Anda di halaman 1dari 11

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Perputaran Piutang Mudharabah Pada PT. Bank Syariah Mandiri Garu Piutang timbul karena adanya pembiayaan secara kredit dan akan berubah kembali menjadi kas setelah terjadi pelunasan. Perputaran piutang memberikan gambaran mengenai cepatnya piutang dapat dikonversi menjadi uang. Untuk mengetahui perputaran piutang mudharabah pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut dapat dilakukan dengan cara menghitung pembiayaan mudharabah di bagi rata-rata pembiayaan mudharabah dari tahun ke tahun. Penulis menyajikan perkembangan pembiayaan mudharabah pada PT. Bank syariah mandiri Garut selama 5 tahun yakni dari tahun 2007 2011 dan disajikan pada tabel 4.1 berikut: Tabel 4.1 Perputaran Piutang Mudharabah Tahun 2007-2011 PT. Bank Syariah Mandiri Garut (dalam ribuan)
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 Pembiayaan Mudharabah Rata-rata pembiayaan mudharabah Rp. 1.729.395.800 Rp. 2.651.663.064 Rp.3.151.244.714 Rp.3.789.882.657 Rp.4.456.031.356 Perputaran Pembiayaan Mudharabah Keterangan Naik Turun Turun Naik Turun

Rp.1.220.563.913 0,71kali Rp. 611.418.826 0,23kali Rp. 349.377.699 0,11kali Rp. 911.763.416 0,24kali Rp. 439.237.573 0,10kali Sumber: PT. Bank Syariah Mandiri, data diolah kembali 2013.

Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui tingkat perputaran piutang mudharabah pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut. Data tersebut diperoleh dari laporan Keuangan PT.Bank Syariah Mandiri Garut pada tahun 2007 sampai 2011. 42

43

Nilai perputaran piutang mudharabah dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 berfluktuatif. Hal tersebut disebabkan adanya pembiayaan mudharabah yang berfluktuatif dan rata-rata piutang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2007 pembiayaan mudharabah PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.1.220.563.913 dan rata-rata piutang Rp.1.729.395.800. Setelah dilakukan perhitungan perputaran piutang mudharabah menunjukan angka sebesar 0,71, artinya dalam setahun ini dana yang tertanam dalam piutang mudharabah berputar sebanyak 0,71 kali. Pada tahun 2008 pembiayaan mudharabah PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.611.418.826 dan rata-rata piutang Rp.2.651.663.064. Setelah dilakukan perhitungan perputaran piutang mudharabah menunjukan angka sebesar 0,23, artinya dalam setahun ini dana yang tertanam dalam piutang mudharabah berputar sebanyak 0,23 kali, turun dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan penurunan pembiayaan mudharabah yang sangat tinggi diimbangi tingginya kenaikan rata-rata piutang sehingga perputaran piutang mudharabah menjadi turun dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2009 pembiayaan mudharabah PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.349.377.698 dan rata-rata piutang Rp. 3.151.244.714. Setelah dilakukan perhitugan perputaran piutang mudharabah menunjukan angka sebesar 0,11, artinya dalam setahun ini dana yang tertanam dalam piutang mudharabah berputar sebanyak 0,11 kali, turun dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan penurunan pembiayaan mudharabah yang sangat tinggi diimbangi tingginya

