Anda di halaman 1dari 14

PH LARUTAN ASAM BASA

OLEH :

NAMA NOMOR ABSEN KELAS

: KOMANG NOVIANTARI : 05 : XI IA 3

SMA NEGERI 1 GIANYAR


FEBRUARI 2012

I.

TUJUAN Memperkirakan pH larutan dengan berbagai indicator.

II.

KAJIAN PUSTAKA Asam Basa Asam (acid) berasal dari bahasa latin yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam memiliki rasa masam atau kecut jika dikecap. Menurut Arrhenius, asam merupakan senyawa yang menghasilkan ion H+ (hydrogen) bila larut dalam air. Contoh asam menurut Arrhenius yaitu : HBr H+ + Br H2SO4 2H+ + SO4 2CH3COOH H+ + CH3COOBasa berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata alkali yang berarti abu. Basa memiliki rasa yang pahit dan terasa licin pada kulit. Menurut Arrhenius, basa merupakan senyawa yang menghasilkan ion OH- bila larut dalam air. Contoh basa menurut Arrhenius yaitu : KOH K+ + OHCa(OH)2 Ca2+ + 2OHNH4OH NH4+ + OH-

pH Larutan pH ( power of hydrogen) merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan kekuatan asam- basa. Nilai pH memiliki rentang dari 1 sampai 14. Suatu senyawa memiliki pH yang berbeda-beda, sesuai dengan konsentrasi H+ yang dimiliki oleh senyawa tersebut. Berikut adalah penggolongan senyawa berdasarkan pH nya. 1. Suatu senyawa yang memiliki pH = 7, maka senyawa tersebut bersifat netral. 2. Suatu senyawa yang memiliki pH < 7, maka senyawa tersebut bersifat asam. 3. Suatu senyawa yang memiliki pH > 7, maka senyawa tersebut bersifat basa.

Indikator Asam Basa Indikator merupakan zat warna yang memiliki warna yang berbeda dalam senyawa asam dan basa. Indicator biasanya digunakan untuk mengidentifikasi senyawa yang bersifat asam maupun basa. Indicator yang popular atau yang sering digunakan adalah kertas lakmus dan larutan indicator. a. Kertas lakmus Kertas lakmus adalah kertas yang diberi suatu senyawa kimia sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda setelah dimasukkan pada larutan asam maupun basa.

Warna kertas lakmus akan berubah sesuai dengan larutannya. Lakmus dibedakan menjadi 2 yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Lakmus merah bila dimasukan ke dalan senyawa asam, warnanya akan tetap merah. Sedangkan bila dimasukan ke dalam senyawa basa, warnanya akan berubah menjadi biru. Lakmus biru bila dimasukan dalam seyawa basa warnanya akan tetap biru. Sedangkan bila dimasukan dalam senyawa asam warnanya akan berubah menjadi biru b. Larutan indicator Larutan indicator asam basa merupakan zat kimia yang warnanya berbeda bila dimasukan (diteteskan) dalam senyawa asan maupun basa. Indicator asam basa, memiliki trayek (jangkauan) pH yang berbeda-beda. Hal itulah yang menyebabkan indicator memiliki warna yang berbeda pada senyawa asam maupun basa. Berikut ini nerupakan beberapa contoh indicator serta trayek pH nya dan perubahan warna yang di hasilkan:

NO 1 2 3 4 5

INDIKATOR Metil Jingga Metil Merah Kertas Lakmus Bromotimol Biru Fenolftalin

TRAYEK pH 3,2 4,4 4,2 6,2 4,7 - 8,3 6,0 7,6 8,2 10.0

PERUBAHAN WARNA Merah Kuning Merah Kuning Merah Biru Kuning Biru Tak berwarna Merah

