Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH DEMOKRASI PADA MASA REFORMASI

KELOMPOK III
Indra Irfani Indri Eka Lestari Jasica Oktaviani Kevin Aglianry Khairul Fuadi Rahman Khairullah

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat, taufik dan hidayah Nyalah Kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, shabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Penyusunan makalah Demokrasi Pancasila Pada masa Reformasi ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas Pendidikan Kewarganegaraan. Kami menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Namun, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca pada umumnya. Wassalamualaikum Wr. Wb.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................... Daftar Isi .................................................................... Bab I Pendahuluan ..................................................... Latar Belakang........................................................... Permasalahan ............................................................. Tujuan........................................................................ Bab II Tinjauan .......................................................... Bab II Pembahasan Masalah ...................................... Pengertian Demokrasi Pancasila................................ Demokrasi Pancasila di Masa Reformasi .................. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia......................... Bab IV Kesimpulan dan Saran .................................. Kesimpulan ................................................................ Saran .......................................................................... Bab V Penutup........................................................... Daftar Pustaka ...........................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Apakah demokrasi itu ? Apakah negara ini sudah demokrasi ? Sengaja pertanyaan kami munculkan karena anda pasi mungkin sudah mengerti dengan pertanyaan yang kami ajukan tersebut. Karena kami punya pandangan produk dan atribut yang berkaitan dengan demokrasi itu merupakan produk luar negeri. Sedangkan negara kita sendiri tidak memiliki kejelasan yang tepat tentang demokrasi itu sendiri. Lalu kalau kita melihat bentuk demokrasi dalam struktur pemerintahan kita dari level negara, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan hampir dapat dipastikan di level ini proses pembuatan kebijakan sementara kalau kita mencari demokrasi yang berupa ciri khas yang dapat mewakili bahwa negara kita mempunyai diri demokrasi itu tersendiri itu dapat dilihat di level desa. Bagaimana seperti yang pernah di tulis alm. Moh. Hatta bahwa, Di desadesa sistem yang demokrasi masih kuat dan hidup sehat sebagai adat istiadat yang hakiki. Dasarnya adalah pemilikan tanah yang komunal yaitu setiap orang yang merasa bahwa ia harus bertindak berdasarkan persetujuan bersam. Struktur demokrasi yang hidup dalam diri bangsa indonesia harus berdasarkan demokrasi asli yang berlaku di desa. Gambaran dari tulisan almarhum ini tidak lain dari pola-pola demokrasi tradisional yang dilambangkan oleh musyawarah dalam pencapaian keutusan dan gotong royong dalam pelaksanaan keputusannya tersebut. Dari gambaran di atas , kami rasa hal ini pula yang menginspirasi demokrasi pancasila yang selalu menjadi kiblat negara kita dalam menapaki kehidupan berbangsa dan bernegara masih perlu ditelaah atau dikaji secara lebih dalam lagi.

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila yang tidak mungkin terlepas dari rasa kekeluargaan. Akan tetapi yang menjadi pandangan kita sekarang, mengapa negara ini seperti mengalami sebuah kesulitan besar dalam melahirkan demokrasi. Banyak para ahli berpendapat bahwa demokrasi Pancasila itu merupakan salah satu demokrasi yang mampu menjawab tantangan jaman karena semua kehidupan berkaitan erat dengan nilai luhur Pancasila. Dalam hal ini kita ambil saja salah satu ahli Nasional Prof. Dardji Darmodihardjo, S.H. beliau mempunyai pandangan bahwa demokrasi pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian dan falsafah hidup bangsa indonesia yang terwujudnya seperti dalam ketentuanketentuan pembukaan UUD 1945. Lain hal lagi dengan Prof. Dr. Drs. Notonegoro, S.H. mengatakan demokrasi pancasaila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berketuhanan yang maha Esa, yang berkepribadian kemanusiaan yang adil dan beradab yang mempersatukan indonesia dan yang berkedaulatan seluruh rakyat.

B. PEMARSALAHAN
Ada pun masalah yang ditinjau dan dianalisis adalah antara lain : - Demokrasi - Demokrasi Pancasila pada masa Reformasi - Aspek demokrasi

C. TUJUAN
Agar kita dapat membedakan antara paham demokrasi satu dengan demokrasi yang kita pakai di Indonesia. Shingga kita dapat mengerti apa sisi unggul di dalam demokrasi Pancasila.

