Anda di halaman 1dari 48

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Come to the meetings with question in minds Listen thoughtfully and critically to others Speak your mind freely Dont monopolize the discussion Dont let the discussion get away from you (if you dont understand, please ask !!!) Dont engage in side conversations with your neighbor Take part in friendly disagreement Strike while the idea is hot Be action minded (try to relate discussion to action)

After The Meeting: Ask Yourself What Am I Contribute ?. Resolve to do more next time
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 2

PERBUATAN MELANGGAR HUKUM YANG MENIMBUL KAN KERUGIAN OLEH PIHAK tertentu DAN MEMBERI KAN KEUNTUNGAN BAGI PELAKU FRAUD ATAU pihak LAIN. POIN-POIN KUNCI: Perbuatan melanggar hukum Pelaku Fraud Sengaja/DISADARI/Langsung ATAU TIDAK Terjadi Kerugian Sadar/Tidak Disadari Kerugian Terjadi Keuntungan Bagi Pelaku Fraud/Pihak lain.
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 3

Penipuan (CONVERSION)

FRAUD
Penyembunyian Fakta (CONCEALMENT) Pemanfaatan Hasil (THEFT)

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

PRESSURE/DORONGAN

FRAUD
OPPORTUNITY/ KESEMPATAN RATIONALIZATION/ PEMBENARAN

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

Greed Opportunity Need Exposure

Berhubungan dgn individu (pelaku kecurangan) (Faktor Individu) Berhubungan dgn organisasi (korban perbuatan kecurangan) (Faktor Generik)

(Kemungkinan bhw kecurangan akan dpt diketahui jika hal itu diungkapkan; sanksi dikenakan jika terungkap perbuatannya)

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

MERUGIKAN PERUSAHAAN:
Perusahaan merupakan korban kecurangan yang biasanya dilakukan oleh karyawan jenjang menengah ke bawah Misalnya: Lapping, Kitting, Pencurian Harta Kekayaan Perusahaan

MENGUNTUNGKAN PERUSAHAAN:
> Dilakukan oleh karyawan jenjang atas (manajemen puncak) > Dilakukan untuk mengelabui pemegang saham, kreditur maupun fiskus

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

A. MANAGEMENT FRAUD (WHITE COLLAR CRIME) B. NON MANAGEMENT FRAUD (EMPLOYEE FRAUD) C. COMPUTER FRAUD (DATA PROCESSING CRIME)

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

PIHAK PERUSAHAAN/ORGANISASI: Pegawai Manajemen (Utk Keuntungan Perusahaan/Organisasi atau Individu)

PIHAK LUAR: Pelanggan Mitra Usaha ( Menimbulkan Kerugian Bagi Perusahaan/Organisasi)

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

10

CRISIS RESPONDERS & OPPPORTUNITY TAKERS


CRISIS RESPONDERS

SITUATIONAL RESPONSES TO REAL STRESS/CRISIS IN THEIR PERSONAL/ PROFESSIONAL LIVES. IN POSITION OF TRUST

OPPPORTUNITY TAKERS : Linked strongly to unusual set of opportunities that suddently materialize for th offender. Drawn in by temptation created by unusual opprotunity. Conspiracies operating in permissive environment Systematic criminal activities. Middle high class crime

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

11

DITANDAI OLEH: 1. Gejala modal kerja yang kurang 2. Perputaran pegawai yang tinggi pada staf keuangan dan posisi kunci lainnya 3. Favoritisme pada suatu perusahaan pemasok 4. Transfer dana kepada anak perusahaan 5. Pola rekening bank yang kompleks dan terpisahpisah 6. Pelaporan yang lambat

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

12

GEJALA-GEJALA YANG NAMPAK PADA PEGAWAI: 1. Gaya hidup mewah di atas standar pendapatannya 2. Bekerja lembur secara berlebihan 3. Sering berhutang 4. Tidak pernah mengambil cuti penuh 5. Gemar berjudi dan minuman keras 6. Memiliki jumlah investasi yang besar, tidak sepadan dengan penghasilannya 7. Ijin sakit yang terlalu lama

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

13

PENGGELAPAN PENCURIAN SUAP PEMAKAIAN TANPA IJIN MARK-UP HARGA TRANSAKSI TIDAK RESMI PEGAWAI MANAJEMEN MITRA USAHA PELANGGAN
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

14

1.

