Anda di halaman 1dari 2

Pascasarjana Teknik Sipil Transportasi 2013

Yuki Piti Tola 1306360164

Tugas Perencanaan dan Kebijakan Transportasi Pro dan Kontra Low Cost Green Car
Pihak yang pro terhadap kebijakkan ini karena ada beberapa alasan yang mendukung kebijakkan ini, diantaranya : 1. Karena mobil ini hemat bahan bakar 20 km/liter 2. Karena mobil ini tidak akan menggunakan bahan bakar bersubsidi. 3. Karena mobil murah menggunakan komponen lokal kurang lebih 80% dan sisanya berasal dar iasing. Itu artinya memang mobil ini hamper secara keseluruhan dapat dikatakan made in Indonesia.

Sedang kan pihak yang kontra terhadap kebijakkan ini juga memiliki alasan yang tidak mendukung kebijakan tersebut,diantaranya : 1. Dari segi Arus Lalu Lintas, pertumbuhan kendaraan pasti akan meningkat signifikan dan kemacetan lalu lintas akan semakin parah terutama pada kota-kota besar. Tahun 2012 pertmbuhan kendaraan 12% sedangkan pertumbuhan jalanhanya 0,01%. Jika ada mobil murah, maka pertumbuhan kendaraan semakin meningkat dan kemacetan lalu lintas semakin memburuk. 2. Tidak semua mobil murah dilengkapi dengan system keamanan dan keselamatan penumpang, Low cost green car (LCGC) ini sangat minim. (tidak ada Air Bag, body yang kokoh atau system pengereman yang canggih saat keceakaan). Ada pun mobil yang dilengkapi airbag system harganya diatas Rp. 95juta, seperti yang telah ditetapkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. 3. Low cost green car (LCGC) memang hemat bahan bakar, namun jika pengguna mobil ini semakin banyak, maka semakin banyak juga bahan bakar yang akan digunakan. Hal ini sama saja boros bahan bakar.

4. Kemacetan lalu lintas akan membuat Low cost green car (LCGC) boros bahan bakar dan emisi yang berlebihan sehingga merusak lingkungan.

5. Mobil murah bukanlah solusi bagi transportasi di Indonesia, yang seharusnya dikembangkan adalah moda-moda transportasi massal.

Karena kebijakan ini sudah terlanjur dikeluarkan pemerintah menurut saya, solusi terbaik adalah dengan membangun infrastruktur yang baik dan merata di seluruh Indonesia dan didukung dengan moda transportasi umum yang aman, nyaman dan ramah lingkungan, meningkatkan pajak kendaraaan serta menaikanan tarif parkir. Sehingga parapengguna kendaraan pribadi dapat beralih keangkutan umum. Ini akan membuat masyarakat berfikir ulang untuk membeli atau menggunakan mobil sehingga kepadatan lalu lintas (kemacetan) dapat teratasi, pencemaran udara dapat berkurang karena emisi berkurang, dan dapat menghemat bahan bakar.