Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO Adam Air Kemana Engkau!

Seorang wanita Tanti, umur 32 tahun, belum menikah, bekerja di perusahaan swasta di Balikpapan. Ia selalu menolak bila diutus oleh kantor ke luar daerah (Jakarta, Surabaya). Setelah didesak ternyata ua mengaku setiap mendengar kata Jakarta dan harus naik pesawat, jatung berdebar, menggigil dan keringatan dingin dan rasa takut mari bila pesawat itu jatuh. Awal mula keluhan ini satu tahun yang lalu setelah mendengar pesawat Adam Air hilang dan semua penumpangnya tidak ditemukan. Pasien dirujuk ke bagian psikiatri. Hasil pemeriksaan psikiatri didapatkan bahwa wania yang merupakan anak tunggal ini memiliki ciri kepribadian dependen serta adanya cemas non episodik. STEP 1 1. Cemas non episodik : keadaan dimana terdapat gejala tidak menyenangkan

yang bersifat menetap dan terjadi secara kontinu. 2. Kepribadian dependen : kepribadian yang pasif, dimana seseorang cenderung

tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri tapi dapat memenuhi kebutuhan orang lain. Seseorang ini mengalami ketergantungan berat terhadap orang lain. 3. Gangguan anxietas : kecemasan yang tidak sesuai dengan stimulus yang

dapat mengganggu kehidupan sosial seseorang serta didapatkan adanya gangguan psikis dan somatik. 4. Takut STEP 2 1. Bagaimana terjadi gejala otonom pada pasien ini? 2. Apa saja faktor resiko dari anxietas? 3. Apa saja klasifikasi gangguan anxietas? 4. Bagaimana penatalaksanaan pada penderita anxietas? STEP 3 1. Gejala otonom bisa terjadi adanya stresor dan neurotransmitter yang abnormal. Neurotransmitter yang banyak berperan adalah GABA. Pada keadaan seperti di skenario terjadi penurunan dari GABA. Selain itu terjadi ketidakseimbangan hormon yaitu serotonin dan noradrenalin meningkat. Peningkatan serotonin dan noradrenalin : keadaan dimana orang sadar akan bahaya yang nyata.

inilah yang menyebabkan terjadinya peningkatan kerja dari saraf simpatis yang nantinya akan menyebabkan gejala seperti yang terdapat di skenario jantung berdebar, menggigil dan keringat dingin.

2. Faktor resiko pada penderita anxietas seperti : a. Lingkungan. Disini dapat dilihat biasanya pada anak yang gampang cemas, orang tuanya juga mengalami gangguan yang sama. b. Hipertiroid. Keadaan ini menyebabkan pasien dapat mengalami perubahan emosi yang cepat. c. Pengalaman masa lalu

3. Klasifikasi gangguan anxietas a. ICD i. Agoraphobia ii. Specific phobia iii. Panic attack iv. Panic paroxismal v. Generalized anxiety disorder vi. Mixed anxiety disorder b. WHO i. Anxiety trait memang ada pencetusnya 1. Panic disorder 2. Obsesive compulsive disorder 3. Post trauma stress disorder 4. Phobia disorder a. Situasional b. Simpel objektif c. Sosial fobia ii. Kepribadian yang memang cemas c. Maramis i. Episodik 1. Gangguan phobik a. Sosial b. Spesifik

c. agoraphobia 2. Agoraphobia dan panik 3. Gangguan panik ii. Non episodik

4. Penatalaksanaan pada penderita ini dapat diberikan obat anti cemas seperti obat golongan benzodiazepin dan buspiron. Selain itu dapat diberikan SSRI STEP 4
Kepribadian dependen, pengalaman dahulu

Gangguan Anxietas

Non Episodik

Episodik

OCD

PTSD

Agoraphobia dan Panik

Gangguan Panik

Gangguan Phobik

Spesifik fobia Sosial fobia

Agoraphobia

Terapi

STEP 5 Kami mampu mempelajari dan memahami tentang : 1. Gangguan anxietas secara umum 2. Mempelajari klasifikasi gangguan anxietas dimulai dari defenisi, etiologi, gejala klinis, tatalaksana beserta prognosis dari : a. Gangguan anxietas non episodik

b. Gangguan anxietas episodik c. Obsession Compulsive Disorder (OCD) d. Post Trauma Stress Disorder (PTSD) STEP 6 Pada step ini mahasiswa diwajibkan untuk belajar mandiri guna membahas lebih lanjut learning objective yang sudah didapatkan pada step 5 untuk DKK 2.