Anda di halaman 1dari 10

Sebagian besar zat warna yang digunakan dalam farmasi dapat diklasifikasikan menjadi yaitu kationik dan anionik.

Orange II tergolong ke dalam zat warna asam (anionik). Zat warna asam biasanya terdiri atas gugus SO3H atau gugus COOH yang membentuk garam dengan basa contohnya SO3Na atau COONa. Semua zat warna yang larut dalam air digolongkan ke dalam zat warna asam ini. Dalam larutan yang mengandung air, ukuran partikel dari zat warna ini (Na+R-) biasanya lebih kecil dari zat warna nasa (R+X-). Zat warna ini kurang larut dalam alkohol dibangkan zat warna basa (kationik) & zat warna ini tidak larut dalam minyak & lemak. Nama lain orange II adalah 1-p-sulfobenzena-2-naphtol sodium salt.

Zat warna azo merupakan jenis zat warna sintetis yang cukup penting.Zat warna azo juga merupakan senyawa yang paling banyak terdapat dalam limbah tekstil karena warna tekstil itu dibuat dari senyawa azo dan turunannya yang merupakan gugus benzen, yaitu sekitar 60% - 70%.Zat warna azo mempunyai sistem kromofor dari gugus azo (N=N-) yang berikatan dengan gugus aromatik. Lingkungan zar warna azo sangat luas, dari warna kuning, merah, jingga, biru Al (Navy Blue), violet dan hitam, hanya warna hijau yang sangat terbatas. Senyawa azo bila terlalu lama berada di lingkungan, akan menjadi sumber penyakit karena sifatnya karsinogen dan mutagenik.

Reaksi Diazonium Syarat : bahan dasar amina aromatis primer. Suhu haru rendah 0-5C, karena garam diazonium sangat reaktif. Harus dalam larutan asam kuat ( HCl p / H2SO4 p ). Pada reaksi diazotasi ini akan terbentuk garam diazonium dengan amina aromatis dengan asam nitritm haru dibuat dari NaNO2 dan HCl karena HNO2 mudah terurai (tidak stabil)
1.

2. Reaksi Coupling Syarat : suasana larutan alkalis, netral, asam lemah. Prinsip reaksi coupling adalah reaksi substitusi elektrofilik pada inti aromatis. Sebagai elektrofil adalah garam diazonium (merupakan elektrolit yang sangat lemah). Struktur resonansi ion diazonium menunjukkan bahwa kedua nitrogen mengemban muatan positif parsial. Jadi inti aromatisnya harus teraktivasi kuat oleh OH-, N-. Produk coupling mengandung gugus azo (-N=N-) yang biasanya digunakan sebagai zat warna.

Bahan : 1. As. Sulfanilat 4,8gram 2. Na2CO3 1,33 dalam 50 ml air 3. NaNO2 1,9 gram 4. HCl pekat 5 ml 5. Es 25 gram 6. -naftol 3,6 gram 7. NaOH 10% dingin 20 ml 8. NaCl 10 gram 9. Etanol 25 ml 10. Aquadest

Alat : 1. Kasa asbes 2. Kaki tiga 3. Bunsen 4. Erlenmeyer 250 ml 5. Beker glass 6. Labu hisap 7. Labu ukur 8. Corong buchner 9. Pengaduk 10. Pipet

4,8 gram as. Sulfanilat + 1,33 gram Na2CO3 dalam 50 ml air

Panaskan ad. Larut dinginkan + 1,9 gram NaNO2

Tuang dalam beker gelas berisi 25 g es batu + 5 ml HCl p, aduk aduk

Rekristalisasi (pelarut air)

+ NaCl 10 g, dinginkan. Saring dengan corong Buchner, cuci dengan NACl jenuh

+ 3,6 g naftol + 20 ml NaOH 10% dingin, aduk, panaskan ad larut

Saring panas, uapakan ad 15 ml, dinginkan ad 80 C Saring dengan corong Buchner, cuci dengan etanol air

+ etanol 100-125 ml, dinginkan

Keringkan dalam eksikator