Anda di halaman 1dari 16

cmyk

47 Sistem Ekonomi Internasional


NO : Tahun V Juli 2009

Berbasis Dinar dan Dirham


>> 09

>> 06

Broken Heart Tissue

Mengembalikan Peran Farmasis Dalam Dunia Medis >> 10

Berkreasi Dengan Mulut Dan Jamban


>> 05

Excellence with Morality

www.unair.ac.id

Menjual Tak Sekedar Berjualan

Winda - Warta Unair

FISIP Warta Unair Menjual memang tak sekedar berjualan. Itulah konsep yang berhasil membawa tim Masterpiece Komunikasi Unair menempati podium juara dalam Panasonic Sales Competition 2009 lalu. Tim yang terdiri dari lima orang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unair ini, Mirza Affandy, Alfan Arikza, Yuristo Ardi, Sandra Amelia dan Michelle Stephanie, mampu mengalahkan puluhan saingan berat dari berbagai universitas se Surabaya. Diakui Mirza, tak mudah menempati posisi jawara dalam lomba tersebut. Kami harus bersaing dengan banyak tim yang rata-rata berasal dari Fakultas Ekonomi dan mereka umumnya lebih paham dalam hal jual-menjual dibandingkan tim kami.
Bersambung ke hal 15

Bes - Warta Unair

Karya mahasiswa Fakultas Kedokteran Arina Kartika (2007), Rahmat Hariyanto (2007), dan Chandra Bagus Dwiyanto (2008), dibawah bimbingan Prof. Dr. Retno Handajani, dr., M.S., mengungkap kandungan tanin tanaman delima (Punica Granatum L.), untuk menghambat laju perkembangan HIV pada penderita AIDS. Karya ini berhasil menjadi juara I bidang PKM GT Kelas A pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXII 21 25 Juli 2009 di Malang. (Berita di halaman 9)

Laporan Utama Dibalik Kegagalan Unair Pada PIMNAS XXII

Calon Peserta Perlu Pembinaan Sejak Dini


Event akbar pertarungan kreativitas mahasiswa dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXII baru saja usai. Meski dalam PIMNAS tahun ini, Unair belum mampu mencatat prestasi prestisius, namun kegagalan dalam PIMNAS XXII ini menjadi satu pengalaman dan pelajaran besar bagi PIMNAS-PIMNAS berikutnya. Ibarat orang berperang, amunisi untuk mengikuti peperangan selanjutnya makin penuh. Seperti kata pepatah, pengalaman memang guru yang terbaik. Dalam PIMNAS tahun ini yang digelar di Universitas Brawijaya Malang, Unair hanya mampu menduduki peringkat 10, turun dari predikat tahun sebelumnya yang mampu menembus lima besar, yakni berada di posisi ke empat. Kegagalan mempertahankan prestasi ini diakui oleh Direktur Kemahasiswaan, Prof. Dr.Imam Mustofa, drh, disebabkan banyak faktor kompleks. Selain faktor eksternal juga ada faktor internal yang setelah dievaluasi menjadi satu pelajaran penting bagi Universitas Airlangga. PIMNAS tahun ini adalah pengalaman istimewa bagi Unair. Banyak pengalaman yang bisa diambil dan menjadi bekal amunisi dalam PIMNAS selanjutnya,ujar Prof.Imam. Persiapan Unair dalam PIMNAS ini sebenarnya sudah all out. Pembinaan post proposal atau setelah proposal lolos ke tahapan finalis dilakukan cukup ketat. Bahkan untuk pembuatan media presentasi, pencetakan poster dan beberapa hal teknis lainnya Unair menggunakan jasa outsourcing untuk ndandani media presentasi dan pencetakan poster tersebut. Para finalis juga difasilitasi untuk berlatih selama kurang lebih satu minggu dengan didampingi oleh mantan juri nasional dan Tim Pendamping Kemahasiswaan. Namun ada beberapa hal yang meleset dari prediksi saat kontingen Unair mengikuti PIMNAS XXII. Prediksi meleset itu diawali saat Unair memasuki babak monev atau monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh para juri nasional. Kebetulan saat itu Unair menjadi coordinator atau tuan rumah pelaksanaan monev. Dari 214 makalah yang masuk ke DIKTI, ada sejumlah makalah yang lolos dan dan diseleksi oleh tim monev dari pusat. Tim sempat memuji kalau makalah yang diajukan oleh Unair bagus-bagus, namun ternyata hanya 8 makalah yang lolos menjadi finalis dan ini meleset jauh dari perkiraan kami. Mungkin ada pertimbangan

Gin - Warta Unair

Murah, Layanan SMS Kampus


Fakultas Ekonomi Warta Unair Takut ketahuan indeks prestasi (IP) jeblok? Atau mungkin ketahuan belum bayar SPP? Ketakutan tersebut sepertinya akan menjadi kenyataan. Meskipun demikian dengan layanan SMS Kampus, mahasiswa juga bisa mendapat multi manfaat. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga kini memang semakin dipermudah dalam mengakses informasi mengenai perkuliahan mereka. Jika biasanya mahasiswa hanya bisa melihat informasi kuliah lewat papan pengumuman dan web site, kini mahasiswa bisa
Bersambung ke hal 15

Prof. Dr.Imam Mustofa, drh


Bes - Warta Unair

tersendiri dari tim juri. Namun jujur saja, delapan finalis tersebut tidak semuanya termasuk tim unggulan,jelas Prof. Imam. Beberapa hari sebelum tim juri nasional melakukan monev, Unair memang terlebih dahulu melakukan monev internal yang penilainya oleh mantan juri nasional yang dimiliki oleh Unair, seperti misalnya Dr.Darmawan Setijanto, drg.M.Kes, dan Ganden Supriyanto, M.Sc dari FSAINTEK. Dalam monev interBersambung ke hal 03

cmyk

02

NO :

47

Tahun V Juli 2009

EDITORIAL

Pesan Moral Pada Peringatan Hari Anti Narkoba

Discipline People
When you have discipline people, you do not need hierarchy (Jim Collins) Kalimat di atas diambil dari tulisan dalam buku Change tulisan Prof. Rhenald Kasali (2005), yang menguraikan pentingnya discipline people bagi sebuah organisasi. Dalam tulisan itu disebutkan, bahwa keberhasilan sebuah perusahaan hebat (great company) ditentukan oleh kemampuan mereka dalam mendapatkan dan mempertahankan sumber daya manusia (karyawan) yang terbaik. Oleh karena itu penting sekali untuk selalu berupaya mencari dan mencari, sampai didapat orang yang terbaik dan tercocok. Kriteria orang semacam itu ternyata bukan hanya pintar secara intelegensia, namun juga cakap dalam membina hubungan dengan sesama teman dalam sebuah tim, mempunyai karakter yang kuat, mencintai pekerjaan, berorientasi ke depan secara kuat. Bahkan disarankan, agar perusahaan tidak pernah berpikir untuk merekrut sembarang orang sebelum menemukan orang yang memang benar-benar memenuhi kriteria yang sudah disepakati. Pada bagian lain dari tulisan di dalam buku itu dikatakan pula, bahwa keberhasilan dalam merekrut orang dengan karakter seperti itu akan menjamin tidak diperlukannya lagi sebuah hierarki. Alasannya sederhana, yaitu karena orang itu pasti tahu benar menempatkan diri sesuai dengan tanggung jawab dan kedudukan yang sudah diberikan. Pendapat serupa juga sudah pernah disampaikan melalui hasil survei yang dilakukan oleh sebuah majalah nasional terkemuka di Indonesia beberapa waktu lalu. Hasil itu secara garis besar mengatakan bahwa penguasaan softskill, antara lain rasa percaya diri, kemampuan membangun hubungan sosial, kepribadian yang kuat, menempati porsi lebih dari 50% pada penilaian untuk rekruitmen lulusan perguruan tinggi oleh perusahaan di Indonesia. Pertanyaannya adalah, darimanakah pelajaran softskill didapat? Pastilah dari pendidikan, karena pendidikan adalah sesuatu yang esensial dan bahkan merupakan sebuah elemen terpenting dari kehidupan manusia. Tentunya kita semua sepakat bahwa tingkat pendidikan seharusnya menjadi ukuran tingkat kemampuan berpikir seseorang. Dalam hal ini, bukan hanya pendidikan formal, melainkan juga lembaga non formal, termasuk keluarga, yang harus berperan aktif dalam proses pendidikan sejak usia dini. Keluarga bertanggung jawab dalam memulai proses pendidikan yang menunjang pengembangan aspek pribadi dan sosial. Yaitu, pendidikan yang memungkinkan orang bekerja dan hidup dalam kelompok secara empati, kreatif, insiatif dan memiliki ketrampilan interpersonal yang memadai sebagai bekal bermasyarakat. Melalui pemahaman seperti itu, diharapkan perguruan tinggi yang berkelas dunia, akan menghasilkan lulusan yang juga berkualitas dunia, World class university harus diartikan sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang kuat dan bisa memenangkan persaingan di tingkat dunia. Calon lulusan yang berkualitas dunia itu secara pasti sudah harus membuang jauh secara total daftar panjang perilaku lama yang sampai sekarang masih juga dilakukan oleh peserta didik, termasuk mencontek, memalsu tandatangan dosen dan guru, membolos, tidak memperhatikan pelajaran dan perkuliahan, makan-minum di laboratorium, mengendarai kendaraan bermotor tanpa helm dan masih banyak lagi. Perilaku semacam itu sebenarnya tanpa disadari merupakan perwujudan dari tidak adanya rasa percaya diri, tidak disiplin dan tidak menghormati sesama. Sudah saatnya kita berjuang bersama untuk berubah. Jangan terlambat, karena hal itu hanya akan menyebabkan penyesalan di kemudian hari. Mangestuti

Untuk Mereka Yang Beranjak Dewasa


Nurul Hartini
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Ananda Detik demi detik terus berdetak Hari demi hari terus berganti Bulan demi bulan terus berjalan Tahun demi tahun semakin menahun Ananda...ingatlah kembali Sembilan bulanengkau bermain dalam rahim ibumu Erang kesakitan ibu mengiringi hadirmu Air susu adalah aliran darah kasih sayang ibu Saat dirimu belajar berjalan dan terjatuh Ibu tidak ingin engkau sakit dan menangis Namun, ibu biarkan itu terjadi, agar engkau kelak tidak menangis ketika harus terjatuh dan sakit Ketika berperilaku nakal Ibu tidak ingin berkata kasar atau membelaimu dengan cubitan Namun, ibu harus lakukan, sebelum engkau mendapatkan ucapan kasar dan tamparan keras dari orang lain Hari ini Dirimu bagai arjuna Mampu menebang setiap yang menghadang Mampu mengikis sampai keringatmu habis Masa muda harus bermutu Waktumu adalah mencari ilmu Agar kelak dapat memberi manfaat sesamamu Engakulah, permataku Padamulah, kami orang tuamu banyak berharap Di pundakmulah, masyarakat dan bangsa ini akan menatap Hidup memang harus selalu berjaga Dengan segala amal sujana Jika engkau tidak mampu menjadi rangking I (satu) Jadilah rangking 51 yang mampu membuat tersenyum temannmu seribu Jika engkau belum mampu menjadi bunga indah di taman Jadilah hamparan rumput hijau yang menyejukkan mata memandang Tapi, jangan pernah menghampiri NARKOBA Lihatlah teman dan saudara kita Yang sedang tidak mampu menatap lawan bicara Tidak lagi sanggup tertawa dan menyapa Apalagi untuk berkarya Bahkan, sebagian sudah tidak lagi bernyawa Tinggal puing-puing penyesalan yang ada Hanya gara-gara NARKOBA

Surat Pembaca
Warta Unair Serius Sekali
Selama ini saya selalu memperhatikan bahwa isi koran Warta Unair selalu serius. Bagaimana kalau juga ada artikel yang sedikit santai, sehingga pembaca bisa lebih menikmati dan terhibur. Terima kasih. Jun Fakultas Farmasi. Terima kasih atas saran anda yang akan kami perhatikan. Red.

Diterbitkan oleh Bidang Humas Universitas Airlangga Surabaya

Penasehat : Rektor Universitas Airlangga, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III; Penanggung Jawab : Sekretaris Universitas; Pemimpin Redaksi : Ketua Bidang Humas dan Protokol, Mangestuti; Redaksi : Bambang Edi Santoso, Darundiyo P, Ginanjar W, Winda H, Yitno Ramli, Arfa Darojati ; Koresponden : Margareta Mulyaningtyas, Dwi Afrilianti, Ahmad N. Mabruri ; Dewan Redaksi : Wakil Dekan III masing-masing fakultas di lingkungan Universitas Airlangga; Pracetak : Erha; Sirkulasi/Pemasaran : Amak; Alamat Redaksi : Bidang Humas & Protokol Unair, Lt.1 Gedung Rektorat Unair, Kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya; Telepon/Faks : (031) 5915551; E-mail : humas@unair.ac.id; Dicetak : PT Temprina Media Grafika.
Redaksi menerima tulisan/artikel mini satu setengah halaman kuarto Terbit Satu Bulan Sekali

LAPORAN UTAMA

NO :

47

Tahun V Juli 2009

03

Perlu Atmosfer Akademik Lebih Baik


Universitas Airlangga memperoleh hasil yang kurang maksimal dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2009 di Universitas Brawijaya, Malang, 20-25 Juli 2009 yang lalu. Apa yang sebenarnya menjadi kelemahan Unair tahun ini?
Variasi dan originalitas, kata Tokok Adiiarto, drs., M.S., salah seorang pembina Unair dalam PIMNAS 2009. Menurut Tokok, Unair belum maksimal dalam variasi dan originalitas penelitian. Selama PIMNAS, dia melihat banyak judul penelitian yang begitu variatif dan original milik universitas lain. Tokok berpendapat, universitas lain memiliki atmosfer akademik yang sangat tinggi sehingga bisa menghasilkan riset dan penelitian yang menarik. Dosen dan departemen memiliki target untuk meraih medali dalam PIMNAS. Sementara yang terjadi di Unair, atmosfer semacam itu dirasa Tokok perlu ditingkatkan. Selain itu, Tokok juga merasa persiapan mahasiswa Unair masih kurang. Ini karena bimbingan yang dilakukan oleh para dosen pembina dirasa belum intensif, karena memang tidak boleh mengganggu jam kuliah. Di universitas lain, begitu mahasiswanya masuk final, mereka dikarantina dan digembleng secara intensif, ungkap Tokok. Dari segi kemampuan, mahasiswa dan dosen Unair sebenarnya tidak kalah dengan universitas lain. Metode yang dipakai Unair pun benar-benar mengendap, candanya. Menurutnya, sekarang merupakan waktu yang tepat bagi Unair untuk mengevaluasi diri. Masalah PIMNAS tahun depan biarkan prosesnya berjalan apa adanya. Unair pun diharapkan lebih banyak menggembleng mahasiswa agar lebih siap menghadapi PIMNAS tahun depan. Untuk menghadapi PIMNAS tahun depan, Tokok mengusulkan untuk melakukan perekrutan tenaga outsourcing. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan mahasiswa, terutama pada saat pameran dan presentasi. Meskipun tema penelitian menarik, namun apabila saat presentasi tidak bisa disampaikan kepada juri, maka tidak akan ada artinya penelitian yang bagus itu. Di sinilah peran tenaga outsourcing dalam tim PIMNAS. Mereka bisa membuatkan bahan presentasi dan slide show yang menarik dan mudah dipahami oleh para juri. Selain itu mereka juga bisa membantu mengemas presentasi sehingga memberikan nilai plus. Dengan kata lain, peran para tenaga outsourcing ini sebagai tim pemasaran Unair. Unair sendiri pun memiliki tenaga yang qualified dalam tugas-tugas semacam itu. Kita bisa memakai tenaga mahasiswa Ekonomi atau Komunikasi sebagai tim pemasaran, usul Tokok. Menurutnya, tim yang terdiri dari berbagai unsur dapat menutupi kekurangan masing-masing. gin

Bes - Warta Unair

Mahasiswa IPB ketika diumumkan memenangkan suatu lomba, seperti PIMNAS di Unibraw kemarin.

Cara IPB Mempertahankan Kreativitas


Malang Warta Unair Kiat Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam menjaga keberlanjutan prestasi kreatif mahasiswanya antara lain adalah menanamkan rasa bangga terhadap temuan-temuannya sebagai karya besar yang unik dan merupakan bagian karya yang lebih besar dibandingkan buatan luar negeri. Untuk itulah maka softskill yang ditanamkan kepada setiap mahasiswa sejak semester satu adalah Cinta dan Bangga Pertanian. Hal itu dikatakan Bambang Riyanto, koordinator dosen pembina mahasiswa IPB ke PIMNAS XXII, dalam wawancara dengan Warta Unair, di arena PIMNAS. Hal itu dikatakan untuk menjawab pertanyaan tentang cara IPB menjaga keberlanjutan penelitian dan kreativitas mahasiswanya sehingga selalu menjadi unggulan pada setiap pelaksanaan PIMNAS, terutama dalam proposal yang lolos ke final Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Buktinya dalam PIMNAS XXII-2009 di Unibraw Malang, IPB menjadi finalis terbanyak kedua, yaitu 18 proposal, dibawah Universitas Gajahmada (UGM) dengan 20 proposal. Hasilnya, IPB meraih juara II dengan 4 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu. IPB mencanangkan softskill
Bersambung ke hal 15

Tokok Adiiarto, drs., M.S.

juga sudah bagus. Hanya saja, dari segi kemauan Unair masih harus lebih didorong lagi. Caranya ya, dengan meningkatkan atmosfer akademik tadi, jelas Tokok. Atmosfer akademik yang sudah ditata dari waktu ke waktu itu, bila ditingkatkan lagi dapat mendukung munculnya riset yang variatif dan original. Tokok berpendapat tidak perlu bagi Unair untuk vakum dalam PIMNAS tahun depan demi mengendapkan ide. Bisa-bisa idenya

Calon Peserta Perlu Pembinaan >> 01


nal ini kami petakan tim-tim yang diunggulkan berdasarkan pengalaman dari mantan tim juri nasional tersebut, imbuhnya. Seperti jamak diketahui dalam PIMNAS, tim juri biasanya memberlakukan system quota atau pemerataan bagi setiap wilayah. Sistem ini seperti aturan tidak tertulis. Sebab jika tidak dilakukan pemerataan, atau pembagian juara, besar kemungkinan banyak perguruan tinggi swasta atau di luar Pulau Jawa yang kalah dengan kampus-kampus besar di Indonesia. Selain itu dalam PIMNAS tahun ini pameran, yang biasanya menjadi salah satu andalan Unair dalam PIMNAS tidak termasuk dalam item penilaian. Saya sebenarnya cukup kecewa karena pameran ini tidak dinilai, namun saya tidak mau berburuk sangka. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kegagalan ini,ungkap professor dari FKH tersebut. melakukan hal yang sama. Ini yang saya rasa perlu segera diperbaiki, jelas Prof Imam. Pembinaan berkelanjutan ini dimaksudkan agar sejak awal fakultas menyiapkan tim andalannya yang akan mengikuti event PIMNAS di setiap tahun. Jadi persiapan tidak hanya dilakukan ketika event PIMNAS diumumkan, namun dilakukan semenjak mahasiswa berada di semester awal. Selain itu Unair juga belum menerapkan system reward bagi para penyusun proposal yang lolos pada tahapan DIKTI maupun yang lolos sebagai finalis. Selama ini penghargaan atau reward hanya diterima oleh para pemenang saja. Inilah salah satu faktor yang membuat event PIMNAS tidak terlalu diminati oleh mayoritas mahasiswa Unair. Untuk itu beberapa waktu lalu Dirmawa mengundang wakil rektor dan wakil dekan satu seluruh fakultas dan saya sampaikan beberapa usulan mengenai pembenahan pembinaan berkelanjutan dan perbaikan terhadap system reward. Meski ini tidak mudah dan butuh perjuangan panjang namun saya berharap pimpinan bisa menyetujui usulan tersebut,jelas Prof Imam. Strategi pertama yang diusulkan untuk pembinaan keberlanjutan adalah melibatkan tiga angkatan yang berbeda untuk setiap karya ilmiah mahasiswa. Misalnya saja dalam satu tim dilibatkan tiga mahasiswa lintas angkatan, masingmasing mahasiswa semester 3, semester 5 dan semester 7. Hal ini bertujuan agar masing-masing mahasiswa dari angkatan yang lebih muda bisa merasakan pengalaman mengikuti kompetisi karya ilmiah. Teknisnya jika mahasiswa yang semester 7 lulus, mahasiswa semester 5 dan semester 3 masing-masing memiliki kesempatan minimal satu kali lagi untuk mengikuti lomba karya ilmiah berikutnya. Jika dihitung dalam empat tahun studi, mahasiswa memiliki pengalaman sedikitnya tiga kali mengikuti lomba karya ilmiah, yaitu ketika dia di semester 3 (untuk genap), semester 5 dan ketika semester 7. Dengan demikian pembinaan berkelanjutan ini bisa lebih efektif. Selain itu fakultas bisa mengintegrasikan lombakarya imiah ini dalam kurikulum yang tertera pada mata kuliah metode penelitian atau mata kuliah kewirausahaan. Misalnya saja jika pada mata kuliah metode penelitia dalam satu kelas ada lima kelompok dan masing-masing kelompok diwajibkan untuk membuat satu penelitian dan kemudian diikutkan dalam seleksi PIMNAS, bisa dihitung berapa banyak proposal penelitian yang bisa diajukan untuk PKM Penelitian. Tentunya setelah melewati seleksi internal terlebih dahulu,tutur Prof. Imam. Begitu juga untuk mata kuliah kewirausahaan bisa diikutkan untuk PKM Kewirausahaan. menjadi juara, tim mahasiswa yang bersangkutan diakui memiliki skripsi dengan nilai A. Atau untuk yang lolos hingga tahapan DIKTI berhak memperoleh nilai mata kuliah metode penelitian atau kewirausahaan dengan nilai A. Ketika tim mahasiswa lolos sebagai finalis, itu artinya kan karya ilmiah mereka sudah diuji oleh tim juri tingkat nasional, bahkan ketika mereka lolos sebagai juara berarti karya mereka sudah diakui oleh nasional. Itu artinya setara dengan tugas akhir atau skripsi yang mereka buat. Perjuangan Dirmawa memang masih panjang untuk memperjuangkan reward akademik. Namun mudahmudahan jika pimpinan menyetujui, usulan ini bisa segera dituangkan dalam naskah akademik dan bisa segera dibuat peraturannya. Mudah-mudahan pada tahun ajaran baru ini, jika disetujui, system reward ini bisa diberlakukan, jelas Prof. Imam. Untuk reward non akademik, Prof. Imam mengusulkan adanya pembebasan biaya SPP oleh universitas, publikasi di media massa, atau melalui spanduk yang dipasang di fakultas. Saya berharap jika reward ini bisa diberlakukan, antusias mahasiswa untuk menjadi yang terbaik dalam PIMNAS berikutnya akan semakin besar dan peluang Unair untuk memacu prestasi mahasiswa juga semakin terbuka lebar,harapnya. PIMNAS memang sebuah event yang cukup prestisius bagi perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Dari tahun ke tahun peserta PIMNAS selalu mengalami kenaikan. Jika tahun lalu PIMNAS diikuti sekitar 1.129 mahasiswa dari 56 perguruan tinggi se Indonesia, tahun ini pesertanya meningkat menjadi 1.560 mahasiswa dari 119 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Jika ditilik dari sejarahnya, PIMNAS berawal dari Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI ) dan Lomba Karya Inovatif Produktif (LKIP) mahasiswa yang pertama kali diadakan pada tahun 1980 di Universitas Indonesia. Dalam perkembangannya, kedua kegiatan tersebut digabung dan berubah nama menjadi Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa (LKIM) yang dikembangkan dengan menambahkan kegiatan penunjang berupa pameran, bazaar, studium generale, pentas seni, dan seminar. LKIM sempat berlangsung selama dua tahun dan kemudian dengan penyempurnaan dan penambahan kegiatan penunjang, tepatnya pada penyelenggaraan LKIM tahun ke tiga, nama kegiatan diubah menjadi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), dan sekaligus merupakan Pimnas III. Sejak pertama kali pelaksanaan LKIM sampai dengan Pimnas ke XVI di Surakarta, pemenang ditetapkan secara perorangan untuk setiap bidang lomba atau kelompok presentasi, sehingga tidak ada juara umum, juara I maupun juara lainnya. Pada tahun 2004 yang bertepatan dengan pelaksanaan Pimnas ke XVII di Bandung, muncul gagasan untuk menetapkan juara umum dan juarajuara lainnya berdasarkan peroleh penghargaan setara emas, perak dan perunggu. Mirip dengan kompetisi olahraga, seperti halnya yang dilakukan pada event PON atau SEA GAMES. Untuk juara umum, perguruan tinggi yang bersangkutan berhak atas piala bergilir Menteri Pendidikan Nasional yang dinamakan Adhikarta Kertawidya. Wnd

