P. 1
Pengukuran Aliran Fluida

Pengukuran Aliran Fluida

|Views: 1,415|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Reza Fahlevi
Makalah Pengukuran Aliran Fluida, Mata Kuliah Mekanika Fluida, Politeknik Negeri Sriwijaya
Makalah Pengukuran Aliran Fluida, Mata Kuliah Mekanika Fluida, Politeknik Negeri Sriwijaya

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Muhammad Reza Fahlevi on Oct 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/03/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

BAB III PENGUKURAN ALIRAN FLUIDA

1. Pendahuluan Dalam konsep mekanika fluida semua bahan nampak berada dalam dua keadaan, yaitu sebagai zat padat dan cair (fluida). Kebanyakan bahan bisa disebut entah sebagai zat padat, zat cair, atau gas. Fluida adalah zat-zat yang mampu mengalir dan yang menyesuaikan diri dengan bentuk wadah tempatnya. Bila berada dalam keseimbangan, fluida tidak dapat menahan gaya tangensial atau gaya geser. Semua fluida memiliki suatu derajat kompresibilitas dan memberikan tahanan kecil terhadap perubahan bentuk. Alat yang digunakan untuk mengukur aliran sering disebut FLOWMETER. Alat ukur aliran sangat diperlukan dalam industri oil, bahan kimia, bahan makanan, air, pengolahan limbah, dll.Berbagai jenis meteran digunakan untuk di industri, termasuk diantaranya yaitu, meteran yang didasarkan atas penimbangan langsung atau pengukuran volume, meteran dengan tinggi-tekan variabel, meteran penampang aliran, meteran arus, meteran anjakan-positif, meteran magnetik dan meteran ultarsonik. Yang paling banyak digunakan untuk mengukur aliran adalah beberapa jenis meteran tinggi-tekan-variabel dan meteran penampang aliran (area meter). Dalam meteran tinggi-tekan-variabel termasuk : a) meteran venturi, b) meteran orifis, c) tabung pitot, d) rotameter, dan e) decanter.

1

3.1

Meteran venturi 3.1.1 Pengertian meteran venturi Meteran venturi adalah alat yang berdasarkan pada tabung venturi yaitu alat yang dipasang dalam suatu pipa aliran untuk mengukur kelajuan cairan. Alat ini bekerja berdasarkan Efek Venturi. Alat ini dapat dipakai untuk mengukur laju aliran fluida, misalnya menghitung laju aliran air atau minyak yang mengalir melalui pipa. Venturimeter digunakan sebagai pengukur volume fluida misalkan minyak yang mengalir tiap detik. Venturimeter adalah sebuah alat yang bernama pipa venturi. Pipa venturi merupakan sebuah pipa yang memiliki penampang bagian tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan dilengkapi dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungkan. Dalam pipa venturi ini luas penampang pipa bagian tepi memiliki penampang yang lebih luas daripada bagian tengahnya atau diameter pipa bagian tepi lebih besar daripada bagian tengahnya. Zat cair dialirkan melalui pipa yang penampangnya lebih besar lalu akan mengalir melalui pipa yang memiliki penampang yang lebi sempit, dengan demikian, maka akan terjadi perubahan kecepatan.

3.1.2

Prinsip kerja meteran venturi a. Venturimeter Tanpa Manometer Prinsip Kerja Venturimeter tanpa manometer ini berdasarkan pada Asas Bernoulli yang berbunyi : Pada pipa mendatar (horizontal), tekanan fluida yang paling besar adalah pada bagian kelajuan alirnya paling kecil, dan tekanan paling kecil adalah pada bagian kelajuan alirnya paling besar.

b.

Venurimeter Dengan Manometer Venturimeter dengan manometer adalah aplikasi gabungan antara venturimeter dan tabug pitot. Fungsinya untuk mengukur laju fluida.

2

yang terdiri dari bagian pendek berbentuk silinder dan kerucut berpotong. pelapis itu dibor dengan teliti dan diselesaikan hingga membentuk diameter tertentu.3 Prinsip Kerja Meteran ini terbuat dari bagian masuk A yang mempunyai flens. pada bagian leher ada sebuah cincin piezometer yang dibentuk dengan ruang annulus integral G dan pelapis H.1. karena ketelitian meteran itu akan berkurang bila leher itu tidak diolah-mesin hingga toleransi yang sangat ketat. pada persambungan antara bagian silinder dan bagian yang berbentuk kerucut. Tekanan rata-rata itu lalu ditransmisikan melalui sumbangan untuk tekanan hulu F.1 venturi meter Keterangan A B C D dan G : : bagian masuk : bagian leher : bagian keluar : ruang piezometer E F H I : lubang ke ruang piezometer : lubang sadap tekanan hulu : pelapis : lubang sadap tekanan hilir 3. Pada bagian hulu. Cincin annulus dan lubang-lubang kecil itu merupakan cincin piezometer yang fungsinya untuk merata-ratakan tekanan-tekanan yang disalurkan oleh setiap lubang kecil.Gambar. Bagian B berflens dan bagian keluar C berupa flens juga dan terdiri dari kerucut terpotong yang panjang. terdapat ruang annulus D dan beberapa lubang kecil E yang dibor dari bagian dalam tabung sampai ke ruang annulus. 3. Tekanan leher itu 3 .