Penggolongan Bahan yang Diuji 1. NaOH merupakan senyawa yang bersifat basa. Karena bila terionisasi, NaOH akan menghasilkan ion OH- ( sesuai dengan teori Arrhenius). NaOH Na+ + OH2. CH3COOH merupakan senyawa yang bersifat asam. Karena bila terionisasi, CH3COOH akan menghasilkan ion H+ (sesuai dengan teori Arrhenius). CH3COOH H+ + CH3COO3. NH4OH merupakan senyawa yang bersifat basa menurut teori Arrheniius. Karena bila terionisasi, NH4OH akan menghasilkan ion OH-. 4. Susu bersifat asam . 5. Air sabun Sabun terbuat dari campuran antara senyawa alkali dan lemak/minyak. Senyawa alkali merupakan senyawa yang bersifat basa, sehingga sabun juga bersifat basa. Selain itu, sabun menunjukan sifat basa, terlihat dari rasa sabun pahit serta licin di kulit. 6. Darah bersifat basa.

III.

HIPOTESA

Dari kajian pustaka di atas, maka dapat disusun hipotesa sebagai berikut :
Nama Larutan Perubahan Terhadap Indikator Lakmus Lakmus Metil merah NaOH Biru biru Biru Merah jingga Metil merah Bromotimol Fenolftalin Keterangan biru Merah Tak berwarna NH4OH Biru Biru Kuning Kuning Biru Merah Basa Basa Asam

Kuning Kuning Biru Merah Merah Kuning

CH3COOH Merah

Susu

Merah

Merah

Merah

Merah

Kuning

Tak berwarna

Asam

Air sabun

Biru

Biru

Kuning Kuning Biru

Merah

Basa

Darah

Biru

Biru

Kuning Kuning Biru

Merah

Basa

IV.

ALAT DAN BAHAN 1. Alat No. 1 Erlemeyer Nama alat Kegunaan Untuk menempatkan larutan yang di uji pH nya.

Beaker glass

Untuk menempatkan larutan yang di uji pH nya.

Pipet tetes

Untuk memindahkan larutan ke dalam plat tetes. Untuk meneteskan indicator ke dalam larutan yang sudah ada di plat tetes.

Plat tetes

Sebagai larutan.

tempat

untuk

menguji

2. Bahan
No. 1 Nama Bahan Lakmus Merah dan Lakmus Biru Kegunaan Sebagai Indikator

Metil Jingga

Sebagai Indikator

Metil Merah

Sebagai Indikator

Bromotimol Biru

Sebagai Indikator

Fenolftalin

Sebagai Indikator

NaOH

Sebagai Reagen (larutan yang di uji pH nya)

CH3COOH

Sebagai Reagen (larutan yang di uji pH nya)

NH4OH

Sebagai Reagen (larutan yang di uji pH nya)

Susu

Sebagai Reagen (larutan yang di uji pH nya)

10

Air Sabun

Sebagai Reagen (larutan yang di uji pH nya)

11

Darah

Sebagai Reagen (larutan yang di uji pH nya)

V.

CARA KERJA DAN PENGAMATAN No 1 Cara kerja Menyiapkan alat dan bahan diperlukan. 2 Meneteskan 5 tetes larutan NaOH ke dalam 6 lubang pada plat tetes. 3 Memasukan kertas lakmus dan Pengamatan yang Perubahan yang terjadi pada larutan NaOH setelah diisi berbagai idikator:

memeteskan cairan indicator (2 tetes) ke dalam masing-masing lubang pada plat tetes yang sudah berisi larutan NaOH.

4 5

Membersihkan plat tetes.

Perubahan yang terjadi pada larutan

Meneteskan 5 tetes larutan CH3COOH CH COOH setelah diisi berbagai indikator: 3 ke dalam 6 lubang pada plat tetes. Memasukan kertas lakmus dan

memeteskan cairan indicator (2 tetes) ke dalam masing-masing lubang pada plat tetes yang sudah berisi larutan CH3COOH.

7 8

Membersihkan plat tetes. Meneteskan 5 tetes larutan NH4OH ke dalam 6 lubang pada plat tetes. Memasukan kertas lakmus dan

Perubahan yang terjadi pada larutan NH4OH setelah diisi berbagai idikator:

memeteskan cairan indicator (2 tetes) ke dalam masing-masing lubang pada plat tetes yang sudah berisi larutan NH4OH .