BAB II TINJAUAN TEORI


Dalam tataran normatif, prinsip-prinsip demokrasi universal dapat kita pelajari dari berbagai tulisan. Namun, dalam tahap penerapannya kadang terjadi perbedaan bahkan penyimpangan. Dalam hal ini beberapa faktor seperti faktor mental dan sosio-kultural sangat berpengaruh. Demokrasi selalu mencoba melakukan pengaturan mengenai Distribusi apa saja yang diperebutkan dan mengatur cara-cara pendistribusiannya. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang baru saja membangun demokrasi setelah keluar dari otoritarianisme orde baru pada tahun 1998. Meski demikian hingga kini masih banyak kalangan berpendapat bahwa indonesia masih dalam tahap Demokratisasi. Artinya demokrasi yang kini coba kita bangun belum benar-benar berdiri dengan mantap. Masih banyak hal yang perlu dibangun, bukan hanya berkaitan dengan sistem politik, tetapi juga budaya, hukum, dan perengkat-perangkat lain yang penting bagi tumbuhnya demokrasi dan masyarakat madani. Sebagai sebuah gagasan, demokrasi sebenarnya sudah banyak dibahas atai bahkan dicoba diterapkan di Indonesia. Pada awal kwmerdekaan Indonesia berbagai hal negara-masyarakat telah diatur dalam UUD 1945. Para pendiri bangsa berharap agar terwujudnya pemerintahan yang segenap tumpah darah Indonesia, mewujudkan kesejahteraan umum dan ikut serta dalam perdamaian dunia. Semua itu merupakan gagasan-gagasan dasar ynag melandasi kehidupan negara yang demokratis.

BAB III PEMBAHASAN MASALAH


A. Pengertian Demokrasi Pancasila
1. Prof. Dardji Darmodihardjo, S.H. Demokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan seperti dalam pembukaan UUD 1945. 2. Prof. Dr. Drs. Notonagoro, S.H. Demokrasi pancasila adalah kenyataan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berprikemanusiaan yang sdil dan beradab, yang mempersatukan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. 3. Ensiklopedi Indonesia Demokrasi Indonesia berdasarkan Pancasila yang meliputi bidangbidang politik sosial ekonomi, serta yang penyelesaian masalah-masalah nasional berusaha sejauh mungkin menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat.

B. Demokrasi Pancasila Pada Masa Reformasi


Demokrasi Pancasila pad amasa Reformasi adalah satu reaksi terhadap pemerintahan orde baru yang dianggap telah menyimpang dari tujuan dan citacita demokrasi pancasila. Era reformasi berlangsung dari 1998 sampai dengan saat ini sering disebut orde transisi demokrasi pancasila. Sebagai warga negara kita pasti berharap bangsa Indonesia bisa belajar dari pengalaman sejarah agar pelaksanaan demokrasi pancasila di era reformasi ini lebih baik dari era sebelumnya. Ada beberapa hal yang akan menjamin sukses atau tidaknya demokrasi pancasila si era reformasi ini. Antara lain adalah sebagai berikut.

Komposisi elite yang ada di mana tidak ada sistem monopartai dan tidak adanya diktator komunitas. Semuanya memiliki porsi yang sama untuk mewakili rakyat semata. Desai institusi politik di mana institusi politik disusun sedemikian rupa sehingga wakil-wakil rakyat Indonesia bukan mewakili partai, sehingga lebih mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang dibuatnya. Institusi yang ada juga selalu mendukung perwujudan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Budaya politik yang selalu mendahulukan kepentingan masyarakat bukan partai. Dengan begitu, maka demokrasi pancasila benar-benar mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam segala biidang. Peanan masyarakat yang aktif dalam memberikan aspirasi dalam pemilihan wakil-wakil rakyat serta melaksanakan hak dan kewajibannya secara selaras. Adapun ciri-ciri khusus yang membedakan demokrasi pancasila di masa orde baru dan masa reformasi ini adalah kandungan yang terdapat dalam demokrasi pancasila di masa reformasi itu sendiri, yaitu : Aspek formal, yakni menunjukkan segi proses dan cara rakyat berpartisipasi dalam penyelenggasraan negara, yang kesemuanya sudah diatur oleh undang-undang maupun peraturan-peraturan pelaksana yang lainnya. Aspek kaidah atau normatif, yang berarti bahwa Demokrasi Pancasila pada masa reformasi mengandung seperangkat kaidah yang menjadi pembimbing dan aturan dalam bertingkah laku yang mengikat negara dan warga negara dalam bertindak dan melaksanakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Aspek material, yaitu adanya gambaran manusia yang menegaskan pengakuan atas harkat dan martabat manusia sebagai makhluk tuhan dan memanusiakan warga negara dalam masyarakat negara kesatuan republik Indonesia dan masyarakat bangsa-bangsa di dunia. Aspek organisasi yang menggambarkan adanya perwujudan demokrasi pancasila dalam bentuk organisasi pemerintahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Aspek semangat atau kejiwaan di mana demokrasi pancasila memerlukan warga negara indonesia yang berkepribadian peka terhadap apa yang menjadi hak dan kewajibannya, berbudi pekerti luhur, dan tekun serta memiliki jiwa pengabdian. Aspek tujuan, yaitu menunjukkan adanya keinginan atau tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam negara hukum, negara kesejahteraan, negara bangsa, dan negara yan memiliki kebudayaan.

C. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia


Pelaksanaan Demokrasi Masa Transisi Masa transisi berlangsung pada saat presiden Soeharto menyatakan berhenti dan menyerahkan kekuasaannya pada wakil Presiden B.J. Habibie sesuai pasal 8 UUD 1945. Disebut masa tramsisi karena merupakan masa perpindahan pemerintahan (dari orde baru ke reformasi). Presiden B.J. Habibie sendiri menyatakan bahwa pemerintahannya adalah pemerintahan transisional. Pada masa transisi ini banyak sekali pembangunan dan perkembangan kearah kehidupan negara demokratis. Beberapa pembangunan ke arah demokrasi, antara lain sebagai berikut a. Keluarnya ketetapan-ketetapan MPR RI dalam siding istimewa bulan November 1998 sebagai awal perubahan system demokrasi secara konstitusional b. Ditetapkannya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan daerah c. Keluarnya Undang-Undang Politik, yaitu UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, UU No. 3 Tahun 1999 tentang pemilihan umum, dan UU No. 4 Tahun 1999 tentang susunan dan kedudukan MPR, DPR, dan DPRD d. Melakukan proses peradilan bagi para pejabat negara dan pejabat lainnya yang terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme serta penyalahgunaan kekuasaan e. Adanya jaminan kebebasan pendirian partai politik ataupun organisasi kemasyarakatan secara luas f. Pembebasan sejumlah narapidana politik semasa Orde baru

g. Melaksanakan Pemilihan umum 1999 yang bebas dan demokratis dengan diikuti banyak partai politik h. Kebebasan pers yang luas termasuk tidak adanya pencabutan SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers) i. Terbukanya kesempatan yang luas dan bebas untuk warga negara dalam melaksanakan demokrasi di berbagai bidang Antara tahun 1998 sampai tahun 1999 dianggap tahun yang penuh dengan gejolak dan kerusuhan. Beberapa kasus kerusuhan tersebut, antara lain - Kerusuhan di Aceh - Kerusuhan dan pertentangan di wilayah Timor Leste - Konflik di Ambon dan Maluku A. Era transisi berakhir dan munculnya kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri pada siding MPR bulan Oktober 1999. Sejak saat itu Indonesia memasuki masa reformasi. Pelaksanaan Demokrasi Masa Reformasi (1999 - sekarang) Beberapa tuntutan reformasi diupayakan penyelesaiannya, seperti - Pengadilan bagi para pejabat negara yang korupsi - Pemberian prinsip otonomi yang luas kepada daerah otonom - Pengadilan bagi para pelaku pelanggaran hak asasi manusia Peningkatan prinsip-prinsip demokrasi yang penting, yaitu jaminan penegakan hak asasi manusia dengan dikeluarkannya UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Pada bulan Juli 2001 melalui Sidang Istimewa MPR, Presiden Abdurrahman Wahid diberhentikan oleh MPR dan digantikan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden untuk masa bakti 2001-2004 sedangkan Wakil Presidennya Hamzah Haz. Kepemimpinan ini membentuk Kanibet Gotong Royong. Pelaksanaan demokrasi yang sangat penting pada masa reformasi ini adalah adanya amandemen terhadap UUD 1945. Amandemen UUD 1945 dimaksudkan untuk mengubah dan memperbarui konstitusi negara agar sesuai dengan prinsipprinsip negara demokrasi.

Proses amandemen terhadap UUD 1945, yaitu - Amandemen pertama tahun 1999 - Amandemen kedua tahun 2000 - Amandemen ketiga tahun 2001 - Amandemen keempat tahun 2002 Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz berakhir pada tahun 2004. Susilo Bambang Yodoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk masa bakti 2004-2009.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan Dengan demikian telah kita lihat bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dari waktu ke waktu. Namun kita harus mengetahui bahwa pengertian Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Adapun aspek dari Demokrasi Pancasila antara lain di bidang aspek Material (segi Isi/Subsrtasi), Aspek formal, Aspek Normatif, Aspek Optantif, Aspek Organisasi, Aspek kejiwaaan. Namun hal tersebut juga harus didasari dengan prinsip pancasila dan dengan tujuan nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, kita dapat merasakan demokrasi dalam istilah yang sebenarnya.

B. SARAN
Demokrasi pancasila di masa reformasi Indonesia, harus lebih di pahami karena agar semua masyarakat Indonesia bisa membedakan antara demokrasi pancasila di Indonesia dengan negara lain. Dan satu hal yang tidak kalah penting adalah kesadaran dari masyarakat akan sangat pentingnya pemahaman tentang sistem tersebut.

BAB V PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam masalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Kami banyak berharap para pembaca yang budiman bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami selaku penulis demi sempurnanya makalah ini, dan untuk penulisan makalah de kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua.

Daftar pustaka Kewarganegaraan SMA untuk kelas X, Jakarta : Erlangga. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk kelas 2 SMU.