Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN LABORATORIUM ANALOG

06 RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG PENUH MODEL JEMBATAN NAMA PRAKTIKAN NAMA REKAN KERJA : Ivan Arrianto : 1. Clarissa Nadya A 2. Nurul Fatiah KELAS / KELOMPOK TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : TT 3C / 7 : Jumat 27 September 2013 : 4 Oktober 2013

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2013

PERCOBAAN 6 RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG PENUH MODEL JEMBATAN TUJUAN


Menyelidiki dan mempelajari sifat-sifat dari bermacam-macam rangkaian penyearah. Mempelajari karakteristik dan sifat bermacam-macam filter untuk penyearah gelombang.

DASAR TEORI
Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. Dua diode akan berkondusi saat isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyaratnegatif. Untuk model penyearah jembatan ini kita tidak memerlukan transformator yang memiliki center-tap. Seperti ditunjukkan pada gambar 2.3. bagian masukan AC dihubungkan pada sambungan D1-D2 dan yang lainnya pada D3-D4. Katode D1 dan D3 dihubungkan degan keluaran positif dan anode D2 dan D4 dihubungkan dengan keluaran negative (tanah). Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif, maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 akan berpanjar mundur. Pada sambungan bawah D4 berpanjar maju dan D3 berpanjar mundur. Pada keadaan ini elektron akan mengalir dari titik B melalui D4 ke beban , melalaui D1 dan kembali ke titik A. Pada setengah periode berikutnya titik A menjadi negatif dan titik B menjadi positif. Pada kondisi ini D2 dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan berpanjar mundur. Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2, ke beban, melalui D3 dan kembali ke titik B. Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B, arus yang mengalir ke beban tetap pada arah yang sama.

Gambar 2.3 Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan

Rangkaian jembatan empat diode dapat ditemukan di pasaran dalam bentuk paket dengan berbagai bentuk. Secara prinsip masing-masing bentuk mempunyai dua terminal masukan AC dan dua terminal masukan DC.

ALAT ALAT
No. 1 2 3 4 5 6 Alat-alat dan Komponen Jumlah

YANG

Osiloskop (Hitachi Oscilloscope V-423 40 MHz) 1 Multimeter Dioda Silikon Trafo Step Down 6 V dan 12 V Resistor (3,9k ) Kapasitor (1 F; 22 F, 100 F, dan 1 mF) 1 4 1 1 3

Protoboard

DIPERLUKAN

Kabel-kabel Penghubung: - BNC to Crocodile - BNC to banana

Secukupnya

LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN

Penyearah Jembatan 1. Membuat rangkaian seperti gambar (3) dengan RL sebesar 4 k dan Vin (ac) = 24Vpp. 2. Mengukur besar Vout (dc) dan Iout (dc).

Gambar 3. Penyearah Jembatan

3. Menggambar bentuk gelombang Vin (ac) dan Vout (dc). 4. Menambahkan filter C sebesar 1uF paralel dengan RL dan mengulangi langkah (2) dan (3). 5. Mengganti filter C berturut-turut sebesar 22 F dan 100 F lalu mengulangi langkah 2 dan 3. 6. Kemudian, tambahkan low pass filter RC dengan R sebesar 3.9k dan C sebesar 1 mF lalu mengulangi langkah (2) dan langkah (3).

DATA HASIL PERCOBAAN No. Percobaan : 06 Judul : RANGKAIAN PENYEARAH JEMBATAN Mata Kuliah : Laboratorium Analog Kelas / Kelompok : TT 3C / 7 Pelaksanaan Praktikum : 27 September 2013 Penyerahan Laporan : 4 Oktober 2013 Nama Praktikan Nama Rekan Kerja : Ivan Arrianto : Clarissa Nadya A Nurul Fatiah

Tahun Akademik

:2013

Tabel 3. Penyearah Jembatan

Vin Tanpa C C = 1uF C = 22 uF C= 100 mF R = 3.9 k C = 1 mF 13 V 14 V 14.5 V 15 V 14 V

Vout (dc) Ukur Hitung 11.5 V 3.82 V 13.5 V 8.24 V 17 V 10.48 V 18 V 11.2 V

I out (dc) Ukur Hitung 3 mA 0.81 mA 3.5 mA 1.75 mA 4.5 mA 2.2 mA 4.75 mA 2.38 mA

I (dioda) Ukur Hitung 0.05 mA 0.6 mA 0.3 mA 1.6 mA 0.55 mA 2.08mA 0.4 mA 2.23 mA 2.18 mA

18.5 V 10.97 V 4.75 mA 2.33 mA 0.3 mA

PEMBAHASAN

Perbandingan hasil pengukuran dan hasil perhitungan pada Tabel 3. Vout (dc) Vin Ukur Tanpa C C = 1uF C = 22 uF C= 100 mF R = 3.9 k C = 1 mF 14 V 18.5 V 10.97 V 4.75 mA 2.33 mA 0.3 mA 2.18 mA 13 V 14 V 14.5 V 15 V 11.5 V 13.5 V 17 V 18 V Hitung 3.82 V Ukur 3 mA Hitung Ukur 0.05 mA 0.3 mA 0.55 mA 0.4 mA Hitung 0.6 mA 1.6 mA 2.08mA 2.23 mA 0.81 mA 8.24 V 3.5 mA 1.75 mA 10.48 V 4.5 mA 2.2 mA 11.2 V 4.75 mA 2.38 mA I out (dc) I (dioda)

