Anda di halaman 1dari 8

Prolog

Thailand
Cahaya matahari pagi menyinari dan menyilaukan. Seraya berlomba-lomba menembus jendela sebuah kamar. Diatas ranjang berwarna biru pucat terlihat seorang laki-laki tampan sedang tertidur pulas. Wajahnya sangat menawan. Ditambah lagi dengan disinarinya cahaya matahari pagi. Manambah kesan tampan diwajahnya berseri. Ia pun segera mengerjap-ngerjapkan matanya dan menguap seraya merentangkan kedua tangannya ke langit. Kemudian mengucek kedua matanya. Setelah sadar sepenuhnya, ia pun segera mengambil handuk putih favoritenya dan segera pergi mandi. Setelah mandi ia pun segera berlari kecil menuruni anak tangga dan menuju meja makan. Disana telah ada beberapa orang yang menunggunya. Ayah, Ibu, dan kakak laki-laki yang tak kalah tampan dengan dirinya. Ia pun segera duduk di tempat biasa ia duduk untuk sarapan. Ia mengambil dua lembar roti tawar dan diolesinya dengan selai cokelat. Setelah itu memakannya hingga habis. Apa hari ini kau ada jam kuliah pagi ? tanya kakaknya. Tentu saja. Memangnya kenapa ? jawab Mario Ya aku hanya heran saja kau bisa bangun sepagi ini. ucap Luhan. Sembarangan saja kau kalau bicara. balas Mario dan memakan sarapannya. Haha kenyataannya memang begitu. Aku itu kakakmu, jadi aku tahu kelakuanmu. Memangnya kau, tidak mengenal diriku. ucap Luhan sedikit menyindir adiknya. Memang selama ini Mario terlihat cuek dengan kakaknya itu. Namun, sebenarnya ia selalu memperhatikan kegiatan dan tingkah laku kakaknya itu. Bahkan saat mereka sedang berjauhan, Mario selalu merindukan sesosok kakaknya, Xi Lu Han. Baiklah terserah apa kata dirimu saja. jawab Mario mengalah dan pasrah. Luhan hanya tertawa merasa menang. Setelah selesai makan, Luhan mengajak Mario

untuk segera berangkat kuliah karena ia tak mau terlambat. Luhan pun segera mengambil tas dan kunci mobilnya diatas meja makan kemudian berpamitan dan berlalu pergi. Sedangkan Mario mengambil tas dan jaket favoritenya dan segera mengikuti kakaknya. * * *

Mario dan Lu Han memang kakak beradik. Namun, banyak orang yang tidak mempercayainya karena wajah dan nama mereka yang tidak sedikit pun ada kemiripin. Itu karena Ayah dan Ibu mereka pun berbeda Negara. Ayahnya yang bernama Kim Dae Seon berasal dari Korea dan Ibunya bernama Noraya Hemsakul berasal dari Thailand. Kedua orang tua mereka sengaja memberi nama mereka berbeda sesuai dengan wajah anak mereka. Karena Mario lebih seperti warga Thailand sehingga mereka memberikan nama Thailand kepadanya, Mario Maurer. Sedangkan Lu Han, Kim Lu Han. Mereka berdua hanya memiliki beberapa kesamaan, seperti wajah yang tampan, pintar, dan berhati baik kepada semua orang. Namun, soal cinta dan wanita mereka sangat bertolak belakang. Lu Han sangat mengerti bagaimana cara memperlakukan seorang wanita dan ia juga mempercayai semua tentang cinta terutama love at first sight. Mario tak pernah tahu memperlakukan seorang wanita secara istimewa terkecuali kepada Ibunya. Ia selalu saja bersikap dingin dan acuh kepada wanita. Bahkan ia tak pernah percaya akan love at first sight, merasakan cinta saja tidak pernah.

