Anda di halaman 1dari 5

1

PENDAHULUAN

Sebelum kita malangkah dan menuju pada analisis ekonomi teknik maka sebaiknya kita mengetahui secara umum langkah kegiatan rekayasa pembangunan secara keseluruhan; mulai dari terbentuknya ide atau sasaran yang akan dicapai pada tahapan operasional dan pemeliharaan. Hal ini dimaksudkan agar letak atau posisi analisis ekomoni teknik dapat diketahui secara jelas. Ada hal yang penting untuk diketahui bahwa analisis ekonomi proyek bukan atau tidak sama dengan perhitungan rencana anggaran biaya suatu proyek. Analisis ekonomui proyek merupakan suatu kajian secara ekonomi apakah suatu ide atau rencana suatu proyek akan dapat diwujudkan dengan porsi yang layak secara ekonomi. Sedangkan rencana anggaran biaya suatu proyek fisik merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mewujudkan proyek tersebut sesuai dengan desain yang dibuat. Rekayasa pembangunan pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang berdasarkan analisis dari berbagai aspek untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu dengan hasil seoptimal mungkin. Aspek ini dapat dikelompokkan menjadi 4 tahapan, yaitu:

2 Tahapan studi Tahapan perencanaan Tahapan pelaksanaan Tahapan operasi dan pemeliharaan

Di dalam empat tahapan itu ada berbagai macam aktivitas yang dilaksanakan. Secara makro rekayasa dan tahapan meliputi aktivitas seperti di bawah ini : 1. Ide Atau Sasaran/Tujuan yang akan Dicapai. Pada kegiatan ini, seseorang badan, perusahaan swasta maupun pemerintah mendapatkan suatu ide yang baru. Misalnya ide membuat waduk, jalan tol, PLTA dan sebagainya. 2. Pra Studi Kelayakan. Dalam kegiatan ini, ide itu ditejemahkan dalam bentuk analisis dengan tujuan agar apakah ide itu bisa ditindak-lanjuti dengan analisis yang lebih detail. Di dalam kegiatan ini analisis yang dilakukan meliputi aspek teknis, aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek lingkungan (istilah umum yang dipakai adalah AMDAL). Dengan data yang belum detail dikumpulkan maka dari keempat analisis itu akan muncul pertanyaan apakah layak atau tidak layak? disertai rekomendasi dan alternatif yang dimunculkan. Umumnya dalam periode keseluruhan aktivitas akan muncul laporan laporan : Laporan Pendahuluan : berisi kegiatan persiapan, rencana kerja, jadwal pelaksanaanm, daftar dan jadwal personil yang terlibat, daftar dan jadwal peralatan, metode yang dipakai. Laporan Tengahan : berisi kegiatan yamg dilakukan selama pertengahan waktu dari jadwal proyek. Biasanya pengumpulan data primer dan sekunder dicantumkan disini. Analisi dan perhitungan yang bisa dilakukan dapat dimasukkan ke dalam laporan ini untuk didiskusikan, kemungkinan adanya perubahan-perubahan dalam formula, metode ataupun kegiatan yang masih harus dilakukan. Laporan Akhir : berisi semua aktivitas yang dilakukan serta analisis dan perhitungan, termasuk hasilnya. Umumnya sebelum

3 dibuat laporan akhir terlebih dahulu dibuat konsep laporan akhir untuk didiskusikan agar didapatkan kata sepakat. Laporan Bulanan :berisi aktivitas yang dilakukan bulan lalu dan rencana kegiatan yang akan datang, baik menyangkut jadwal pelaksanaan, personil yang terlibat, alat dan material yang dipakai, aktivitas yang telah dilakukan hasilnya.