Gesekan dapat diabaikan dan meteran itu terpasang horizontal dan tidak ada pompa. Walaupun meteran venturi dapat digunakan untuk mengukur gas namun alat ini biasanya digunakan untuk mengukur zat cair. Penurunan tekanan didalam kerucut hulu itu lalu dimanfaatkan sebagaimana diuraikan di bawah nanti. Persamaan dasar untuk meteran venture didapat dengan menuliskan kembali dengan persamaan Bernoulli untuk fluida tak mampu mampat antara ke dua stasion tekanan pada F dan I. maka kerucut hulu dapat di buat lebih pendek daripada kerucut hilir. sehingga pemisahan lapisan batas dapat dicegah dan gesekan pun minimum. Kecepatan fluida kemudian berkurang lagi dan sebagian besar tekanan awalnya kembali pulih di dalam kerucut sebelah hilir. kecepatan fluida bertambah dan tekanannya berkurang di dalam kerucut sebelah hulu. Oleh karena pada bagian yang penampangannya mengecil tidak ada pemisahan. Dalam meteran venturi. Kesempatan rata-rata dihulu adalah Ūa dan di hilir Ūb dan densitas fluida ρ. mengingat densitas tetap : )2 Dimana : Da = diameter pipa = β2 (3-2) Db = diameter leher meteran β = rasio diameter Db/Da 4 . terutama air. untuk mengukur laju aliran melalui instrument itu. Gesekanpun kecil dengan demikian ruang dan bahanpun dapat di hematkan. Sebuah manometer atau alat lain untuk mengukur perbedaan tekanan lalu dipasang diantara lubang sadap F dan I. αb – αa = ρ (3-1) Hubungan kontinuitas dapat ditulisakan sebagai berikut. Agar pemulihan tekanan itu besar.lalu ditransmisikan melalui penyadap tekanan I. sudut kerucut hilir C dibuat kecil.

jika dieleminasi dari Pers. Untuk memperhitungkan rugi gesekan yang terdapat sedikit antara lokasi A dan B .1. Laju alir masa dan laju aliran volumetrik Untuk mencari laju alir masa dari persamaan (3-3) : ‫ט‬ √ m= Sb ρ = √ (3-5) Dimana m = lajur alir masa Sb = luas leher Lajur aliran volumetric didapat dengan membagi laju alir masa dengan densitas : q= = ‫ט‬ √ √ ρ (3-6) dimana q = laju aliran volumetric 5 .4 Koefisien venturi Persamaan (3-3) hanya berlaku untuk aliran fluida tak mampu mampat tanpa gesekan. persamaan (3-4) di koreksi dengan menggunakan factor enpirik C‫ ט‬sehingga = ‫ט‬ √ √ ρ (3-4) Untuk venturi yang di rancang dengan baik. C‫ ט‬ialah kira-kira 40.98 untuk diameter pipa antara 2 dan 8 in dan kira-kira untuk pipa-pipa yang lebih besar .(3-1) dan (3-2) hasilnya ialah = √ √ ρ (3-3) 3.

5 Pemuliahan tekanan Jika aliran melalui meteran venturi itu benar-benar tanpa gesekan. rugi tekanan permanen dari meteran venturi itu relative kecil dalam meteran yang di rancang baik. 6 .3. Oleh karena sudut kerucut divergen cukup kecil. Penurunan tekanan kerucut hulu akan di pulihkan kembali di dalam kerucut hilir. tekan fluida meningalkan meteran dan penempatan meteran di dalam jalur pipa tidaklah menyebabkan terjadinya kehilangan tekanan secara permanen. rugi tekanan hanyalah kira-kira 10% dari diferensial venturi Pa-Pb dan hampir 90% dari diferensial dapat dipulihkan.1.

Penyadap tekanan. atau terlalu kecil untuk dapat menampung laju aliran maksimum yang baru. mengambil tempat cukup besar.2. Piranti ini terdiri dari plat yang dilubangi dan dikerjakan dengan mesin secara teliti. dan dipasang diantara dua flens sehingga lubang itu konsentrik dengan pipa tempat memasangnya. Alat ini cukup mahal. Untuk meteran tertentu dengan sistem manometer tertentu pula. Posisi lubang sadap sembarang saja. tetapi konsumsi dayanya lebih tinggi.3.2 Meteran orifice 3. dan koefisien meteran itu bergantung pada letak lubang sadap itu. Gambar 3. laju aliran maksimum yang dapat diukur terbatas.1 Pengertian meteran orifice Meteran venturi mempunyai kelemaan tertentu dalam praktek pabrik pada umumnya. dan rasio diameter leher terhadap diameter pipa tidak dapat diubah-ubah. Lubang plat itu dapat dibuang miring kesisi hilir.2 meteran orifice 7 . diameter leher mungkin menjadi terlalu besaruntuk memberikan bacaan yang teliti. Meteran orifice dapat mengatasi keberatankeberatan terhadap venturi. satu dihulu dan satu dihilir orifice itu dipasang dan dihubungkan dengan manometer atau piranti pengukuran tekanan lainnya. sehingga apabila laju aliran berubah.