Pencurian aktiva/kekayaan selain daripada uang (cash), misalnya: pencurian barang kecil 2. Pencurian uang dengan jalan tidak mempertanggungjawabkan sebagian penerimaan uang, misalnya: Penerimaan Uang: * Pencurian uang yg diterima tanpa mencatatnya sebagai penerimaan dlm cash register atau tanpa membuat bukti penerimaan uang * Pengambilan uang dgn membukukan seluruh jml yg diterima dgn benar, ttp diikuti dengan menjumlahkannya lebih rendah dari yg seharusnya (underfooting) * Pencurian uang dgn memperbesar (overstating) pengeluaran uang dari jumlah yg diperkenankan * Pencurian uang dgn mendebet beberapa perkiraan lain selain perkiraan kas pada saat menerima uang * Pencurian uang dgn menghapuskan seluruhnya (writing-off) piutang yang sehat sebagai tak tertagih dan kemudian tdk mencatat penerimaan uang da ri ybs atau langsung menghapuskannya pada saat diterima pelunasan dan uangnya diambil
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 15

a.

Lemahnya Internal Control: - Manajemen tdk menekankan perlunya peranan internal control - Manajemen tdk menindak pelaku fraud - Para eksekutif menunjukkan sikap hidup kemewahan - Internal Auditor tdk diberikan kewenangan utk menyelidiki kegiatan para eksekutif, terutama menyangkut pengeluaran yg sangat besar

b. Tekanan Keuangan Terhadap Seseorang: - Banyak hutang; Pendapatan Rendah; Gaya Hidup Mewah c. Tekanan Non-Financial (Mendorong Management Fraud): - Tuntutan pimpinan di luar kemampuan bawahannya (cenderung tidak realistis) - Top Management menetapkan suatu tujuan yg hrs dicapai tanpa dikonsultasikan lebih dahulu kepada bawahannya Indikasi Lainnya: - Lemahnya kebijaksanaan penerimaan pegawai - Kemungkinan koneksi dengan organisasi kriminal
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 16

c.

TANG-WAB PROFESI, MORAL & SOSIAL YG RENDAH SANKSI YG LEMAH & PENERAPAN HKM YG TIDAK KONSISTEN RENDAHNYA DISIPLIN/KEPATUHAN THD PERATURAN POLA HIDUP KONSUMTIF & BOROS LEMAHNYA INTERNAL CONTROL KURANGNYA KETELADANAN DARI ATASAN WEWENANG YG BESAR TANPA EVALUASI KINERJA ADANYA KESEMPATAN LEMAHNYA PENGAWASAN EKSTERNAL BLM EFEKTIFNYA WASMAS BLM EFEKTIFNYA WASLEG PERATURAN YANG TDK JELAS ADANYA BUDAYA UTK MEMBERI UPETI PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL BESAR PASAK DARIPADA TIANG SIKAP PERMISIF/SERBA MEMBOLEHKAN DARI MASY. TIDAK PEDULI THD KEHIDUPAN MASYARAKAT
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

17

INTERNAL CONTROL LEMAH ATAU SERING DILANGGAR KUALITAS PROSES & HASIL PEKERJAAN SULIT DINILAI TINDAKAN DISIPLIN LEMAH INFORMASI YANG TIDAK BERIMBANG SIKAP MASA BODOH DAN APATIS AUDIT TIDAK EFEKTIF
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 18

APA KELEMAHAN UTAMA SISTEM INTERNAL CONTROL YANG ADA ? PENYIMPANGAN APA YANG MUNGKIN TERJADI PADA SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN ? TRANSAKSI TIDAK RESMI APA YANG MUNGKIN TERJADI & SIAPA YANG MUNGKIN TERLIBAT ? BAGAIMANA CARA TERMUDAH DAN PALING UMUM UTK MELANGKAHI SISTEM CONTROL ? BAGAIMANA LINGKUNGAN DAN SUASANA PEKERJAAN ?

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

19

PENGHARGAAN YANG TIDAK MEMADAI KONTROL MANAJEMEN TIDAK MENCUKUPI STANDAR MINIMUM KINERJA & PERILAKU TDK/KURANG JELAS AMBIGUITAS DALAM PERAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB LEMAHNYA MEKANISME EVALUASI, UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ATAS KONDISI YANG TERJADI KURANGNYA SUMBER DAYA/FASILITAS UTK MENCAPAI STANDAR KINERJA YANG DITENTUKAN KURANGNYA REVIU LEMAHNYA TINDAKAN TERHADAP INDISIPLINER YANG TERJADI
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 20

1.

