Anda di halaman 1dari 3

PERADABAN LEMBAH SUNGAI GANGGA EGI SEPTIA WINDARI/PIS A.

Pusat Peradaban Lembah sungai Gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan WindyaKedna. Sungai itu bermata air di Pegunungan Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besar seperti Delhi, Agra, Allahabad, Patna, Benares melalui wilayah Bangladesh dan bermuara di teluk Benggala. Sungai Gangga bertemu dengan sungan Kwen Lun. Dengan keadaan alam seperti itu tidak heran jika lembah Sungai Gangga ini sangat subur. Pendukung peradaban lembah Sungai Gangga adalah bangsa Aria yang termasuk bangsa Indo Jerman. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 200-1500 SM, melalui Celah Kaibar di Pegunungan Hirnalaya. Kebudayaan lembah Sungai Gangga merupakan kebudayaan campuran antara kebudayaan bangsa Aria dengan bangsa Dravida. Hal ini di sesuaikan dengan nama daerah tempat bercampurnya kebudayaan,yaitu daerah Shindu atau Hindustan. Peradaban lembah Sungai Gangga meninggalkan jejak yang sangat penting dalam sejarah umat manusia hingga kini. Di tempat ini muncul dua agama besar dunia,yaitu agama Hindu dan Buddha. Agama hindu lahir dari budaya campuran bangsa Aria dan Dravida itu. Bahkan peradaban dan kehidupan bangsa hindu tesebut tercantum dalam kitap suci agama hindu,yaitu kitab Weda, Brahmana dan Upanisad. Agama Hindu merupakan perwujudan dari kepercayaan peradaban bangsa Hindu.Sungai Gangga di anggap sebagai tempat keramat dan suci bagi penganut Hindu India. Air Sungai Gangga dianggap dapat menyucikan diri manusia dan penghapus semua dosanya. Masyarakat Hindu memuja banyak dewa (Politeisme). Dewa-dewa tersebut, antara lain, Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa Baruna (Dewa Laut), Dewa Agni (Dewa Api), dan lain sebagainya. Sementara itu, agama Buddha lahir sebagai bentuk reaksi beberapa golongan atas ajaran kaum Brahmana yang dipimpin oleh Siddharta Gautama. Ia adalah seorang putra mahkota kerajaan Kapilawastu. Siddharta mendapat sinar terang menjadi Sang Buddha yang beraarti Yang Disinari. Lambat laun agama Budhha dapat diterima masyarakat India dan menyebar ke berbagai belahan dunia. B. Pemerintahan

Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutan sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Shindus. Sejak runtuhnya Kerajaan Maurya,keadaan menjadi kacau dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan ini baru dapat diamankan kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha. 1. Kerajaan Gupta Kerajaan ini didirikan oleh Raja Candragupta I (320-330 M) dengan pusatnya di lembah Sungai Gangga. Pada masa pemrintahannya agama Hindu dijadikan agama Negara, namun agama Buddha tetap dapat berkembang. Kerajaan Gupta ini mencapai masa paling gemilang ketika Raja Samudra Gupta berkuasa,ia adalah cucu dari Candragupta I. seluruh lembah Sungai Gangga dan lembah Sungai Shindu berhasil dikuasainya dan ia menjadikan kota Ayodhia sebagai ibukota kerajaan. Kemudian Pengganti Raja Samudragupta adalah Candragupta I (375-415 M), yang dikenal sebagai Wikramaditiya. Di bawah pemerintahan Candragupta II kehidupan rakyat semakin makmur dan sejahtera.. Kesusastraan mengalami masa gemilang. Pujangga yang terkenal pada masa ini adalah pujangga Kalidasa dengan karangannya berjudul "Syakuntala". Perkembangan seni patung mencapai kemajuan yang juga pesat. Hal ini terlihat dari pahatan-pahatan dan patung-patung terkenal menghiasi kuil-kuil di Syanta. Dalam-perkembangannya Kerajaan Gupta mengalami kemunduran setelah Raja Candragupta II wafat. India mengalami masa kegelapan selama kurang lebih dua abad. 2. Kerajaan Harsha Pada abad ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada zamannya kesusastraan dan pendidikan berkembang pesat. Salah satu pujangga yang terkenal pada masa kekuasaannya adalah pujangga Bana dengan karyanya berjudul "Harshacarita". Raja Harsha pada awalnya memeluk agama Hindu, tetapi kemudian memeluk agama Buddha. Di tepi Sungai Gangga banyak dibangun wihara dan stupa, serta dibangun tempat-tempat penginapan dan fasilitas kesehatan. Candi-candi yang rusak diperbaiki dan membangun candi-candi baru. Setelah masa pemerintahan Raja

Harshawardana hingga abad ke-11 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang pernah berkuasa di Harsha. Sehingga India kembali mengalami masa kegelapan C. Kebudayaan Lembah Sungai Gangga Perkembangan kebudayaan masyarakat Lembah Sungai Gangga mengalami kemajuan banyak kemajauan dibidang kesenian, seperti kesusastraan, seni pahat, dan seni patung berkembang dengan pesat. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke daerahdaerah lain di Asia termasuk di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA : http://hinduismedila.blogspot.com/2012/11/peradaban-lembah-sungai-gangga-india.html Wayan,I Badrika.2006, Sejarah untuk SMA jilid 1 Kelas X, Jakarta: Penerbit Erlangga