Anda di halaman 1dari 33

Dosen Pembimbing : Donny DJ Leihitu ST.

MT

By

: Khairul Puadi

Agregat adalah suatu bahan keras dan kaku yang digunakan sebagai bahan campuran yang berupa berbagai jenis butiran atau pecahan yang termasuk di dalamnya abu (debu) agregat.

Agregat dalam campuran perkerasan pada umumnya merupakan komponen


utama yang mengandung 90 95 % agregat berdasarkan presentase (%) berat atau 75 85 % agregat berdasarkan presentase (%) volume. Dengan demikian agregat merupakan bahan utama yang turut menahan beban yang diterima oleh bagian perkerasan dimana digunakan bahan pengikat aspal yang sangat dipengaruhi oleh mutu agregat.

1.
2.

Agregat Kasar
Agregat Halus

Agregat

kasar adalah agregat yang lolos

pada saringan (19,1 mm) dan tertahan pada saringan No. 4 (4,75 mm) terdiri dari batu pecah atau koral (kerikil pecah) berasal dari alam yang merupakan batu endapan

1.

Kekuatan dan Kekerasan

Stabilitas mekanis agregat harus mempunyai suatu kekerasan untuk menghindari terjadinya suatu kerusakan akibat beban lalu lintas dan kehilangan kestabilan. Pemeriksaan ketahanan terhadap abrasi dengan menggunakan mesin Los angles, jika dalam pemeriksaan ini kehilangan berat lebih dari harga yang ditentukan, maka agregat tidak layak untuk digunakan sebagai bahan perkerasan jalan.

2.

Bentuk dan Tekstur Agregat


dan tekstur agregat mempunyai

Bentuk

kestabilan dari lapisan perkerasan yang dibentuk


oleh agregat tersebut. Karakteristik dari lapisan perkerasan dapat dipengaruhi dari bentuk dan tekstur dari agregat tersebut.

Untuk agregat kasar, persyaratan umumnya yang diminta AASHTO dan BSI antara lain adalah seperti pada tabel berikut ini
Persyaratan Nilai

Abrasi, Los Angeles Abrasion Test (AASHTO T 96-87) Pelapukan berdasarkan, Soundness Test, (AASTHO T 104-90) Kelekatan pada Aspal (AASHTO T 182-86, 1990) Kekuatan terhadap Beban Tumbukan (Impact), AIV (BS 812) Kekuatan terhadap Beban Tumbukan (Crushing), ACV (BS 812) Indeks Kelonjongan dan Kepipihan (BS 812)

Maks 40% 50%

Maks 12% (sodium sulfat) Maks 18% (magnesium sulfat)

Minimum 95%

Maks 30%

Maks 30%

Maks 25%

Yang

termasuk dalam fraksi agregat halus

adalah yang lolos saringan No. 8 (2,38 mm) dan tertahan pada saringan No. 200 (0,075 mm) terdari bahan-bahan berbidang kasar bersudut tajam dan bersih dari kotoran atau bahan-bahan yang tidak dikehendaki.

Ada

pun syarat-syarat agregat halus antara lain :


1. Harus bersifat kekal, berbutir tajam dan kuat.

2.

Tidak mengandung Lumpur lebih dari 5 % untuk agregat halus

dan 1 % untuk agregat halus

3.

Tidak mengandung bahan-bahan organic dan zat-zat yang

reaktif alkali,

4.

Harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori.

Gradasi

agregat adalah susunan dari beberapa ukuran butiran agregat yang membentuk suatu campuran agregat yang terdiri dari beberapa fraksi agregat

Gradasi

baik, adalah campuran agregat dengan ukuran butiran yang terdistribusi merata dalam rentang ukuran butiran. Agregat bergradasi baik disebut juga dengan agergat bergradasi rapat. Agregat bergardasi baik dapat dikelompokkan menjadi :
Agregat bergradasi kasar, adalah agregat bergradasi baik yang didominasi oleh agregat ukuran butiran kasar Agregat bergradasi halus, adalah agregat bergradasi baik yang dinominasi oleh agregat ukuran butiran halus.