Situasi Pribadi yang Menciptakan Tekanan yg Tdk Diharapkan: - Dililit Hutang - Sakit Berat Keadaan Perusahaan yang Menciptakan Tekanan yang Tidak Semestinya: - Kesulitan Ekonomi - Kelebihan Berhutang - Meningkatnya Persaingan - Kredit Pinjaman yang Terbatas Resiko Pengendalian yang Spesifik: - Satu orang menangani semua bagian dari transaksi yang penting - Supervisi yang buruk - Penugasan dan tanggung jawab yang tidak jelas

2.

3.

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

21

Terdapat perbedaan angka laporan keuangan yang mencolok dengan tahun-tahun sebelumnya Perbedaan antara buku besar dengan buku tambahannya Perbedaan yang terungkap dari hasil konfirmasi Transaksi yang tidak didukung oleh bukti yang memadai Transaksi yang tidak dicatat sesuai dengan otorisasi manajemen baik yang khusus maupun umum

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

22

DATA AKUNTANSI: Perubahan kebijakan akuntansi Kelainan data Transaksi dalam jumlah besar pada akhir tahun Kualitas laba yang rendah Beban utang/bunga yang tinggi Kesulitan menagih piutang Biaya meningkat lebih besar dari pendapatan Dll. ORGANISASI: Kecenderungan birokrasi yang berbelit Struktur organisasi yang kompleks Pembagian kewenangan dan tang-wab yang tidak jelas Kebergantungan pada individu tertentu Internal audit tidak efektif
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 23

PERILAKU DAN POLA HIDUP: Pola hidup di atas kewajaran Royal terhadap teman Perilaku yang tidak biasa Penjudi Sering keluar malam Track record yang kurang baik
HUBUNGAN DENGAN PIHAK KETIGA: Tuntutan ganti rugi dan keluhan dari mitra kerja dan pelanggan meningkat Teguran dan sanksi dari instansi pemerintah Keengganan pemberian data kepada auditor Sering berganti konsultan Historis bisnis banyak masalah

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

24

TEKNIK MENDETEKSI FRAUD:

(Melalui pemeriksaan atas catatan pembukuan gejala manipulasi dpt diidentifikasikan)


ANALISIS TREND PENGUJIAN KHUSUS ATAS KEGIATAN YG BERESIKO TINGGI ANALISIS VARIANCE (EXCEPTIONAL ANALYSIS)

(Jika seseorang bekerja pada suatu jabatan ttt, tindakan negatif apa yg dpt dilakukan ?)
RISK ASSESSMENT ANALYSIS PELAKU POTENSIAL
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 25

THEFT ACT INVESTIGATE METHOD: Surveilance & Copert Operation (Pengamatan thp op. perush) Invigilation (Kewaspadaan ) Physical Evidence

CONCEALMENT INVESTIGATE METHOD: (Penyembunyian) Document Examination A u d i t Computer Searches Physical Asset Count

CONVERSION INVESTIGATIVE METHOD: Public Record Searches Net Worth Analysis

INQUIRY INVESTIGATIVE METHODS: Interviewing & Interogation Honestly Testing


FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 26

TESTIMONIAL EVIDENCE

DOCUMENTARY EVIDENCE

EVIDENCE SQUARE
PHYSICAL EVIDENCE PERSONAL OBSERVATION

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

27

FRAUD AUDITING SKILLS THE FRAUD INVESTIGATIONS


Form An Investigative Hypothesis Construct A Case Outline And Gather Document Record All Known Facts About The Operation
Form A Mental Picture Of The Fraud Scheme

Review The Allegation (pernyataan) And Other Document. Review Similar Cases To Become Familiar With The Frauds Method Of Operation. An Outline Of The Fraud Scheme

Key Misrepresentations
Searching Personal Space. Review Organizations File, Expense Report, Personal and Payroll Records, Business Record of Other Parties Involved, Bank Record, Telephone Records, Mail, Correspondence Logs, Building Visitor Logs, Public Record And Other.

