Anda di halaman 1dari 14

PENATALAKSANAAN GIGI DAN MULUT PADA LANSIA

Riska wahyuni

PERUBAHAN KONDISI RONGGA MULUT


Gigi-geligi Jaringan periodontal Tulang Alveolar Membran mukosa TMJ Saliva

ASUPAN GIZI LANSIA


Nutrisi ideal pada lansia Kalori - 20-25% berasal dari protein, 20 % dari lemak, dan sisanya dari karbohidrat. - Kebutuhan kalori : lansia laki-laki 1960 kal lansia perempuan 1700 kal Protein - Pada orang dewasa sebnayak 1 gr/kg BB/hari, pada lansia ditingkatkan 12-14% dari kebutuhan orang dewasa

Lemak - 30% atau kurang dari total kalori yang dibutuhkan - 20% konsumsi lemak adalah asam lemak tak jenuuh Karbohidrat - Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks yang berasal dari kacangkacangan dan biji-bijian untuk sumber energi dan serat.

Vitamin dan Mineral - Lansia kurang mengkonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam velat, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E, mineral kalsium, zat besi, sehingga memerlukan mengkonsumsi buah dan sayur.
Air - Dianjurkan > 6-8 gelas/hari

Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi. Berkurangnya indera pengecapan sehingga menurunkan cita rasa. Esofagus mengalami pelebaran. Rasa lapar menurun dan asam lambung menurun. Gerakan usus lemah. Penyerapan makanan di usus melemah

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ASUPAN GIZI

PENYAKIT GIZI LANSIA


Obesitas Obesitas pada lansia biasanya disebabkan karena pola konsumsi yang berlebihan, banyak mengandung lemak, protein dan karbohidrat yang tidak sesuai dengan kebutuhan serta proses metabolisme yang menurun. Malnutrisi Malnutrisi dihubungkan dengan kurangnya vitamin dan mineral, dalam beberapa kasus terjadi pula kekurangan protein kalori.

PERUBAHAN PSIKOLOGIS LANSIA

Perubahan psikologi pada lansia meliputi short term memory, frustasi, kesepian, takut kehilangan kebebasan, takut menghadapi kematian, perubahan keinginan, depresi dan kecemasan.

Masalah-masalah umum yang sering dialami lansia : Keadaan fisik lemah dan tidak berdaya, sehingga harus bergantung pada orang lain. Status ekonominya sangat terancam, sehingga cukup beralasan untuk melakukan berbagai perubahan besar dalam pola hidupnya. Menentukan kondisi hidup yang sesuai dengan perubahan status ekonomi dan kondisi fisik. Mencari teman baru untuk mengganti suami/istri yang telah meninggal atau pergi jauh. Mengembangkan kegiatan baru untuk mengisi waktu luang yang semakin bertambah. Belajar untuk memperlakukan anak yang sudah besar, sebagai orang dewasa. Mulai merasakan kebahagian dari kegiatan yang sesuai untuk lansia dan memiliki kemauan untuk mengganti kegiatan lama yang berat dengan yang lebih cocok.

KOMUNIKASI LANSIA
Dalam menulis pesan, gunakan tulisan yang besar dan tebal

Gunakan warna kontras dalam penulisan pesan


Ketika berbicara dengan pasien, seseorang dapat membantu pasien dengan menggunakan mekanisme pengganti melalui bahasa isyarat dan mempertahankan kontak mata Selama berkomunikasi, dokter gigi sebaiknya duduk lebih dekat dengan pasien lansia agar mereka dapat menerima pesan lebih baik Sentuhan dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi yang berharga dengan pasien lansia terutama orang yang telah mengalami kemunduran pendengaran dan penglihatan

Intonasi dan volume suara juga harus dipertimbangkan Untuk pasien lansia dengan gangguan pendengaran berat (namun tidak tuli), tim dental dapat memilih menggunakan alat khusus yang diletakkan di telinga mereka, untuk membantu pendengaran mereka Berdiskusi dengan pasien lansia sebaiknya dilakukan di lingkungan yang tenang dan tidak terburu-buru Sebaiknya menghindari benda-benda yang dapat menjadi penghalang antara dokter gigi dan pasien

Implikasi terhadap komunikasi dengan pasien lansia :

Struktur pesan harus ada.


Jangan terlalu banyak memberikan informasi pada satu waktu Berikan waktu yang lebih untuk mendengar komplain pasien, untuk mendiskusikan prosedur dental dan mengulangi pesan Terakhir, gunakan bentuk multiple dari komunikasi

PENATALAKSANAAN GIGI DAN MULUT


Stage I. Emergency Care

Stage II. Maintenance and Monitoring

Stage III. Rehabilitatif

FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN


Sosial/ tingkat pendidikan/ lingkungan.

Ekonomi/ kemampuan. Transportasi.


Hubungan interpersonal=> empati. Komunikasi dengan pasien dan keluarga pasien. Adanya penyakit sistemik dan penggunaan obat-obatan. Kepribadian pasien. Dukungan pasien.

TERIMA KASIH