Pembinaan berkelanjutan
Berkaca dari pengalaman PIMNAS XXII dan PIMNAS-PIMNAS sebelumnya, Unair ternyata belum melakukan strategi penjaringan dan pembinaan berkelanjutan seperti yang dilakukan oleh universitasuniversitas juara bertahan lainnya. Penjaringan calon peserta PIMNAS dilakukan dengan mengumumkan ke fakultas dan fakultas nantinya yang akan mengumumkan kepada mahasiswa. Selama ini kita hanya menjaring begitu saja tanpa melakukan treatment berkelanjutan. Dan treatment biasanya dilakukan post proposal saja, namun pembinaan pra proposal tidak dilakukan secara berkelanjutan. Meskipun ada beberapa fakultas yang melakukan penjaringan dan pembinaan sejak awal, tapi tidak semua fakultas

Gin - Warta Unair

Perlu reward
Selain pembinaan berkelanjutan, Dirmawa juga menggagas adanya perbaikan system reward bagi para peserta yang lolos di tingkat DIKTI maupun sebagai finalis. Lebih-lebih jika lolos sebagai juara dalam PIMNAS. Prof. Imam membagi system reward ini dalam dua hal, yaitu reward akademik dan reward akademik. Reward akademik ini misalnya saja untuk karya ilmiah yang lolos sebagai finalis atau misalnya saja berhasil

04

NO :

47

Tahun V Juli 2009

WARTA SIVITAS

PSIKOLOG LATIH GURU BK


Fakultas Psikologi Warta Unair Peran psikolog akhir-akhir ini memang menjadi cukup sentral, di tengah derasnya arus zaman yang membingungkan dan penuh perubahan yang sulit diprediksikan. Kondisi ini tentunya akan mempengaruhi kesehatan mental masyarakat yang ada di dalamnya, termasuk para siswa sebagai generasi terdidik yang akan meneruskan pembangunan bangsa. Berbagai langkah preventif maupun kuratif dikerahkan untuk dapat membangun harmonisasi dan pengembangan kesehatan mental siswa ke arah positif. Salah satunya melalui pengoptimalan peran guru BK (Bimbingan Konseling), sebagai mitra terdekat psikolog dalam mengatasi problemproblem perilaku di sekolah. Merespon kebutuhan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga lewat Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, pada 1718 Juli lalu, menyelenggarakan sebuah acara yang bertajuk Pelatihan Guru Bimbingan Konseling SMP dan SMA (Mengenal Permasalahan Remaja Masa Kini dan Intervensinya). Acara tersebut diisi oleh para pembicara yang merupakan dosen Fakultas Psikologi Unair, dan dihadiri oleh sekitar 17 peserta dari SMP dan SMA se-Surabaya. Jalannya acara lebih bersifat diskusi interaktif dengan berbagai macam topik permasalahan remaja yang diseminarkan. Dalam acara tersebut, disampaikan bahwa permasalahan siswa, khususnya remaja semakin beragam. Pada umumnya, kasus-kasus yang muncul pada siswa remaja masih berkaitan dengan persoalan kedisiplinan, namun tidak menutup kemungkinan bahwa perilaku tidak disiplin ini hanya merupakan akibat tampak dari persoalan-persoalan lain yang lebih serius, misalnya penyalahgunaan narkoba atau depresi. Persoalan depresi pada remaja ini menurut Endang R. Surjaningrum, M. Psych, selaku Ketua Pelaksana acara sekaligus salah satu pembicara, dapat menjadi sangat berbahaya dan menjurus pada perilaku bunuh diri jika gejalanya tidak dikenali dengan segera. Padahal, depresi pada remaja biasanya dipicu oleh hal-hal yang terkadang menurut orang dewasa adalah sepele, misalnya karena nilai yang turun, diputus pacar, atau karena tidak bisa ikut piknik, ujarnya. Karena alasan-alasan yang dianggap sepele oleh orang-orang dewasa itulah, persoalan depresi pada remaja tidak segera mendapatkan pertolongan awal yang tepat. Ditambahkan Endang, permasalahan remaja pada umumnya bermuara pada self esteem (harga diri) yang rendah pada remaja, yang dapat menghambat prestasi dan membuat remaja menjadi
Bersambung ke hal 15
Gin - Warta Unair

Pelepasan Peserta KKN-BBM Unair.

Peserta KKN Unair dan barang bawaannya.

KKN-BBM KE-40 UNAIR

BELAJAR BERSAMA MASYARAKAT


Kampus C Warta Unair
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga semakin menyentuh lapisan masyarakat. Setelah sebelumnya sukses mengurangi angka buta aksara di Kota Surabaya, kali ini mahasiswa Unair akan kembali turun langsung ke masyarakat. Tidak hanya kepada masyarakat Surabaya saja, kali ini mahasiswa Unair juga akan terjun ke masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Ini berarti, KKN ke 40 mahasiswa Unair ini akan kembali menyentuh masyarakat di luar Surabaya, setelah sekian lama mengabdi pada masyarakat Surabaya. Tidak hanya masyarakat yang menjadi sasaran program KKN saja yang berubah. Nama program pun ikut berubah, menjadi Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyaakat (KKN-BBM). KKN-BBM ini merupakan penyempurnaan dari program KKN sebelumnya, untuk lebih berfokus pada membantu pemecahan masalah masyarakat melalui kompetensi dan pendekatan keilmuan peserta. Ditemui sewaktu pelepasan peserta KKN-BBM (21/7) , Ketua Pelaksana KKNBBM Unair Dr. Paridjata Westra, M.Agr.S., M.Agr.Sc., DVM., menjelaskan, fokus KKN-BBM kali ini memang pada kerja sama. Westra menerangkan, mahasiswa diharapkan bisa bekerja sama dengan mahasiswa lain yang berbeda fakultas, dan juga bisa melakukan integrasi dengan masyarakat. Program-program dalam KKN-BBM kali ini juga masih mengusahakan daya pengembangan masyarakat, seperti KKN sebelumnya. Westra memberi contoh pada KKN yang lalu, selain memberantas buta aksara, mahasiswa juga membekali masyarakat dengan life skill, seperti keahlian membuat kue, jahitan, dan hiasan. Itu dilakukan agar masyarakat bisa mandiri dan bisa lepas dari kemiskinan, ungkap Westra. Menanggapi faktor keengganan masyarakat untuk turut dalam programprogram KKN, Westra mengatakan mahasiswa Unair mampu mengatasi hal tersebut dengan beragam cara. Salah satunya adalah melalui sosialisasi door to door dan bekerja sama dengan PKK kelurahan setempat, sehingga lebih dapat diterima oleh masyarakat. Total mahasiswa yang terjun langsung dalam KKN-BBM ini berjumlah 684 orang. Rinciannya, untuk Kota Surabaya, 285 orang mahasiswa akan diturunkan di enam kecamatan, yaitu Gunungsari, Mulyorejo, Pakal, Bulak, Benowo, dan Wiyung. Sedangkan di Bojonegoro, 409 orang mahasiswa akan turun langsung di tiga kecamatan, yaitu Trucuk, Kalitidu, dan Kanor. Mereka akan melakukan program-program unggulan di Bidang Pemberdayaan, Bidang Kesehatan, Bidang Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan, dan Bidang Perbaikan Kualitas Lingkungan Hidup. Koordinator KKN-BBM Kabupaten Bojonegoro Dr. Abdul Samik, M.Si., drh., mengatakan sudah melakukan survey mendalam mengenai keadaan masyarakat sekitar sebelum memutuskan penentuan empat bidang tersebut. Karenanya, Samik optimistis semua program KKN-BBM ini bisa terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Yang pasti, program-program KKNBBM ini akan menjadi program yang berkesinambungan. Untuk yang kali ini, kami sekalian mencari data base di masyarakat. Nantinya, data base itu akan dijadikan proporsal untuk kegiatan KKN-BBM selanjutnya, terang Samik. Sementara itu, Herry Agoes Hermadi, drh., M.Si., dari Tim Evaluasi KKN-BBM mengatakan, Kabupaten Bojonegoro sebenarnya memiliki banyak potensi, namun masih kurang digali. Dari potensi itu yang didapat selama survey, Herry menjelaskan beberapa proyek yang akan dilakukan oleh mahasiswa Unair. Misalnya Kecamatan Kalitiduk, yang merupakan penghasil belimbing. Kami berencana mengajarkan cara baru dalam mengolah belimbing, misalnya dijadikan sirup, jelas Herry. Herry juga menyebutkan beberapa proyek lain yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Misalnya, di Kecamatan Trucuk dan Kanor yang merupakan sentra peternakan, masyarakat akan diajarkan cara mengolah limbah jerami yang melimpah menjadi pakan ternak. Mahasiswa juga akan menyumbangkan alat timbang digital dan membantu pemasaran produk-produk ternak dari kecamatan tersebut, sehingga hasilnya bisa memiliki nilai ekonomis tinggi. KKN-BBM Unair kali ini juga melibatkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai mitra. Kakanwil BKKBN Jawa Timur Muhammad Is mengatakan ini merupakan upaya revitalisasi program Keluarga Berencana (KB). Dengan kerja sama ini, kami berharap bisa menyiapkan kader yang excellent dan mampu menyampaikan isu-isu kependudukan, ujar Muhammad Is. Kerja sama KKN universitas dengan BKKBN ini merupakan yang pertama, dan Surabaya diharapkan bisa menjadi pelopor bagi daerah lain. Bupati Bojonegoro Suyoto sangat berterimakasih atas dilakukannya KKNBBM Unair ini. Suyoto berharap mahasiswa Unair bisa membantu memberi perubahan yang dicanangkannya, yaitu mengubah Kabupaten Bojonegoro yang dikenal sebagai daerah minus menjadi daerah plus. Menurutnya, tangan-tangan mahasiswa bisa membantu mengakselerasikan program-program pemerintahannya.gin

Mahasiswa FKM Turun ke Lapangan


FKM Warta Unair Terjun langsung ke masyarakat bagi mahasiswa merupakan satu pelatihan yang penting guna menerapkan ilmu perkuliahan di kampus. Bagi mahasiswa kesehatan masyarakat UNAIR Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan oleh mahasiswa yang telah menempuh 6 semester. Ini adalah bagian dari mata kuliah di FKM yang setara dengan 5 sks perkuliahan. Seperti halnya kuliah biasa, PKL juga akan dinilai dengan penilaian kuantitatif serta akan dimasukkan dalam indeks prestasi (IP) mahasiswa. Dalam hal ini PKL juga mempengaruhi tinggi rendahnya IP mahasiswa. Sehingga seluruh mahasiswa FKM wajib mengikuti kegiatan tersebut. Di tahun 2009 ini PKL dilaksanakan di kecamatan Semampir Surabaya. Kegiatan yang berlangsung mulai dari 8 sampai 24 Juli itu tersebar ke 5 kelurahan yaitu di kelurahan Ampel, Pegirikan, Ujung, Wonokusumo, dan Sidotopo. Kurang lebih adalah identifikasi masalah kesehatan masyarakat di masingmasing kelurahan. Dalam tahap ini mahasiswa melakukan survey dan juga indep interview dengan warga. Tahap kedua adalah diagnosis masalah kesehatan masyarakat. Mahasiswa dapat menerapkan metode precede atau mendiagnosis masalah kesehatan melalui peyebabnya yaitu dari faktor perilaku dan lingkungan. Setelah itu Pertemuan mahasiswa peserta PKL dengan warga di mahasiswa harus melalui Kecamatan Semampir. tahap ketiga yaitu 200 mahasiswa semester 6 dibagi ke dalam menetapkan prioritas masalah. Masalah kelompok, dimana tiap kelurahan mendapat- yang diprioritaskan berdasarkan keterangan kan 3 kelompok. Satu kelompok kurang dari masyarakat. Kemudian setelah itu lebih terdiri dari 13 mahasiswa. mahasiswa melakukan tahapan keempat, Kegiatan tersebut meliputi 4 tahapan yaitu intervensi terhadap masalah yang yang harus dilaksanakan. Tahapan pertama telah diprioritaskan. Dalam intervensi ini
Roz - Warta Unair

mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan yang membangun kesehatan masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan, pelatihan hidup bersih dan sehat, pengadaan jamban, dan lain-lain. Hasil dari intervensi ini kemudian dilaporkan kepada dosen pembimbing dalam acara seminar yang dilaksanakan di kampus FKM. Setelah itu akan dilakukan kunjungan instansi ke Jawa Pos, PDAM, dan Jtv. Sekali lagi di instansi tersebut mereka harus melakukan analisis kesehatan. Menurut Khotibul Umam salah seorang mahasiswa peserta PKL, kegiatan ini sangat penting untuk mengasah kemampuan mahasiswa. permasalahan yang ada di lapangan ternyata sangat kompleks, ilmu yang disampaikan di kampus pun belum cukup rasanya untuk mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat katanya. Dia juga menambahkan bahwa dari kegiatan PKL ini banyak suka duka yang mereka rasakan. Melalui kegiatan ini, peserta PKL selain dapat mengaplikasikan ilmunya, juga merasakan adanya rasa kebersamaan yang erat. Roz

WARTA SIVITAS
MATA KULIAH KREATIF IKLAN

NO :

47

Tahun V Juli 2009

05

BERKREASI DENGAN MULUT DAN JAMBAN


Gin - Warta Unair

FISIP-Warta Unair Sesosok gambar wajah dengan mulut menganga lebar tertempel pada mulut jamban, dengan tulisan Daripada makan duit rakyat, mending makan.... Sekilas gambar tersebut terasa aneh dan tentu akan membuat orang mengernyitkan dahi. Mungkin juga jorok, karena mulutnya tertempel di sebuah jamban. Namun siapa sangka gambar tersebut adalah sebuah iklan. Meskipun cukup menggelikan, pesan yang disampaikan ternyata sangat mulia, yaitu mengajak masyarakat untuk antikorupsi. Idenya sederhana, memakan uang hasil korupsi sama dengan memakan kotoran. Itulah salah satu iklan ambient media hasil kreativitas mahasiswamahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga. Ambient media adalah salah satu bentuk beriklan menggunakan format-format media yang tidak lazim, seperti iklan anti-korupsi di WC itu. Tidak hanya dalam format ambient media, para

mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi ini juga membuat berbagai iklan dalam format media cetak, televisi, radio, online media, bahkan dalam bentuk Ring Back Tone (RBT). Para mahasiswa ini membuat karya tersebut sebagai bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Kreatif Periklanan (9/6). Tema yang dipilih adalah membuat iklan layanan masyarakat dengan klien Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal yang istimewa dari UAS Kreatif Periklanan ini adalah para mahasiswa tersebut harus mempresentasikan brief kreatif iklan yang mereka buat di hadapan praktisi yang berasal dari agensi iklan dan anggota KPK yang sesungguhnya. Seorang praktisi dari Suara Surabaya Media, dua orang praktisi iklan dari biro iklan Energy Advertising, dan dua orang anggota KPK hadir sebagai juri dan berperan memberikan nilai kepada para mahasiswa. Mahasiswa pun seakan-akan merasakan bagaimana suasana sewaktu melakukan presentasi di hadapan

Salah satu iklan hasil karya mahasiswa Komunikasi Unair.

Mahasiswa Komunikasi Unair mendengarkan kuliah dari praktisi.

klien yang sebenarnya. Deg-degan juga. Biarpun sebenarnya sudah lama punya konsep untuk iklan ini, tapi takut juga kalau ada pertanyaan macammacam dari praktisi, ungkap Nadee, salah seorang mahasiswa Komunikasi angkatan 2006, menanggapi setting ujian yang dibuat oleh dosen mereka ini. Nadee tergabung dalam kelompok ACG (Anti Corruption Generation) yang membuat iklan ambient di jamban tadi. Nadee dan temantemannya mengaku berusaha tampil total karena harus berhadapan langsung dengan praktisi iklan yang sebenarnya. Keinginan tampil total tersebut terlihat dari kostum khusus yang mereka pakai dan kualitas iklan-iklan yang mereka buat. ACG membuat beberapa iklan dengan format media cetak, ambient media, dan online media. Memang harus total. Soalnya sayang kalau cuma setengah-setengah, ujar Nadee bersemangat.

Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK) Kreatif Periklanan IGAK Satrya Wibawa, S.Sos., M.A., mengatakan, dirinya sengaja men-setting ujian dengan format semacam ini agar mahasiswa memperoleh pengalaman baru dan bisa berkaca dari kritik dan saran yang disampaikan oleh praktisi. Karena sebenarnya pandangan dosen berbeda dengan pandangan praktisi, jadi mahasiswa bisa memperoleh cara pandang baru, jelas Igak, sapaan IGAK Satrya Wibawa. Igak menambahkan, kemampuan mahasiswa yang mengikuti kuliah Kreatif Periklanan ini kurang merata karena beberapa di antara mereka mengambil mata kuliah ini karena pengaruh teman. Dengan mendatangkan juri dari agensi periklanan dan KPK, Igak berharap mahasiswa bisa lebih serius dan terpacu kreativitasnya. Meski puas dengan hasil karya para mahasiswanya tersebut, namun Igak menilai mahasiswanya masih

kurang berani mengeksplorasi dan seharusnya bisa tampil lebih gila lagi, sehingga eksekusi ide-ide tersebut masih belum maksimal. Hal senada juga diutarakan oleh Dodo W. Zaman, juri dari Energy Advertising. Dodo memuji kreativitas para mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi itu. Hanya saja para mahasiswa itu masih harus lebih nakal sedikit. Sekarang ini (iklan-iklan mahasiswa Komunikais Unair) masih santun. Coba lebih nakal sedikit. Syarat membuat iklan yang bagus itu adalah tidak ada aturan, kata Dodo. Menurut Dodo, hal itu mungkin dikarenakan jam terbang yang masih sedikit. Meskipun demikian, Dodo yakin mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Unair mampu bersaing dengan mahasiswa dari universitas lain yang lebih dulu terkenal dengan kreasi gilanya. Bahkan, Dodo pun optimis, dengan level kemampuan tersebut, mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Unair sudah siap terjun di dunia kerja.gin

Kuliah Tamu

Penyelesaian Blok Ambalat Butuh Waktu Lama


Fakultas Hukum Warta Unair
Sengketa Blok Ambalat masih terus berlanjut. Upaya penyelesaiannya pun belum mencapai kata sepakat hingga kini. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, dalam Kuliah Tamu Perundingan Batas Wilayah Maritim dengan Negara Tetangga di Fakultas Hukum (26/6), mengatakan melakukan perundingan kasus sengketa Ambalat bukan hal yang mudah, karena tidak bisa diselesaikan dalam hitungan hari atau hitungan bulan saja. Bisa tahunan bahkan puluhan tahun. Menlu membandingkan dengan kasus sengketa RI dan Vietnam. Kasus tersebut adalah sengketa Batas Landas Kontinen (BLK) di perairan antara Pulau Kalimantan dengan Vietnam di daratan Asia Tenggara. Meskipun sudah lebih dari 30 kali perundingan formal dan informal diselenggarakan, kedua pihak masih bertahan dengan posisi hukum masing-masing atas Laut Cina Selatan itu. Penyelesaian RIVietnam ini membutuhkan waktu setidaknya 32 tahun.Beda dengan Vietnam, kasus sengketa IndonesiaSingapura baru bisa diselesaikan dalam waktu lima tahun. Dalam kuliah tamu yang dihadiri ratusan mahasiswa itu, Menlu Hassan Wirajuda juga mengungkapkan mengenai kisah sejarah sengketa yang pernah dialami oleh Indonesia. Yang menarik ketika menyampaikan mengenai kasus Sipadan-Ligitan, Menlu mengatakan Sipadan Ligitan secara yuridis sebenarnya memang bukan milik Indonesia, namun juga bukan milik Malaysia. Jika kita lihat di peta wilayah Indonesia baseline NKRI UU No 4/PrP/1960, Sipadan Ligitan ini bukan milik Indonesia karena di luar batas teritorial laut Indonesia, tapi juga bukan milik Malaysia. Ibaratnya orang main kelereng, Sipadan Ligitan ini adalah kelereng temuan dan diperebutkan, jelas menteri yang menyelesaikan program doktornya di Virginia School of Law, Charlottesville, Amerika Serikat. Menlu juga menyayangkan masih banyaknya kesalahpahaman mengenai Ambalat. Banyak kalangan yang masih mengira Blok Ambalat adalah kepulauan, bukan laut. Pernah ada seorang anggota dewan yang menyarankan agar saya mentransmigrasikan ratusan penduduk ke Ambalat agar bisa menduduki kawasan Ambalat. Lalu saya jawab, kalau sampai saya transmigrasikan penduduk kesana, pemerintah bisa diseret ke Mahkamah Internasional. Sebab Ambalat itu kan laut, bukan pulau. Apa jadinya kalau dibuat transmigrasi? ungkapnya sambil tertawa. Kasus sengketa wilayah memang lazim dialami oleh negara yang berbatasan dengan banyak negara seperti Indonesia. Kalau dilihat dari sisi wilayah laut, Indonesia berbatasan dengan 10 negara. Sedangkan wilayah daratnya, Indonesia berbatasan dengan tiga negara, yakni Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sebuah negara pantai seperti Indonesia menurut hukum Laut Internasional berhak atas laut teritorial (12 mil laut), zona tambahan (24 mil laut), zona ekonomi eksklusif, ZEE (200 mil laut) dan landas kontinen (350 mil laut atau bahkan lebih). Lebar masing-masing zona ini diukur dari referensi yang disebut dengan garis pangkal (baseline). Pada laut teritorial, Indonesia berhak atas kedaulatan penuh. Sedangkan di luar zona itu berlaku hak berdaulat, dan Ambalat ini berada di kawasan hak berdaulat. Dalam kawasan hak berdaulat ini suatu
Bersambung ke hal 07
Bes - Warta Unair

Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia, Chris Lossin, didampingi Koordinator Kemahasiswaan Unair, Agus Subiantoro, foto bersama 10 mahasiswa Unair penerima beasiswa Sun Life.

10 Mahasiswa Unair Terima Beasiswa Sun Life


Rektorat Warta Unair Merujuk dari hasil prestasi belajarnya selama ini, sepuluh mahasiswa Universitas Airlangga menerima keberuntungannya, yaitu beasiswa dari perusahaan asuransi PT Sun Life Financial Indonesia (SLFI) untuk tahun akademik 2009-2010. Beasiswa tersebut diberikan langsung oleh Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia, Chris Lossin, disaksikan Koordinator Kemahasiswaan Direktorat Kemahasiswaan Unair, Agus Subiantoro, SH., MH., di Ruang Sidang Utama Rektorat Unair di kampus C Mulyorejo, Kamis 16 Juli 2009 lalu. Dari sepuluh mahasiswa tersebut, empat orang dari FISIP, tiga dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), dua dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), dan seorang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Nadia Siregar, Head of Marketing & Corporate Communication PT SLFI, kepada Warta Unair menerangkan, beasiswa diberikan berdasarkan tanggungjawab sosial perusahaan Sun Bright. Mahasiswa Unair tersebut merupakan bagian dari 62 mahasiswa asal enam universitas di Indonesia yang memenangkan beasiswa dari Sun Life untuk periode 2009-2010. Perguruan tinggi lain yang mendapat masing-masing 10 beasiswa serupa adalah USU (Universitas Sumatera Utara), Unpad, UGM, dan Universitas Udayana. Masing- Universitas Indonesia (UI) memperoleh beasiswa untuk 12 mahasiswa. Besarnya beasiswa untuk mahasiswa Unair Rp 3 juta/tahun per mahasiswa, dan pencairannya diserahkan sepenuhnya kepada jurusan masing-masing tempat mahasiswa belajar. Jangka waktu pemberian adalah setahun yang dapat diperpanjang. Bisa diberikan setiap semester atau setiap bulan, untuk itu terserah pimpinan di jurusannya, kata Nadia, yang juga alumnus Komunikasi FISIP Unair dan mantan
Bersambung ke hal 15

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, dalam Kuliah Tamu Perundingan Batas Wilayah Maritim dengan Negara Tetangga di Fakultas Hukum.

Gin - Warta Unair

06

NO :

47

Tahun V Juli 2009

SEMINAR

Sistem Ekonomi Internasional Berbasis Dinar dan Dirham


Fakultas Ekonomi Warta Unair Problem utama saat ini adalah kesenjangan. Kesenjangan tersebut dikarenakan ilusi sistem keuangan yang didominasi oleh pihak-pihak tertentu. Hal tersebut bisa diselesaikan atau diminimalkan jika kita kembali pada dinar(emas) dan dirham(perak), ungkap Dr. HC. H. Ahmad Riawan Amin, Director of International Islamic Financial Market (IIFM) dalam Seminar Nasional (Semnas) Ekonomi Islam. Jatuh bangunnya rupiah ditentukan dengan banyak sedikitnya dolar yang ada di Indonesia. Dolar tidak bisa didatangkan dengan rupiah. Hal itu tidak adil karena kita harus mengeluarkan seluruh kekayaan alam kita untuk mendatangkan dolar. Penjajah model baru tidak perlu mengerluarkan keringat, dengan logam mulia seperti emas. Penerbit bisa mendapat keuntungan dalam bentuk selisih antara nilai nominal uang dengan biaya produksinya (seigniorage). Untuk memproduksi satu lembar US$100 dibutuhkan 4 sen US$. Keuntungan The Fed untuk setiap penerbitan US$100 sebesar US$99,96. Kalau tidak mau dihisap oleh sistem moneter dunia, maka hegemoni dolar harus digantikan, kata Imron Mawardi, SP., Msi., dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga (Unair). Ketiga pembicara dalam acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Ekomoni Syariah FE Unair mengungkapkan gold based monetary system merupakan solusi untuk masalah tersebut. Gold based monetary system adalah mata uang kertas beredar ter- back-up oleh cadangan emas yang senilai. Dalam materinya, Dwi Condro menyatakan negara boleh mengeluarkan mata uang kertas atau yang lainnya sebagai mata uang negara dengan basis emas dan perak. Emas dan perak adalah mata uang dunia paling stabil. Dalam kondisi krisis ekonomi,emas tidak akan mengalami susut dan tetap menunjukkan kestabilannya. Karena uang beredar ter- backup oleh cadangan emas, maka nilai mata uang akan stabil, demikian juga kondisi moneter. Sebanyak kurang lebih 250 peserta menghadiri acara yang bertempat di Aula Fadjar Notonegoro FE Unair. Peserta berasal dari Unair, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Intsitut Sepuluh November (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ada pula peserta yang berasal dari kalangan umum. Reta

Dwi Condro Triyono, Msi dan Dr. HC. H. Ahmad Riawan Amin.

Yit-Warta Unair

namun dengan mata uang kertas. Begitulah pernyataan Dwi Condro Triyono, Msi. dalam Semnas Menuju Ekonomi Internasional Berbasis Dinar dan Dirham 25 Juli 2009 lalu. Uang kertas bisa dijadikan

sebagai alat penjajahan ekonomi dunia. Hal ini berlaku untuk mata uang yang dipaksakan sebagai alat pembayaran perdagangan ditingkat internasional, misalnya saja dolar Amerika Serikat (AS). Dolar AS dicetak tanpa didukung

TEKNOLOGI STEM CELL

HARAPAN DI TENGAH TANTANGAN DAN ETIKA


harapan bagi dunia kedokteran, Prof. Taat menyebutkan adanya tantangan dalam teknologi ini. Tantangan itu berupa mutasi stem cell apabila berada di lingkungan mikro yang tidak sehat. Penderita mempunyai lingkungan mikro yang tidak sama dengan orang sehat. Apa yang terjadi bila Seminar sehari Toward Standard Medical Research for World stem cell tumbuh Class University di Aula Pasca Sarjana Universitas Airlangga. dalam lingkungan mikro yang tidak fisiologis? ujar Prof. Taat, Pascasarjana Warta Unair mengajukan pertanyaan. Menurut Prof. Taat, apabila hal terseKemajuan dalam ilmu kedokteran semakin memberikan harapan pada umat but terjadi, maka akan timbul apa yang dismanusia dengan kehadiran teknologi stem ebut stress stem cell. Dalam keadaan itu, cell (sel punca). Di saat bersamaan, fenom- stem cell yang diimplankan ke dalam pasien ena teknologi stem cell juga memberikan akan mengalami berbagai mutasi, sehingga banyak tantangan. Hal tersebut disampai- bisa berubah menjadi kanker, kegagalan rekan oleh Prof. Dr. Suhartono Taat Putra, dr., generasi, apoptosis, dan disfungsi jaringan. Selain kemungkinan berubah menjadi M.B., dalam seminar sehari Toward Standard Medical Research for World Class Uni- kanker, teknologi stem cell juga masih memiversity di Aula Pasca Sarjana Universitas liki problema etika. Prof. Taat menyebutkan Airlangga (29/7). Seminar ini juga mengha- ada beberapa jenis implantasi stem cell, yaitu dirkan Prof. Dr. Eddy Rahardjo, dr., SpAn., autograf atau transplantasi stem cell dari sel K.I.C., Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh., diri sendiri ke dalam tubuh sendiri, alograf Prof. Dr. Subijanto, dr., M.S., SpA., dan Prof. atau transplantasi stem cell dari sel manusia ke manusia lain, embrionik, dan xenograf atau Dr. Sayid Darmadipura, dr., SpBS. Stem cell merupakan unspecialized transplantasi stem cell dari sel hewan ke cells yang mampu meregenerasi diri sendiri manusia. Selama ini, yang diijinkan untuk dan berdeferensiasi menjadi berbagai tipe dipraktekkan pada manusia adalah transplansel dewasa. Teknologi stem cell memungkin- tasi autograf. Di luar negeri metode alograf kan seseorang untuk mengganti jaringan tu- masih diteliti lebih mendalam karena dikhabuhnya yang mengalami kerusakan akibat watirkan timbul ketidakcocokan. Apalagi implantasi alograf juga dipengaruhi oleh penyakit atau luka. Stem cell berdasarkan asalnya bisa lingkungan mikro penerima stem cell. Sedandibedakan menjadi dua, yaitu embryonal gkan metode embrionik dilarang di Indonestem cell dan adult stem cell. Di antara dua sia dan beberapa negara karena masalah etijenis tersebut, adult stem cell yang di- ka. Sedangkan metode xenograf sampai gunakan untuk riset. Adult stem cell ini bisa sekarang masih dalam riset, karena mungkin dari bermacam-macam sumber, seperti bone timbul berbagai masalah, seperti munculnya marrow (sumsum tulang belakang), pe- mutan dan ketidakcocokan, bahkan penolaripheral blood, umbilical cord blood , kan dari tubuh. Saat ini Indonesia tengah menggodok plasenta, cairan amnion, adipose tissue, gigi, bahkan darah menstruasi. Namun, dari garis-garis besar percobaan stem cell pada sekian banyak sumber itu, yang paling manusia. Hal tersebut perlu dilakukan karesering digunakan adalah sumsum tulang na batas-batas antara riset stem cell dengan penggunaan teknologi stem cell masih belakang. Meskipun stem cell membawa banyak tidak jelas.gin
Gin-Warta Unair

Gin-Warta Unair

Seminar dan Dialog Interaktif di Gedung Kahuripan Kampus C UNAIR (22/7).

Sentra Pengkajian Jatidiri dan Kebangsaan

Pancasila Bisa Muncul, Bisa Sembunyi


Kampus C Warta Unair
Salah satu side effect jatuhnya Orde Baru yang sangat menyedihkan adalah berkembangnya sikap skeptis terhadap ideologi Pancasila di masyarakat. Bahkan di kalangan perguruan tinggi pun muncul sikap semacam itu. Hal tersebut bisa jadi adanya trauma atas pendekatan indoktriner P4 yang menjadikan Pancasila kurang mencerminkan sebagai ideologi tertutup terhadap pemikiran di luar penafsiran pemerintah. Itulah yang diungkapkan dalam Seminar dan Dialog Interaktif Meningkatkan Kesadaran Pancasila Jati Diri dan Kebangsaan Indonesia di Gedung Kahuripan Kampus C Universitas Airlangga (22/7). Dialog ini juga menjadi peluncuran sentra baru, yaitu Sentra Pengkajian Jatidiri dan Kebangsaan (SPJK), yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unair. Ketua SPJK Unair, Drs. Ajar Triharso, M.Si., mengatakan Pancasila perlu direvitalisasi dan difungsikan kembali dalam dunia pendidikan. Hilangnya Pancasila dalam sanubari bangsa Indonesia dapat menimbulkan kebobrokan dan kekacauan karena lupa pada jati diri bangsa. Dengan berdirinya SPJK ini, masyarakat bisa kembali menggali potensi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Ajar menyebut SPJK merupakan tempat bagi siapa saja, entah itu dosen atau masyarakat umum, yang ingin mendiskusikan masalah Pancasila. Nantinya, segala hal tentang diskusi tersebut akan dipakai untuk sosialisasi dan pengembangan pendidikan Pancasila di institusi pendidikan. Dr. Arqom Kuswanjoro dari Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada yang menjadi pembicara dalam dialog tersebut mengatakan sudah bukan saatnya lagi mempolemikkan Pancasila. Menurutnya, Pancasila sudah bentuk final ideologi bangsa Indonesia. Hal yang masih bisa didebatkan adalah substansinya, yang masih cair, netral, dan dapat diterima semua paham. Jangan lagi mendebatkan bentuk ideologi bangsa kita. Seharusnya wacana mengenai substansi yang harus lebih dikembangkan, tegas Arqom. Selain itu, sudah waktunya memperbarui kurikulum pengajaran Pancasila sesuai tuntutan jaman, melakukan inovasi pembelajaran, dan meningkatkan kapabilitas pengajar pendidikan Pancasila. Drs. I Nyoman Naya Sujana, M.A., yang juga menjadi pembicara dalam dialog yang sama mengatakan, Pancasila sebenarnya merupakan angan-angan. Perwujudan sebenarnya seharusnya dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nah, agar sikap dan perilaku kita mencerminkan Pancasila, maka pertama kita harus benar-benar menyadari nilai-nilai Pancasila. Kemudian baru kita bisa mentransformasikan Pancasila dalam sikap dan perilaku nyata. Setelah itu, kita mampu mengevaluasi perbuatan sendiri apakah sudah konsisten dengan Pancasila atau belum, jelas Naya. Naya mengakui memang ada hambatanhambatan untuk membuat masyarakat kembali dekat Pancasila. Adanya berbagai informasi dari media, paham-paham asing yang menyerbu Indonesia, dan hambatan lingkungan turut mengambil peran mendekatkan Pancasila pada masyarakat. Namun, Naya menolak menyebut mereka yang melupakan Pancasila berarti sudah tidak memiliki rasa nasionalisme lagi. Pancasila itu seperti libido, kadang muncul kadang sembunyi. Tidak punya jiwa Pancasila bukan berarti tidak nasionalis, ujar Naya. Pemuda-pemuda saat ini, menurutnya, memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan nasionalisme mereka. Misalnya, melalui solidaritas terhadap saudara sebangsa. Menurut Naya, hal itu juga tidak lepas dari perkembangan jaman, di mana tidak ada lagi batas antar negara, yang membuat nasionalisme menjadi cair. Naya mencontohkan, anak kandungnya yang bekerja di luar negeri tidak ingin membicarakan nasionalisme, karena dia mencari makan di negeri orang. Meskipun demikian anaknya masih menyatakan kecintaan terhadap Indonesia dengan tegas.gin

PROFIL FAKULTAS

NO :

47

Tahun V Juli 2009

07

FAKULTAS KEPERAWATAN, BARU TAPI TIDAK MAIN-MAIN


SK rektor nomor 5404/JO3/OT/2008 pada tanggal 20 juni 2008, menetapkan bahwa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK Unair) berubah status menjadi Fakultas Keperawatan (FKp). Fakultas ke-12 Unair ini, telah genap setahun berdiri, bagaimana eksistensinya?
Sejarah
FKp merupakan salah satu fakultas baru yang diresmikan melalui surat keputusan rektor Universitas Airlangga no.5404/ J03/OT/2008 pada 20 juni 2008. Kiprah Keperawatan Unair sudah berjalan mulai 12 tahun sebelumnya, dan ternyata perjalanan menjadi sebuah fakultas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dalam hal ini, peran Fakultas Kedokteran (FK) Unair adalah sebagai ibu yang melahirkan dan mengembangkan FKp Unair. Semua berawal dari pembukaan Program Studi Diploma IV Perawat Pendidik pada bulan November 1997 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, yang seiring dengan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan professional ditingkatkan jenjangnya. Oleh karena Sarjana Strata-2 (S-2) yang masih dalam bimbingan FK Unair dengan program keperawatan sains. Pendidikan Sarjana S-1, masih memiliki satu Program Studi (Prodi) yaitu keperawatan. Prodi keperawatan memiliki 2 jenis program yaitu Program A (Jalur reguler) dan Program B (Jalur Alil Jenjang). Program A atau jalur regular mencakup para mahasiswa yang berasal dari lulusan SMU, program akademiknya ditempuh selama 8 semester dan program profesi ditempuh selama 2 semester. Program B yang mencakup para lulusan DIII atau DIV yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya menjadi SI. Bagi program B (Lulusan Akper/DIII Keperawatan) program akademik ditempuh dalam 3 semester dan program profesi ditempuh dalam 2 semester.

Fakultas Keperawatan Unair tampak depan.

dan keperawatan maternitas. Ilmu keperawatan anak merupakan dasar dalam menghantarkan peserta didik agar mampu memberikan asuhan keperawatan yang aman dan efektif bagi anak (infant, toddler, prasekolah, sekolah dan remaja) sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan, baik sehat maupun sakit, baik langsung maupun tidak langsung, baik di rumah, masyarakat dan rumah sakit dengan menerapkan berbagai teori, konsep dan prinsip perawatan anak. Sedangkan Ilmu keperawatan maternitas membahas tentang asuhan keperawatan pada wanita, bayi baru lahir, dan keluarga terkait dengan masalah kehamilan, persalinan, post partum dan pelayanan keluarga berencana secara holistik. Depertemen yang ketiga adalah depertemen keperawatan jiwa dan komunitas yang memiliki dan mengembangkan tiga bidang keilmuan atau divisi, yaitu bidang keilmuan keperawatan kesehatan jiwa, keperawatan komunitas dan keperawatan gerontik

Peningkatan mutu pendidikan tidak lepas dari kualitas para dosen pengajarnya. FKp memberikan kesempatan kepada beberapa dosen pengajar untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Diantaranya 6 dosen mengambil program pendidikan spesialis (S2) di Universitas Indonesia (UI), 2 dosen mengambil program pendidikan doctor of nursing (S3). Pengembangan fakultas secara internasional dilakukan melalui kerjasama dalam bidang pendidikan dan teknologi dengan AUCKLAND university, school of nursing di New Zealand dan AVANS University demi pengembangan kemajuan pendidikan keperawatan.