Obtain Documentary Evidence

Organize And Safeguard The Evidence Seek Testimonial Evidence From Witnesses FORENSIC AUDIT- MAGISTER
AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 Victim Witnesses, General Witnesses, Inside and Close Associate, Potential Defendants 28

Skema Investigasi Kickback


Teliti Catatan/Pembukuan Perusahaan Interviu Mantan Pegawai / Rekanan Yg kecewa
Teliti Catatan Historis, Surveillance, Invigilation

Interviu siapa saja yg dekat Tersangka

Interviu Tersangka

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

29

CIPTAKAN IKLIM BUDAYA JUJUR, KETERBUKAAN DAN SALING BANTU. REKRUITMEN PROSES YANG FAIR (FIT & PROPER TESTS) TRAINING FRAUD AWARENESS LINGKUNGAN KERJA YANG POSITIF, KONDUSIF KODE ETIK YANG JELAS, MUDAH DIMENGERTI DAN DITAATI. PROGRAM BANTUAN KPD PEGAWAI YG MENDAPATKAN KESULITAN (COMMUNITY DEVELOPMENT, RR, JPS, ) TANAMKAN KESAN BAHWA SETIAP TINDAKAN FRAUD AKAN MENDAPATKAN SANKSI SETIMPAL.( LAW ENFOR CEMENT)
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 30

1. 2. 3.

Melakukan reviu atas pengendalian intern Menganalisis kekuatan dan kelemahan pengendalian intern Mengidentifikasikan kemungkinan kerugian akibat fraud berdasarkan analisis kelemahan-kelemahan pengendalian intern tersebut 4. Mengidentifikasikan kondisi-kondisi yang menimbulkan pertanyaan maupun halhal yang tdk biasa dalam saldo rekening Buku Besar 5. Mengidentifikasikan transaksi-transaksi yang tidak biasa 6. Mencari seluruh dokumen pendukung transaksi yang mencurigakan

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

31

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

32

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

33

PERSIAPAN:
Penelaahan Info/Data Penentuan Tim Pemeriksa Penyusunan Program Audit

PELAKSANAAN:
Pembicaraan Pendahuluan: - Menjelaskan tujuan pemeriksaan - Mencari informasi tambahan untuk melengkapi informasi yg telah diterima - Menciptakan suasana yang kondusif Pelaksanaan Program Pemeriksaan - Usaha utk memperoleh bukti yg memperkuat adanya penyimpangan atas peraturan, unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain, serta penghitungan kerugian

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

34

INSPEKSI (PENINJAUAN): memeriksa dgn menggunakan panca indera terutama mata, utk memperoleh pembuktian atas sesuatu keadaan atau sesuatu masalah OBSERVASI (PENGAMATAN): memeriksa dgn menggunakan panca indera terutama mata yg dilakukan secara kontinyu selama kurun waktu tttutk membuktikan sesuatu. WAWANCARA: merupakan komunikasi langsung dalam rangka memperoleh pembuktian (dapat dilakukan secara lisan atau tertulis) KONFIRMASI: Pembuktian dgn mengusahakan memperoleh informasi dari sumber lain yg independen, baik secara lisan maupun tertulis ANALISIS: memecah atau menguraikan sesuatu keadaan atau masalah kedalam beberapa bagian atau elemen dan memisahkan bagian tsb utk dihubungkan dgn keseluruhan atau dibandingkan dgn yang lain PEMERIKSAAN BUKTI TERTULIS (VOUCHING & VERIFIKASI): memeriksa autentik tidaknya serta lengkap tidaknya bukti yg mendukung suatu transaksi. Verifikasi adalah istilah yang digunakan dalam arti umum untuk memeriksa ketelitian perkalian, penjumlahan, pembukuan, pemilikan dan eksistensinya REKONSILIASI: penyesuaian antara 2 golongan data yg berhubungan ttp masing-masing dibuat oleh pihak yg independen (terpisah). Misalnya rekonsiliasi saldo simpanan giro di bank menurut salinan rekening koran di bank dgn saldo menurut catatan perusahaan. TRASIR (PENELUSURAN): memeriksa dgn jalan menelusuri proses suatu keadaan atau kegiatan atau masalah, kepada sumber atau bahan pembuktiannya REKOMPUTASI: dlm melakukan verifikasi, biasanya dilakukan rekomputasi yaitu menghitung kembali kalkulasi yg telah ada utk menetapkan kecermatannya SCANNING : penelaahan pintas utk menemukan hal-hal yg memerlukan pemeriksaan lebih lanjut PENGUJIAN: memeriksa sampel yg representatif dgn maksud utk mencapai kesimpulan, sehubungan dengan kelompok FORENSIC dipilih AUDIT- MAGISTER
AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 35