Korea, Seoul

Terlihat dua orang wanita sedang menyiram tanaman di taman belakang halaman rumah. Mereka berdua kakak beradik. Baifern pimchanok yang biasa disapa Nam dan adiknya Kim Shin Yeong. Mereka berdua sangat cantik. Eonni, apa kau tidak kuliah hari ini ? tanya Kim shin Yeong. Jadwal kuliah ku hari ini nanti siang. Kau sendiri ? ucap Nam seraya mengarahkan selang air ke arah bunga mawar tanaman kesayangannya. Jadwal hari ini Kalkulus eonni. Jadi, aku lebih memilih untuk bolos dibanding otak ku lelah karena berfikir keras. jawab Kim Shin Yeong dan menanam beberapa bibit bunga. Dua wanita cantik ini sangat menyukai aktivitas berkebun. Mereka juga sangat menyukai macam-macam bunga. Yak! Kau ini kebiasaan sekali tidak masuk pelajaran kalkulus. Bagaimana kau ingin lulus jika seperti itu ? Eonni, jurusanku kan sastra, tidak ada hubungannya dengan Kalkulus. Jadi kau tak perlu khawatir. Tetap saja Kalkulus itu penting pabo.

Ah sudah lah eonni. Eonni, Kai oppa kenapa tidak pernah berkunjung lagi ? Apa eonni ada masalah dengan Kai oppa ? tanya Kim Shin Yeong dan memetik bunga yang sudah mekar untuk dihias di dalam rumahnya. Dia sedang sibuk. jawab Nam tanpa beralih dari kegiatannya. Memangnya oppa sibuk apa sampai tak pernah mengunjungi kita ? Dia sedang sibuk dengan kegiatan barunya. Mengajar anak-anak dance. Jinjayo ? Wah hebat sekali dia. puji Kim Shin Yeong. Ne. Bagaimana dengan kekasihmu Cho Kyuhyun ? Apa kalian baik-baik saja ? Entahlah eonni. Aku semakin tak mengerti akan tingkahnya. Terkadang ia baik dan romantic dan terkadang ia dingin seperti es. Aku bingung. jelas Kim Shin Yeong seraya mengumpulkan bunga-bunga yang ia petik tadi dan memasukkannya ke dalam keranjang. Haha cobalah cari tahu bagaimana sifat aslinya. Kau ini sudah hampir satu tahun berpacaran dengannya tetapi tak bisa mengenalnya dengan baik. Kau seharusnya bersyukur karena ia tahan dengan sikapmu yang manja dan terkadang aneh itu. Yak! Eonni kenapa kau mengataiku aneh. Aku ini kan saengmu. Kau lebih membela evil itu dibanding adikmu sendiri. ucap Kim Shin Yeong dan melemparkan setangkai bunga mawar ke arah kakaknya itu. Nam terlonjak kaget kemudian tertawa. Tiba-tiba seseorang datang menyapa mereka berdua. Selamat pagi chagiya. sapa Cho Kyuhyun, namjachingu Kim Shin Yeong dan memberikan sebuket bunga lily putih. Baru saja kami membicarakanmu. ucap Nam. Jinjjayo kalian membicarakanku ? Memang apa saja yang kalian bicarakan tentangku, Noona ? tanya Kyuhyun antusias.

Kau ini pede sekali. Mau apa kau pagi-pagi seperti ini datang kerumah ku ? sergah Kim Shin Yeong dan mengambil sebuket bunga tersebut dan meletakkannya di atas meja. Kau ini galak sekali. Aku kemarikan hanya ingin menemui eonni mu yang cantik dan baik hati itu. Jinjjayo kau kemari untukku ? tanya Nam dengan muka terkejutnya. Tentu saja Noona. Sudah lama aku tidak berjumpa denganmu. Yak! Kalian berdua sengaja membuatku kesal ? Baiklah aku akan meninggalkan kalian berdua saja. ucap Kim Shin Yeong dan segera pergi. Namun, sesuatu menahan dirinya. Tangan Kyuhyun menahan pergelangannya agar ia tak pergi. Sepertinya aku harus membereskan sesuatu didalam. ucap Nam dan meninggalkan mereka berdua. Lepaskan aku! Kau bilang ingin menemui Nam eonni bukan aku. Jadi aku akan kedalam dan tak akan mengganggumu. Aku hanya bercanda chagi. Kau sensitive sekali. Aku kemari karena aku rindu padamu. Maaf dua hari yang lalu aku tak menghubungi dan menemuimu. Aku sibuk dengan pekerjaanku. Appa menyuruhku menggantikannya sementara. Kau tak marahkan padaku ? ucap Kyuhyun dan mengendurkan genggamannya. Aku tak akan marah padamu asalkan- ucap Kim Shin Yeong menggantung katakatanya. Asalkan apa ? Membelikanmu ice cream ? Tidak. Aku tidak minta itu. Aku mau kau mengajakku jalan-jalan hari ini dan membelikan semua apa yang aku mau, bagaimana ? ucap Kim Shin Yeong dan tersenyum evil seperti yang biasa Kyuhyun lakukan. Baiklah. Asalkan kau tak marah lagi kepadaku.