Organisasi Mahasiswa
Semula fakultas keperawatan hanya memiliki himpunan mahasiswa, namun sekarang sudah menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa. Dalam perkembangannya, BEM mampu mendirikan kantin mini yang mereka beri nama caf qta, yang pembayarannya mengandalkan kejujuran pembelinya. Pada dasarnya pendirian kantin ini adalah untuk menampung bakat dan minat mahasiswa keperawatan yang ingin mengembangkan jiwa enterprenuership mereka. Kata Syamsul, ketua BEM fakultas keperawatan. Untuk menarik minat dan bakat para mahasiswa fakultas yang lain untuk terjun dalam organisasi, ada dua BSO (Badan Semi Otonom), yaitu GENCORPS dan SKINNERS. GENCORPS bergerak dalam bidang keperawatan dan lingkungan, yang melatih kemampuan anggota agar lebih peka lingkungan, mampu meningkatkan ketahanan diri dan tidak mengabaikan perkembangan dunia keperawatan. Cita-cita mereka adalah menciptakan perawat profesional yang memiliki keterampilan dan keahlian praktik klinik terutama asuhan keperawatan yang siap bekerja dan diterjunkan dilingkungan manapun, kapanpun dengan kondisi apapun dan bagi siapapun yang membutuhkan. SKINers bergerak dibidang kerohanian Islam. Keanggotaanya terdiri dari anggota aktif/pengurus dan anggota pasif atau warga muslim FKp.Ach_shil.red

Sarana dan Prasarana


FKp menempati gedung LP2M yang bersebelahan dengan gedung pusat observasi penyakit tropic TDC Kampus C UNAIR. Fakultas ini memiliki 4 ruang kuliah yang mampu menampung 120 mahasiswa,, 1 buah ruang baca yang dilengkapi dengan bukubuku mengenai cabang-cabang keilmuan dunia keperawatan, student center sebagai tempat berkumpul mahasiswa yang sekaligus menyediakan layanan wifi area gratis.

Pengembangan Fakultas
Sarana dan prasarana Fakultas Keperawatan Unair.

itu, maka Program diploma IV ini ditingkatkan jenjangnya menjadi Program studi S1 Ilmu Keperawatan (PSIK) sesuai Surat Keputusan dari Dirjen Dikti No:122/Dikti/ Kep/1999 tanggal 7 April 1999. Perkembangan Peminat Program Studi Keperawatan tiap tahun semakin meningkat. Adalah prestasi yang fenomenal bagi sebuah jurusan yang baru berusia muda yang mendapat kepercayaan menjadi sebuah fakultas yang mandiri.

Departemen
Menjadi pusat pendidikan Ners yang unggul di tingkat nasional dan ASEAN berorientasi pada kebutuhan masyarakat global dan perkembangan IPTEK berdasar pada ilmu, moral dan etik keperawatan adalah visi yang ditawarkan oleh FKp. Proses pendidikan keperawatan sendiri memiliki lapang kerja yang holistic secara bio-psiko-sosio-spiritual bersifat luas. Departemen FKp dibagi menjadi tiga yaitu Keperawatan Dasar dan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas dan Anak, & Keperawatan Jiwa dan Komunitas. Departemen keperawatan dasar dan medikal bedah adalah hasil integrasi dari tiga cabang ilmu keperawatan yakni ilmu keperawatan dasar, ilmu keperawatan medikal bedah, dan ilmu keperawatan kritis. Departemen keperawatan maternitas dan anak merupakan bagian dari disiplin Ilmu keperawatan yang terdiri atas dua bidang ilmu keperawatan yaitu keperawatan anak

FKp tidak main-main dalam meningkatkan mutu pendidikan, terbukti dengan prestasi mahasiswanya yang di tiap tahunnya berhasil meraih prestasi mengagumkan dalamTemilnas, Pimnas, dan lomba penelitian bertaraf nasional. Sebagai bentuk dukungan bagi para mahasiswanya, FKp memberikan beasiswa bagi yang berprestasi maupun yang kurang mampu. Ditahun ini penerima beasiswa dari FKp berjumlah kurang lebih 100 orang yang bersumber dari dalam maupun luar Universitas Airlangga.

Program Pendidikan
FKp membuka kesempatan bagi siapapun yang berminat menerjuni dunia keperawatan dengan menyelenggarakan dua jenis pendidikan, yaitu pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Program Pendidikan Ners di FKp Unair terbagi menjadi 2 Program yaitu Program Akademik/Sarjana Keperawatan (S.Kep) dan Program Profesi Ners (Ns). Pendidikan akademik terbagi menjadi dua strata pendidikan yaitu Sarjana Strata-1 (S-1) dan

Penyelesaian Blok Ambalat >> 05


negara tidak memiliki kedaulatan penuh, namun hanya memiliki hak untuk mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya.Garis batas darat antara Indonesia dan Malaysia memang sudah ditetapkan dan berhenti pada Pulau Sebatik. Namun idealnya garis tersebut diteruskan ke arah laut di sebelah timur sebagai batas maritim yang harus disepakati kedua belah pihak. Garis inilah yang belum ada dan kini sedang dirundingkan karena Ambalat berada di garis tersebut. Saat ini, tutur Hassan Wirajuda, pihaknya sudah melakukan 13 kali perundingan dan kini tengah bersiap untuk memasuki perundingan yang keempat belas. Ia paham ekspektasi masyarakat terhadap penyelesaian Ambalat begitu besar, namun ia meminta agar masyarakat bersabar. Kami akan tetap lakukan upaya diplomasi ini dan tidak akan melakukan peperangan. Karena pada dasarnya kami juga menangkap sinyal, pihak Malaysia juga ingin menyelesaikan permasalahan ini secara damai,ungkapnya. win

cmyk

08

NO :

47

Tahun V Juli 2009

UNGGULAN
Prestasi Awal Unair di PIMNAS XXII Malang

Kampus C Warta Unair

Meski PIMNAS XXII baru dibuka secara resmi pada 22 Juli 2009 namun Unair sudah menorehkan prestasi mengagumkan. Bagaimana bisa? Tahun ini memang terasa lebih istimewa. Sebab sebelum pembukaan resmi PIMNAS XXII juga diadakan Kompetisi Karya Tulis AlQuran (KKTA) yang merupakan bagian dari rangkaian lomba yang diadakan di PIMNAS XXII. KKTA diadakan pada tangga 19 Juli di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, tempat acara PIMNAS XXII berlangsung.

Belum Buka Sudah Menang


dalam lomba KKTA ini ia dan Ragil harus mampu menyisihkan 75 tim lain dari seluruh PTN se Indonesia. Tidak gampang sebab ini adalah KKTA pertama. Namun modal kami adalah percaya diri. Apalagi ini merupakan lomba pertama yang akan membawa penetrasi yang baik bagi rekan-rekan kami yang akan berlomba di event PIMNAS ini,tutur mahasiswa semester empat ini. Dalam karya tulisnya ini, Fajar dan Ragil memaparkan gagasannya mengenai etika perdaganga dalam Islam. Mereka menyoroti tiga pilar yang saat ini masih kental dengan unsur-unsur ribawi. Ketiga pilar itu adalah perbankan, pasar financial meliputi saham dan obligasi serta perdagangan valas. Fajar mengatakan seharusnya system riil itu tumbuh seiring dengan system moneter. Namun yang terjadi di Indonesia, bahkan di dunia, tidak demikian. Menurut saya seharusnya system moneter ini tumbuh seiring meningkatnya system riil dalam hal ini perdagangan. Dan yang terjadi malah sebaliknya, justru system riil yang terpuruk. Melihat hal itu jika dilihat dalam sisi etika, sudah selayaknya jika kita menerapkan etika perdagangan dalam Islam agar system riil kita tumbuh lebih
wnd - Warta Unair

Dalam Kompetisi Karya Tulis Al Quran ini, Unair mengirimkan tujuh tim. Tujuh tim itu berasal dari Fakultas Ekonomi,Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilm Budaya dan Fakultas Keperawatan. Fakultas Ekonomi kemarin mengirimkan dua tim, dan kedua tim tersebut menang. Tim pertama adalah tim dari jurusan ilmu ekonomi yang terdiri dari dua mahasiswa, yaitu Muhammad Fajar Rahmadi dan Ragil Misas Fuadi. Tim ini lolos menduduki puncak peringkat pertama melalui karya tulis yang berjudul panjang Aplikasi One Monetery Unit For One Real Asset (OMNIFORA) Sebagai Usaha Meminimlakan Decoupling: Sebuah Upaya Revitalisasi Perekonomian Indonesia dalam Menghadapi Krisis Finansial Global. Meski berjudul panjang, namun karya tulis yang sejatinya singkat ini, hanya terdiri dari 15 halaman, mampu memikat para juri melalui presentasi tim yang sangat meyakinkan. Fajar, salah satu anggota tim mengatakan

Muhammad Fajar Rahmadi

baik,jelas Fajar. Fajar menyebutkan dunia perbankan Indonesia yang masih lekat dengan unsur riba. Masih ada system bunga yang tak hanya di perbankan konvensional, namun juga dalam hal obligasi dan perdagangan valuta asing. Di system bank syariah pun, Fajar melihat bank syariah di Indonesia belum berani menerapkan profit end loss sharing atau ketika perusahaan untung maka bagi hasil pun besar, namun jika perusahaan rugi seharusnya bank syariah pun harus berani merugi. Sistem bagi hasil yang benar menurut saya seperti itu. Tapi bank syariah di Indonesia menerapkan system revenue sharing jika perusahaan untung besar bagi hasi besar namun jika perusahaan rugi, bank tidak mau ikut merugi,jelas Fajar. Keberanian Fajar dan Ragil dalam mengkritik system ekonomi dan etika perdagangan yang saat ini berlaku di Indonesia sepertinya berhasil memikat juri untuk memilih mereka menjadi juara 1. Dan di event KKTA ini, Unair pun harus berbangga karena tim lain, masih dari Fakultas Ekonomi, juga meraih juara ketiga dari lomba KKTA ini. Tim ini berasal dari prodi D3 Akuntansi yang digawangi oleh Nurul Latifah dan Yusifa Nur Aulia. Mereka berhasil lolos setelah mempertahankan karya tulisnya yang berkaitan dengan hypnoparenting dan homeschooling untuk pembentukan kepribadian anak sesuai dengan tuntunan Al Quran. Nurul menceritakan ia dan Yusifa terinspirasi untuk menggabungkan konsep ini setelah melihat banyaknya perilaku menyimpang anak-anak yang jauh dari nilai-nilai Qurani. Oleh karena itu kami memadukan hypnoparenting dimana orang tua harus berulang-ulang mengajarkan contoh yang baik pada anak dan orang tua juga harus aktif mendampingin anak melalui metode homeschooling. Tujuannya selain mendekatkan anak pada orang tua, juga untuk mengajarkan nilai-nilai Qurani yang dipelajari melalui contoh terdekat yaitu keluarga,tutur Nurul. Menurutnya, usia anak 0-12 tahun adalah masa-masa yang paling efektif untuk mengajarkan tata cara Islami. Masa nol sampai dua belas tahun adalah masa-masa emas bagi seorang anak. Jika tidak dimanfaatkan dan diolah dengan baik hasilnya tentu saja tidak bisa maksimal,imbuhnya. wnd

PLASTIK BIODEGRADEABLE DARI PATI SINGKONG DAN LIMBAH KULIT UDANG

TERDEGRADASI DALAM 3 HARI


Kulit udang biasanya sudah tidak memiliki kegunaan apa-apa dan menjadi limbah yang berbau tidak sedap. Namun di tangan Ahmadi Jaya Permana dan Siti Wafiroh, limbah kulit udang itu bisa diubah menjadi plastik biodegradeable (ramah lingkungan). Tidak hanya bisa hancur ketika dibuang, plastik tersebut jauh lebih kuat dari pada kantong plastik biasa dan yang pasti tidak berbahaya bagi kesehatan. Produk mereka berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2009 di Universitas Brawijaya, Malang, 21 hingga 24 Juli lalu.
Sebenarnya ide tentang plastik biodegradeable sudah lama berkembang di Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, fakultas tempat Ahmadi dan Siti menimba ilmu. Plastik ramah lingkungan umumnya dibuat dari bahan pati singkong. Hanya saja masih banyak kelemahan jika menggunakan metode tersebut, misalnya plastik masih kurang memiliki sifat mekanik. Akhirnya Ahmadi dan Siti mencoba meningkatkan sifat mekanik dari plastik biodegradebale. Caranya dengan mencampurkan bahan pati singkong yang umum digunakan, dengan zat kitin yang berasal kulit udang. Kulit udang itu memiliki zat kitin, yang jika diolah berubah menjadi kitosan. Kitosan itu bisa meningkatkan sifat mekanik dari plastik biodegradeable, terang Ahmadi. Selain mampu meningkatkan sifat mekanik dari plastik, kitosan juga punya nilai lebih lain. Umumnya, plastik biodegradeble yang dibuat dari pati singkong memiliki sifat menyerap air karena plastik yang dihasilkan memiliki pori-pori. Setelah dicampur kitosan, plastik tidak lagi menyerap air karena pori-pori menghilang, sehingga air tidak bisa lagi menembus keluar. Selain itu, kitosan yang dipakai juga masih mempertahankan sifat anti bakteri dan anti kolesterol. Artinya, plastik biodegradeable ini aman bagi kesehatan, sehingga dapat menambah nilai jual. Ahmadi juga menambahkan, biaya produksi plastik biodegradeable ini rendah, karena kulit udang mudah didapat. Limbah kulit udang tidak lagi memiliki nilai ekonoBes - Warta Unair

Ahmadi Jaya Permana (kanan) dan Siti Wafiroh berhasil merubah limbah kulit udang menjadi plastik biodegradeable.

mis, sehingga biaya produksi bisa ditekan. Harga produksi per plastik, menurut Ahmadi, hanya Rp 75,- saja. Meskipun demikian, kalkulasi biaya produksi tersebut masih belum utuh, karena plastik itu masih dalam tahap uji coba laboratorium. Pembuatan plastik ini tidak melewati banyak proses yang rumit. Pertama-tama, untuk memperoleh kitosan,kulit udang dihilangkan kadar protein, mineral, pigmen, dan asetilnya. Kemudian kitosan dicampur dengan pati singkong sehingga menghasilkan komposit pati-kitosan. Terakhir, campuran tersebut ditambahkan zat kimia gliserol untuk mengeraskan dan memberi bentuk. Maka, jadilah plastik biodegradeable. Ahmadi menjamin plastik ini sudah lolos uji biodegradeable. Dia merendam plastik itu

ke dalam larutan EM4. Hasilnya, dalam waktu tiga hari, plastik itu sudah terpecah-pecah menjadi zat-zat yang bisa langsung diserap tanah. Sisa-sisa plastik itu menjadi kompos yang dapat diserap langsung oleh tanah. Namun menurut Ahmadi, plastik produk mereka ini masih perlu disempurnakan lagi. Pasalnya, sifat mekanik plastik produk mereka ini masih kurang sesuai harapan. Ahmadi dan Siti sedang berupaya menaikkan sifat mekanik plastik dengan mencampurkan bahan yang tidak berbahaya. Ahmadi tidak berencana mengajukan inovasi plastik biodegradeable ini ke industri besar. Rencananya plastik ini dikembangkan sendiri, untuk wirausaha begitu. Ini kan sesuai visi universitas, mencetak lulusan yang memiliki jiwa enterpreneur, ujar Ahmadi.gin

cmyk

cmyk

UNGGULAN

NO :

47

Tahun V Juli 2009

09

Delima, buah yang satu ini memang sudah sering jadi idola, baik karena khasiatnya, maupun rasa dan warnanya yang eksotis. Namun, siapa sangka, buah berwarna merah ini rupanya berpotensi menjadi musuh besar HIV (Human Immunodeficiency Virus), penyebab dasar AIDS. Bagaimana bisa?
Fakta ini coba diungkap oleh tiga orang mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, lewat karya tertulisnya yang diperlombakan dalam PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2009 ini. Dalam tulisannya tersebut, Arina Kartika (2007), Rahmat Hariyanto (2007), dan Chandra Bagus Dwiyanto (2008), dengan dibimbing oleh Prof. Dr. Retno Handajani, dr., M.S., mengungkap kandungan tanin pada tanaman delima (Punica Granatum L.), yang terbukti mampu menghambat laju perkembangan HIV pada penderita AIDS. Tanin sebagai antiviral alami yang terdapat pada beberapa jenis tanaman, memang telah teruji memiliki khasiat menghambat laju perkembangan HIV, namun tanaman delima rupanya memiliki keistimewaan menyediakan tanin dalam kadar yang paling tinggi, dibandingkan dengan tanaman lain yang juga mengandung tanin, seperti teh hijau, jambu biji, apel, dan jati belanda. Bagian yang diteliti paling banyak mengandung tanin adalah bagian kulit dari tanaman delima, baik kulit batang, buah, maupun akar. Dengan dosis konsumsi sebesar 30-67 gram/ liter perhari, tanin ini bekerja ke dalam dua fungsi terhadap HIV. Pertama, menghambat masuknya HIV ke dalam sel target dan yang kedua menghambat Reverse Transcriptase, sehingga RNA virus tidak bisa menjadi DNA dan memperbanyak diri. Dengan kata lain, tanin ini mampu mem-

perlambat kerja HIV dalam merusak sel-sel tubuh manusia dan memberikan harapan hidup yang lebih panjang bagi penderita AIDS. Karya tulis yang mendapatkan beberapa penghargaan saat PIMNAS, berupa emas untuk poster, serta perunggu dalam presentasinya, memberikan sumbangan penting bagi penelitian-penelitian selanjutnya di dunia kesehatan. Delima yang pemanfaatannya telah cukup luas bagi kesehatan, rupanya juga memiliki khasiat lainnya, yang dapat dimanfaatkan oleh penderita AIDS. Selain kandungan taninnya yang tinggi dan sudah dipastikan aman, tanaman delima juga memiliki kandungan lain, seperti antioksidan dan antimikroba yang menguntungkan bagi penderita AIDS, dalam menjaga ketahanan tubuhnya yang menjadi semakin rentan akibat HIV. Delima ini juga merupakan tanaman yang cocok hidup pada iklim Indonesia, sehingga mudah untuk dibudidayakan. Sayangnya, masih diperlukan penelitian lanjutan terhadap karya tulis yang masuk kriteria gagasan tertulis ini, untuk dapat diaplikasikan secara aman, sesuai dengan manfaatnya. afil

Arina Kartika , Rahmat Hariyanto, dan Chandra Bagus Dwiyanto meraih juara I bidang PKM GT Kelas A pada PIMNAS XXII
Bes - Warta Unair

Dengan menawarkan ide sederhana, iklan layanan masyarakat karya Tarita Kusuma dan teman-temannya menarik minat jurijuri dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2009 di Universitas Brawijaya, Malang.

Dua orang remaja, laki-laki dan perempuan, duduk di sebuah taman. Sesaat kemudian, remaja laki-laki mengatakan dia ingin putus hubungan dengan si perempuan. Perempuan itu akhirnya menangis tersedu-sedu dan menghabiskan banyak tisu untuk menghapus air matanya. Sesaat kemudian, layar berganti dan menampilkan seorang lakilaki yang membeberkan fakta bahwa untuk memproduksi enam lembar tisu, 1000 pohon harus ditebang. Kemudian, muncul narasi Save your broken heart tissues, save the forests. Itu tadi cuplikan iklan layanan masyarakat karya Tita, nama panggilan Tarita. Iklan yang berjudul Broken Heart Tissue itu sebenarnya mengambil tema yang cukup umum, yaitu mengenai penyelamatan lingkungan. Hanya saja,

Tita menambahkan unsur komedi dan ide yang sederhana, sehingga mampu diterima banyak pihak. Saya mencoba menyorot sisi minornya, yaitu membuang tisu sama dengan menebang seribu pohon. Jadi bukan sisi mayornya, yang patah hati itu, terang Tita. Menurutnya, karya-karya peserta lain lebih susah dimengerti. Juri sendiri menilai karya Tita sederhana dan langsung mengenai sasaran. Ide yang sederhana itulah yang mengantarkan iklan karya Tita meraih medali perak dalam PIMNAS 2009. Tita mengatakan ide iklan tersebut dari dirinya sendiri. Mahasiswa Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga ini ingin membuat iklan dengan ide yang sederhana. Tita kemudian mengajak teman-temannya sesama anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Sinematografi untuk memproduksi iklan ini. Karena ide berasal dari dirinya sendiri, Tita juga yang menjadi sutradara sekaligus editor. Saat produksi, Tita yang masih semester enam ini mengajak Kanti Viona dari Fakultas Psikologi dan Indiana Yanuar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebagai Art Director, Tarita Kusuma
Bes - Warta Unair

Sofian Solikhah dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) sebagaii kameraman, serta Ayu dari FE sebagai Scoring dan Music Director. Untuk pemeran atau talent-nya, Tita mengajak Septalia meta Karina dari Fakultas Psikologi, Dicky Septianto dari FE, dan Brian dari Fakultas Psikologi. Tita menceritakan banyak hal lucu dan tidak terduga terjadi sewaktu syuting untuk iklan tersebut. Misalnya, hasil syuting hari pertama ternyata sama sekali tidak digunakan. Itu karena saat syuting di danau di depan Rektorat Kampus C mereka diganggu banyak anak kecil. Waktu syuting akhirnya ditambahmenjadi dua hari. Hari kedua mereka syuting di lapangan parkir FE. Namun, karena berada di dekat fakultas sendiri, teman-teman Tita memanggil dirinya sehingga harus sering take ulang. Apalagi waktu ada bapak-bapak yang parkir di sana. Bukannya terus parkir, dia malah menonton kami. Terpaksa take ulang sampai lima kali, tutur Tita sambil tertawa. Kejadian tak terduga lainnya sewaktu Tita mengirimkan iklan mereka ke panitia PIMNAS. Ternyata begitu sampai di tangan panitia, CD berisi karya Tita pecah, karena Tita menggunakan jasa pos biasa. Akhirnya panitia menghubungi Tita melalui telepon. Namun, Tita tidak segera menjawab telepon itu karena tidak mengenali nomornya. Akibatnya dia sampai ditegur oleh panitia tersebut. Saat ini, Tita sedang sibuk membantu syuting film edukasi yang diproduksi UKM Sinematografi Unair, berjudul Dasar Bodoh!. Film ini disutradarai Nizar Rohman Amin, mahasiswa FKM sekaligus anggota UKM Sinematografi. Tita menempati posisi sebagai manajer produksi. Film ini bercerita tentang anak bodoh yang ingin semua orang di dunia menjadi bodoh. Menurut Tita, pesan yang ingin disampaikan film itu adalah menjadi bodoh bukan pilihan, tapi dari diri sendiri. Film ini bekerja sama dengan SMP Negeri 12 Surabaya, dengan mengajak siswa-siswa SMP tersebut sebagai talent.gin

cmyk

10

NO :

47

Tahun V Juli 2009

WARTA SIVITAS

Mengembalikan Peran Farmasis Dalam Dunia Medis


dang-undang yang mengatur tentang kefarmasian dan pekerjaaan kefarmasian secara khusus. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penggunaan obat-obat yang tidak sesuai standard. Misalnya saja pasien yang membeli obat separuh dosis atau membeli obat-obat ilegal. Untuk itu Ahaditomo berharap Unair sebagai lembaga pendidikan bisa menjadi leader bagi pengembalian fungsi dan peran apoteker ini. Apalagi seiring dengan pembangunan rumah sakit pendidikan ini. Unair seharusnya mampu menjadi contoh bahwa peran dan fungsi farmasis dan dokter harus dipilah, sesuai dengan kewenangan masingmasing. Meskipun demikian bidang keilmuan farmasi dan kedokteran harus terintegrasi agar dalam memberikan layanan pada pasien bisa satu suara,jelasnya. Pengintegrasian ini dimaksudkan agar dokter maupun apoteker tahu seperti apa subjek yang menjadi bidang garapnya. Misalnya saja suatu penyakit, dokter dan apoteker tahu apa yang harus dilakukan. Kewenangan dokter pada skenario diagnosa dan apoteker pada pelayanan obat yang tepat. Untuk itulah, lanjut Ahaditomo, pendidikan tinggi farmasi juga harus menyesuaikan dengan pendidikan tinggi kedokteran. Sementara itu menurut Drs. H. Soerjono Seto,Apt,MM., salah satu pembicara dalam diskusi panel tersebut mengatakan, untuk menjadi sebuah rumah sakit yang ideal, maka rumah sakit pendidikan Unair harus memperbanyak farmasi kliniknya. Idealnya 30 bed pasien setidaknya harus ditangani oleh satu orang apoteker. Apalagi rumah sakit pendidikan Unair dekat dengan sumber ilmunya, jadi harus memiliki farmasis yang lebih banyak,ujarnya. wnd

Dok - Warta Unair

Diskusi Panel Pengembangan Peran dan Fungsi Apoteker di Fakultas Farmasi.