44

kenaikan rata-rata piutang sehingga perputaran piutang mudharabah menjadi turun dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2010 pembiayaan mudharabah PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.911.763.416 dan rata-rata piutang Rp.3.789.882.657. Setelah dilakukan perhitungan perputaran piutang mudharabah menunjukan angka sebesar 0,24, artinya dalam setahun ini dana yang tertanam dalam piutang mudharabah berputarsebanyak 0,24 kali, naik dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan kenaikan pembiayaan mudharabah yang diimbangi kenaikan rata-rata piutang sehingga menyebabkan naiknya nilai perputaran piutang mudharabah. Pada tahun 2011pembiayaan mudharabah PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.439.237.573 dan rata-rata piutang Rp.4.456.031.356. Setelah dilakukan perhitungan perputaran piutang mudharabah menunjukan angka sebesar 0,10, artinya dalam setahun ini dana yang tertanam dalam piutang mudharabah berputar sebanyak 0,10 kali, turun dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan penurunan pembiayaan mudharabah yang sangat tinggi diimbangi tingginya kenaikan rata-rata piutang sehingga perputaran piutang mudharabah menjadi turun dari tahun sebelumnya. Berdasarkan penjelasan di atas perputaran piutang mudharabah pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011mengalami fluktuati dan cenderung menurun. Hal ini menunjukan bahwa tingkat perputran piutang pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut berada pada kondisi kurang baik. Pendapat penulis di atas didasarkan pada teori yang dikemukakan oleh Darsono (2006:95) Piutang sebagai unsur modal kerja dalam

45

kondisi berputar, yaitu dari kas, proses komoditi, pembiayaan, piutang, kembali ke kas. Makin cepat perputaran piutang makin baik kondisi keuangan perusahaan.

4.2 Tingkat Likuiditas Pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut Agar dapat terus melangsungkan hidupnya suatu perusahaan harus selalu ada dalam kondisi yang likuid begitupun PT. Bank Syariah Mandiri Garut, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh bank syariah pada akhirnya memiliki tujuan yang sama yaitu likuiditas yang tersedia harus cukup sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional. Likuiditas dapat dihitung dengan rumus: Cash ratio= x100%

Berikut penulis sajikan tingkat likuiditas pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut selama 5 tahun yakni tahun 2007-2011 dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini: Tabel 4.2 Tingkat Likuiditas Tahun 2007-2011 PT. Bank Syariah Mandiri Garut (dalam ribuan)
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 AktivaLikuid Rp. 1.249.048.307 Rp.15.207.862.358 Rp.19.885.050.934 Rp.27.309.144.772 Rp.36.920.825.308 PasivaLikuid Rp.2.451.198.242 Rp.2.149.212.440 Rp.3.176.206.411 Rp.4.921.398.374 Rp.5.927.760.223 Likuiditas 509,6 % 707,6 % 626,1 % 554,9 % 622,8 % Keterangan Naik Turun Turun Naik

Sumber: PT. Bank Syariah Mandiri, data diolah kembali 2013. Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui tingkat likuiditas PT.Bank Syariah Mandiri Garut. Data tersebut diperoleh dari laporan keuangan PT.Bank Syariah

46

Mandiri Garutpada tahun 2007 sampai dengan 2011. Nilai likuiditas yang diperolehdaritahun2007 ketahun 2008 mengalami kenaikan sedangkan dari tahun 2008 ketahun 2009 mengalami penurunan dan dari tahun 2009 ketahun 2010 mengalami penurunan kembali sedangkan dari tahun 2010 ketahun 2011 mengalami peningkatan. Hal tersebut disebabkan adanya peningkatan dan penurunan aktiva likuid dan pasiva likuid setiap tahunnya. Pada tahun 2007 aktiva likuid PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp. 1.249.048.307 dan pasiva likuid sebesar Rp. 2.451.198.242. Setelah dilakukan perhitungan tingkat likuiditas PT. Bank Syariah Mandiri Garut adalah sebesar 509,6%. Ini menunjukan bahwa pada tahun ini perusahaan mampu membayar kewajiban jangka pendek sebesar 509,6% dari total aktivalikuiddan pasiva likuid yang dimiliki. Pada tahun 2008 aktiva likuid PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.15.207.862.358 dan pasiva likuid sebesar Rp.2.149.212.440. Setelah dilakukan perhitungan tingkat likuiditas PT. Bank Syariah Mandiri Garut adalah 707,6%, naik dari tahun 2007. Hal ini disebabkan turunnya passiva likuid yang diimbangi kenaikan aktiva likuid sehingga menyebabkan naiknya likuiditas pada tahun ini. Pada tahun 2009 aktiva likuid PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.19.885.050.934 dan pasiva likuid sebesar Rp.3.176.206.411. Setelah dilakukan perhitungan tingkat likuiditas PT. Bank Syariah Mandiri Garut adalah 626,1%, turun dari tahun 2008. Hal ini disebabkan naiknya passiva likuid yang diimbangi kenaikan aktiva likuid sehingga menyebabkan turunnya likuiditas pada tahun ini.

