Anda di halaman 1dari 4

Langkah Pengembangan Rencana Pembelajaran

by: admin - July 19th, 2011 2 Comments

1. Analisis Kurikulum Perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada suatu lembaga pendidikan, berisi tentang cakupan bahan ajar yang harus diajarkan pada tingkatan kelas dengan jangka waktu tertentu merupakan kurikulum yang ideal. Dalam pelaksanaannya seorang guru dituntut untuk mengimplementasikan kurikulum ke dalam berbagai bentuk pengalaman belajar siswa. Cara yang dilakukan agar kurikulum tidak menyimpang dari kurikulum yang ideal adalah dengan melakukan analisis kurikulum. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis kurikulum yaitu:
1. Alokasi waktu yang tersedia untuk mengajarkan topik-topik utama. Rancangan waktu dapat dirumuskan ke dalam waktu tatap muka dengan siswa, administrasi kelas, dan kegiatan luar kelas. 2. Perkiraan/dugaan tentang pengetahuan dan keterampilan awal siswa untuk memulai mempelajari topik-topik baru. Suatu kurikulum atau lingkup pelajaran dirancang dan disusun atas suatu perkiraan/dugaan (asumsi) tak tertulis tentang pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut pengetahuan siswa sebelumnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menganalisis kurikulum sebelumnya, atau diskusi dengan guru yang pernah mengajar pada tingkat sebelumnya. Kemudian dipadukan dengan pemahaman guru tentang materi pelajaran yang harus dipelajari. 3. Tujuan umum belajar yang dirumuskan untuk siswa yang terdapat dalam kurikulum.

2. Tujuan Pembelajaran Pemahaman guru tentang materi pelajaran dan alokasi waktu yang tersedia menjadi landasan bagi pengembangan dan perumusan tujuan pembelajaran. Ada empat tipe tujuan pembelajaran, yaitu:

Tujuan keperilakuan, rumusan tujuan berbentuk perilaku siswa yang dapat diobservasi, diukur, dan diuji bahwa siswa menguasai dengan baik perilaku yang harus dicapai secara khusus. Tujuan pemecahan masalah, merumuskan pembelajaran siswa dalam proses untuk menggunakan pikiran melalui pengkajian isu yang tak memiliki pemecahan spesifik. misalnya siswa akan mendiskusikan bagaimana jika di zaman sekarang tidak ada telepon. Tujuan ekspresif, merumuskan tujuan pembelajaran siswa ke dalam tingkat pengalaman tinggi yang bermakna secara individual. Misalnya siswa akan menyatakan bagaimana perasaannya saat ditinggal sendirian. Tujuan Afektif, hampir sama dengan tujuan ekspresif hanya tujuan afektif lebih berfokus pada respons emosional terhadap kurikulum dan pengajaran. misalnya siswa akan menunjukkan respons positif terhadap tugas pengajaran dengan secara sukarela mengerjakan tugas tanpa harus diperingatkan ulang.

3. Rencana kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran adalah tugas-tugas akademik yang mendorong siswa berunjuk kerja kearah pencapaian tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Kegiatan adalah apa yang

dilakukan siswa, bukan apa yang dilakukan guru. Setiap kegiatan pembelajaran dapat dibagi menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. a. Rancangan kegiatan awal Pada saat seorang guru memperkenalkan topik baru, siswa harus dibantu dalam memahami topik tersebut dalam konteks keseluruhan pengajaran. Kegiatan awal dari suatu pelajaran dapat membantu siswa dalam hal sebagai berikut:

Mengaitkan hal-hal yang pernah dipelajari dengan hal-hal baru Memberikan kesempatan pada siswa untuk memahami topik secara keseluruhan sebelum mempelajari hal-hal yang terkandung dalam topik secara rinci. Menumbuhkan hasrat ingin tahu siswa dan merangsang perhatian dan hasrat belajar secara terus-menerus. Menyadarkan siswa akan apa yang diharapkan guru dari siswa selama membahas topik tersebut, disamping menyampaikan tujuan pembelajaran

b. Rancangan kegiatan inti Banyak ragam konsep dan pemikiran tentang bagaimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada yang melihat sebagai suatu siklus pelajaran, ada yang merumuskan ke dalam langkah-langkah berstruktur, dan ada yang menekankan kepada model. Semua itu dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan hal-hal berikut.

Mengantarkan siswa kepada informasi atau keterampilan baru Mendorong siswa untuk mengkaji ulang informasi atau keterampilan sebelumnya Memungkinkan siswa mampu melihat kekurangan pada proses belajar sebelumnya dan mengisi kekurangan itu Mendorong siswa untuk memperkuat proses fisik, kognitif, sosial, maupun afektif. Mendorong siswa untuk menghasilkan, mengorganisasikan, dan menyatakan informasi baru itu dalam cara-cara yang kreatif Mendorong siswa untuk memperkirakan dan memikirkan gagasan yang belum dikembangkan serta masalah yang belum terpecahkan.

c. Kegiatan penutup Pada kegiatan ini, guru membimbing siswa untuk merumuskan ikhtisar yang bertujuan untuk:

Mengkaji ulang materi yang telah diajarkan Merefleksikan pembelajaran yang menggambarkan kumpulan pengalaman belajar siswa Memberikan gambaran tentang materi pelajaran yang akan datang.

4. Perencanaan evaluasi Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan menjadi dasar untuk mengetahui dan mengukur tingkat pencapaian tujuan dan kemajuan siswa . Ada dua kegiatan evaluasi yang direncanakan guru untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran, yaitu evaluasi sumatif dan formatif. Evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang merangkum seluruh hasil belajar siswa pada jangka waktu tertentu. Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dimaksudkan untuk melihat kemajuan siswa pada saat kegiatan pembelajaran sedang atau telah berlangsung.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


by: admin - September 30th, 2011 19 Comments RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen RPP adalah :

Identitas mata pelajaran. Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan. Standar kompetensi. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi. Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Materi ajar. Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Alokasi waktu. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. Metode pembelajaran. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode

pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI. Kegiatan pembelajaran

a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. c. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

Penilaian hasil belajar. Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. Sumber belajar. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.