Anda di halaman 1dari 2

1. Sebuah saham biasa membayar dividen Rp 1.000,-, return yang diharapkan 20%. Nilai intrinsik saham adalah... 2.

Apabila saham di atas tumbuh 5% per tahunnya, berapa nilai intrinsik saham? Disebut apa model perhitungan nilai intrinsik saham jenis ini? 3. Apabila saham di atas tumbuh 20% per tahunnya, berapa nilai intrinsik saham? Apa pendapat Anda tentang soal ini. 4. Pertumbuhan dari dividen sebesar 8% diperkirakan akan terjadi mulai tahun ke-3. Sebelum tahun ke-3 diperkirakan perusahaan akan membayar dividen yang konstan Rp 2.000,- per tahunnya. Jika tingkat pengembalian yang diinginkan (k) adalah 24% per tahunnya, maka nilai intrinsik saham adalah... 5. Apa yang dimaksud dengan portofolio efisien? 6. Jelaskan efficient frontier model Markowitz!

a. Portofolio yang efisien CAPM dapat digunakan untuk melakukan analisis portofolio yang efisien. Portofolio yang efisien adalah portofolio yang menghasilkan imbal hasil lebih tinggi untuk tingkat risiko tertentu atau menanggung risiko yang lebih kecil untuk suatu tingkat imbal hasil tertentu. Dengan CAPM, dapat dianalisis ekuilibrium pasar, karena pada CAPM terdapat asumsi bahwa semua investor adalah rasional (memilih portofolio yang efisien). Portofolio efisien dapat digambarkan dengan grafik eficient frontier Markowitz berikut:

Gambar 3.3 Portfolio yang efisien berada pada kurva A ke arah B dst. Portoflio pada kurva tersebut lebih efisien dibandingkan portofolio yang berada di dalam kurva tersebut (titik-titik). Titik balance fund (persinggungan garis CML dan kurva portfolio efisien merupakan titik ekulibrium pasar (M) dimana beta bernilai 1 (beta pasar = 1). Titik ini dapat dicapai dengan memegang portofolio yang berisi seluruh aset yang ada di pasar. Titik-titk sepanjang kurva tersebut memiliki tingkat efisiensi yang sama, hanya saja merupakan pilihan yang berbeda untuk preferensi risiko. Bagaimana memposisikan preferensi tersebut di kurva efficient frontier tersebut? Titik A adalah titik risiko minimum (untuk risky aset), namun memiliki tingkat imbal hasil cenderung lebih rendah dibandingkan titik-titik yang mendekati titik B.

Portofolio yang berada pada titik yang mendekati A cenderung dipilih oleh mereka yang risk averse dan portofolio yang mendekati titik B cenderung dipilih oleh mereka yang lebih risk taker.