47

Pada tahun 2010 aktiva likuid PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.27.309.144.772 dan pasiva likuid sebesar Rp.4.921.398.374. Setelah dilakukan perhitungan tingkat likuiditas PT. Bank Syariah MandiriGarut adalah 554,9%, turun dari tahun 2009. Hal ini disebabkan naiknya passiva likuid yang diimbangi kenaikan aktiva likuid sehingga menyebabkan turunnya likuiditas pada tahun ini. Pada tahun 2011 aktiva likuid PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar Rp.36.920.825.308 dan pasiva likuid sebesar Rp.5.927.760.223. Setelah dilakukan perhitungan tingkat likuiditas PT. Bank Syariah Mandiri Garut adalah 622,8%, naik dari tahun 2010. Hal ini disebabkan naiknya passiva likuid yang diimbangi kenaikan aktiva likuid sehingga menyebabkan naiknya likuiditas pada tahun ini. Berdasarkan penjelasan di atas tingkat likuiditas pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut selama lima tahun dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 berfluktuatif. Tingkat likuiditas yang berada dalam keadaan sehat dari mulai tahun 2007 sampai tahun 2011 PT.Bank Syariah Mandiri Garut selama lima tahun dari tahun 2007 sampai 2011 rata-rata cenderung berada pada skala ratio yang sehat atau tingkat likuiditas cenderung besar. Hal ini menunjukan bahwa tingkat likuiditas bank dan posisi bank dari segi penggunaan aset ada pada kondisi yang baik. Pendapat penulis di atas di dasarkan pada teori yang dikemukakan Yanivi dan Nurwahyu (2005:36) menyatakan: semua rasio menyatakan hubungan matematis antara dua kuantitas. Rasio 200 terhadap 100 dinyatakan 2:1 atau cukup 2. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa nilai kekayaan lancar (yang segera dapat dijadikan uang) ada sekian kalinya utang jangka pendek. Atau

48

dengan kata lain, keadaan likuiditas dari suatu perusahaan dianggap sudah cukup memuaskan bila rasio mencapai 200% atau lebih, artinya bahwa setiap Rp.1,- dari utang lancar di jamin oleh aktiva lancarnya.

4.3 Pengaruh Perputaran Piutang Mudharabah Terhadap Tingkat Likuiditas Pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut. Adapun untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang mudharabah terhadap tingkat likuiditas pada PT. Bank Syariah MandiriGarutdilakukan pengujian statistik dengan menggunakan data yang disajikan pada tabel 4.1 dan pada tabel 4.2. Dalam hal ini yang menjadi variabel bebasnya (X) adalah perputaran piutang mudharabah dan yang menjadi variabel terikatnya (Y) adalah likuiditas seperti yang disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.3 PengaruhPerputaran Piutang Mudharabah Terhadap Tingkat Likuiditas Pada PT. Bank SyariahMandiriGarut tahun 2007-2011
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 Perputaran pembiayaan mudharabah 0,71 kali 0,24 kali 0,11 kali 0,23 kali 0,10 kali Likuiditas 509,6 % 707,6 % 626,1 % 554,9 % 622,8 %

Sumber: PT. Bank Syariah Mandiri, data diolah kembali 2013 4.3.1Analisis Regresi Linear Sederhana Adapun untuk mempermudah dalam pengolahan data, digunakan program komputer Statistical Package For Social Sciences (SPSS) 20th version. Hasil dari regresi sederhana variabel X (perputaran piutang mudharabah) terhadap variabel Y (likuiditas) diperoleh hasil sebagai berikut:

49

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Regresi Linear Sederhana


Coefficients Model Unstandardized Coefficients
a

Standardized Coefficients

Sig.

