Anda di halaman 1dari 23

Nefrolithiasis And Gastrointestinal Tract Disease : Can Diet Intervention Help?

Idha Kurniasih H2A008025

PENDAHULUAN
Nefrolithiasis adalah penyakit yang prevalensinya terus meningkat (10% dari populasi) penyakit pada gastrointestinal terutama inflammatory Bowel Disease (IBD) merupakan salah satu faktor risiko nefrolithiasis Kebiasaan diet memiliki dampak langsung pada faktor risiko terbentuknya batu kemih dan terjadinya batu ginjal.

Cytinuria Hiperoksaluri primer Medullary sponge kidney Hiperparatiroid primer Infeksi Malformasi anatomi ginjal Idiopatik Calsium Nefrolithiasis

Faktor risiko utama pada pembentukan batu

hipercalciuria, hiperoxaluria, hiperuricosuria, hiperfosfaturia, hipositraturia, PH basa dan volume urin yang sedikit

Laki- laki >> perempuan Dengan puncak kejadian pada usia 20-30 tahun dan 50-60 tahun Risiko batu ginjal dapat ditemukan pada pasien dengan penyakit GI (malabsorbsi, reseksi usus, IBD)

Epidemiologi
Prevalensi penyakit saluran cerna -nefrolithiasis (IBD) sebesar 4- 34%. Pada penyakit chron >> kolitis ulseratif Pada penyakit ileum dan colon>> Pasien yang menjalani reseksi usus >> yaitu sebesar 30% Jenis yang paling umum nefrolithiasis pada pasien dengan penyakit gastrointestinal adalah kalsium nefrolithiasis

Etiopatogenesis
Etio
patoge nesis
Kehilangan air, na, K, karbonat, Mg Penyerapan sitrat rendah

Diare Malabsorbsi steatorea

Operasi Farmakotera pi (obat steroid)

Meningkatnya penyerapan oksalat

PERAN KEBIASAAN MAKAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN NEFROLITHIASIS

PERAN AIR
Ada penurunan yang signifikan pada angka kekambuhan dan pemanjangan waktu terjadinya kekambuhan pada pasien dengan volume urin > 2 liter per hari Hal ini mampu mengurangi risiko sebesar 29 39%.

PERAN MINUMAN LAIN


beberapa minuman dapat memberikan efek positif (pH /sitrat /voleme naik) seperti jus, lemon, kopi, teh hijau, bir dan wine Minuman yang berperan dalam terbentuknya nephrolithiasis adalah cranberry (acidifying ) Minuman yang dapat meningkatkan asupan oksalat yaitu teh Minuman ringan, minuman berenergi = pro lithogenic

PERAN PROTEIN
Hasil epidemiologi masih bertentangan Studi RCT 1 (selama 4 tahun) tingkat kekambuhan pd kelompok diet rendah protein dan tinggi serat dan air>> terapi air Studi RCT 2 (5tahun) tingkat kekambuhan pd kelompok diet rendah kalsium >> diet rendah protein-rendah garam-normal kalsium (40% vs 20%)

PERAN GARAM
Diet rendah garam dapat mengobati hiperkalsiuria pada hiperkalsiuri idiopatik kalsium. Di sisi lain pengurangan asupan garam dapat menormalkan ekskresi oksalat pada urin pada pasien dengan hiperoksaluria.

PERAN BUAH DAN SAYUR


Buah dan Sayur
asupan kalium dan magnesium yang banyak dapat menurunkan risiko nefrolithiasis hingga 50%.

Air >> Kalium Magnesium

Nacl rendah Sitrat dan karbonat

skor DASH lebih tinggi dikaitkan dengan adanya penurunan risiko batu ginjal. Dalam sebuah penelitian pada tahun 2010, taylor dkk menemukan bahwa diet DASH dikaitkan dengan peningkatan output urin, asupan cairan yang bebas.

PERAN SUSU DAN PRODUK DARI SUSU


Peningkatan Ca kenaikann calciuria (8% pd kontrol, 20% pd rwyt nefrolithiasis) Penurunan Ca >>penyerapan oksalat, oksaluria Asupan Ca > 1098 mg/hr penurunan risiko nefrolithiasis 35% (NHS II)

PERAN KARBOHIDRAT, LEMAK DAN VITAMIN


Kontrol glikemik yang optimal pada pasien diabetes dapat menurunkan calciuria. Steatorhhea pada pankreatitis kronis berhubungan dengan oxaluria yang tinggi. Ada juga beberapa vitamin yang berperan dalam pembentukan batu, seperti vitamin D, vitamin C, vitamin B6 dan vitamin a

KESIMPULAN
Keterkaitan antara diet, nefrolithiasis dan penyakit saluran cerna sangat komplek. Nefrolithiasis bisa menjadi komplikasi berat dan dokter harus memberikan edukasi pada pasien untuk mematuhi tidak hanya pada penggunaan obat melainkan juga terhadap gaya hidup. Keseimbangan diet anti lithogenic dapat menurunkan onset dan kekambuhan nefrolithiasis.

TERIMA KASIH