Fakultas Farmasi - Warta Unair Sudah lebih dari 30 tahun Indonesia mengalami kesenjangan dalam legitimasi apoteker. Obat menjadi barang bebas. Tak sedikit dokter, bidan, mantri maupun ahli kesehatan yang bisa memberikan obat sendiri tanpa rekomendasi dari seorang apoteker. Bahkan tak sedikit apotek, yang seharusnya merupakan rumah para apoteker, memiliki apoteker yang terstandardisasi, atau malah yang lebih parah tidak punya apoteker. Kesenjangan legitimasi apoteker ini menurut Drs. Ahaditomo, M.S,Apt dalam Diskusi Panel Pengembangan Peran dan Fungsi Apoteker yang diadakan di Fakultas Farmasi (22/7), tanpa disadari sudah mengakar kuat dalam dunia kefarmasian di Indonesia. Padahal, dalam hukum kefarmasian dunia, sudah ditetapkan bahwa yang berhak membuat, meracik dan memberikan obat adalah apoteker, bukan dokter, bukan pula bidan atau ahli-ahli lainnya. Di dalam hukum dunia hal tersebut sudah diatur. Namun inilah yang terjadi di negara kita,

ketidakjelasan legitimasi itu masih terjadi dan itu menurut saya mengarah pada pelanggaran kode etik profesi,ungkap Ahaditomo. Menurut Ahaditomo, peran seorang dokter seharusnya terbatas pada pemberian diagnosa dan meresepkan obat, dan bukan membuat dan menjual obat. Namun yang terjadi saat ini banyak kasus yang mengungkap adanya dokter yang berpraktek bisnis dengan perusahaanperusahaan farmasi. Merekomendasikan merk obat tertentu tanpa melalui rekomendasi apoteker. Padahal ibaratnya, jika pasien membutuhkan air mineral, dokter cukup bilang pasien ini butuh air mineral dengan ukuran sekian. Sedangkan bentuk air mineral, apakah kotak atau bulat itu wewenang apoteker yang menentukan, jelasnya. Di Indonesia, obat pun seolah menjadi barang liar. Pemerintah hingga saat ini tidak punya undang-undang khusus tentang obat, hanya ada undang-undang tentang obat keras dan narkotika. Padahal menurut Ahaditomo, seharusnya ada un-

Acara fun rafting (arung jeram) yang dijadwalkan Wanala Unair berlangsung tanggal 4 Juli 2009 terpaksa harus mundur, banyak calon pendaftar yang menyatakan keberatan karena terkendala jadwal UAS yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Walau masih terdapat beberapa pendaftar yang keukeuh pada jadwal semula, namun akhirnya diputuskan untuk tetap diakomodir. Sementara itu, jadual rafting tetap dundur menjadi tanggal 11 Juli 2009.
Fun rafting tanggal 11 Juli itu berlangsung meriah, dan jumlah peserta didominasi dari FE. Sebagian besar berasal dari nonreguler malam. Bus yang digunakan berkapasitas 29 orang dan penuh sesak, hingga salah satu dari guide Wanala duduk lesehan di samping pak sopir dan mas kernet. Hampir 4 jam perjalanan dihabiskan untuk menuju lokasi arung jeram di sungai Pekalen Atas, desa Pesawahan, kecamatan Tiris, kabupaten Probolinggo. Namun rasa lelah dan penat itu terbayarkan lunas setelah peserta berarung jeram ria melewati rintangan-rintangan batu terjal dan puluhan jeram sungai pekalen atas. Didampingi oleh guide-guide handal dari Songa, peserta mampu melewati jeram-jeram berbahaya itu dengan selamat. Adrenalin sangat terpacu saat melewati jeram-jeram tersebut, hingga membuat peserta-peserta cewek yang ikut dalam perahu berteriak dari start sampai finish. Tidak hanya itu saja yang dirasakan, peserta juga sangat mengagumi keindahan panorama alam di sekeliling sungai yang diarungi. Terdapat beberapa gua kelelawar yang bisa dilihat, bau menyengat dari kotoran-kotoran ratusan kelelawar yang berterbangan meninggalkan kesan tersendiri. Sensasi lain yang dirasakan adalah terdapat beberapa air terjun indah yang ditemui, bahkan beberapa air terjun itu berada di lintasan sungai yang diarungi. Air-air terjun itu menimpa tepat di atas kepala dan helm peserta saat berarung jeram. Dengan jarak sungai Pekalen Atas yang kurang lebih 10 km, waktu yang harus dihabiskan untuk berbasah-basah di sungai sekitar 3 jam. Dan acarapun akhirnya ditutup dengan makan-makan bersama secara prasmanan, hidangan lauk-pauk khasap d pedesaan seperti sambal kacang panjang, penyetan ikan pari, ikan wader, ikan asin, lodeh, tempe, tahu, dan dadar jagung benarbenar membuat kegiatan hari ini terasa sangat menyenangkan. Atas saran beberapa peserta, tim Wanala Unair akan mengadakan kegiatan serupa di lain waktu. Jadi bagi anda yang berminat, tunggu saja tanggal mainnya.

Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas


Kampus C Warta Unair
Menjadi seorang pegawai negeri adalah dambaan dan kebanggaan banyak orang di negeri Indonesia, dan oleh sebab itu patut disyukuri oleh mereka yang berhasil mendapatkannya. Hanya orang yang bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil yang akan memperolehnya, karena negara tidak Gin - Warta Unair pernah memaksa seorang warganya untuk menjadi seorang pegawai Pengambilan sumpah pegawai negeri sipil di lingkungan UNAIR. negeri sipil. Selain itu, seleksi penerimaan pegawai negeri sipil di penting bagi semua pegawai negeri Percetakan, dan Kantor Pusat. Para tenaga dosen yang diamlingkungan pendidikan tinggi tidak sipil untuk menguatkan niat dan bil sumpahnya berasal dari Fakuldalam bekerja, tegasnya. dapat dimanipulasi. Lebih lanjut rektor mengingat- tas Kedokteran sebanyak tiga orHal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. kan bahwa wujud dari komitmen ang, Fakultas Kedokteran Gigi dua H. Fasich, dalam acara pengambi- para pegawai negeri itu harus ditun- orang, Fakultas Hukum satu orang, lan sumpah pegawai negeri sipil di jukkan melalui kerja keras, cerdas dan dari Fakultas Ekonomi enam orang. lingkungan Universitas Airlangga, ikhlas. Sikap ini sedang dibutuhkan Sementara dari Fakultas Farmasi tiga Kamis (2/7) di Aula Garuda Mukti oleh Universitas Airlangga yang orang tenaga dosen, Fakultas KeGedung Rektorat Kampus C Unair. berstatus BHMN yang sedang dokteran Hewan satu orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dua Dikatakan selanjutnya, seseor- dalam persiapan menjadi BHPP. Pengambilan sumpah tersebut orang, Fakultas Sains dan Teknoloang yang bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil adalah orang diikuti oleh 242 orang Pegawai gi tiga orang, Fakultas Kesehatan yang harus senantiasa mempunyai Negeri Sipil yang terdiri dari 41 ten- Masyarakat lima orang, Fakultas komitmen yang tinggi untuk men- aga akademik dan 201 tenaga Psikologi empat orang, Fakultas Ilmu darmabaktikan tenaga dan pikiran- kependidikan. Para tenaga pendid- Budaya delapan orang, dan dari nya bagi bangsa dan negaranya. ik tersebut berasal dari berbagai Fakultas Keperawatan dua orang. Bertindak selaku saksi adalah Tidak ada satu alasan pun yang fakultas dan lembaga di lingkundapat dikemukakan untuk membe- gan Unair, seperti dari Pascasarja- Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhambaskannya dari tanggung jawab na, Lembaga Penelitian dan Peng- mad Zainudin, Apt, dan Wakil Reitu, apalagi dengan alasan gaji yang abdian Kepada Masyarakat, Per- ktor II Prof. Dr. H. Muslich Anshori, tidak mencukupi. Oleh sebab itu pustakaan, Pusat Penerbitan dan SE., M.Sc.Ak. gin

WARTA SIVITAS
AIRLANGGA ENTERPRENEUR COMMUNITY

NO :

47

Tahun V Juli 2009

11

KEMBANGKAN WIRAUSAHA BERDASAR AKADEMIK DAN SAINS


Kampus C Warta Unair

Berawal dari keprihatinan melihat Unair belum memiliki komunitas wirausaha sendiri, beberapa mahasiswa Universitas Airlangga yang sudah memiliki usaha sendiri sepakat mendirikan Airlangga Enterpreneurship Community.
Siapa sangka banyak mahasiswa Unair yang tertarik membangun usaha sendiri dan menjadi seorang wirausaha. Begitu banyaknya mahasiswa yang ingin menjadi seorang wirausaha terlihat antusiasme mereka setiap mengikuti lomba-lomba rencana bisnis. Namun demikian, mereka masih belum tergabung dalam suatu wadah sendiri yang mampu menaungi dan membina mereka. Karena itu, beberapa mahasiswa Universitas Airlangga sepakat me-launching Airlangga Enterpreneurship Community (AEC) di Gedung Kahuripan Kampus C Universitas Airlangg (11/6). AEC digagas oleh Renato, seorang alumnus Program Studi D3 Pariwisata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan dibantu beberapa orang temannya yang masih berstatus mahasiswa. Mereka semua adalah mahasiswa yang sudah memiliki usaha sendiri. AEC bermula dari obrolan Renato dan temantemannya untuk membentuk sebuah komunitas wirausaha. Mereka kemudian mengajukan sebuah rencana kepada Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Unair dan Bidang Kemahasiswaan. Gayung bersambut, Ketua PPKK dan Kepala Bidang Kemahasiswaan tertarik dengan ide tersebut. Akhirnya, Renato dan teman-temannya membentuk AEC ini untuk mewadahi mahasiswa lain yang ingin menjadi seorang wirausahawan. Hal yang menjadikan AEC menarik adalah statusnya sebagai sebuah komunitas yang independen, tidak terikat oleh Rektorat Unair. Menurut David Suryangga, salah seorang penggagas AEC, komunitas ini sengaja dibentuk demikian karena wirausahawan sendiri seharusnya adalah orang yang bebas, tidak terikat, sehingga mampu lebih mengembangkan diri. PPKK berfungsi sebagai pembina, sementara yang menjadi mentor anggotanya adalah mahasiswa yang sudah berpengalaman dalam wirausaha. Dengan demikian, para anggota akan merasa dekat karena memiliki latar belakang yang sama. AEC sendiri memiliki kegiatan-kegiatan seperti mengadakan sharing dan forum bisnis dengan para wirausahawan, melakukan promosi produk-produk bisnis anggotanya, pameran bisnis, mengadakan pelatihan dan pengembangan berjenjang bagi para wirausahawan pemula, serta melakukan presentasi ke berbagai institusi untuk menggaet sponsor. Dengan anggota yang tersebar dari seluruh fakultas di Unair, AEC berusaha menularkan semangat dan ilmu wirausaha kepada seluruh anggotanya. David mengakui, mayoritas mahasiswa yang akan memulai sebuah usaha mengeluh permasalahan modal. Namun David mengatakan itu adalah mindset yang salah. Menurutnya, modal bisa didapat dari mana saja. Melalui AEC, para wirausahawan muda itu akan diubah mindset-nya, dengan bimbingan mahasiswa yang sudah berpengalaman dalam

Win - Warta Unair

Da'i Bachtiar menjadi keynote speaker dalam seminar ini. Mahasiswa membagikan ilmunya kepada peserta.
Gin - Warta Unair

wirausaha. Untuk bisa menjadi anggota AEC tidak memiliki persyaratan khusus, hanya melakukan registrasi lewat SMS. Anggota AEC akan mendapat kartu anggota yang berlaku seumur hidup. Uniknya, begitu terdaftar dalam AEC, setiap anggota wajib untuk memulai sebuah usaha sendiri. Namun, bukan berarti setiap anggota dilepas begitu saja dalam mendirikan sebuah usaha. AEC tetap akan membimbing anggota yang baru bergabung untuk memulai usaha yang sesuai dengan bakat dan keilmuan mereka. Hal ini juga yang menjadi keunikan AEC dibandingkan komunitas wirausaha yang ada

di tempat lain. Setiap anggota akan diberi pilihan untuk mengembangkan usaha berdasarkan bakat atau berdasarkan keilmuan. Jika memilih membuka usaha berdasarkan bakat, AEC akan membantu mengembangkan bakat tersebut. Sedangkan jika memilih membuka usaha berdasar keilmuan, AEC akan membantu melakukan penelitian. AEC berusaha memaksimalkan bidang keahlian dan core competence setiap anggotanya. Apalagi, Unair sendiri memiliki berbagai bidang keahlian. Tidak seperti universitas lain yang menerapkan wirausaha sebagai sebuah ilmu bisnis, AEC mengembangkan kewirausahaan dengan dasar akademik dan sains.gin

MIMPI, ENERGI UNTUK MAJU


Rektorat Warta Unair Masalah pengangguran, khususnya pengangguran terdidik, pada kenyataannya bukan sekedar tanggung jawab personal, namun juga merupakan tanggung jawab institusi pendidikan yang turut membesarkan mereka. Tanggung jawab moral inilah yang nampaknya disadari benar oleh Universitas Airlangga, sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama. Terbukti, tidak hanya fokus menggodok anak didiknya dalam ranah akademik, namun juga dalam pengembangan soft skill dan mental kerja. Salah satunya dapat disimak dalam acara yang dimotori oleh Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga, bekerja sama dengan PPKK (Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan) pada Senin (27/7) lalu, bertempat di Rektorat, Universitas Airlangga. Acara yang bertajuk Menggali Potensi Diri Meraih Prestasi ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari kalangan mahasiswa. Acara ini diisi oleh beberapa pembicara kewirausahaan seperti Darmawan Setijanto, Tubiyono, Hendrik Setiabudi, dan Arief Firmansyah. Dr. Elly Munadziroh, M.S., Drg, selaku ketua PPKK menyatakan, tema tersebut diambil berdasarkan permasalahan yang ditemukan pada mahasiswa di lapangan, berupa kesulitan dalam memetakan potensi dirinya. Dampaknya serius, mahasiswa menjadi tidak percaya diri, termasuk Pelatihan kewirausahaan untuk membekali mahasiswa dalam menghadapi per- menghadapi persaingan di dunia kerja.
Dok - Warta Unair

HARUN IMMANUEL, PERINGKAT IV ONMIPA NASIONAL

saingan di dunia kerja nantinya, ujar Elly. Dijelaskan lebih lanjut oleh Epy M. Luqman, selaku Ketua Pelaksana, cara yang dapat dilakukan seseorang untuk dapat mengenali potensi dalam dirinya adalah melalui evaluasi diri. Kejujuran dan keterbukaan diri dalam mengakui setiap kekuatan dan kelemahan diri, merupakan kunci untuk mengevaluasi diri, terang Epy. Ditambahkan Elly, untuk dapat melakukan evaluasi diri, tentunya harus ada pembanding dan tantangan yang diambil. Selama orang tidak berani mengambil tantangan, maka ia tidak akan pernah tahu, jelasnya. Dalam acara ini juga ditekankan pentingnya keinginan atau yang disebut Elly sebagai mimpi. Setiap orang harus mampu merumuskan apa yang menjadi citacita dan mimpi itu sendiri bagi dirinya, jelasnya. Menurut Elly, mimpi mampu memberikan energi dan spirit bagi seseorang untuk berjalan ke arahnya untuk kemudian meraihnya, tidak peduli bagaimana potensi yang dimilikinya. Tidak ada orang yang tidak mampu, yang ada hanyalah orang yang malas, lanjut Elly.afil

TARGET RAIH EMAS DI OLIMPIADE INTERNASIONAL


kan. Metode yang dipakai Bagi Harun Immanuel, terserah, apa saja yang dismatematika bukanlah seukai, ujarnya. Harun suatu yang harus ditakuti sendiri lebih suka belajar atau dihindari. Mahasiswa soal-soal matematika yang semester enam Departemen didapatnya dari internet. Matematika Fakultas Sains Berkat kegemarannya dan Teknologi Universitas menjawab soal-soal Airlangga ini justru sangat matematika, Harun berhamenggemari Matematika sil meraih peringkat IV dan menganggap matematidalam Olimpiade Matemaka sangatlah menarik dan tika IPA Nasional 2009. menantang. Saking gemarnPadahal Harun mengaku ya, Harun biasa memanfaattidak ada persiapan istimekan matematika untuk wa untuk ONMIPA 2009 mengisi waktu luangnya. Harun Immanuel itu. Ia hanya menjalani latiMisalnya ketika selesai beribadah Minggu di gereja, sambil menunggu han soal-soal tambahan di bawah bimbingan jemputan, Harun menyelesaikan soal-soal dosennya, Dra. Inna Kuswandari, M.Si dan matematika. Begitu asyiknya berkutat dengan Dr. Eridani, Drs., M.Si. Dan untuk mempersoal-soal itu, kadang dia lupa kalau jempu- dalam latihannya, ia mengunduh soal-soal matematika dari internet sebagai bahan latitannya sudah datang. Menurut Harun, matematika sangat ber- han. Ini karena kadangkala soal-soal dari inguna dalam membangun pola pikir seseorang. ternet jauh lebih variatif. Meniti sukses dalam ONMIPA 2009 itu, Seseorang yang menyenangi matematika akan lebih mudah berpikir logis. Harun men- ia harus mampu melewati dua kali saringan. gatakan, perusahaan-perusahaan biasanya Pertama, pada 8 Juni 2009, dan yang kedua lebih memiliih lulusan Departemen Matema- pada 13 Juni 2009. Pertandingan juga dilangtika daripada lulusan dari Teknologi Informa- sungkan dua kali, pagi dan sore hari. Setiap si. Itu karena lulusan jurusan matematika bisa peserta harus melewati beberapa bidang ujian, memahami logika pemrograman komputer leb- seperti Aljabar Linear, Struktur Aljabar, Analih mudah, sehingga jika mampu memahami isis Real, Analisis Kompleks, Analisis Numerlogika tersebut, suatu program komputer da- ik, dan Kombinatorika. Soal-soalnya yang paling susah yang analisis. Itu karena karakpat diselesaikan lebih cepat. Dalam mempelajari matematika, Harun ter soalnya sulit ditebak, kata Harun, mengatakan tidak ada metode khusus. Hanya menanggapi ujian yang dihadapinya. saja dia sangat mengandalkan mood-nya. BeMeskipun demikian, Harun berhasil megitu mood belajar sudah tinggi dan hati sudah nyisihkan lawan-lawannya yang berasal dari tenang, soal seperti apa pun bisa diselesaiBersambung ke hal 13

12

NO :

47

Tahun V Juli 2009

WARTA SIVITAS

FK Unair Ikrarkan Kampus Bebas Narkoba


Fakultas Kedokteran-Warta Unair
Apa jadinya jika bertahuntahun Anda menjadi budak narkoba? Pengalaman ini diungkapkan oleh Ir. Herwin Asywir (32 tahun), pemuda asal Jakarta yang 15 tahun terjerat sebagai budak narkoba. Ibarat makan nasi, keluar masuk penjara adalah hal yang biasa baginya. Tetapi sudah 4 tahun ini ia sadar, insyaf, dan berhasil bercerai dengan narkoba. Bahkan sekarang ia menjadi relawan kampanye anti-narkoba di Surabaya. Cuplikan kisah diatas adalah sepotong cerita yang dipaparkan oleh salah satu narasumber, mantan pecandu narkoba dalam Seminar Anti Narkoba dan Pencegahannya yang diadakan di Fakultas Kedokteran Unai. Seminar ini diadakan untuk menandai Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2009. Ribuan orang hadir memeriahkan peringatan HANI 2009 ini.Selain seminar, dalam peringatan HANI ini para peserta juga melakukan deklarasi bersama anti narkoba No Place For Drugs, Minggu (28/6). Deklarasi bersama ini pun berlangsung meriah karena dihadiri oleh sejumlah pejabat diantaranya ada Kapolwil Surabaya Kombes. Pol. Ronny F. Sompie, Ditreskrim Narkoba Polda Jatim Kombes .Pol. Erwin Harahap, Wawali Surabaya dan Ketua BNK Surabaya Drs. Arif Affandi dan Dekan FK Unair, Prof. Dr. Muhammad Amin. Sebelum berikrar, para peserta melakukan senam bersama di halaman FK Unair yang dilanjutkan konvoi 1000 sepeda motor keliling kota oleh komunitas Motor Club Surabaya. Peserta konvoi membawa bendera bertemakan Anti Narkoba. Kampus Bebas Narkoba Setelah FKM menuai sukses sebagai kampus bebas asap rokok, kini FK berkomitmen kuat untuk menjadikan kampus para dokter ini sebagai kampus bebas narkoba. Seusai ikrar deklarasi, Dekan FK Unair Prof. Muhammad Amin mengatakan bahwa pihaknya akan terus menjaga agar kampus hijau ini bebas dari narkoba. Caranya dengan aktif membuat kegiatan nyata, baik oleh deBes - Warta Unair

Formatur IKA Unair Wilayah Malang Raya foto bersama Rektor Unair Prof. Dr. Fasich (tengah) dan Wakil Ketua IKA Unair Drs. Suko Hardjono, Apt., MS (kanan).

