sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi insane Indonesia yang sehat

jasmani dan rohani dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga dan masyarakat pada khususnya.

Secara umum kode etik tersebut berisi 7 bab yaitu:

BAB I KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP KLIEN DAN MASYARAKAT

1. Setiap bidan senantisasa menunjang tinggi ,menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya.dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya. 2. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan . 3. Setiap badan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien ,keluarga dan masyarakat . 4. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien,menghormati hak klien dan menghormati nilai nilai yang berlaku di masyarakat . 5. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien,keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan kemampuan yang di milikinya . 6. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya ,dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.

BAB II KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP TUGAS

1. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripura kepada klien ,keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang di milikinya berdasarkan kebutuhan klien,keluarga dan masyarakat. 2. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai

kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi atau rujukan . 3. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau di percayakan kepadanyan ,kecuali bila diminta oleh pengadilan atau di perlukan sehubungan dengan kepentingan bidan.

BAB III KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP SEJAWAT DAN TENAGA KESEHATAN LAINNYA

1. Setiap bidan harus menjalin hubungan yang baik dengan sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. 2. Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya.

BAB IV KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PROFESINYA

1. Setiap bidan menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat.

2. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra profesinya.

BAB V KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP DIRI SENDIRI

1. Setiap bidan harus memelihara kesehatanya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. 2. Setiap bidan seyogyanya berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolgi.

BAB VI KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PEMERINTAHAN NUSA, BANGSA DAN TANAH AIR

1. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa melaksanakan ketentuan ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. 2. Setiap bidan melalui profesinya berpartisifasi dan menyumbang

pemikiranya kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga.

BAB VII PENUTUP

Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Bidan merupakan suatu profesi kesehatan yang bekerja untuk pelayanan masyarakat dan berfokus pada Kesehatan Reproduksi Perempuan, Keluarga Berencana, kesehatan bayi dan anak balita, serta Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilainilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan Komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi.

3.2 Saran Bidan adalah seorang profesional yang sudah dilatih dengan pengetahuan khusus dalam bantuan kepada wanita agar tetap sehat selama hamil dan menolongnya pada waktu melahirkan, ahli dalam memberikan asuhan, penyuluhan, konseling dan dukungan secara individu kepada wanita dan bayinya dalam siklus kehamilan dan persalinan. Sebagai tenaga profesional bidan harus memiliki etika dan kode etik yang memadai di samping itu bidan juga harus memiliki kompetensi yang dapat mengarahkannya untuk memberikan pelayanan yang prima atau

berkualitas (bidan delima). Berkaitan dengan itu, maka seorang calon bidan harus mengetahui etika profesi bidan utamanya di Indonesia sebelum terjun ke masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

---.2000. Etika profesi bidan. Diunduh dari http://id.shvoong.com/medicine-and-

health/epidemiology-public-health/2162946-kode-etik-bidan/#ixzzlpTGN9atd. Diakses pada tanggal 10 november 2012

---.2001. Kode etik bidan. Diunduh dari http://kuliah-bidan.com/kode-etik-bidan//. Diakses pada tanggal 10 november 2012