PEMBUKTIAN KERUGIAN PERUSAHAAN: Tindakan Fraud Pelaku Dampak Kerugian

PELAPORAN: Jenis Penyimpangan dan Penyebabnya:


memuat uraian ttg terjadinya kecurangan dan faktor penyebab timbulnya

Modus Operandi:
memuat uraian yang jelas tentang cara-cara melakukan kecurangan

Dampak Kecurangan:
memuat uraian mengenai rincian dan jumlah kerugian perusahaan

Pihak Terlibat:
memuat ttg pihak-pihak yg terlibat dalam kasus kecurangan yg terjadi

Saran:
memuat uraian mengenai tindakan yg perlu dilakukan atas kasus kecurangan tsb, serta saran berupa sistem pencegahan yg perlu diterapkan
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6 36

CONTOH-CONTOH KASUS:

FRAUD PADA KEGIATAN DAN SISTEM PENGADAAN DAN PEMBAYARAN Metode Utama Fraud: - Laporan Biaya Fiktif: * Biaya bukan utk keperluan dinas
* Mark-Up Harga * Pembelian barang fiktif * Duplikasi Pembayaran

- Faktur dari

* Faktur utk barang/jasa yg tidak dikirim atau tidak dilakukan


* Kuantitas barang lebih sedikit dari yang dikirim * Kualitas barang tidak sesuai

Supplier Yang Fiktif/Rekayasa:

- Informasi * * * *

* Laporan yang direkayasa

Fiktif/Rekayasa:

Laporan persediaan yang tidak sesuai dengan fisik barang Perubahan-perubahan catatan akuntansi Informasi fiktif mengenai pelanggan Laporan Nilai Asset Yang Tidak Sesuai

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

37

CONTOH KASUS:
ADI DAN IDA ADALAH SUAMI ISTRI YANG BEKERJA PADA PT TRENDY BUSANA, SEBUAH PERUSAHAAN PEMBUAT PAKAIAN. PASANGAN ADI DAN IDA MEMPUNYAI 2 (DUA) ORANG ANAK YANG MENJADI MAHASISWA PADA UNIVERSITAS TERKEMUKA DI A.S. BARU-BARU INI KEDUA ANAK TERSEBUT MEMINTA KIRIMAN UANG SEJUMLAH US$ 100,000.00 UNTUK UANG KULIAH, SEWA APARTEMEN, BELI BUKU DAN PAKAIAN, SERTA GANTI MOBIL. PADA SISI LAIN GAJI ADI DAN IDA MENDAPAT POTONGAN YANG BESAR KARENA BESARNYA PINJAMAN MEREKA PADA PERUSAHAAN. SEMENTARA ITU RONNY PETUGAS BAGIAN PENGADAAN PADA PT TRENDY BUSANA TAMPAK TIDAK MENGALAMI KESULITAN MEMBIAYAI 3 (TIGA) ORANG ANAKNYA YANG JUGA SEKOLAH DI A.S. BAHKAN BARUBARU INI RONNY BARU PULANG DARI MENJENGUK ANAKNYA DI A.S. ADI DAN IDA MERASA HERAN MENGAPA RONNY TIDAK KELIHATAN MENGALAMI KESULITAN KEUANGAN, SEMENTARA MEREKA WALAUPUN SUAMIISTRI BEKERJA DAN MENDUDUKI POSISI YANG LEBIH SENIOR MERASAKAN BERATNYA BEBAN KEUANGAN. MEREKA JUGA MEMPERHATIKAN RONNY SERING PERGI KELUAR KANTOR BERSAMA VENDOR PERUSAHAAN.

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

38

ADI BEKERJA PADA BAGIAN TRANSPORTASI YANG MENGATUR PENGGUNAAN MOBIL UNTUK BARANG KELUAR-MASUK PERUSAHAAN. SEMENTARA IDA BEKERJA PADA BAGIAN GUDANG YANG MEMPUNYAI KEWENANGAN UNTUK MENDISPOSISIKAN KELUAR-MASUK BARANG GUDANG. BARANGBARANG TERSEBUT MUDAH TERJUAL DI PASAR.