10 11

Membersihkan plat tetes.

Perubahan yang terjadi pada susu setelah

Meneteskan 5 tetes susu ke dalam 6 diisi berbagai idikator: lubang pada plat tetes.

12

Memasukan

kertas

lakmus

dan

memeteskan cairan indicator (2 tetes) ke dalam masing-masing lubang pada plat tetes yang sudah berisi susu.

Perubahan yang terjadi pada air sabun 13 Membersihkan plat tetes. Meneteskan 5 tetes air sabun ke dalam 6 lubang pada plat tetes. 14 Memasukan kertas lakmus dan setelah diisi berbagai idikator:

memeteskan cairan indicator (2 tetes) ke dalam masing-masing lubang pada plat tetes yang sudah berisi air sabun.

15 16

Membersihkan plat tetes.

Perubahan yang terjadi pada darah setelah

Meneteskan 5 tetes darah ke dalam 6 diisi berbagai indikator: lubang pada plat tetes.

17

Memasukan

kertas

lakmus

dan Indikator Lakmus merah Lakmus biru Metil jingga Fhenolftalein Bromtimol Biru Metil merah Perubahan warna Biru Biru Orange Merah Hijau Orange

memeteskan cairan indicator (2 tetes) ke dalam masing-masing lubang pada plat tetes yang sudah berisi darah.

VI.

PEMBAHASAN 1. NaOH PP LB LM BTB MM 4.4 6.2 7.6 pH 10.0 2. CH3COOH PP BTB LM LB MJ MM MJ 8.3 10.0 MJ

3.2

4.2

4.4

4.7

6.0

8.2

3.2 pH 4.2

3. NH4OH PP PP LM LB BTB MM MJ 4.4 6.2 7.6 8.2 8.3 10.0

8.3 pH 10.0 4. SUSU LB PP BTB MM BTB LM MJ MM 3.2 4.2 4.4 4.7 6.0 6.2 7.6 8.2 8.3 MJ

4.2 pH 4.4

5. AIR SABUN

LM LM

PP BTB MM BTB MJ 4.4 6.0 6.2 7.6 8.2 8.3

6.2 pH 7.6 dan pH 8.3

6. DARAH PP LB LM BTB B MM BTB MJ MM MJ 3.2 4.2 4.4 6.0 pH 10.0 6.2 7.6 8.3 10.0

VII.

SIMPULAN

1. pH NaOH adalah pH 10.0 sehingga NaOH bersifat Basa (sesuai hipotesa). 2. pH CH3COOH adalah 3.2 pH 4.2 sehingga CH3COOH bersifat Asam (sesuai hipotesa). 3. pH NH4OH adalah 8.3 pH 10.0 sehingga NH4OH bersifat Basa (sesuai hipotesa). 4. pH Susu adalah 4.2 pH 4.4 sehingga Susu bersifat Asam (sesuai hipotesa). 5. pH Air Sabun adalah 6.2 pH 7.6 dan pH 8.3 sehingga Air Sabun bersifat Basa (sesuai hipotesa). 6. pH Darah adalah pH 10.0 sehingga Darah bersifat Basa(sesuai hipotesa).

VIII. REFERENCE Justiana, Sandri dan Muchtaridi. 2009. Kimia 2. Jakarta Timur : Yudistira. www.google.com http://miftahur.com/menunjukkan-larutan-asam-basa-dan-netral-dengan-indikatorkertas-lakmus-merah-dan-biru http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://image.made-inchina.com/2f0j00WvLtGDsrbncC/Acetic-Acid-90.jpg&imgrefurl=http://beling.net/articles/about/Acetic_acid&usg=__KHtKy http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.peepresearch.org/solubility/naoh. jpg&imgrefurl=http://www.peepresearch.org/solubility/naoh.html&usg=__bbKY0Qyv xGeWUAQitIysFAqSzsk=&h=202&w=176&sz=9&hl=id&start=3&zoom=1&tbnid=f Q