Yasudah tunggu aku disini. Aku akan mengganti bajuku. ucap Shin Yeong dan berlari kecil menuju kamar. Setelah beberapa lama menunggu, Kim Shin Yeong pun keluar dengan penampilan yang sangat cantik sehingga membuat Kyuhyun terpesona melihatnya. Bagaimana penampilanku ? Cantikkan ? tanya Kim Shin Yeong saat menyadari bahwa namjachingunya itu melihat dirinya dengan kagum. Neomu yeppo. tanpa sadar kata itulah yang keluar dari bibirnya. Membuat Kim Shin Yeong terkejut karena Kyuhyun jarang sekali memujinya. Kau bilang apa ? tanya Kim Shin Yeong penasaran apa dia salah dengar atau tidak. Tidak. Aku tidak bilang apa-apa. Yasudahlah kajja kita pergi sekarang. ajak Kyuhyun dan menarik tangan Kim Shin Yeong. Kau mau kemana sekarang ? tanya Kyuhyun. Aku haus Kyuhyun. Belikan aku minum disana. Kau menyuruhku ? Kau tidak mau ? Yasudah aku akan membelinya sendiri. ucap Kim Shin Yeong dan melangkahkan kakinya lebih cepat. Chakkaman, biar aku saja. Kau duduk saja disini. ucap Kyuhyun dan berlalu pergi. Kim Shin Yeong menahan tawanya saat melihat Kyuhyun seperti itu. Beberapa menit kemudian Kyuhyun kembali dengan membawa sebotol minuman dan memberikannya kepada Kim Shin Yeong. Kajja kita jalan lagi tak usah berlama-lama kau duduk. ucap Kyuhyun dan berjalan meninggalkan Kim Shin Yeong.

Kim Shin Yeong pun mengikuti langkah Kyuhyun dan berusaha membuka tutup botol minumannya. Namun sepertinya ia kesusahan untuk membukanya. Kyuhyun melihat yeojachingunya yang tertinggal di belakang.

Kau ini lama sekali. Apa yang sebenarnya kau lakukan ? tanya Kyuhyun dan berbalik menyusul Kim Shin Yeong. Yak! Kau tak lihat aku kesusahan membuka tutup botol ini. Cepat bukakan untukku! Aku sudah dehidrasi sejak tadi. ucap Kim Shin Yeong dan memberikan botol tersebut. Dasar yeoja pabo. Seperti ini saja tidak bisa. jawab Kyuhyun kemudian mengambil botol tersebut. Setelah terbuka, ia memberikannya lagi kepada Shin Yeong. Kyuhyun, aku mau pulang saja. Kenapa memangnya ?

Sejak tadi aku perhatikan kau terlihat tidak senang saat jalan-jalan denganku. Aku ingin pulang saja Kyuhyun. ucap Kim Shin Yeong cemberut. Aku senang jalan denganmu Shin Yeong. balas Kyuhyun tersenyum dan menggenggam kedua tangan Kim Shin Yeong. Sepertinya matamu itu tak bisa berbohong. Aku ingin pulang saja. Kalau kau tak mau mengantarku pulang, aku akan pulang sendiri dengan taxi. ucap Kim Shin Yeong dan berlalu pergi. Baiklah. Biarkan aku yang mengantarmu pulang. jawab Kyuhyun dan menggandeng Kim Shin Yeong dengan lembut. Dalam hati, Kyuhyun merasa bersalah kepada yeojachingunya itu. Sebenarnya ia bukan tidak senang, namun ia merasa sedang tidak enak badan. Sudah dua hari ini, kepalanya terasa sakit dan badannya terasa sangat tidak enak seperti biasanya. Tapi Kyuhyun tak berani untuk mengungkapkan. Ia takut kalau nanti Kim Shin Yeong menjadi cemas dan khawatir.