Ada suatu kesulitan pokok yang terdapat pada meteran orofis yang tidak terdapat pada venturi.1 Data penyadap tekanan orifis Jenis sadap Jarak penyadap hulu dari muka – hulu orifis Flens vena kontrkata 1 in 1 diameter pipa. umpamanya pada posisi sadap hilir tidak dapat dihubungkan dengan mudah dengan diameter orifis. persamaan dibawah iniyang serupa dengan pers ( 3-7) cukup memadai. U0 = √ √ β ρ (3-7) Dimana U0 = kecepatan melalui orifis ß = rasio diameter orifis terhadap diameter pipa 8 .3 sampai 0.2.persamaan bernouli memberikan dasar untuk mengkorelasikan peningkatan tinggi-tekan kecepatan dengan penurunan tinggi-tekan tekanan. dan penurunan tekanan antara kedua titik sadap diukur dengan manometer. (diameter dalam sebenarnya) Pipa Jarak penyadap hilir dari muka – hilir orifis 1 in 0. Bergantung pada ß 2 kali diameter nominal pipa 8 kali diameter nominal pipa 3. Tetapi.8 diameter pipa. Koefisien orifis lebih empirik sifatnya daripada venturi. Oleh karena itu orifice itu tajam.Table 3.2. Penurunan penampang arus aliran melalui orifis itu menyebabkan tinggi-tekan kecepatan meningkat tetapi tinggi-tekan tekanan menurun. arus fluida itu memisah disebelah hilir plat orifice dan membentuk jet aliran bebas didalam fluida disebelah hilir. Standar itu harus diikuti dengan ketat agar untuk kerja meteran itu dapat diramalkan dengan teliti tanpa kalibrasi. sebagai pendekatan atau rancang pendahuluan. disitu terbentuk vena kontrakta. Standar – standar rancang yang terperinci sudah tersedia secara luas didalam literatur. Luas penampang pada setiap titik tertentu. dan pengolahan kuantitatif untuk meteran orifis harus dimodifikasi berhubung dengan itu. Seperti terlihat pada gambar 3.2 Prinsip kerja Prinsip meteran orifis identik dengan prinsip venturi.

maka didapatkan persamaan dibawah ini.61 untuk lokasi sadap diflens maupun di vena-kontrakta. suku √ 1 – ß4 jauh berbeda disatu.25. jika ß kurang dari 0.o = Dimana DO ialah diameter orifis (3-8) Persamaan (3-8) sangat berguna untuk perancangan karena Co hampir konstan dan tidak bergantung pada ß selama NRe. NRe. dan pers.Pa.o. yaitu luas penampang orifis. Akan tetapi. pada kondisi ini. tanpa termasuk kecepatan datang. Nilainya cukup bervariasi sesuai dengan perubahan ß dan angka Reynold pada orifis NRe.o lebih besar dari 20.2 Pada persamaan (3-7) C0 ialah koefisien orifis. Co selalu ditentukan dari percobaan. pers (3-12) cukup memadai untuk digunakan dalam perancangan.61 SO √ (3-10) dengan menstubtitusikan nilai So . Angka Reynold itu didefinisikan sebagai. (3-12) = √ Kecuali jika memang diperlukan ketelitian yang lebih tinggi. (3-8) menjadi Uo = 0. Koefisien ini memberikan koreksi atau kontraksi jet fluida antara orifis dan vena-kontrakta. Co dapat dianggap 0. Lebih lagi. pemeriksaan atas nilai 9 .61 √ Laju aliran massa m diberikan oleh (3-9) m = UO SO ρ = 0.000. Pb = tekanan pada station a dan station b pada gambar 3. Juga terhadap gesekan dan terhadap αa dan αb. yang dapat secara langsung. berikut ini kedalam pers (3-10) ( ) SO = (3-11) 2 Dan penyelasaian terhadap digunakan untuk menghitung 2 .

61 tidak teliti bila NRe.angka Reynolds menunjukkan bahwa nilai koefisien 0.2. jika tidak. distribusi kecepatan akan menjadi tidak normal. Perbedaan tekanan yang diukur dengan sadap pipa. Rugi daya yang diakibatkan merupakan salah satu kelemahan dari meteran orifis. Sebab. yang harus terdapat pada bagian hulu dan bagian hilir orifis untuk mendapatkan distribusi kecepatan yang normal. maka di bagian hulu dipasang sudu.o kurang dari 20. dan hubungan antara rugi bagian itu dapat dilihat pada gambar 8-20. jika panjang pipa lurus tidak mencukupi. Kadang-kadang. datanya sudah tersedia. Fraksi diferensial orifis yang hilang secara permanen bergantung pada nilai . Mengenai panjang minimum bagian pipa lurus ini.5. pemulihan tekanan didalam meteran orifis biasanya kurang baik. rugi tinggi tekan 10 . 3. sebesar 0. katup.sudu pelurus. sebenarnya merupakan pengukuran rugi permanen dan bukan harga diferensial orifis. dimana sadap hilir terletak delapan diameter pipa disebelah hilir. Untuk nilai itu adalah kira-kira 73 persen dari diferensial orifis. dan koefisien orifis akan terganggu dengan cara yang tidak dapat diramalkan.000 Dalam sistem orifis ini penting sekali adanya bagian pipa lurus dibagian hulu dan bagian hilir orifis untuk menjamin agar pola aliran yang normal dan tidak terganggu oleh perlengkapan sambung pipa. dan peralatan lain.3 Pemulihan tekanan Berhubung dengan besarnya rugi gesekan yang disebabkan oleh pusaran – pusaran yang dibangkitkan oleh jet yang berekspansi di hilir vena – kontrakta.