1. Analisis kelemahan kontrol kegiatan pengadaan dan faktor-faktor lainnya yang memicu kemungkinan terjadinya fraud 2. Identifikasikan kemungkinan modus operandi fraud 3. Informasi tambahan apa yang diperlukan untuk menguatkan dugaan fraud 4. Susun langkah investigasi yang perlu dilakukan 5. Apakah kasus tsb memenuhi syarat untuk diajukan ke Pengadilan/Kejaksaan?

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

39

CONTOH KASUS: FRAUD OLEH PEGAWAI:


Hendy bertugas sebagai koordinator teknisi komputer pada PT SMART BISNIS, sebuah perusahaan konsultasi dan pengolahan data bisnis. Perusahaan tersebut mempekerjakan 60 orang ahli konsultansi profesional dan seluruh proses pekerjaan banyak dilakukan dengan bantuan komputer. Hendy dikenal sebagai orang yang ahli dalam menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan hardware dan software komputer. Ia juga dikenal membantu siapa saja yang mendapatkan masalah dengan penggunaan komputer. Bahkan rekan-rekan Hendy di perusahaan membuat Motto:HENDY ADALAH JAWABAN ATAS SETIAP PERMASALAHAN DENGAN KOMPUTER. Sebagai koordinator, Hendy mempunyai kewenangan utk mengajukan permintaan pembelian barangbarang perlengkapan komputer. Hendy juga dipandang sebagai orang yang paling mengetahui daftar supplier yang dapat menawarkan barang dengan harga, kualitas dan waktu pengiriman barang yang paling menguntungkan perusahaan. Oleh karena itu, dalam setiap pemesanan barang, bagian penga daan selalu meminta rekomendasi dari Hendy untuk menentukan supplier yang akan dipilih. Untuk kepraktisan dan kemudahan pengerjaan perbaikan, pemeliharaan dan updating sistem komputerisasi perusahaan, barang-barang perlengkapan komputer disimpan di kantor Hendy. Pada suatu hari, Hendy jatuh sakit dan tidak masuk selama satu minggu. Pada saat itu terjadi kebutuhan untuk membeli perlengkapan-perlengkapan komputer tertentu. Untuk itu bagian pengadaan memerlukan informasi dari Hendy mengenai supplier yang akan dipilih. Oleh karena Hendy tidak masuk kantor, bagian pengadaan mengecek data supplier yang memasok barang sejenis pada waktu yang

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

40

lalu berdasarkan rekomendasi Hendy. Berdasarkan pengecekan tersebut diperoleh data supplier yang Dicari yaitu di PT CPU KOMPUTER. Berhubung kegiatan pengadaan ini berdekatan dengan periode akhir triwulanan, bagian pengadaan perlu menyusun laporan triwulanan berkaitan dengan kegiatan pengadaan perlengkapan komputer. Biasanya laporan ini dibantu penyiapannya oleh Hendy. Kali ini, bagian pengadaan menyusun sendiri laporan tersebut berdasarkan data pesanan dan faktur penjualan dari supplier. Dari penelitian dokumen terrsebut dijumpai hal-hal sebagai berikut: Faktur-faktur dari PT CPU KOMPUTER berisikan data yang identik dengan dua supplier lainnya berkenaan dengan kuantitas dan spesifikasi barang yang dikirim. Harga dari PT CPU KOMTER jauh lebih murah dari harga yang ditagihkan oleh dua supplier lainnya. Jumlah perlengkapan yang dibeli melebihi jumlah kebutuhan normal Hendy biasanya selalu menyertakan keterangan dan penjelasan dalam pelaporan jumlah pengadaan barang-barang perlengkapan komputer. BAHAN DISKUSI: Analisis kelemahan kontrol kegiatan pengadaan dan faktor-faktor lainnya yang memicu kemungkinan terjadinya fraud Identifikasikan kemungkinan modus operandi fraud Informasi tambahan apa yang diperlukan untuk menguatkan dugaan fraud Susun langkah investigasi yang perlu dilakukan Apakah kasus tsb memenuhi syarat untuk diajukan ke Pengadilan/Kejaksaan?