B (Constant) 1 ppm -135,278 649,653

Std. Error 40,760 85,640

Beta 15,939 -,674 -1,580 ,001 ,212

a. Dependent Variable: likuiditas

Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu: Y = 649,653-135,278X Persamaan di atas diperoleh dari unstandardized coefficients pada bagian B, dimana 649,653 merupakan angka konstan, sedangkan -135,278 merupakan angka koefisien regresi. Persamaan tersebut mengandung arti bahwa, apabila variabel X (perputaran piutang mudharabah) = 0, maka variabel Y (likuiditas) adalah sebesar 649,653.Koefisien arah regresi (b) bernilai negatif sebesar 135,278, yang berarti bahwa setiap pertambahan nilai variabel X (perputaran piutang mudharabah) sebesar 1 rupiah akan mengakibatkan kenaikan variabel Y (likuiditas) sebesar 649,653.

4.3.2 Analisis Kolerasi Sederhana Koefisien korelasi adalah bilangan yang digunakan untuk mengukur derajat hubungan, meliputi kekuatan hubungan dan bentuk/arah hubungan. Hasil

50

dari korelasi sederhana variabel X (perputaran piutang mudharabah) terhadap variabel Y (likuiditas) diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Kolerasi Sederhana
Model Summary Model R R Square
b

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

,674

,454

,272

64,55009

a. Predictors: (Constant), ppm b. Dependent Variable: likuiditas

Berdasarkan perhitungan diatas koefisien korelasi antara perputaran piutang mudharabah terhadap likuiditas pada PT. Bank Syariah Mandiri Garut sebesar 0,674. Sebagaimana dikemukakan Sugiyono (2009:250) dimana nilai ini berada pada interval 0,60-0,799, artinya korelasi atau hubungan antara variabel X (perputaran piutang mudharabah) terhadap variabel Y (likuiditas) adalah kuat.

4.3.3 Koefisien Determinasi Perhitungan Koefisien Determinasi dilakukan untuk mencari berapa besar pengaruh perputaran piutang mudharabah terhadap tingkat likuiditas. Hasil dari koefisien determinasi adalah sebagai berikut: Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi
Model Summary Model R R Square
b

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

,674

,454

,272

64,55009

a. Predictors: (Constant), ppm b. Dependent Variable: likuiditas

51

Koefisien determinasi ditunjukan pada angka R Square. Besarnya angka koefisien determinasi adalah 0,454. atau 45,4%, hal ini berarti bahwa pengaruh perputaran piutang mudharabah terhadap likuiditas adalah sebesar 45,4% sedangkan sisanya 54,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainyang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.4 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang akan menghasilkan suatu keputusan, yaitu keputusan menerima atau menolak hipotesis tersebut yang artinya ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan perputaran piutang mudharabah terhadap tingkat likuiditas pada Garut. Hasil dari perhitungan uji t hitung sebagai berikut: Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Uji t Hitung
Coefficients Model Unstandardized Coefficients
a

Standardized Coefficients

Sig.

B (Constant) 1 Ppm -135,278 649,653

Std. Error 40,760 85,640

Beta 15,939 -,674 -1,580 ,001 ,212

a. Dependent Variable: likuiditas

Berdasarkan tabel di atas, hasil uji t dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20 for Windows dapat dilihat bahwa thitung sebesar1,580. Dengan berdasarkan derajat kepercayaan = 5%, derajat kebebasan n -2 diperoleh ttabel sebesar 3,18%. Sehingga thitung<ttabel(-1,580<3,18) yang berarti

52

bahwa terima H0 dan tolak Ha artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perputaran piutang mudharabah dengan tingkat likuiditas.