4 Aliran fluida mampu – mampat melalui venturi dan orifis Pembahasan terdahulu mengenai meteran fluida hanya terbatas pada aliran fluida yang densitasnya tetap. Pers (8-12) untuk meteran venturi di modifikasi menjadi bentuk. Untuk aliran isentropik gas-ideal melalui venturi.ß. Bila fluida itu bersifat mampu – mampat.2. dan γ untuk orifis standar berpinggir tajam ialah Y=1– (3-16) 11 .ß. Pers empiriknya dalam ( ). persamaan – persamaan dan koefisien buang untuk berbagai meteran itu masih dapat digunakan. dan ρa densitas fluida pada kondisi hulu. (3-13). Hasilnya ialah ( )[ ( ) ] Y= ( ) (3-15) Pers. m= √ √ (3-13) untuk meteran orifis. Persamaan ini tidak bisa digunakan untuk orifis karena adanya vena-kontrakta. pers. (3-15) menunjukkan bahwa Ymerupakan fungsi ( ).61 YSo√ (3-14) Pada pers.3 rugi tekanan menyeluruh pada meteran orifice 3. (3-13) dan (3-14) Y merupakan faktor ekspansi tanpa-dimensi. dan γ. Y dapat dihitung secara teoritis dengan mengintegrasi antara station a dan b dan menggabungkan hasilnya dengan definisi Y yang termaktub dalam pers. (8-40) menjadi m = 0.Gambar 3.

(3-15) dan (3-16) terlihat pada gambar 3.4. Nilai – nilai umum Y yang dihitung untuk udara dengan pers.Gambar 3.4.53 yang merupakan rasio tekanan kritis di mana aliran udara menjadi sonik. Gambar ini tidak boleh digunakan bila Pb/Pa kurang dari 0. Faktor ekspansi untuk meteran aliran udara. 12 .

5.2 Prinsip kerja Tekanan Ps yang diukur dengan tabung dampak adalah tekanan stagnasi fluida. Penyelesaian Pers. untuk mengukur beda-tekanan kecil.3 Tabung Pitot 3.1 Pengertian tabung pitot Tabung pitot adalah suatu peranti umtuk mengukur kecepatan lokal di sepanjang garis-arus.3. Lubang tabung statik b sejajar dengan arah aliran. Lubang tabung dampak a tegak-lurus terhadap arah aliran.3. yang untuk gas ideal diberikan oleh Pers (3-17) Selanjutnya berlaku Pers (318)). Prinsip peranti itu terlihat pada Gambar 3.5 Prinsip tabung pitot Keterangan: x : arah aliran 3. Lubang dampak meliputi titik stagnasi B dimana garis arus AB berakhir. Gambar 3. Kedua tabung itu dihubungkan denganlengan manometer atau peranti lain yang setara. Tabung statik mengukur tekanan statik Po karena tidak ada komponen kecepatan yang tegak-lurus terhadap lubangnya. dimana Po adalah tekanan statik yang diukur dengan tabung b.3. (3-18) untuk µo menghasilkan : µo = ( ) * + (3-17) 13 .

kecepatan itu tidak sama pada keseluruhan penampang pipa. alat itu perlu dibantu dengan sesuatu pengukur multiplikator 14 . Bila meteran orifis dan meteran venturi mengukur kecepatan rata-rata dari keseluruhan arus fluida. untuk mendapatkan kecepatan rata-rata sebenarnya di keseluruhan penampang. Akibatnya. kita dapat menggunakan salah satu dari dua produser. tabung pitot hanya mengukur kecepatan pada satu titik saja. kita harus menempatkan tabung pitot itu sedikitnya 100 diameter pipa dari sesuatu gangguan dalam aliran. Pers. Prosedur lainnya adalah membuat bacaan pada beberapa lokasi di dalam penampang pipa dan meghitung kecepatan rata-rata V untuk keseluruhan penampang dengan cara integrasi grafik. tetapi bila diperlukan pengukuran yang teliti.Po. faktor koreksi angka Mach adalah satu dan persamaan(3-17) menjadi lebih sederhana µo = √ (3-18) kecepatan yang diukur oleh tabung pitot ideal sesuai benar dengan Pers. hanya sukus angka Mach saja dalam persamaan itu yang signifikan. Pada instrumen yang dirancang baik. Tidak memberikan kecepatan rata-rata secara langsung 2. Bacaannya untuk gas sangat kecil. tabung pitot itu harus dikalibrasi dan diberi faktor koreksi sebagaimana mestinya. Bila digunakan untuk mengukur gas tekanan rendah. Untuk fluida tak-mampu-mampat. sehingga distribusoi kecepatan itu normal. Faktor ini digunakan sebagai koefisien di depan suku di dalam kurung pada Pers. Biasanya. Sebagaimana dibahas Bab ini. Pada tabung pitot yang dirancang baik. Jika prosedur ini yang digunakan. nilainya mendekati satu. (3-17). kesehatan itu tidak lebih dari 1 % dari teori. Tabung itu dapat di tempatkan secara amat teliti pada sumbu pipa dan kecepatan rata-rata dihitung dari kecepatan maksimum dengan bantuan Gambar 5-7.oleh karena manometer tabung pitot itu mengukur perbedaan tekanan Ps. (3-17). Kelemahan dari tabung pitot adalah : 1. (317) memberikan kecepatan lokal pada titik tempat terletaknya tabung dampak.