Gradasi

Buruk, adalah distrubusi ukuran agregat yang tidak memenuhi persyaratan agregat bergradasi baik. Agregat bergradasi buruk dapat dikelompokkan menjadi;
Gradasi Seragam, adalah campuran agregat yang

tersusun dari agregat dengan ukuran butirannya sama atau hampir sama. Gradasi Terbuka, adalah campuran agregat dengan distribusi ukuran butiran sedemikian rupa sehingga pori-pori antar agregat tidak terisi dengan baik. Gradasi Senjang, adalah campuran agregat yang ukuran butirannya terdistribusi tidak menerus, atau ada bagian yang hilang.

Mineral

filler adalah agregat halus yang

lolos saringan no.200, berupa abu (dust).

Abu kapur atau abu semen diyakini dapat


memperbaiki adhesi antara aspal dan

agregat.

Adapun syarat-syarat filler sebagai berikut :


1. Bahan filler terdiri dari abu batu, semen Portland, abu terbang,

debu dolomite, kapur,dan lain-lain.

2.

Harus kering dan bebas dari pengumpulan dan bila diuji dengan lolos saringan

pengayakan basah harus mengandung bahan yang No. 200 tidak kurang dari 70 %

beratnya.

3.

Penggunaan kapur sebagai bahan pengisi dapat memperbaiki daya tahan campuran, membantu penyelimutan dari partikel agregat

Pengujian Abrasi Menggunakan Mesin Los


Angeles

Pengujian Kelekatan Agregat Terhadap Aspal Pengujian Keawetan Agregat Terhadap Cuaca Analisa Saringan

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan menggunakan mesin Los Angeles. Keausan tersebut dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lewat saringan no.12 terhadap berat semula

Pengujian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

a. Benda uji dan bola baja dimasukkan ke dalam mesin abrasi Los Angeles; b. putaran mesin dengan kecepatan 30 rpm sampai dengan 33 rpm; jumlah putaran gradasi A, gradasi B, gradasi C dan gradasi D adalah 500 putaran dan untuk gradasi E, gradasi F dan gradasi G adalah 1000 putaran;

Keausan = a-b b x 100

keterangan : a adalah berat benda uji semula, dinyatakan dalam gram; b adalah berat benda uji tertahan saringan No.12 (1,70 mm), dinyatakan dalam gram

Kelekatan agregat terhadap aspal dinyatakan sebagai persentase

luas permukaan agregat yang tertutup aspal terhadap seluruh luas


permukaan yang dinilai secara visual (pengamatan langsung terhadap benda uji). Kelekatan agregat terhadap aspal dipengaruhi

oleh sifat agregat terhadap air. Agregat yang bersifat hydrophilic


adalah agregat yang mudah diresapi air, dimana mengakibatkan agregat tersebut tak mudah dilekati aspal. Agregat yang bersifat

hydrophobicadalah agregat yang tidak mudah terikat dengan air,


tetapi mudah terikat dengan aspal.

Nilai

kelekatan agregat terhadap aspal dibatasi dengan frame 95% terhadap total luas permukaan agregat. Nilai ini disyaratkan harus masksimal agar proses pengikatan agregat oleh aspal dapat berjalan optimal. Dikhawatirkan jika rendahnya nilai kelekatan ini maka akan mengurangi "bonding among agregates in the mixture".

1. Agregat yang telah dicampur dengan aspal;

2. Memanaskan agregat dan aspal;

Tujuan

dari pengujian analisa saringan yaitu dapat menghitung perbandingan agregat halus dan kasar menjadi agregat gabungan yang mempunyai gradasi yang diinginkan sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai:
1. Menentukan gradasi agregat halus dan agregat kasar dengan mengunakan hasil analisa saringan/ayakan. 2. Mengunakan peralatan yang diperlukan. 3. Menggambarkan data hasil pemeriksaan ke dalam grafik gradasi.

THE END