Terbentuk, Formatur IKA Unair Malang Raya


Malang Warta Unair Memanfaatkan waktu luang disela partisipasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2009, pimpinan Universitas Airlangga mengadakan pertemuan silaturahmi dan dialog dengan anggota Ikatan Keluarga Alumni (IKA Unair) wilayah Malang. Acara ini dilaksanakan di Hotel Pelangi Kota Malang, Kamis 24 Juli 2009 malam. Pada acara yang dihadiri sekitar 150 anggota alumni se Malang Raya (Kodya dan Kabupaten Malang serta Kotatip Batu) tersebut, akhirnya terbentuk formatur IKA Unair Wilayah Malang Raya. Dalam waktu satu sampai dua bulan ini formatur hendaknya bisa menyusun personalia Pengurus IKA Unair Malang Raya. Kelima formatur tersebut adalah dr. Aman Ardjito Endarto, SKM., dr. Prabowo Soebianto, SpOG., Prof. Dr. Aulaniam, drh., DES., Drs. Bambang Sidharta, Apt., MS., serta Dra. Isnaeni SKM. Pimpinan Universitas Airlangga yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Rektor Prof. Dr. Fasich, Apt., disertai ketiga Wakil Rektor, beberapa dekan fakultas, pejabat Direktur dan Kabid. Sedang dari IKA Unair hadir Wakil Ketua Presidium Drs. Suko Hardjono, Apt., MS disertai beberapa anggota presidium, diantaranya Drs. Tubiyono MS (FIB), Prof. Dr. Suryanto (FPsi), FKM, dsb. Dalam kesempatan itulah Rektor menjelaskan tentang masa lalu, saat ini, dan harapan masa depan Universitas Airlangga, dimana saat ini sudah menyandang sebagai salah satu dari tujuh PTN yang berstatus BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Dengan kepercayaan yang diberikan pemerintah ini, Unair sangat membutuhkan kerjasama dan bantuan dari semua unsur civitas akademika, termasuk alumni. Demi masa depan, Rektor berharap bahwa IKA Unair, baik yang berada di pusat maupun yang berada di daerah hendaknya dapat melakukan jemput bola, atau bahkan membuat bola sendiri untuk selalu mengadakan hubungan dengan almamater. Sesungguhnya keunggulan universitas itu bukan ditentukan oleh keunggulan satu-dua fakultasnya, tetapi oleh keunggulan kolektif antar-fakultas dan seluruh civitas akademikanya, kata Prof. Fasich. Drs. Suko Hardjono, Wk Ketua Presidium IKA Unair mengatakan, dalam struktur IKA Unair terdapat dua pilar yang memungkinkan sekali untuk dikembangkan, yakni IKA Fakultas dan IKA Wilayah/Daerah. Oleh karena itu, ia berharap IKA Unair Wilayah Malang Raya bisa lebih digiatkan kembali aktivitasnya. Dalam acara dialog, dr. Lukman, SpTHT., yang sekarang menjadi Bersambung ke hal 15

Penandatanganan deklarasi bersama anti narkoba No Place For Drugs, Minggu (28/6).

kanat dan oleh mahasiswa. Bahkan ia berharap kampus bebas narkoba bisa diperluas keluar FK. Untuk itu BEM FK Unair sudah siap menjalankan misi ini, baik untuk internal Unair maupun untuk jejaring kampus bebas narkoba di Surabaya. Ada kewajiban moral bagi kami untuk mewujudkannya, sehingga tidak hanya dalam bentuk deklarasi saja, kata Guru Besar ahli penyakit paru FK Unair ini. Kegiatan yang sudah diagendakan bersama dengan BEM FK antara lain seminar, diskusi, lomba karya tulis pelajar/mahasiswa, penyuluhan dan baksos masyarakat. Diakui oleh Prof Amin, bahwa sebenarnya mahasiswa kedokteran itu termasuk yang rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Alasannya, karena para calon dokter ini sudah tahu seluk beluk narkoba dan efek halusinasinya, sehingga rawan untuk mencoba sendiri. Dan tindakan coba-coba inilah yang umumnya menjadi cikal bakal dari ketergantungan terhadap obat-obat psikotropika. Untuk itulah dengan pendalaman terhadap dampak negatifnya, diharapkan calon dokter ini tidak menyalahgunakan dan sebaliknya mereka justru mampu menjadi agent of change yang turut serta mensosialisasikan anti narkoba. Di sisi lain, Wawali Surabaya Drs. Arif Affandi, yang juga Ketua BNK Surabaya berharap wacana kampus bebas narkoba ini bisa diperluas ke kampus-kampus lain di Kota Surabaya dan Jawa Timur. Masalahnya, peredaran narkoba

sudah semakin memprihatinkan. Indonesia sudah bukan lagi sebagai konsumen, tetapi sudah berubah menjadi produsen narkoba. Dengan bekerjasama dengan seluruh elemen di masyarakat, Wawali berharap penyalahgunaan narkoba ini bisa ditekan. Kepolisian menegakkan segi hukum dan mengatasi peredarannya, sedangkan masyarakat, BNN, BNP, BNK dan organisasi relawan lainnya mengatasi dari sisi penggunanya. Tetapi saya optimis, kalau fakultas kedokteran sudah turun gunung, persoalan narkoba kedepan akan lebih baik. Sebab kalau pihak yang paham tentang narkoba saja sudah siap untuk mengatasi, maka itu tentunya akan membawa dampak positif, kata Arif Affandi. Kapolwil Surabaya Kombes. Pol. Ronny F. Sompie menambahkan komitmen gerakan anti-narkoba ini perlu didukung oleh semua pihak dan komitmen ini harus ditumbuhkan setiap saat. Artinya kegiatan sosialisasi pencegahan dan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba ini perlu dilakukan sesering mungkin, baik melalui diskusi, seminar, bakti sosial, atau pun melalui penyuluhan. Karena itu saya salut dan memberi apresiasi yang tinggi kepada FK Unair yang mampu mengawali deklarasi kampus bebas narkoba ini, kata Kapolwil.Tak sebatas itu saja, pihak kepolisian pun siap membantu jika sewaktu-waktu FK Unair atau elemen masyarakat lain ingin melaksanakan kegiatan yang mendukung gerakan anti narkoba ini. bes

BEM FE Gelar Khitanan Massal


Fakultas Ekonomi Warta Unair Dewasa ini sudah banyak perusahaan maupun universitas yang menyelenggarakan khitanan missal sebagai bentuk pengabdian sosial pada masyarakat. Begitu pula dengan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga (Unair). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE Unair menyelenggarakan acara khitanan masal untuk pertama kalinya pada 11 Juli lalu. Selama ini acara khitanan masal belum pernah diselenggarakan fakultas bidang sosial di Unair. BEM FE Unair menyelenggarakan acara khitanan masal sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat sekaligus program kerja. Sebelumnya BEM FE Unair belum pernah menyelenggarakan acara semacam ini. Dalam menyelenggarakan khitanan masal, BEM FE Unair bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Surabaya. Kerjasama tersebut dalam bentuk pelaksanaan acara dan santunan. Peserta mendapatkan fasilitas dokter gratis, pengobatan pasca dilaksanakan di kecamatan Gubeng saja. Namun pihak panitia memutuskan memperlebar wilayah di seluruh Surabaya, terutama yang dekat dengan puskesmas tersebut. Tasyakuran akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli setelah semua peserta selesai dikhitan. Awalnya khitanan masal itu direncanakan terlaksana tanggal 11, 18, dan 21 Juli 2009. Namun keterbatasan peserta membuat acara ini hanya berlangsung tanggal 11 dan 18 Khitanan masal sebagai bentuk pengabdian BEM FE Juli saja. Banyaknya pihak luar Unair pada masyarakat. yang juga menyelenggarakan dikhitan gratis, obat gratis, uang transport acara serupa membuat panitia kesulitan dan santunan berupa uang. Selain itu mendapatkan peserta. Peserta yang peserta juga diberi sarung, peci, perlengkamendaftar hanya enam orang saja, padahal pan alat tulis,serta uang transport. targetnya adalah tiga puluh perserta. Puskesmas Modjo dan Puskesmas Sebenarnya masyarakat menyambut Mulyorejo merupakan tempat berlangsung- secara antusias kegiatan itu, akan tetapi nya acara. Awalnya acara ini hanya persyaratan yang diberikan Dinas KesehaGin - Warta Unair

tan membuat mereka agak enggan untuk mengikutinya. Persyaratan itu antara lain harus menyerahkan fotokopi Kartu Susunan Keluarga (KSK) dan surat keterangan tidak mampu atau Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Pihak panitia sudah berusaha membantu menguruskan persyaratan tersebut, namun sayang hal itu tidak merubah minat masyarakat. Selain itu, masyarakat merasa jumlah santunan yang diberikan masih kurang. Ada peserta yang membatalkan mengikuti acara kami karena santunan di tempat lain lebih besar, kata Andreas selaku ketua panitia. Walau nyatanya jumlah peserta khitanan kali ini tidak sesuai target, namun Andreas tetap berharap acara serupa bisa dilaksanakan kembali tahun depan. Meski banyak saingan dari luar, tetapi acara kita lebih terjamin karena bekerja sama langsung dengan Dinas Kesehatan, tambahnya. Dinas Kesehatan dan pihak puskesmas akan bertanggung jawab atas pelaksaan khitanan massal ini. Acara khitanan massal ini berlangsung lancar dari awal hingga akhir. Reta

Bes - Warta Unair

WARTA SIVITAS
PARTISIPASI PEMILIH PEMULA DALAM PILPRES 2009

NO :

47

Tahun V Juli 2009

13

GOLPUT RUGIKAN DIRI SENDIRI


FISIP Warta Unair Berencana menjadi golongan putih atau golput pada Pilpres mendatang? Lebih baik pikirkan dulu niatan itu, karena menjadi golput ternyata justru merugikan diri sendiri. Mengapa bisa begitu? Karena nasib kita lima tahun mendatang ditentukan oleh orang lain yang menggunakan hak pilihnya. Menjadi golput tidak mempengaruhi keabsahan hasil pemilu, pemimpin yang terpilih dalam pemilu pun tidak berkurang otoritasnya. Hal itulah yang disampaikan dalam Seminar Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula dalam Pilpres 2009, di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (6/7). Seminar yang diadakan atas kerja sama Hima Politik FISIP Unair, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbang), Departemen Dalam Negeri, dan Lembaga Pembudayaan Pancasila dan Pembangunan (LP3) Jawa Timur ini dihadiri juga oleh para pemilih pemula, seperti mahasiswa FISIP tahun pertama dan sejumlah siswa SMA dari SMA Negeri 10 Surabaya dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Dalam seminar tersebut, salah seorang pembicara yaitu Drs. Priyatmoko, M.A., mengatakan dalam setiap pilihan memang tidak selalu sempurna dan ada resikonya. Karenanya lebih baik memilih yang kurang jelek di antara yang paling jelek. Menurutnya, pemilu merupakan bagian dari demokrasi prosedural, yang intinya untuk mengakui bahwa semua orang adalah sederajat dan memiliki hak yang sama. Ketidaksempurnaan demokrasi merupakan suatu keniscayaan, sehingga demokrasi terbuka untuk dikritik dan diperbaiki. Tidak memilih dalam pilpres

OBAT OFF-LABEL : DIREKOMENDASIKAN DOKTER


Fakultas Farmasi Warta Unair
Untuk memberikan pelayanan yang profesional, pharmacist harus selalu meningkatkan pengetahuan di berbagai bidang. Salah satu perwujudan dari hal ini adalah pengenalan terhadap obat kategori off-label, yaitu obat-obat dengan indikasi tidak lazim (Unusual / Off-label Drug Use / Unlicensed). Obat-obatan jenis ini diresepkan dokter dengan indikasi baru dan dosis, rute, lama serta untuk usia yang berbeda yang tidak tercantum dalam informasi dari produk obat yang telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration). Obat off-label muncul setelah dokter dan peneliti lainnya menemukan indikasi lain pada suatu obat tertentu dan dokter memiliki kebebasan (prerogatif) untuk meresepkan untuk indikasi baru tersebut, jadi FDA tidak memiliki peran dalam sertifikasi obat off-label. Hal lain adalah informasi atau riset yang dimiliki oleh FDA lebih lambat dari pada yang dilakukan oleh peneliti lain. Informasi mengenai obat off-label sangat terbatas dan pada umumnya tidak dijumpai dalam buku monografi obat yang baku ataupun informasi brosur dari produk obat pabriknya. Informasi terbaru obat off-label biasanya kita dapatkan dari jurnal ilmiah kedokteran maupun farmasi. Kurangnya informasi mengenai obat-obat ini oleh pharmacist tentunya bisa menimbulkan kesalahan penafsiran dari tujuan peresepan tersebut. Oleh karena itulah Fakultas Farmasi utamanya Departemen Farmasi Klinis, menyelenggarakan seminar bertajuk Obat Kategori Off-Label dalam Aplikasi Klinis, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2009 di ruang 3.1 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya. Seminar ini menyuguhkan tiga materi yang disampaikan secara bergiliran oleh dua pembicara, yaitu Suharjono dan Yulistiani. Materi pertama yang disampaikan oleh Dr. Suharyono menerangkan tentang sejarah obat off-label yang dimulai pada tahun 1930 di Amerika Serikat. Selanjutnya ia berbicara mengenai sertifikasi informasi obat off-label disertai dengan daftar obat off-label yang sudah legal dan daftar obat off-label baru. Materi Obat Off-Label dalam Bidang Obstetri Ginekologidibawakan oleh Dra. Yulistiani, MS. Ia menjelaskan bahwa obat kategori off-label di bidang obstetri ginekologi (obgin/ilmu kebidanan dan penyakit kandungan) sudah lama diresepkan dan digunakan oleh klinisi/dokter dalam implikasi klinis. Banyak pula obat off-label pada akhirnya menjadi on-label (obat yang memenuhi kriteria keamanan dan efikasi). Macam-macam obat off-label dalam bidang obstetri ginekologi antara lain: metoklopramid, kortikosteroid (deksametason, betametason), nifedipin, asetosal, indometacin, magnesium sulfat, antiestrogen, androgen (danazol) dan kontrasepsi oral untuk mengatasi berbagai kasus ginekologi, reproduksi, perinatologi dan onkologi. Pada materi Obat Off-Label dalam bidang Pediatri, Suharjono mengupas soal obat off-label dalam untuk menangani penyakit anakanak (pediatri). Diantaranya adalah Fenobarbital atau Luminal (obat tidur dan antikonvulsan) dosis kecil untuk bayi neonatus yang kuning (jaundice). Pada kasus ini, fenobarbital tidak sebagai obat tidur sebagaimana mestinya, akan tetapi dapat digunakan untuk merangsang produksi glukuronat pada bayi neonatus sehingga bisa mengikat bilirubin yang bebas dalam darah agar gejala kuning / jaundice hilang. Sumarno, Ketua Panitia seminar Obat Kategori Off-Label dalam Aplikasi Klinis menyatakan, seminar yang berlangsung selama setengah hari ini diselenggarakan sebagai bagian dari continued professional development bagi kalangan pharmacist di Surabaya dan sekitarnya. Materi yang disajikan seputar obat off-label, yang harus diketahui oleh kalangan pharmacist agar tidak salah dalam mengkomunikasikannya dengan pasien. Meskipun obat off-label tidak berbahaya karena sudah ada penelitian mengenai hal ini, namun bila salah dalam menyampaikannya pada pasien, maka sang pasien bisa shock. Oleh karena itu, kalangan pharmacist perlu tahu mengenai obat off-label dan perkembangannya. Sumarno berharap, acara ini tidak berhenti sampai di sini saja, karena tentu akan lebih banyak temuan lain yang dapat memperkaya pengetahuan para pharmacist. Mengenai rencana seminar selanjutnya, Sumarno mengatakan bahwa Departemen Farmasi Klinis selaku panitia seminar ini sudah mulai merancangnya. Meski masih berupa draft, namun seminar yang rencananya bertema Kardiologi itu diharapkan sudah dapat diselenggarakan pada bulan Oktober 2009. gry

Gin - Warta Unair

Seminar Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula dalam Pilpres 2009.

sama sekali tidak mengurangi keabsahan pemilu. Justru jika rakyat pasif, akan menjadi ladang subur bagi kekuasaan yang otoriter, terang Priyatmoko. Menurutnya, jika rakyat pasif dengan segala kebijakan penguasa, penguasa akan bertindak semena-mena, sehingga timbul pemerintahan otoriter. Sikap golput sendiri bukannya dilarang, namun yang dilarang adalah apabila menghalang-halangi seseorang untuk menggunakan hak pilihnya. Pemilu dinilai sukses apabila mampu menghasilkan pemimpin yang amanah, bukan dari keikutsertaan dan partisipasi rakyat. Pemilih pemula seperti pelajar SMA dan mahasiswa rawan menjadi golput. Apalagi citra politik di kalangan anak muda saat ini sudah semakin menjauh. Menurut Priyatmoko, kehidupan remaja saat ini lebih banyak dipengaruhi pasar, yang lebih mampu menampilkan janji kehidupan yang lebih baik. Hal itu bertolak belakang dengan partai politik saat ini, yang dianggap tidak bisa lagi menawarkan janji-janji nyata. Ditambah lagi, sejak kecil, anak-

anak hanya diajarkan mengenai hak dan kewajiban secara hapalan, bukan secara praktek, sehingga sikap apatisme remaja saat ini semakin kuat. Acara seminar tersebut menarik perhatian para pemilih pemula. Mereka dengan antusias berdiskusi dengan para pembicara, antara lain Drs. Priyatmoko, M.A., dari FISIP, Kahima Jurusan Politik FISIP Unair Anggara, dan Rosdiansyah, M.Sc., dari LP3 Jatim. Salah satu yang menarik perhatian para pemilih pemula in adalah isu kampanye hitam atau black campaign. Menurut Rosdiansyah, kritik atas seorang calon jika memang berdasarkan fakta dan data harus dijawab oleh calon yang bersangkutan, bukan dengan menuding bahwa hal tersebut merupakan kampanye hitam. Senada dengan Rosdiansyah, Priyatmoko juga mengatakan menjadi seorang pemimpin berarti mempersilakan orang lain untuk mengkritiknya. Namun jika memang bertujuan untuk menyerang karakter seseorang, hal itu baru disebut sebagai kampanye hitam.gin

PEKERTI AA+

Meningkatkan Kompetensi Guru Militer


LP3 Warta Unair
Sekitar empat puluh anggota TNI Angkatan Laut mengikuti pelatihan Applied Aproach Plus (AA+) PEKERTI di Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Airlangga (29/6). Mereka adalah para guru militer untuk Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya. Melalui program ini diharapkan kompetensi para guru militer dapat meningkat. Program PEKERTI dan AA merupakan program dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk para dosen muda dan dosen senior demi meningkatkan kualitas mengajar mereka. Ketua LP3 Unair Prof. Dr. Widji Suratri, DEA, Apt., mengatakan, khusus bagi guru militer ini, materi pelatihan merupakan kombinasi materi yang didapat para dosen muda dan dosen senior. Materi yang diberikan merupakan gabungan dari PEKERTI bagi para dosen muda, seperti Microteaching, dengan AA yang merupakan pelatihan untuk dosen senior. Meskipun demikian, secara keseluruhan materi yang diberikan sama, dengan sedikit penambahan-penambahan. Para guru militer ini memiliki latar belakang yang beragam. Meskipun secara umum semuanya memiliki latar belakang pendidikan militer, ada beberapa di antara mereka yang memiliki gelar sarjana. Para guru militer ini memiliki pengalaman mengajar di akademi militer selama sedikitnya dua tahun. Menurut Prof. Widji, pelatihan bagi guru militer ini sudah dimulai sejak tahun 1992, dan setiap pelatihan bagi para guru militer ini terasa istimewa bagi LP3 Unair. Prof. Widji mengatakan dirinya selalu merasa kagum dengan disiplin yang dimiliki oleh para guru militer ini. Tidak seperti dosen-dosen dari universitas, disiplin para guru militer ini tidak main-main. Contohnya, mereka selalu tepat waktu dan menjaga kebersihan ruangan. Saya cuma berharap dosen-dosen dari universitas bisa memiliki