Rotameter biasanya terbuat dari tabung yang berbentuk kerucut. Pada orifis. dibutuhkan area yang lebih antara bola dan dinding tabung untuk mengakomodasi aliran fluida. sedangkan luas penampang 15 . Aliran masuk melalui bagian bawah kolom vertikal tirus (tapered) menyebabkan pelambung (fload) bdergerak keatas. yang disebut meteran penampang aliran atau area meter. Pelampung tersebut akan naik dan menunjukkan pada skala pengukuran dengan satuan yang dikretahui. Karena alasan ini pula lah tabung dibuat berbentuk kerucut. atau venturi. Prinsip kerjanya rotameter adalah dengan memanfaatkan gaya apung benda padat (solid) dalam aliran fluida. terdiri dari peranti dimana penurunan tekanan adalah konstan. berarti bola tersangkut di dalam dinding rotameter. Gaya dan jarak angkat dari pelambung sebanding dengan laju aliran. Meteran Penampang aliran : Rotameter. Satu golongan meteran lain. ketika laju alir fluida ditingkatkan akan terjadi peningkatan tekanan di dalam tabung rotameter.Rotameter merupakan alat ukur laju fluida yang memiliki pressure difference yang tetap. Untuk laju alir fluida yang lebih besar. biasanya terbuat dari gelas. Selain itu. atau hampir konstan. Bola di dalam rotameter biasanya berbentuk bulat atau elipsoidal. Gaya angkat ini dihasilkan oleh tekanan differensial yang menekan pelampung hingga naik keatas yang dinamakan area meter karena letak ketinggian pelambung itu bergantung pada luas bidang analus diantara pelampung dan tabung gelas tirus itu. Pada rotameter. Bola di dalam tabung dapat mengapung karena adanya gaya apung yang diciptakan oleh fluida yang mengalir dari bawah. Apabila tabung berbentuk lurus. variasi laju aliran melalui berhubungan pula dengan laju aliran. nosel.4 Rotameter 3. Rotameter juga merupakan instrumen pengukuran aliran yang paling umum digunakan.Bola ini dirancang agar dapat berputar ke arah aksial. Kedua gaya ini menyebabkan bola dalam keadaan kesetimbangan untuk setiap laju alir fluida tertentu. bola juga mendapat gaya gravitasi.1 Pengertian Rotameter Rotameter adalah alat yang digunakan untuk mengukur laju alir fluida.4.Apabila bola tidak berputar. sebuah obstruksi adalah sebuah pelambung yang baik disebuah kolom vertikal yang menyempit. sehingga bola akan mengapung.3. dan sebuah bola yang dapat mengambang di dalam tabung.Perputaran bola ini bisa menjadi indikatorapakah bola tersangkut di dalam dinding rotameter.

Tabung itu diberi tanda-tanda skala dan bacaan meteran didapatkan dari bacaan skala menjadi laju aliran.tempat mengalirkan fluida itu berubah sesuai dengan laju aliran.6 rotameter 16 . sebab seluruhnya terbenam di dalam fluida. Keseluruhan arus fluida itu terpaksa mengalir anulus antara apung dan dinding tabung. Luas penampang itu dihubungkan langsung dengan laju aliran melalui kalibrasi sebagaimana semestinya. Alat ini pada dasarnya terdiri atas tabung gelas yang agak tirus yang dipasang secara vertikal didalam suatu rangka dengan menempatkan panampang yang luas di sebelah atas. Apung itu merupakan elemen petunjuk. Meteran penampang aliran yang tgerpenting ialah rotameter. dan makin besar aliran. Anulus antara apung fdan dinding tabung. fluida mengalir dari bawah keatas melalui tabung tirus itu dan menyebabkan apung (float) yang terdapat didalam tabung itu mengapung (sebetulnya apung itu tidak mengapung). makin tinggi pula apung itu melayang didalam tabung. Rotameter dapat digunakan baik untuk pengukuran zat cair maupun gas. Keseluruhan arus fluida itu terpaksa mengalir melalui ruang. yang gambarnya terlihat pada gambatr. Gambar 3.

2 Prinsip kerja Tabung rotameter terbuat dari gelas.4. Oleh karena bagian dalam tabung ini berhubungan langsung dengan bagian dalam rotameter. Sambungan itu dikurung didalam tabung yang kedap fluida yang dipasang diatas pipa sambung. pengikut magnetik. posisi keseimbangan apung didalam rotameter ditentukan dari keseimbangan dari tiga gaya: 17 . Oleh karena itu pada tabung logam apungnya tidak kelihatan dari luar.3. atau untuk kondisi dimana penggunaan gelas tidak praktis. sejajar dengan sumbu tabung. Hal ini selanjutnya mengubah induksi dalam kumparan itu. maka sambungan itu tidak memerlukan peti gasket. 3. Lubang tabung itu ada yang dibuat tirus dengan kerucut dalam licin. Panjang sambungan yang berada dibawah pengaruh kumparan berubah-ubah sesuai dengan posisi apung. Dengan modifikasi demikian rotameter dikembangkan dari instrumen petunjuk visual yang sederhana yang hanya menggunakn tabung gelas menjadin suatu peranti pengendali yang cukup luwes. Bentuk-bentuk apung dan perbandingan ukurannya pun dapat dibuat bermacam-macam tergantung pada tujuan penggunaannya. atau suling. Tabung itu lalu dikurung lagi dengan suatu kumparan induksi dari luar. ada pula yang tirus tetapi mempunyai tiga manik. Tabung yang terlihat pada gambar adalah tabung bersuling. Tabung logam biasanya ditirus licin. Apung yang digunakan dapat dibuat dari logam dengan densitas bermacam ragam dari timbal sampai aluminium atau dari gelas atau dari plastik. untuk suhu tinggi atau tekanan tinggi. Hal ini bisa dilakukan dengan memasang tongkat. dan lalu menggunakan sambungan itu sebagai lengan. Demikian pula. Untuk zat cair buram (tidak jernih).4. dapat digunakan sebagai indikator visual mengenai tepi atas sambungan itu. disebut sambungan (extention)diatas atau dibawah apung itu. dan mengoperasikan suatu katup pengendali atau memberikan bacaan pada recorder(prencatat). Apung dari baja tahan karat juga banyak dipergunakan. maka diperlukan fasilitas untuk menunjukkan atau mentransmisikan bacaan meter.3 Teori dan Kalibrasi Rotameter Untuk suatu laju aliran tertentu. ynag dipasang diluar tabung sambungan dan berdekatan dengan skala vertikal. dapat digunakan tabung logam.

