Anda di halaman 1dari 12

2013

KHASIAT BUNGA ROSELLA (Hibiscus Sabdariffa) SEBAGAI OBAT HERBAL DAN PRODUKSI PENGOLAHANNYA

Makalah Teknologi Informasi


Di Indonesia nama rosella sudah dikenal sejak tahun 1922, dimana rosella telah tumbuh subur secara liar disepanjang lintasan kereta api Indramayu, Jawa Barat, terutama di musim hujan terlihat hamparan kelopak bunga kuning dan merah rosella yang bermekaran.

Venna Sinthary F1F1 12 025 6/28/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas segala limpahan Rahmat dan Hidayah_Nya berupa islam, iman, ilmu, dan kesehatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Khasiat Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) Sebagai Obat Herbal dan Produksi Pengolahannya. Tidak lupa penlis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap keluarga yang telah memberikan dukungan sehingga terselesainya makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu besar harapan penulis dalam menerima kritik dan saran bagi perbaikan makalah ini serta bagi perkembangan kemampuan penulis di masa yang akan datang. Akhir kata penulis mengharapkan makalah ini dapat menambah hasanah ilmu pengetahuan serta dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Kendari,

Juni 2013

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 0 DAFTAR ISI ............................................................................................................................ 2 BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 3 A. B. C. D. LATAR BELAKANG .................................................................................................. 3 RUMUSAN MASALAH .............................................................................................. 4 TUJUAN ....................................................................................................................... 4 MANFAAT ................................................................................................................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................................. 5 BAB III PENUTUP ................................................................................................................ 10 A. B. KESIMPULAN ........................................................................................................... 10 SARAN ....................................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 11

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia kaya akan sumber daya hayati dan merupakan salah satu Negara megabiodiversity terbesar di dunia. Indonesi menduduki urutan kedua setelah brazil yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Indonesia juga di kenala sebagai gudang bagi tumbuhan obat (herbal) sehingga mendapat julukan live laboratory. Sekitar 30.000 jenis tumbuhan obat dimiliki Indonesia. Dengan kekayaan flora tersebut , Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan obat tradisional yang kualitasnya setara dengan obat modern. Sejak dahulu bangsa Indonesia telah mengenal dan memanfaatkan tanaman yang memiliki khasiat obat sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan. Hal ini terjadi jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-obatan modern dikenal masyarakat. Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat tersebut merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun sehingga tercipta berbagai ramuan herbal, salah satunya yaitu kelopak buah Rosella (Hibiscus Sabdariffa).

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah khasiat dari Rosella (Hibiscus Sabdariffa) ? 2. Bagaimanakah cara memproduksi/mengolah Rosella sebagai obat herbal? C. TUJUAN Tujuan dari makalah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui khasiat apa sajakah yang terdapat dalam bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa). 2. Untuk mengetahui bagaimana cara mengolah atau memproduksi Rosella (Hibiscus Sabdariffa) sebagai obat herbal. D. MANFAAT Agar dapat mengetahui khasiat dan pengolahan/produksi bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) sehingga dapat diproduksi dan dimanfaatkan dalam masyarakat dan dijadikan sumber pengetahuan lebih dalam tentang Rosella (Hibiscus Sabdariffa).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tanaman herbal atau tanaman obat sekarang ini sudah diterima masyarakat sebagai obat alternatif dan pemeliara kesehatan yang amalia dan aman, dengan kata lain masyarakat telah kembali ke obat tradisional atau herbal. Ini disebabkan obat kimia mudah terakumulasi dan kurang efektif untuk penyakit tertentu. Di Indonesia nama rosella sudah dikenal sejak tahun 1922, dimana rosella telah tumbuh subur secara liar disepanjang lintasan kereta api Indramayu, Jawa Barat, terutama di musim hujan terlihat hamparan kelopak bunga kuning dan merah rosella yang bermekaran. Tanaman ini memiliki dua varietas dengan budidaya dan manfaat yang berbeda, yaitu : (i) Hibiscus sabdariffa var. Altisima, rosella berkelopak bunga kuning yang sudah lama dikembangkan untuk diambil serat batangnya sebagai bahan baku pulp dan karung goni; dan (ii) Hibiscus sabdariffa var. Sabdariffa, rosella berkelopak bunga merah yang kini mulai diminati petani dan dikembangkan untuk diambil kelopak bunga, yang digunakan sebagai tanaman herbal. Hampir seluruh bagian, terutama kelopak bunga, biji, daun dan akar tanaman rosella bermanfaat sebagai obat dan perawatan kesehatn tubuh. Kandungan Vitamin C yang tinggi dibandingkan buah-buahan sepert jeruk, apel, pepaya dan jambu biji. Khususnya kelopak buah rosella mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai macam penyakit dan sebagai antioksidan.