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

41

IDENTIFIKASI TULISAN TANGAN: APAKAH TANDA TANGAN ASLI ? Teliti goresan tanda tangan : tebal tipis, vertikal horizontal. APAKAH TULISAN DALAM DOKUMEN ASLI? TULISAN SIAPA? Apa bukti & tandanya? PENULISAN ANGKA OLEH SIAPA? CAP DULU ATAU TANDA TANGAN DULU? APAKAH TULISAN TAMPAK BARU DIBANDINGKAN DGN TANGGAL YANG TERCANTUM DALAM DOKUMEN. KOMPUTER/MESIN KETIK: SOFTWARE PROCESSOR YANG DIGUNAKAN BANDINGKAN SAAT SOFTWARE TERSEBUT MULAI BIASA DIGUNAKAN DGN PENANGGALAN DALAM DOKUMEN ASLI ATAU FOTO COPY FOTO COPY DIREKAYASA ATAU TIDAK
FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

42

TERDAPAT TANDA-TANDA HAPUSAN TERDAPAT TANDA PERUBAHAN HURUF/ANGKA PENULISAN YANG TAMPAK TIDAK NATURAL TERDAPAT SOBEKAN TERDAPAT GARIS TIPIS TTT DARI FOTO COPY DOKUMEN ISI TULISAN TIDAK NYAMBUNG KECURIGAAN LAIN

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

43

MENDAPATKAN INFORMASI UTK MENGUNGKAPKAN UNSUR-UNSUR PENTING DARI SUATU FRAUD MENDAPATKAN PETUNJUK REKONSTRUKSI KASUS FRAUD DAN PENGUMPULAN BUKTI-BUKTI LAINNYA MENDAPATKAN PETUNJUK DARI KORBAN DAN PENGAKUAN DARI PELAKU FRAUD MRNDAPATKAN INFORMASI LATAR BELAKANG PRIBADI DAN MOTIF DARI PIHAK YANG TERLIBAT DALAM FRAUD

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

44

MEMBANTAH MARAH BERKILAH/ARGUMENTASI TERTEKAN PENGAKUAN


FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

45

KUMPULKAN INFORMASI DARI DOKUMEN YANG ADA MENGENAI: * ASPEK HUKUM DARI TINDAKAN FRAUD * TANGGAL, WAKTU DAN TEMPAT KEJADIAN * MODUS OPERANDI FRAUD * KEMUNGKINAN MOTIF FRAUD

INFORMASI TENTANG PIHAK YANG DIWAWANCARA: * LATAR BELAKANG PRIBADI YBS * SIKAP REAKTIF TERHADAP INVESTIGASI YANG DILAKUKAN * KONDISI FISIK DAN MENTAL

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

46

DUDUK TEGAK DEKAT YANG DIWAWANCARA TIDAK ADA MEJA ANTARA PEWAWANCARA DGN YANG DIWAWANCARA TIDAK BERDIRI ATAU JALAN-JALAN, TETAP DUDUK HINDARKAN MENGANGGAP ENTENG YANG DIWAWANCARA BERLAKU WAJAR DAN PROFESIONAL HINDARI SIKAP OTORITER JANGAN MENDOMINASI PEMBICARAAN BERSIKAP SIMPATIK DAN MENARUH RESPEK (NGEWONGKE) HINDARI HAL-HAL YANG DAPAT MENYINGGUNG MASALAH PRIBADI YANG SENSITIF DARI SAKSI BERTERIMA KASIH KEPADA SAKSI JAUHKAN KERTAS DAN PULPEN PADA SAAT WAWANCARA

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

47

GUNAKAN PERTANYAAN PENDEK, FOKUSKAN PADA SATU TOPIK YANG DAPAT DIMENGERTI DENGAN JELAS AJUKAN PERTANYAAN YANG MEMERLUKAN JAWABAN NARATIF MINTA BASIS FAKTUAL ATAS JAWABAN YANG DIBERIKAN MINTA JAWABAN LANGSUNG, TIDAK BERBELIT JANGAN BIARKAN YANG DIWAWANCARA MENGALIHKAN TOPIK YANG DITANYAKAN KONSENTRASIKAN UTK MEMPERHATIKAN JAWABAN YANG SDG DIBERIKAN DARIPADA MERENCANAKAN PERTANYAAN BERIKUTNYA KENDALIKAN DIRI EMOSI KEMUKAN SEBAGIAN BUKTI YANG ADA

FORENSIC AUDIT- MAGISTER AKUNTANSI TRISAKTI 2005-6

48