Anggota TNI Angkatan Laut mengikuti pelatihan Applied Aproach Plus (AA+) PEKERTI di Unair.

disiplin seperti mereka, kata Prof. Widji. LP3 Unair merupakan pelaksana program ini dan sering menjadi rujukan utama bagi institusi dan universitas-universitas Indonesia di bagian Timur. LP3 Unair mengadakan program pelatihan PEKERTI AA+ ini setiap tahunnya. Hal ini disebabkan para guru militer dari Akademi Kemiliteran selalu mobile, sering dipindah tugaskan. Agar lebih efektif, LP3 Unair selalu menggelar kegiatan ini setiap tahun, baik untuk dosen muda, dosen senior, dan guru militer. Salah seorang peserta, Kolonel Mulyadi mengatakan sangat terbantu dengan adanya pelatihan semacam ini. Menurut pria dengan tiga mawar di pundaknya ini, selama ini dirinya memang memilki ilmu dan pengalaman yang kompeten di bidangnya. Hanya saja dirinya tidak mengetahui bagaimana cara menyalurkan ilmu tersebut dengan baik ke anak didiknya. Melalui pelatihan Applied Approach Plus ini, Kolonel Mulyadi yang mengajar di bidang teknik ini mengetahui tahapan-tahapan mengajar yang dilakukannya selama ini ternyata salah. Misalnya, sewaktu mengajar, sebaiknya inti ajaran ditempatkan di paling akhir. Dengan demikian, ilmu yang disampaikan bisa lebih mudah diserap
Bersambung ke hal 13

Target Raih Emas >> 11


seluruh Indonesia. Dengan peraihan nilai total 250, Harun berhasil masuk peringkat IV, dan berhak menjadi salah satu wakil Indonesia dalam International Mathematical Competition di Hongaria, akhir Juli mendatang. Di sana, Harun akan bertanding bersama juara pertama, kedua, dan ketiga ONMIPA 2009. Keberhasilannya ini membuatnya menjadi wakil pertama Unair yang lolos ke kompetisi Matematika internasional. Saat ini, Harun menjalani pelatihan intensif di Jakarta dan Bandung. Di sana, selain menjalani bimbingan bersama teman-teman sesama juara ONMIPA, Harun berencana memantapkan latihan soal pribadi. Menurutnya, dalam kompetisi internasional semacam ini biasanya banyak soal-soal yang tidak terduga muncul. Oleh karena itu Harun juga berusaha menambah perbendarahan soal-soal dengan mengunduh soal-soal matematika dari internet, karena soal-soal internet memiliki banyak kesamaan dengan soalsoal kompetisi internasional. Harun berjanji akan tampil sebaikbaiknya di International Mathematical Competition yang akan datang. Menurutnya, selama ini target delegasi Indonesia adalah membawa pulang medali perunggu. Namun, ia berani menargetkan sesuatu yang lebih. Target saya medali emas, tegasnya. Jika targetnya itu terwujud, maka Harun akan menjadi orang Indonesia pertama yang meraih emas dalam kompetisi tersebut.gin

14

NO :

47

Tahun V Juli 2009

OPINI

MENGKRITISI RANCANGAN UNDANG-UNDANG PORNOGRAFI 2008


OLEH : ASTUTIK, S.H,MH.
ornografi sudah ada sejak be rabad-abad yang lalu. Walau pun orang belum mengenal aksara atau tulisan secara luas seperti sekarang, namun melalui pahatan pahatan, relief- relief dan patung-patung, pornografi telah muncul dalam peradaban manusia. Pada saat ini , dengan semakin pesatnya perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi, pornografi tidak hanya dapat ditemui lewat tulisan, gambar atau nyanyian, namun hampir semua media komunikasi massa yang ada dengan mudah kita dapat menemukan hal-hal yang berbau pornografi. Bukan hanya orang dewasa, sebagian anak-anak dibawah umur dengan mudah dapat mengakses pornografi tersebut lewat internet atau media yang lain. Pornografi menurut kamus terdiri atas kata porne ( pelacur ) dan graphein ( ungkapan / ekspression ). Jadi pornografi adalah suatu pengungkapan, baik berupa bacaan, tulisan, gambar , foto, film, syair, nyanyian, ukiran, patung, atau pertunjukan yang bersifat cabul atau mesum. Masalah utama pornografi dalam kaitannya dengan hukum pidana adalah ukuran tentang bagaimana suatu tulisan dan sebagainya dipandang sebagai porno atau cabul. Bebarapa ahli sudah banyak yang mencoba merumuskan pengertian pornografi tersebut. Namun demikian, belum ada titik temu tentang bagaimana pengertian pornografi secara umum yang dapat diterapkan pada semua

masyarakat Indonesia yang memiliki beragam budaya. Karena sulitnya memberikan perumusan pornografi, Kitab Undang-undang Hukum Pidana ( disebut KUHP ) hanya memberikan perumusan yang singkat sebagaimana diatur dalam 281, 282, 283, 532, 533, 534 KUHP.Pasal-pasal tersebut meyebutkan perbuatan yang melanggar kesusilaan. Untuk menafsirkan apakah yang dimaksud melanggar kesusilaan, diserahkan pada kesaksian para ahli dan tentu saja kecermatan dan kecerdasan hakim untuk membuktikan apakah perbuatan tertentu melanggar kesusilaan atau tidak. Karena perumusan yang singkat dan umum terkait dengan pornografi dalam KUHP dirasakan banyak kendala dalam pembuktian, terutama karena beraneka ragamnya kebudayaan dan adat istiadat Bangsa Indonesia, pemerintah mencoba merumuskan pornografi tersebut dalam perundang-undangan tersendiri dengan membuat Rancangan Undang-Undang Pornografi. Rancangan Undang Undang Pornografi dan Pornoaksi pernah digulirkan pada tahun 2006, namun menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat sehingga kemudian dikaji ulang oleh DPR. Pada tahun 2008 ini yang bertepatan dengan momen Ramadhan, pemerintah kembali menggulirkan Rancangan Undang Undang Pornografi yang menurut DPR akan segera disahkan, namun sampai tulisan ini dibuat RUUP tersebut belum juga disah-

kan sebagai Undang-undang. Secara keseluruhan Rancangan Undang-Undang Pornografi 2008 ini memang berbeda dari Rancangan Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi 2006. Meskipun demikian ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu : 1. Pengertian pornografi dalam pasal 1 angka 1 RUUP menyebutkan kalimat terakhir, . . ., yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan. Kalimat ini memberikan konsekuensi bahwa untuk dapat dikatakan sebagai pornografi maka perbuatan itu harus dapat membangkitkan hasrat seksual, dan ini akan menjadi kendala dalam praktek pembuktian di pengadilan nanti. Karena untuk menilai apakah seseorang tersebut terangsang atau tidak dengan sesuatu yang bersifat porno atau tidak ,hanya dia sendiri yang mengetahui. 2. Pasal 13 ayat (1) terkait dengan pembuatan , penyebarluasan dan penggunaan pornografi sesuai dengan konteksnya, wajib mendasarkan pada peraturan perundang-undangan ( dalam penjelasan tidak dijelaskan perundang-undangan yang mana ? ). Pasal 13 ayat (2) pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi sebagaimana ayat (1) harus dilakukan di tempat dan dengan cara khusus, dalam penjelasan pasal ini dijelaskan yang dimaksud tempat dan cara khusus adalah penempatan yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak atau pengemasan yang tidak menampilkan atau menggambarkan pornografi. Banyak Pengemasan yang tidak menampilkan atau

menggambarkan pornografi tetapi ternyata didalamnya ada muatan pornografi yang justru akan menyesatkan. Saat inipun banyak kita jumpai komik anak-anak yang sampulnya tidak mengandung muatan pornografi tetapi justru didalamnya berisi adegan-adegan pornografi. Apabila yang dimaksud pasal 13 RUU ini adalah media yang mempunyai nilai pendidikan ( bidang kedokteran ) atau olahraga ( baju renang, gambar binaragawan, dsb ) memang harus disediakan tempat tersendiri dimana anak-anak tidak dapat masuk untuk mendapatkan media tersebut. 3. Pada pasal 14, kalimat pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai seni budaya, adat istiadat dan ritual tradisional adalah kurang tepat. Kalimat ini seolaholah membenarkan penggunaan materi seksualitas dalam seni budaya, adat istiadat dan ritual tradisional. Terutama untuk seni dan budaya, dalam banyak kasus hal ini sering dijadikan alasan pelaku untuk membebaskan diri dari tuduhan melanggar undang-undang. Maksud pasal tersebut adalah untuk memberikan perkecualian terhadap seni budaya, adat istiadat, dan ritual traditional yang sudah ada , dalam konteks tertentu dan di tempat tertentu yang dianggap mengandung unsur pornografi. 4. Terkait dengan ketentuan pidana yang diatur dalam pasal 30 s/d pasal 41,ancaman pidana dalam RUU ini menggunakan system alternative antara ancaman pidana penjara dan ancaman pidana den-

da. Pidana penjara diancamkan dengan batas minimal dan maksimal sehingga hakim harus menjatuhkan pidana tidak boleh kurang dari ancaman pidana minimal dan tidak boleh lebih dari ancaman pidana maksimal. Demikian juga untuk penjatuhan pidana denda.Ancaman pidana denda dalam RUU ini tergolong amat berat, terutama jika dikenakan pada pelaku orang perorangan dimana denda minimal dalam pasal ini paling sedikit 250 juta rupiah. Menjadi pertanyaan, apakah mungkin denda sebesar ini akan dapat diterapkan dan jika pelaku tidak mampu membayar denda tersebut apakah ada penggantinya. Ini karena RUU ini tidak menyebutkan ketentuan pidana kurungan pengganti denda sebagaimana diatur dalam pasal 30 KUHP. Perumusan ancaman pidana yang berat menurut teori pemidanaan mempunyai tujuan preventif agar orang tidak melakukan kejahatan. Ancaman pidana, khususnya denda yang terlalu besar akan sulit diterapkan dalam praktek sehingga ancaman pidana itu hanya akan menjadi mubazir atau sia-sia. Tentu ada pepatah bilang tidak ada gading yang tak retak , demikian juga dengan Rancangan Undangundang pornografi tersebut. Namun demikian kehadiran RUU ini diharapkan dapat mengatasi kekurangjelasan perumusan ponografi yang sudah diatur dalam KUHP. Oleh sebab itu, agar dapat diketahui dan diterima masyarakat, maka sebelum RUU ini disahkan , pemerintah harus giat melakukan sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat yang ada di Indonesia melalui media massa.

Rubrik Psikologi

Mengapa Harus (Sekolah) Negeri?


referensi masyarakat kita dalam memilih dan menentu kan sekolah atau perguruan tinggi, (ternyata) masih belum bisa begitu saja dilepaskan dari pandangan yang bersifat dikotomis antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. Hingga saat ini, meskipun regulasi pendidikan di tanah air telah memungkinkan standar mutu yang sama antara lembaga pendidikan negeri dan swasta, namun sekolah atau perguruan tinggi negeri masih menjadi prioritas pilihan para orang tua. Pola preferensi semacam ini berdampak pada sedemikian ketatnya persaingan dalam memperebutkan kursi di sekolah/perguruan tinggi negeri. Apalagi jumlah pagu yang ditetapkan di tiap-tiap lembaga pendidikan negeri, umumnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah lulusan dari jenjang pendidikan sebelumnya. Tak heran jika pembukaan tahun ajaran baru yang merupakan rutinitas tengah tahunan di negeri ini, menjadi ajang perburuan para orang tua demi mendapatkan sekolah atau perguruan tinggi negeri. Terlepas dari adanya fakta bahwa sekolah atau perguruan tinggi swasta tertentu memiliki kualitas lebih baik daripada sekolah atau perguruan tinggi negeri, masyarakat sudah terlanjur memiliki anggapan bahwa lembaga pendidikan negeri lebih baik daripada swasta. Ada suatu stereotype yang membuat sekolah atau perguruan tinggi swas-

membuat lembaga ta pada umumnya, pendidikan negeri dasenantiasa dipanO L E H : pat mempertahankan dang sebagai lembakelangsungan proses ga pendidikan kelas pendidikannya, sedandua. gkan pada lembaga Pertama, adanya pendidikan swasta, kepersepsi masyarakat langsungan proses bahwa lembaga penpendidikan bergandidikan swasta, metung pada dana yang rupakan tempat budihimpun dari masyaangan bagi mereka rakat. Hal ini menimbulyang tidak memenukan stereotype bahwa hi kualifikasi yang lembaga pendidikan diperlukan untuk maIwan Wahyu swasta sarat dengan suk ke lembaga penWidayat, M.Psi., psi. aroma komersialisasi. didikan negeri. Oleh Ketiga, lembaga karena input peserta pendidikan swasta didiknya lebih rendah dibandingkan lembaga pendid- yang menghimpun dana dari maikan negeri, maka standar proses syarakat, dianggap kurang memiliki pembelajarannyapun diturunkan posisi tawar terhadap para orang agar dapat selaras dengan kemam- tua/wali peserta didik sebagai salah puan dasar peserta didiknya. Hal satu sumber pendanaan pendidikan ini menimbulkan stereotype bahwa mereka. Dengan demikian, pihak kualitas pembelajaran di lembaga lembaga pendidikan swasta cenpendidikan swasta lebih rendah derung kurang memiliki kendali terhadap peserta didiknya, semisal dibandingkan negeri. Kedua, sekolah atau perguru- dalam penanganan disiplin dan pean tinggi negeriyang nota bene langgaran. Hal ini menimbulkan stedikelola dan dibiayai oleh pemerin- reotype bahwa lembaga pendidikan tahdianggap sebagai lembaga swasta banyak dihuni oleh anakpendidikan yang bermutu bagus, anak nakal. Stereotype lembaga pendidikan namun berbiaya rendah. Sedangkan pada sisi lain, ada anggapan bahwa swasta yang bermutu rendah, cenlembaga pendidikan swasta yang derung komersial dan banyak dihubermutu bagus, cenderung mahal ni anak-anak nakal, bisa jadi hanbiayanya, dan lembaga pendidikan ya merupakan mitos. Sebagaimana swasta yang berbiaya murah cen- mitos bahwa lembaga pendidikan derung dianggap kurang bermutu. negeri selalu bermutu tinggi, tidak Adanya subsidi dari pemerintah komersil dan banyak dihuni anak-

anak pintar. Realitas yang ada sekarang menunjukkan, bahwa komersialisasi pendidikan terjadi tanpa memandang status negeri atau swasta, sehingga persoalan mahalnya biaya pendidikan bukan lagi monopoli lembaga pendidikan swasta. Menyangkut mutu pendidikan, tidak selamanya pula lembaga pendidikan swasta selalu di bawah lembaga pendidikan negeri. Hal ini dapat ditengara, misalnya, dari angka kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun 2009 yang dilansir oleh BNSP (jika angka ini dapat dipakai sebagai rujukan dari mutu pendidikan sekolah). Pada jenjang SMA, sekolah-sekolah negeri mencapai angka kelulusan 91,36%, sementara untuk sekolah swasta 95,14%, sedangkan pada jenjang SMP, sekolah-sekolah negeri mencapai angka kelulusan 94,66 % dan sekolah swasta 95,32 % (Sindo, 22/6 2009). Oleh karenanya, orang tua perlu bersikap bijak dalam memilih dan menentukan lembaga pendidikan yang tepat bagi putra-putrinya. Orang tua seyogyanya tidak menuntut apalagi memaksakan putra-putrinya untuk harus masuk ke lembaga pendidikan negeri. Apalagi jika alasannya hanya lantaran demi prestis semata, tanpa memandang kemampuan dan modalitas belajar yang dimiliki putra-putrinya. Pandangan negeri-sentris semacam ini hanya akan menutup kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan

yang sesuai baginya, karena siapa tahu, potensi atau bakat yang dimilikinya justru akan lebih berkembang di lembaga pendidikan tertentu, tanpa memandang negeri atau swasta. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lembaga pendidikan yang sesuai bagi putra-putri kita, diluar perdebatan negeri atau swasta. Pertama, perlu menyesuaikan pilihan lembaga pendidikan dengan kemampuan yang dimilikinya. Apabila potensi dan prestasi akademiknya berada dibawah rata-rata, tidak perlu dipaksakan untuk memasuki sekolah atau perguruan tinggi favorit yang memiliki kompetisi akademik yang ketat. Hal ini akan membuatnya merasa rendah diri karena lebih bodoh dibanding teman-temannya. Kedua, perlu kiranya mengenali minat dan bakat spesifik mereka, agar bisa memilih(kan) lembaga pendidikan yang dapat mengoptimalkan minat dan bakat tersebut, sekaligus membuat mereka merasa nyaman menjalani proses pendidikannya. Bagi yang akan memasuki perguruan tinggi, perlu pula dipertimbangkan minat vokasional mereka dalam kaitan dengan perencanaan karir setelah lulus. Ketiga, hendaknya tidak tergiur oleh fasilitas belajar yang ditawarkan, karena fasilitas belajar yang lengkap tanpa dukungan program pembelajaran yang tepat serta pendidik yang bermutu, hanya ibarat membeli pepesan kosong.

NO :

47

Tahun V Juli 2009

15

Cara IPB Mempertahankan >> 03


bertema Aku cinta dan bangga pertanian, sejak mahasiswa baru masuk. Alasannya, keberadaan kita di negara tropis dengan sumber daya alam hayati yang melimpah, sehingga selalu diajarkan masa depan bangsa dan negeri ini akan indah jika mahasiswa pertanian bangga dengan bidangnya. Jadi kami tidak mengenal kompetisi pra-PIMNAS, sebab visimisi demikian sudah tertanam pada semua mahasiswa. IPB tidak pernah mendesain atau membuat satu kelompok tertentu untuk merancang sesuatu dengan tujuan tertentu, seperti PIMNAS misalnya, kata Bambang Riyanto. Karena membuat/merancang suatu kelompok tertentu, menurut dia, justru akan mengebiri atau menghambat kreativitas mahasiswa. Hal Ini terlihat melalui peserta PKM, yaitu tidak datang dari satu jurusan atau departemen dan fakultas yang sama. Kelompok lintas jurusan atau fakultas ini bisa dibangun karena mereka berada dalam satu iklim yang sama, lokasi yang sama, asrama yang sama, dan lingkungan kampus yang sama, sehingga mahasiswa saling berinteraksi sejak dari awalnya. Dukungan Akademik Segi akademik juga sudah ditata dan menunjang kreativitas mahasiswa. Pusat akademik di IPB sudah terpusat di kampus Darmaga. Disini mahasiswa tingkat 1 wajib masuk asrama untuk mengembangkan program akademik dan multi budaya. Disinilah mahasiswa yang berbeda agama, suku, karakter berada dalam satu kamar. Disini juga diadakan pengembangan minat, bakat, potensi , serta keunikan-keunikan mahasiswa. Memasuki tahun kedua dan ketiga diadakan program pengembangan softskill berbasis kepemimpinan dan kreativitas. Karena studi di IPB berdasarkan pada pertanian, maka IPB mengembangkan masa depan bangsa di sektor pertanian. Dengan cara inilah IPB membikin pohon asuh pengembangan pertanian tropis, karena Indonesia adalah negara tropis yang besar. Pada akhir proses perkuliahan, mahasiswa sudah dapat mengembangkan Techno Agry and Techno Entrepreneurship. Karya-karya bisnis mahasiswa harus berbasiskan keilmuan yang mereka minati. Hal ini dimungkinkan terutama sejak berstatus BHMN, dimana IPB sudah mampu menata pendidikan dan pengembangan kurikulum secara lebih baik, tambah Bambang. Penataan kurikulum mayor dan minor sudah diberlakukan. Dengan cara ini, maka seorang mahasiswa Kedokteran Hewan yang menyukai bidang teknik dapat mengambil mata kuliah minor medical engineering . Mahasiswa dapat meramu sendiri mata kuliahnya, misalnya mengambil masalah marketing, produksi, sehingga bisa mengembangkan diri sesuai minat dan keinginan bagi hari depannya. Pada akhir liburan dari tingkat I ke tingkat II, mahasiswa wajib mengikuti program terjun ke sektor pertanian di seluruh Indonesia, dan membuat laporannya. Melalui program ini, ditanamkan kecintaan dan kebanggan mereka terhadap bidang yang dipelajari dan akan ditekuni untuk masa depannya. bes