Khasiat dan manfaat dari bunga dan kelopak rosella ini telah diuji melalui banyak penelitian dari dalam dan luar negeri untuk membuktikan manfaat dan khasiat dari rosella ini. Para ahli bidang kesehatan dan gizi dari pakar herbal tradisional dan modern diberbagai belahan dunia melakukan penelitian terhadap kelopak bunga rosella ditemukan komponen senyawa dan kandungan sumber vitamin yang sangat baik yang dibutuhkan oleh tubuh setiap saat, seperti vitamin C, vitamin A, protein essensial, kalsium, dan 18 jenis asam amino, termasuk arginina dan lignin yang memiliki peran aktif dalam proses peremajaan sel tubuh. Pada umunya secara tradisional kelopak rosella banyak dimanfaatkan sebagai obat antibiotic, antidioksidan, menurunkan hipetensi, bersifat detoksifikasi

(menetralkan racun), menghambat tumbuhnya kanker, menurunkan kolestrol dalm darah, menurunkan kadar gula dalam darah pada penderita diabetus mellitus, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), diuretic (melancarkan buang air kemih), sebagai obat yang mudah larut dan diserap oleh tubuh dengan baik, sedative (penenang), dan tonik. Pada sebuah peneleitian dan riset yang dilakukan oleh seorang pakar obat-obatan yakni Chau Jong Wang yang berasal dari Chung San Medical University di Taiwan, mengemukakan dengan mengkonsumsi rosella dapat menurunkan dan mencegah tubuh dan diri dari resiko sakit jantung. Tak hanya itu rosella yang telah dibuat menjadi obat yang mudah diserap oleh tubuh ini secara klinis mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembulu darah dan mengurangi kadar kolesterol jahat yang disebut LDL dan lemak dalam tubuh.

Menurut

DEP.KES.RI.No.SPP.1065/35.15/05,

setiap

100

gr

rosella

mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2. kandungan lainya adalah kalsium 486 mg, omega 3, Magnesium, beta karotin serta asam amino esensial seperti lysine dan agrinine. Buah rosella juga kaya akan serat yang bagus untuk kesehatan saluran pencernaan.

Di negeri asalnya, Afrika, rosella dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Tak jarang, rosela juga dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori

seperti gula jagung. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi. Seluruh bagian tanaman mulai buah, kelopak bunga dan daunnya dapat dimakan, dimanfaatkan sebagai bahan minuman, sari buah, salad, sirup, pudding dan asinan. Minuman dari kelopak bunga rosela, selain mempunyai rasa yang enak juga berkasiat sebagai obat batuk, sebagai obat tradisional. Berikut beberapa pengolahan buah rosella : 1. Teh Rosella Masukkan 3 buah rosella (sesuai kebutuhan) ke dalam gelas (150 ml), kemudian tuang air panas. Tunggu beberapa saat untuk siap diminum. Tambahkan gula atau madu sesuai selera. Sajikan dalam keadaan hangat maupun dingin.

2. Jus Rosella Kelopak buah rosella dapat diolah menjadi jus dan dapat dicampurkan dengan buah-buahan lain yang cocok untuk dapat menambah rasa dan khasiat dari rosella tersebut, yaitu :

Buah rosella dibagi dua, keluarkan biji dan sisihkan kelopak buahnya Kelopak buah rosella dibersihkan dan dicuci dengan air bersih, tiriskan, kemudian dicuci lagi dengan air minum

Kelopak

buah rosella

kemudian dimasukkan dalam blender,

tambahkan buah semangka, dua balok es ukuran agak kecil, jika perlu tambahkan gula. Blender dan sajikan.

Berikut contoh-contoh produk dari Rosella yang diedarkan di pasaran :

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Rosella (Hibiscus Sabdariffa) memiliki berbagai khasiat diantaranya dimanfaatkan sebagai obat antibiotik, antidioksidan, bersifat detoksifikasi (menetralkan racun), menghambat tumbuhnya kanker, menurunkan kolestrol dalm darah, menurunkan kadar gula dalam darah pada penderita diabetus mellitus, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), diuretic (melancarkan buang air kemih), sebagai obat yang mudah larut dan diserap oleh tubuh dengan baik, sedative (penenang), dan tonik. Rosella dapat diolah menjadi teh herbal, jus, selai, sirup puding, asinan, dan sebagainya. Selain itu, telah banyak industri yang memproduksi rosella dipasaran. B. SARAN Dalam pengolahan buah rosella sebaiknya memperhatikan dengan baik kadar pengolahan sehingga tercapainya keseimbangan gizi dan khasiat yang diinginkan.

10

DAFTAR PUSTAKA Aruna , Senja. 2012. Khasiat Dan Manfaat Tanaman Bunga Rosela. http://senjaaruna.blogspot.com/2012/04/khasiat-dan-manfaat-tanamanbunga.html. Diakses tanggal 28 Juni 2013. Dwibudi.com, Toko Herbal. 2013. Teh Rosela Satu Produk Banyak Manfaat. http://obatherbal.dwibudi.com/teh-rosela-satu-produk-banyak-manfaat. Diakses tanggal 28 Juni 2013. Ful, Sai. 2013. Manfaat Rosella untuk Kesehatan. http://agenacemaxsjateng.blogspot.com/2013/03/manfaat-bunga-rosella-bagikesehatan.html. Diakses tanggal 28 Juni 2013. Rosela, Manfaat. 2009. Rosela, manfaat rosela, kandungan gizi rosela. teh rosella. http://manfaatrosela.blogspot.com/. Diakses tanggal 28 Juni 2013. Rosella, Tea. 2010. Khasiat dan Manfaat Rosella. http://www.tehrosella.org/khasiatdan-manfaat-rosella/. Diakses tanggal 28 Juni 2013. Zaenal, Nur Hayati. 2008. Optimisasi Produksi Obat Tradisional pada Taman Syifa di Kota Bogor, Jawa Barat. Skripsi. Bogor.

11