Jadi FD juga konstan. kecepatan maksimum itu tetap sama walaupun laju aliran meningkat. Gaya apung dari fluida terhadap apung itu 3. posisi apung itupun harus berubah agar gaya seret tetap konstan. Tetapi tinggi-tekan kecepatan didasarkan atas kecepatan maksimum fluida melewati apung itu. Bobot apung itu 2. dan gaya 2 dan 3 ke atas. yang terjadi pada diameter terbesar atau tepi pengukur apung itu. FD = Af CD (3-21) Jika perubahan keofisien seret itu kecil.untuk keseimbangan: FD gc = vf ρf g – vf ρg Dimana FD = Gaya seret g = kecepatan gravitasi gc = faktor proporsionalitas hukum Newton vf = volume apung ρf = densitas apung ρ = densitas fluida (3-19) Besaran vf dapat diganti dengan mf / ρf dimana mf ialah massa apung.1. Gaya seret terhadap apung Gaya 12 bekerja ke bawah. dan laju aliran total sebanding dengan luas analus anatara apung dan dinding. dan bila alitran bertambah tinggi. dan memang demikianlah biasanya pada rotameter besar yang digunakan untuk fluida berkecepatan rendah atau sedang. ruas kanan pers 2 tetap dan tidak bergantung dari laju aliran. Gaya seret FD dapat dinyatakan sebagai keofisien seret diaklikan dengan luas proyeksi apung itu dan tinggi tekan kecapatan. Jadi.sehingga menjadi FD gc = mf g ( ) (3-20) Untuk setiap meteran tertentu yang bekerja dengan fluida tertentu. 18 .

Berbeda dengan meteran orifice. luas aliran merupakan fungsi kjuadrat dari tinggi apung h : (D21 – D2f) = (Df + ah)2 – D2f = 2 Df ah + a2 h2 (3-23) Bila kelegaan anatara apung dan dinding tabung itu kecil.rotameter itu cenderung mempunyai hubungan yang hampir linear antara aliran dan posisi apung. Metode pembuatan kurva kalibrasi umum terdapat dalam literatur. 19 . dimana laju aliran sebanding dengan akar pangkat dua bacaan. suhu a2 h2 relatif tidak penting dan aliran itu merupakan fungsi yang hampir linear dari tinggi h.q = umax (D21 – D2f) (3-22) dimana : Df Dt = diameter apung = diameter tabung Untuk tabung yang tirusnya linear. kalibrasi rotameter tidak peka terhadap distribusi kecepatan arus datang dan karena ityu disini tidak diperlukan bagian hulu yang lurus dan panjang. Jadi. dibandingkan dengan kurva kalibrasi untuk meteran orifice. atau pun sudut-sudut pelurus. yang mempunyai diamreter ujung bawah tabung kira-kira sama dengan diameter tabung.

sambil memisah menjadi dua lapisan.3 Prinsip Kerja Fluida A adalah cair berat yang memiliki densitas ρA dan fluida B adalah cair ringan yang memiliki densitas ρB. Macam Decanter.3.5.5 Decanter 3. Densitas yang dihasilkan adalah cairan yang berada diatas merupakan cairan yang memiliki densitas yang rendah dan cairan yang dibawahnya memiliki densitas yang lebih tinggi. Decanter Gravitasi Continyu Pada alat ini umpan yang masuk sebagai campuran melalui salah satu ujung separator (pemisah).2 1. Gambar 3. Kedalaman zat cair dalam bejana adalah ZT.7 Decanter Gravitasi Continyu 3. dan keluar melalui saluran pelimpah di ujung separator yang lain.5. Zat cair berat keluar melalui lengan 20 .5. Tebal lapisan fluida A adalah ZA1 dan tebal lapisan fluida B adalah ZB.1 Pengertian Decanter Decanter adalah suatu peralatan yang ada di dalam industri kimia yang digunakan untuk memisahkan 2 cairan atas dasar densitas. dibuat tetap dengan menetapkan posisi keluaran zat cair ringan. Selama ini saluran limpah cukup besar. tekanan gesek terhadap aliran zat cair dapat diabaikan yaitu selama pembuangan kedua zat cair itu berlangsung pada tekanan yang sama dengan tekanan gas di dalam ruang diatas zat cair itu. 3. kedua zat cair itu lalu mengalir perlahan-lahan melalui bejana.

cP 21 . Selama zat cair itu bersih dan tidak membentuk emulsi. Pada keadaan setimbang naraa hidrostatik adalah: (3-24) Sedangkan kedalaman total zat cair adalah (3-25) Sehingga ( ) (3-26) Ukuran suatu decanter ditentukan oleh waktu yang diperlukan untuk pemisahan. tetapi naiknya sampai ketinggian ZA2 di atas lantai bejana. Il/ft3 = viskositas fase kontinyu. serta pada viskositas fase kontinyu. hr (jam) = densitas zat cair A dan B.keluaran yang dihubungkan dengan dasar bejana. Waktu ini bergantung pada perbedaan densitas antara kedua zat cair.ρB µ = waktu pisah. maka waktu pemisahan zat cair untuk satuan luas dapat ditentukan dengan rumus: (3-27) Dimana: t ρA. Semua saluran dan bagian atas bejana mempunyai ventilasi ke attmosfer.