Psikolog Latih >> 04


mudah terpengaruh pada lingkungan yang negatif. Berbagai permasalahan kesehatan mental pada siswa remaja tersebut dapat teratasi jika remaja mau berperan aktif dalam mencari bantuan dan secara terbuka mengungkapkan permasalahannya kepada pihak yang tepat. Guru BK sebagai salah satu sumber bantuan psikologis terdekat dan tepat bagi siswa, perlu untuk segera mengenali permasalahan remaja siswa dan menerapkan metode-metode konseling yang efektif. Namun pertama dan utama yang harus dilakukan adalah membangun image positif peran guru BK di mata siswa. Selama ini, menurut Endang masih ada stigma negatif seputar peran guru BK. Guru BK dianggap sebagai polisi dan ruang BK dipandang sebagai ruangan yang menakutkan dan diidentikkan dengan tempat anak-anak yang nakal, sehingga membuat siswa menjadi enggan untuk datang dan mempercayakan permasalahannya pada guru BK, ujarnya. Ditambahkan Endang, seorang guru BK tidak boleh hanya menunggu, tetapi harus bisa menjadi sahabat bagi siswa. Menurut Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., selaku salah satu pembicara, peran guru BK ini dapat ditata kembali sejak awal siswa masuk sekolah, untuk kemudian disosialisasikan secara tepat dan positif kepada siswa. Selanjutnya adalah bagaimana membangun guru BK yang smart, baik dalam melakukan pendekatan terhadap siswa maupun dalam menerapkan intervensi terhadap permasalahan. Dalam menerapkan intervensi yang tepat pada permasalahan siswa, butuh kerja sama yang baik antara pihak orang tua, anak, dan guru BK itu sendiri, tegasnya. Terpenting lainnya adalah kesadaran profesi sebagai guru BK, yang seringkali masih dilupakan. Guru BK harus netral terhadap siswa, jangan sampai melabel siswa negatif, ujar Nurul. Setiap siswa berhak mendapatkan perhatian dan optimalisasi, sesuai dengan dinamika psikologis dari masing-masing anak, untuk itu, para guru umumnya dan guru BK khususnya harus peka, jangan sampai memforsir anak atau bahkan terkesan mengabaikan, tambah Nurul di akhir wawancara. afil

Murah, Layanan >> 01


mengakses informasi di mana saja, lewat layanan konten SMS. Ini setelah FE Unair melakukan kerja sama dengan provider seluler Telkomsel (14/7) dan menghasilkan layanan SMS Kampus untuk mahasiswa FE Unair. Dengan hadirnya SMS KAMPUS ini, mahasiswa FE Unair bisa dengan mudah mengetahui informasi mengenai perkuliahan dan kampus mereka. Khusus untuk FE Unair, Telkomsel menyediakan nomor khusus 3934 yang bisa diakses melalui SMS. Sekilas, nomor tersebut mirip dengan layanan SMS premium yang biasa muncul di iklan televisi. Namun, jika biasanya nomor ADN empat digit seperti itu hanya digunakan untuk konten hiburan dan dengan tarif premium Rp 1.000,- per SMS, maka layanan SMS KAMPUS ini digunakan untuk konten pendidikan dan tarifnya hanya Rp 350,-. Rinciannya, SMS request sebesar Rp 350,- dan jawaban SMS sebesar Rp 0,- alias gratis. Tidak hanya mahasiswa saja, pihak orang tua, dosen, dan karyawan juga bisa mengakses layanan SMS KAMPUS ini. Ini memudahkan pihak orang tua atau dosen untuk mengecek perkembangan prestasi mahasiswa. Apalagi tarif yang ditetapkan pun murah, hanya Rp 350,- per SMS. Layanan ini juga tidak tertutup bagi mahasiswa S1 FE saja, mahasiswa D3 Ekonomi pun juga bisa mengakses layanan ini. Berbagai layanan bisa diakses melalui layanan SMS Kampus ini. Misalnya, dengan mengetik Unair<spasi>fe<spasi>khss1<spasi>nim untuk mahasiswa S1 dan Unair <spasi>fe<khsd3<spasi>nim untuk mahasiswa D3, bisa diperoleh berbagai informasi seperti Indeks Prestasi (IP) saat ini, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Satuan Kredit Semester (SKS) saat ini, SKS Kumulatif, sampai SKS yang diambil semester berikutnya. Selain itu, mahasiswa juga bisa mengecek nilai mata kuliah yang diambil pada semester ini. Informasi mengenai jadwal daftar ulang, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), perkuliahan sebelum Ujian Tengah Semester (UTS), KPRS, perkuliahan setelah UTS, UTS, Ujian Akhir Semester (UAS), dan penyerahan Kartu Hasil Studi (KHS) juga bisa diakses dari layanan ini. Mahasiswa bahkan bisa mengetahui nilai UTS, UAS, dan nilai akhir yang diperoleh, serta besarnya SPP yang harus dibayar untuk semester berjalan. Mahasiswa tidak perlu khawatir mengenai validitas konten dalam layanan SMS KAMPUS ini. Semua konten tersebut berasal langsung dari Unit Sistem Informasi (USI) FE Unair, sehingga data yang tercantum dijamin valid. Saat ini pun, USI tengah menyempurnakan data dan konten. Menurut Wakil Dekan III FE Unair, Drs. Basuki, M.Com., Ph.D., Ak., Unair menjadi universitas pertama yang mendapatkan layanan dari Telkomsel ini, dan Fakultas Ekonomi yang menjadi pilot project -nya. Bahkan Telkomsel sendiri akan membuat brosur khusus Unair mengenai layanan ini, kata Basuki. Saat ini, layanan konten SMS KAMPUS sudah bisa dinikmati seluruh mahasiswa FE Unair. Rencananya, jika layanan ini diterima oleh banyak kalangan, layanan konten SMS KAMPUS ini juga akan diperluas ke fakultas lain di Unair, dan juga ke universitas lain. Jadi takut ketahuan IP jeblok tentu tidak akan menjadi masalah karena mahasiswa memang ditantang untuk selalu meningkatkan kemampuan akademisnya. Jadi IP jeblok? Siapa takut!gin

Terbentuk, Formatur IKA >> 12


dosen Fak. Kedokteran Unibraw,

menjelaskan bahwa Ikalangga di Malang sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 1980, dibawah kepemimpinan dr. Prabowo Soebianto. Sayang sekali aktifitasnya tidak berlanjut untuk waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, dr. Lukman berharap agar dengan besarnya potensi alumnus Unair yang berdomisili di kota Malang, pada masa mendatang dapat terbina dan aktif

sesuai harapan universitas. Yang pasti, kami ingin IKA Unair Malang ini bisa berkiprah untuk masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia, kata dr. Lukman. Ditambahkan oleh dr. Setiawati, alumnus FK Unair 1972, kumpulan antar-alumni di Malang ini sudah terjalin sejak tahun 1973-an, namun masih bersifat antar alumni fakultas, yaitu berupa paguyuban atau semacam arisan diantara alumni. bes

Menjual Tak Sekedar >> 01


Apalagi persiapan kami sangat terbatas,ujar Mirza. Mereka memang hanya punya waktu dua hari untuk membuat proposal strategi penjualan. Namun rasa tidak percaya diri dan persiapan yang terbatas tersebut berhasil dipatahkan oleh tim Masterpiece ini. Kami berupaya memadukan cara bagaimana agar target penjualan dapat dipenuhi dan customer juga terkesan dengan produk yang kami jual,imbuh Mirza. Ramuan sakti itu pun berhasil mereka padukan. Tim mereka sepakat, menjual itu tak sekedar berjualan namun juga memasarkan. Konsep ini mereka sarikan dari perpaduan ilmu komunikasi pemasaran, komunikasi antar persona dan berbagai ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Sebab bagi mereka, menjual sebuah produk itu tak hanya berupaya agar produk terjual sebanyakbanyaknya namun juga mereka harus mampu mendapatkan kesan yang baik dari customer. Relationship yang baik antara sales dan customer diyakini mampu mengembalikan customer untuk melakukan pembelian ulang saat membutuhkan produk-produk lain. Pentingnya membangun kesan yang baik di depan customer ini mereka terapkan saat melakukan eksekusi penjualan pada 23 Mei lalu. Panasonic membuka stan produk di Tunjungan Plaza bertepatan dengan event Surabaya Shopping Festival. Nantinya tim yang lolos lima besar akan mendapat giliran untuk menjual produk yang ada di stan Panasonic tersebut. Setiap tim diberi dana masing-masing sebesar lima juta rupiah. Dana lima juta rupiah ini harus digunakan semaksimal mungkin untuk mengemas strategi penjualan agar menarik sebanyak-banyaknya customer. Aksi sedikit gila pun mereka lakukan. Tak mau terlihat sebagai tim yang biasa, mereka berusaha tampil all out. Kami mendesain kostum khusus, mendesain flyer, stand banner dan mengundang bintang tamu agar stan kami menarik untuk dikunjungi, ujar Michelle Stephanie. Sebelum hari H eksekusi di stan, mereka juga blusukan ke beberapa instansi untuk memasarkan produk, menerapkan konsep direct marketing. Dengan dana lima juta rupiah, mereka mendatangkan penyanyi Ika Putri, yang tak lain adalah kakak tingkat mereka di Jurusan Komunikasi Unair, untuk menarik massa. Tak hanya itu, mereka juga menyewa belasan temanteman sekampus untuk menjadi bridge. Bridge adalah istilah mereka untuk orang-orang yang bertugas sebagai penyambung lidah mereka. Bridge ini merupakan realisasi dari konsep communication networking yang mereka terapkan sebagai strategi penjualan. Bridge tersebut bertugas untuk menarik calon pembeli yang berada di area Tunjungan Plaza namun agak jauh dari stand mereka. Kami berlima ada di wilayah stan, sedangkan belasan bridge kami sebar ke seluruh area TP,imbuh Sandra Amelia. Perpaduan konsep direct marketing, personal selling dan communication networking ini pun cukup ampuh. Mereka mampu meraup income sebesar 343 juta dalam satu hari. Sebuah pencapaian yang luar biasa. Meskipun tidak termasuk peraih omzet tertinggi diantara lima besar lainnya, namun juri menilai kreativitas tim Masterpiece dalam menjaring calon customer ini layak diacungi jempol. Mungkin yang menjadi kelebihan kami adalah kreativitas dalam mengemas strategi penjualan yang berbeda dengan tim lain. Jadi meski secara perolehan omzet kalah dengan tim lain, namun strategi penjualan kami memiliki kelebihan karena menjual itu memang tak sekedar berjualan. Harus mampu memasarkan dengan membangun kesan positif dari customer,ungkap Mirza. Menjadi sales memang tidak mudah. Kerja keras yang mereka rasakan membuat mereka mampu menarik sisi lain dari pekerjaan menjual ini. Ilmu yang kami pelajari di jurusan sangat bermanfaat. Dan setidaknya kami bisa buktikan bahwa ilmu komunikasi tak sekedar belajar jurnalistik, broadcast, atau public relations saja namun juga ada ilmu komunikasi pemasaran yang sangat berperan,jelasnya. Winda

10 Mahasiswa Unair>> 05
wartawan ANteve itu. Tradisi beasiswa PT Sun Life ini diawali sejak tahun 2006, yang juga memberikan bantuan fasilitas pendidikan kepada Sekolah Dasar. Untuk tahun 2009-2010 ini sekolah di Surabaya yang memperoleh bantuan adalah SD Airlangga II berupa tiga buah televisi dan satu buah DVD player. Tanggung jawab Presdir PT Sun Life Financial Indonesia, Chris Lossin, dalam sambutannya mengatakan pihaknya sengaja menyalurkan CSR (Coorporate Social Responsibility) ini untuk pendidikan, sebab pembentukan sumber daya manusia menjadi tanggungjawab bersama. Tanpa masyarakat, PT Sun Life tidak bisa menjalankan aktivitasnya, karena itu kami juga harus membantu masyarakat, dalam hal ini beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi dengan harapan nanti mereka juga akan bertanggungjawab kepada masyarakat, kata Chris, yang sudah 30 tahun mengabdi untuk Sun Life ini. Bantuan beasiswa ini memang tidak mengikat dan sifatnya hanya support, namun diharapkan agar penerima mau bekerja, belajar dan bertanggung jawab untuk mewujudkan harapan bersama. Agus Subiantoro, SH., MH., menyampaikan terima kasihnya atas bantuan beasiswa PT Sun Life ini kepada mahasiswa Unair, yang dengan demikian menjadi satu diantara sekitar 20 lembaga pemberi beasiswa kepada mahasiswa Unair. Puluhan lembaga tersebut telah memberikan tunjangan kepada 18% mahasiswa Unair yang berjumlah lebih kurang 24.000 orang. Kami akan melakukan monitoring kepada para penerima beasiswa untuk kelanjutan prestasi belajarnya, agar harapan membangun SDM yang unggul benar-benar terwujud, kata Agus Subiantoro, didampingi Kasubag Kemahasiswaan Drs. Ec. Hadi Gunawan. bes

Meningkatkan Kompetensi >>13


siswa, katanya, disela-sela pelatihan AA+. Hal senada juga disampaikan Mayor Siswanto, yang mengatakan sangat tertarik dengan pelatihan semacam ini. Menurut Mayor Siswanto, dengan adanya pelatihan-pelatihan semacam ini, dirinya bisa lebih mengetahui dunia luar. Apalagi dirinya juga mengaku sangat suka belajar. Kolonel Mulyadi dan Mayor Siswanto juga mengatakan, jika memungkinkan, pelatihan semacam ini disatukan dengan dosen sipil. Dengan begitu, para guru militer ini bisa melakukan interaksi dengan dosen sipil dan bisa saling mengisi kekurangan. Mereka mengatakan tidak malu sekalipun harus belajar pada orang sipil, karena ilmu perlu dicari dari manapun. gin

cmyk

16

NO :

47

Tahun V Juli 2009

LHO IKI LAK

Namanya cukup pendek dan mudah diingat. Adi Mutohar. Namun prestasinya tidak sependek namanya. Agustus mendatang, mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga ini berangkat ke Thailand dan Kamboja sebagai wakil Indonesia dalam Asia + Europe Young Volunteer Exchange (AEYVE), kemah internasional untuk organisasi relawan di Asia dan Eropa. Di sana, Adi akan berdiskusi dengan para relawan dari Asia dan Eropa mengenai masalah lingkungan yang sudah semakin krusial. Lumayan, sekalian liburan, mumpung sudah selesai ujian, canda Adi. Mungkin itu keuntungan lain yang didapatnya selagi menjadi wakil Indonesia dalam AEYVE. Tapi, niat Adi sebenarnya mengikuti AEYVE ini karena ingin membangun networking dan mempererat solidaritas internasional. Sebelumnya Adi adalah anggota Indonesia International Work Camp (IIWC), sebuah organisasi kerelawanan pemuda, yang merupakan bagian dari AEYVE. Setiap negara di dunia memiliki organisasi kerelawanan seperti IIWC ini, hanya saja dengan nama yang berbeda, misalnya NICE (Neverending International Camp Exchange) untuk organisasi yang ada di Jepang. Organisasi ini memiliki banyak kegiatan di bidang proyek-proyek lingkungan, penyelamatan lingkungan hidup, serta aktivitas sosial dan budaya. Kegiatan utama IIWC dibagi dua, yaitu incoming project dan outgoing

project. Incoming adalah kegiatan yang bertujuan mempromosikan organisasi, kegiatan kerelawanan jangka panjang dan jangka pendek, dan kemah pemuda. Sedangkan outgoing adalah kegiatan internasional sep-

masing dan mempelajari budaya peserta lain. Kemudian, tahap kedua diadakan di Kamboja. Di sini, peserta akan berdiskusi selama tujuh hari dengan local partner dan berusaha menemukan global answer atas masalah lingkungan

erti seminar internasional, internship, youth exchange, dan kemah internasional. Kemah AEYVE di Thailand dan Kamboja yang dijalani Adi ini adalah program outcoming IIWC. Mahasiswa semester enam ini sendiri benar-benar tidak menyangka bisa menjadi wakil Indonesia AEYVE ini. Pasalnya, sewaktu seleksi, Adi hanya menjawab pertanyaan para penguji dengan Bahasa Inggris ala kadarnya. Namun, justru dia yang terpilih di antara ratusan peserta lain. Ternyata para penguji berpendapat saya lebih lebih mampu menjelaskan program kerja dalam Bahasa Inggris secara lebih runtut, ujarnya. Dalam AEYVE nanti, ada beberapa tahap yang harus dijalani oleh para peserta, termasuk Adi. Pertama, seluruh peserta akan dikirim ke Singburi, Thailand, untuk menjalani intercultural learning selama lima hari. Dalam tahap ini, semua peserta akan memperkenalkan budaya masingGin - Warta Unair

yang dihadapi dunia. Terakhir, di tahap ketiga, peserta akan kembali ke Thailand untuk melontarkan follow up yang akan dilakukan di negara masing-masing. Kemudian, peserta akan kembali ke negara masing-masing. Namun, bukan berarti tugas para peserta selesai. Di sinilah pekerjaan utama Adi harus dimulai. Dia harus melakukan follow up dari hasil yang didapatnya dari AEYVE. Adi sendiri sudah membuat program kerja sejak tahap seleksi AEYVE. Rencananya nanti saya akan melakukan open house di kampus-kampus dan mendatangkan relawan dari luar negeri untuk sosialisasi mengenai IIWC, masalah lingkungan, dan hasil yang saya dapat dari AEYVE, terangnya. Meskipun sibuk dengan persiapan keberangkatan ke AEYVE, Adi masih aktif dalam kegiatan Pramuka. Bahkan, mahasiswa asli

Banyuwangi ini menjadi pembicara dalam Raimuna Jawa Timur 2009, acara Pramuka Penegak dan Pandega se-Jawa Timur, 18 hingga 25 Juli ini. Kesibukannya juga ditambah dengan menjadi panitia lomba Fotografi Nasional, kerja sama antara Departemen Ilmu Komunikasi Unair dengan Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI). Lomba ini merupakan proyek Program Hibah Kompetisi Asosiasi Profesi Muda (PHK APM) Direktorat Pendidikan Tinggi. Teman saya bilang, mungkin saya ini orang paling sibuk se-Indonesia, kata Adi sambil tertawa, menanggapi kegiatannya yang begitu padat. Meski demikian, Adi sama sekali tidak mengalami kesulitan dengan kuliahnya. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya untuk semester lalu masih di atas tiga koma. Adi mengatakan, sebagai pemuda banyak cara yang bisa dilakukan untuk ikut melestarikan lingkungan. Kita bisa berkontribusi pada bumi dengan kegiatan sehari-hari, seperti menggunakan listrik dengan hemat. Kita menghemat listrik, artinya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang dipakai oleh perusahaan listrik. Itu bisa membantu mengurangi pemanasan global dan pelubangan pada ozon, pesan Adi. gin

FE Warta Unair Saya percaya semua berawal dari mimpi, kata Yoshe, Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2008 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga (Unair). Baginya kemenangan adalah sebuah bonus dan kekalahan bisa memberikan pengalaman yang berharga. Yoshe Hana Hapsari adalah alumni FE Unair Strata-1 (S-1) program studi Manajemen. Tanggal 18 April 2009 lalu ia telah diwisuda. Gadis yang akrab dipanggil Yoshe ini lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,71. Skripsi Yoshe membahas tentang pertumbuhan Earning per Share(EPS), Price Earning Ratio, dan Price Book Value sebagai dasar keputusan stock splits (pemecahan saham) pada perusahaan manufaktur tahun 2003-2008. Ia memeliti alasan perusahaan melakukan pemecahan saham. Perusahaan yang melakukan pemecahan saham ternyata harga sahamnya memang sedang bagus dan prospek masa depannya terbukti, ungkap Yoshe tentang hasil penelitiannya. Ia juga mengatakan bahwa EPS perusahaan yang tidak melakukan stock splits tidak berbeda jauh dengan perusahan yang melakukan stock splits. Namun rasio harga saham perusahaan yang melakukan stock splits memang lebih bagus. Lewat penelitiannya ini ia bisa menambah pengetahuannya di bidang manajemen keuangan. Ia menagtakan bahwa perusahaan melakukan stock splits bukan untuk kosmetik saja tetapi memang harga sahamnya sedang bagus. Jadi jangan ragu-ragu untuk berinvestasi pada perusahaan yang

melakukan stock spli,timbuhnya. Selain menjadi Mawapres 2008 FE Unair, Yoshe juga mendapat peringkat keempat dalam kompetisi Mawapres 2008 di tingkat Universitas. Prestasi lain yang pernah diraihnya adalah Sampoerna Best Students 2008. Ia mengaku bahwa dukungan dari orang tua dan teman-teman membuatnya bisa meraih prestasi tersebut. Yoshe mengaku bahwa dirinya sering mengikuti kompetisi yang dianggapnya menarik. Baginya berpartisipasi dalam sebuah kompetisi tidak ada ruginya. Ia bisa mendapatkan nilai tambah dari kompetisi tersebut. Kemenangan adalah bonus, ungkap Yoshe. Kekalahan tidak menjadi masalah buatnya. Baginya kekalahan bisa memberikan pengalaman yang berharga. Semasa kuliah Yoshe aktif dalam kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEN) FE Unair. Ia mengaku bahwa kunci suksesnya adalah selalu memperhatikan dosen saat mengikuti perkuliahan. Tugas selalu ia kerjakan sendiri. Jika tidak mampu merngerjakannya, barulah ia belajar kelompok bersama teman-temannya. Yoshe percaya bahwa semua berawal dari mimpi. Ia memotivasi dirinya sendiri melalui mimpinya. Ia selalu berusaha mewujudkan mimpinya. Jika tidak berhasil, maka ia akan mengganti target dan berusaha mewujudkan mimpi yang lain. Yoshe berpesan kepada mahasiswa yang lain agar rajin belajar, ikut kompetisi, dan berorganisasi untuk memdapatkan nilai tambah. Selain itu, menurutnya penampilan juga harus diperhatikan.ia berharap bisa lulus tes beasiswa Strata-2 (S-2) di luar negeri. ia juga bercita-cita bisa bekerja di departemen luar negeri. Reta

cmyk