Dari sini bisa dilanjutkan pada studi kelayakan di suatu lokasi yang sudah dipilih secara kasar dalam prastudi kelayakan. Lokasi yang terpilih dalam prastudi ini belum spesifik, artinya ada kemungkinan alternatif lokasi yang berbeda pada tahapan berikutnya(studi kelayakan). Di bawah ini diberikan contoh urutan (outline) prastudi kelayakan dimana analisis ekonomi teknik (diambil dari Pra Studi Kelayakan Jalan TOL Semarang-Boyolali-Solo oleh Fakultas Teknik UNDIP,1988) Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Istilah Daftra Tabel Daftar Grafik, Gambar dan Peta Ringkasan Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Lokasi dan Lingkup Studi 1.4 Metodologi Bab II. TINJAUAN WILAYAH STUDI 2.1 Wilayah Studi dalam Konstelasi Regional 2.2 Kondisi Wilayah Studi 2.2.1 Kondisi Fisik Dasar 2.2.2 Kondisi Tata Guna Lahan 2.2.3 Kondisi Sosial Ekonomi 2.2.4 Sistem Transportasi dan Kondisi Sarana dan Prasarana 2.2.5 Kondisi Lalu Lintas Jalan Raya 2.2.6 Kondisi Lingkungan Biologis

4 Bab III ANALISIS PERTUMBUHAN REGIONAL DAN ASPEK LINGKUNGAN 3.1 Aspek Pengenbangan Wilayah 3.2 Aspek Sosial Ekonomi 3.3 Aspek Evaluasi Dampak Lingkungan (AMDAL) Bab IV TINJAUAN ROUTE 4.1 Pemilihan Route Alternatif 4.2 Tinjauan Aspek Pengembangan Wilayah dan Sosial Ekonomi 4.3 Tinjauan Aspek Rekayasa Bab V ANALISIS PERTUMBUHAN LALU LINTAS 5.1 Distribusi Lalu Lintas 5.2 Pentahapan Pembangunan Jalan Tol 5.3 Pembebana Lalu Lintas Bab VI ANALISIS BIAYA OPERASI KENDARAAN 6.1 Pertimbangan Umum 6.2 Biaya Operasi Kendaraan di Jalan yang Ada 6.3 Biaya Operasi Kendaraan di Jalan Tol 6.4 Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan Bab VII ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL 7.1 Rencana Biaya Pelaksanaan Jalan Tol 7.2 Analisis Kelayakan Ekonomi 7.3 Analisis Kelayakan Finansial Bab VIII REKOMENDASI DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Dari contoh diatas terlihat bahwa analisis ekonomi teknik dilakukan pada Bab VII 3. Studi Kelayakan Berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan pada prastudi kelayakan selanjutnya dilakukan studi kelayakan. Pada tahapan ini data primer dan sekunder dikumpulkan secara lengkap sehingga analisis teknik ekonomi, sosial dan lingkungan dapat dilakukan lebih detail. Dari studi ini muncul juga berbagai alternatif dan rekomendasi yang sudah dikaji secara mendalam. Lokasi yang terpilihpun sudah lebih spesifik dibandingkan dengan lokasi pada waktu prastudi kelayakan.

5 Contoh urutan (outline) studi kelayakan dimana analisis ekonomi teknik terlibat dapat dilihat seperti di bawah ini (terjemahan dari general outline plan a feasibility study report uny=tuk proyek pengembangan sumber air dalam buku Water Resouces Project Economics oleh Kuiper, 1971). Judul Surat Perintah Daftar Isi Ringkasan I. PENDAHULUAN 1. Otoritasi 2. Penyelidikan Terdahulu 3. Maksud dan Tujuan 4. Ruang Lingkup 5. Penghargaan dan Ucapan Terima Kasih II. URAIAN UMUM 1. Geographi dan Geologi 2. Sejarah dan Pengembangan 3. Kondisi Sosial dan Ekonomi 4. Sumber Air 5. Potensi Lahan 6. Sumber Alam yang Lain 7. Yuridiksi III. KONDISI AREA DAN SUMBER AIR IV. PROYEKSI SOSIAL DAN EKONOMI V. PENGEMBANGAN PERTANIAMN 1. Klasifikasi Tanah 2. Pemasaran untuk Tambahan Tanaman 3. Alternatif Tata Guna Lahan 4. Masukan yang Dibutuhkan 5. Perkiraan Keluaran VI. AKTIVITAS REKLAMASI 1. Ketersediaan Air 2. Alternatif Perencanaan Irigasi 3. Alternatif Perencanaan Drainase VII. PENGEMBANGAN TENAGA AIR 1. Pemasaran Energi 2. Komposisi Sistem yang Ada