menuju ke arah sumbu putaran 22 . Gambar. rA adalah jari-jari antar muka cawan terhadap zona A dan rB adalah jari-jariantar muka cawan terhadap zona B. Zat cair berat akan membentuk lapisan yang dinamakan zone A pada dinding bagian dalam cawan.2. Kedua lapisan itu dipisahkan oleh suatu antar muka berbentuk silinder dengan jari-jari ri. Jika cawan itu berputar seperti gambar (b). Decanter Sentrifugal Bilaman perbedaan densitas antara kedua zat cair kecil. Gambar (a) cawan itu berada pada keadaan diam. B adalah zat cair ringan. sedangkan zat cair ringan yang dinamakan zone B berada disebelah bagian dalam dari zat cair berat. maka gaya gravitasi akan terlalu lemah sehingga tidak dapat memisahkan kedua zat cair dengan waktu yang wajar. A adalah zat cair berat. Oleh karena itu dilakukan pemisahan dengan menggunakan Decanter Sentrifugal. 2 adalah keluaran zat cair ringan. C adalah zat padat.8 Pemisahan zat cair dengan cara sentrifugal Alat ini terdiri dari cawan logam yang biasa dipasang secara vertikal. sedang zat cair berat lewat lewat dibawah suatu cincin. Zat cair berat berbentuk lapisan di dasar cawan dibawah zat cair ringan. dan berisi sejumlah tertentu zat cair tak campur yang densitasnya berbeda.3. 1 adalah keluaran zat cair berat. Umpan dimasukkan ke dalam alat secara terus-menerus. dan berputar pada sumbunya dengan kecepatan tinggi. mengalir dan kemudian zat cair ringan keluar dari (2) melalui lubang-lubang dekat sumbu cawan.

Pada keadaan setimbang. perbedaan tekanan di dalam zat cair ringan antara rA dan rB harus sama dengan perbedaan tekanan di dalam zat cair berat antara rA dan ri maka: (3-28) Penurunan tekanan pada masing-masing zona A dan zona B adalah (3-29) (3-30) Dari persamaan diperoleh: ρ (3-31) √ | | (3-32) 23 .dan keluar melalui keluaran (1).

6 oC) manometer 50 in.43 hp 24 .98 = √ 4 = ρ = = 0.380 0.98 gc = = 62. Penyelesaian: Q = = Cv = 0.8 m3/jam) pada 60 oF (15.37) 3.275 lbf/ ft2 Bila nilai itu disubtitusikan ke dalam persamaan: 0. (1.27 m) yang digunakan untukmengukur tekanan diferensial diisi dengan raksa. berapakah diameter leher yang harus ditentukan untuk venture itu.6 oC).0 Db β √ 4 = = = 0. dengan ketelitian 1/8 in (3mm).17 ft-lb/lbf-det2 Pa – Pb = = 50/12 (13.0) (62. dan berapakah daya yang diperlukan untuk mengoperasikan meteran pada beban penuh.53 in 0.6 – 1. Sebuah meteran venture dipasang pada jalur pipa 4 in (100mm) skedul 40 umtuk mengukur aliran air. dan disambung kepermukaan raksa itu diisi dengan air.Contoh soal: 1. Laju aliran maksimum diharapkan 325 gal/min (73.37 lb/ ft3 32.127 ft = 1. Suhu itu selalu 60 oF (15.725 ft3/detρ 0.725 = √ √ ρ = 1.

(8-42).60 C) sebagai fluida manometer digunakan raksa. (100 mm) skedul 40.72 x 10-4 = 0.11) bacaan maksimum meteran direncanakan 30 in.6 mm) viskositas μ = 5.554 dan diameter orifis ialah 12 x 0. dari pers (8-38) NRe.8927 x 62. Untuk instalasi itu tersedia bagian pipa horisontal yang lurus secukupnya. gal) 79.45 x 6. Rasio densitas minyak pada 1000 F (37. Minyak itu mengalir pada suhu 100 0 F (37.80 C) ialah 5.2. dan sebagai zat cair pembatas dalam saluran penghubung manometer digunakan glikol (gravitasi spesifik = 1.186 = 2.000 bbl/d (1 bbl = U.80 C) terhadap densitas pada 600F (15. Nilai yang akan disubtitusikan ialah densitas pada 600F : densitas pada 1000F = 0.o = 25 .00367 lb/det angka reynolds ialah.37 x 0. (762 mm).37 = 55.S.984 = 54.984. Viskositas minyak itu pada 1000 F (37. Contoh gambar 3. Gravitas spesifik (600 F/600C) minyak itu ialah 0.5 m3 /jam) diukur pada 600 F (15.45 cP.8 0 C) melalui pipa 4 in.79 lb/ft3 m= ( ) Lalu dari pers (8-42) f/ft 2 √ Sehingga = 0.23 in (56. PENYELESAIAN (a) gunakan pers. Hitunglah (a) diameter orifis itu dan (b) rugi daya.60C) ialah 0.8927 x 62.68 lb/ft3 ρ = 0. Laju aliran maksimum yang diharapkan ialah 12.3 Sebuah meteran orifis yang diprlengkapi dengan sadap flens akan dipasang untuk mengukur laju aliran minyak bumi pancungan ( yang sudah disisihkan bagian ringannya ) ke unit perengkahan.8927.