Tabel 3. Penyearah Jembatan Perhitungan : Tanpa C: Vm = Vp = Vdc = Idioda = Dengan C = 1 uF: Vm = Vp = Vdc = Idc = Idioda = Dengan C = 22 uF: Vm = Vp = Vdc = Idc = Idioda = Dengan C = 100 uF:

(Pembacaan di osiloskop) - Idc =

= =

(Pembacaan di osiloskop)

= =

(Pembacaan di osiloskop)

Vm = Vp = Vdc = Idc = Idioda =

= =

(Pembacaan di osiloskop)

Dengan C = 1000 uF = 1mF: Vm = Vp = Vdc = Idc = Idioda = Perbandingan antara hasil pengukuran dan perhitungan, terdapat beberapa perbedaan pada angka dibelakang koma. Hal ini kemungkinan disebabkan karena salah pembacaan pada paralaks mata. Atau mungkin juga karena alat ukur. Perbedaan tak terlalu jauh, dan masih bisa ditoleransi. Pengaruh filter C terhadap Vout (dc) : Tapis kapasitor sangat efektif digunakan untuk mengurangi komponen AC pada keluaran penyearah. Pertama akan kita lihat karakter kapasitor sebagai tapis dengan memasang langsung pada keluaran penyearah tanpa memasang beban. Pada prinsipnya yang diinginkan pada keluaran penyearah adalah hanya komponen DC, maka perlu adanya penyaringan untuk membuang komponen AC. Secara praktis kita dapat memasang sebuah kapasitor besar pada kaki-kaki beban, karena kapasitor dapat bersifat hubung terbuka untuk komponen DC dan mempunyai impedansi yang rendah untuk komponen AC.

= =

(Pembacaan di osiloskop)

Gambar Arus beban untuk filter C dan Filter L Keluaran tapis/filter-C biasanya mengalami penurunan saat beban meninggi. Namun demikian tegangan keluaran tapis-L relatif lebih rendah dibandingkan tapis/filter-C.

Pengaruh Low Pass Filter RC terhadap Vout(dc), terjadi penurunan keluaran DC dan

terjadi kenaikan tegangan riak Ripple.

Dalam pengoperasiannya, C1 termuati oleh keluaran penyearah jembatan sampai pada harga puncak. Saat masukan dari penyearah mengalami penurunan, maka akan terjadi proses pengosongan C1`melalui resistor R dan L R . Penurunan tegangan pada R akan menurunankan tegangan keluaran. Kapasitor C2 akan termuati pada harga puncak tegangan L R . Besarnya tegangan DC tapis akan tergantung pada besarnya arus beban. Arus beban yang terlalu tinggi akan mengakibatkan tegangan pada R semakin menurun. Pada prakteknya tapis-RC digunakan untuk catu daya dengan arus beban kurang dari 100mA Tapis-C akan bekerja dengan baik jika L R berharga relatif tinggi. Jika L R berharga rendah, yaitu jika penyearah mengalami pembebanan yang terlalu berat, maka tegangan riak (ripple) akan lebih nampak pada keluarannya.

Perbandingan Vout (dc) rangkaian penyearah gelombang, rangkaian penyearah

gelombang penuh, dan rangkaian penyearah jembatan. Semakin besar nilai kapasitor yang diberikan pada rangkaian maka nilai Vout (dc) nya kan semakin besar dan pengosongan semakin cepat terisi berarti Ripple semalin kecil . Tetapi jika nilai kapasitornya kecil maka Vout(dc) nya kan kecil pula dan pengosongan akan terjadi lama berarti Ripple semakin besar.

KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dan pembahasan yang diperoleh ketika mengamati bentuk tegangan yang dihasilkan oleh penyearah arus gelombang penuh, disimpulkan bahwa : Penyearah Jembatan, Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. Dua diode akan berkondusi saat isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyarat negatif. menyerupai Penyearah gelombang penuh sebab menghasilkan tegangan keluaran gelombang penuh, Dioda D1 dan D2 menghantar di atas setengah siklus positif. D3 dan D4 menghantar di atas setengah siklus negatif

DAFTAR PUSTAKA
http://blog.umy.ac.id/syahrialcyber/2012/04/13/rangkaian-penyearah/ http://catatankuliah15.files.wordpress.com/2011/03/penyearah-setengah-gelombang.docx http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/penyearah-dioda.ppt http://eldaitb.files.wordpress.com/2010/03/penyearah-dioda-kuliah-ke-4-compatibility-mode.pdf http://henryranu.files.wordpress.com/2007/12/penyearah.pdf http://nototirta.files.wordpress.com/2010/01/dioda.pdf

LAMPIRAN