diameter 36 in.Angka Reynolds ini cukup tinggi sehingga penggunaan nilai C0 = 0. dari gambar 8-20. kecepatan maksimum. (b) oleh karena ß = 0.554.92 + = 31. (847). (-48). Konsumsi daya maksimum oleh meteran itu. andaikan NMa dapat diabaikan. Udara pada 200oF (93. (387 mm) H2O. Koefisien tabung pitot itu adalah 0. dengan menggunakan koefisien 0. Tekanan absolut pada instrumen itu adalah P = 29.04 Densitas udara pada kondisi aliran adalah P= Dari bacaan manometer Ps – Po = = 2. fraksi tekanan diferensial yang hilang secara permanen.81 lb/ft3 = 0.61 dapat dibenarkan. Penyelesaian Kecepatan pada pusat cerobong yang diukur dengan instrumen dihitung dari Pers.98. pada 600F (15. Bacaan tabung pitot diambil dari pusat cerobong pada jarak yang cukup jauh dari gangguan aliran sehingga terdapat distribusi kecepatan yang normal.54 in.7 mm) H2O dan tekanan statik pada titik pengukuran adalah 15. Bacaan tabung pitot itu adalah 0.3oC) didorong masuk ke dalam cerobong panjang. adalah 26 . (914 mm). Besaran-besaran yang diperlukan adalah sebagai berikuy.6oC) dan tekanan atmosfer 29. 3. (13.0625 lb/ft3 Dari Pers.92 in (760 mm) Hg.25 in. ialah 68 persen dari diferensial tekanan orifis. Hitunglah aliran udara. dalam kaki kubik per menit.98 sebagai koreksi atas ketaksempurnaan dalam pola aliran yang disebabkan oleh tabung itu sendiri.

86 = 576.000. V = 0.56 sebagaimana taksiran semula.41 m3/det) 4.002 cP.max = = 670.7 ft/det kecepatan ini cukup rendah sehingga koreksi angka Match dapat diabaikan. Laju aliran volumetrik adalah q = 45.86 sebagai nilai taksiran.000 Rasio V/µmax dari Gambar 5-7.93 m3/jam fraksi minyak bumi dari asa pembasuh yang volumenya sama.98 √ = 52.704 ft3/min (7.86.86 x 52. Angka Reynolds yang didasarkan atas kecepatan maksimum dihitung sebagai berikut. sedikit lebih besar dari 0.µmax = 0.1 cP.3 ft/det Angka Reynols NRe adalah 670.7 = 45. Dengan menggunakan nilai 0. sedangkan densitasnya 54 lb/ft3 (865 kg/m3). viskositas udara pada 200oF adalah 0. Tinggi keluaran asam terhadap lantau bejana ? Penyelesaian: Diketahui : µ = 1. Minyak itu merupakan fase kontinyu dan pada suhu operasi viscositasnya 1. dan V/µmax ternyata persis 0. dan ( ) NRe. Densitas asam adalah 72 lb/ft3 (1.1 cP ρA = 72 lb/ft3 ρB = 54 lb/ft3 27 . Sebuah decanter continyu berbentuk silinder digunakan untuk memisahkan 1500 bbl/d (barrel per day) atau 9.3 ( ) 2 60 = 15.000 x 0. Untuk mendapatkan kecepatan rata-rata dari kecepatan maksimum.153 kg/m3) Hitunglah: a. Dari lampiran 9. Berapa besar bejana itu ? b.

5) adalah 90% dari diameter bejana. sehingga isi cairan dalam bejana adalah. Diameter dan Panjang Decanter ? b. Dengan ukuran demikian diperoleh volume bejana : 2124 gal.10m). a) Laju aliran masing-masing arus adalah: Cairan dalam bejana memiliki volume yang sama terdiri dari fraksi minyak bumi dan asam pembasuh. ZA2 ? Jawab.60 – 1.22m) dapat digunakan panjang sebesar 22 ft (6.80) 54/72 = 3. b) Kedalam zat cair dalam bejana silinder horizontal (Ferry.15 ft = 0. 2041 gal/95% = 2121 gal x 1/264.π.6 ft Jika antar muka terletak ditengah-tengah antar dasar bejana dan permukaan zat cair ZA1 menjadi = 1.17 m3/gal = 8.80 ft + (3. maka banyaknya cairan dalam bejana adalah: 2 x 3. ed. Sehingga ketinggian keluaran terhadap dasar bejana adalah: ZA2 = 1.8 gal/menit x 23 menit = 2014 gal Bejana harus berisi sekitar 95% penuh cairan. hal 6-87.9 x 4 ft = 3. Maka ZT = 0.Ditanya : a.80 ft.96 m 28 .03 m3 Sebaiknya untuk decanter: panjang decanter kira-kira 5x diameternya Jadi dengan diameter bejana = 4 ft (1.

com/2012/06/26/definisi-fluida-dan-jenis-jenis-aliran-fluida/ http://kuliahitukeren.google.files.wordpress.com/2011/03/definisi-pengertian-fluida.co.Daftar pustaka http://muhnabil.html http://www.id/imgres?imgurl=http://aldy1507.blogspot.wordpress.jp 29 .com/2011/03/image 010.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->